
Cahyo mengambil troly, mengekor Rere yang berjalan di depannya. Rere mengambil sayur mayur, bumbu bumbu dapur, buah buah an dan masih banyak lagi lainnya.
Rere juga mengambil beberapa biskuit, camilan ringan, dan soft drink. Ketika hendak ke kasir Rere berbalik seketika.
"Ada apa.."tanya Cahyo heran "Ada yang kurang??" melihat isi troly nya
"Mmm.. ke sana aja dulu yuk.." ajak Rere
Melihat Rere akan meninggalkan Cahyo, Cahyo menangkap pinggang Rere sehingga Rere terhenti.
Cahyo menarik pinggang Rere kehadapannya, mengunci dengan lengannya, hingga Rere berada diantara troly dan Cahyo
Cahyo berjalan maju sedangkan Rere harus berjalan mundur. Rere berusaha untuk keluar merunduk melewati lengan Cahyo namun sia sia. Karena Cahyo berjalan cukup cepat, sehingga menyulitkan Rere untuk keluar
"Kak.. berhenti!!" ucap Rere pelan mencoba mengangkat lengan Cahyo yang memegang troly
Cahyo terus saja berjalan sampai kasir. Tepat di depannya Dira bersama dengan DM Noval
Posisi Rere masih di kunci oleh Cahyo di antara dirinya dan troly. Namun badan Rere berbalik menghadap troly ketika Dira memanggil nama Jovan
"Lho.. Ayy. Apa kabar??" tanya DM Noval
"Baik Dok.. Dokter apa kabar?" tanya balik Rere berbasa basi
"Baik. Lagi belanja juga?" tanya DM Noval
"Iya. stock mingguan" jawab Cahyo cepat
"Ee.. kenalin Dok.. ini..." ucapannya terpotong oleh Cahyo
"Saya Jovan, tunangan Ayyu" kata Cahyo tegas
"Saya Noval, oh ya.. ini calon istri saya, Dira" DM memperkenalkan Dira pada Rere dan Cahyo
"Wahh.. selamat ya Dira, akhirnya kamu akan menikah juga. Tolong undang kami ya.." ucap Cahyo licik
"Kamu kenal Ra, sama mereka..?" tanya DM pada Dira
Dira hanya tersenyum melihat sikap Cahyo yang tegas dan licik. 'awas kalian ya...'
"Kami duluan ya.." pamit DM dengan ramah
__ADS_1
Rere dan Cahyo menganggukan kepalanya bersamaan. Rere masih terkunci di antara Cahyo dan troly.
"Kak.. lepas!" kata Rere yang melihat Cahyo menatap tajam Dira
Cahyo langsung melepas dan menaruh belanjaannya di meja kasir.
"Kakak segitunya kalo lihat Dira.." sewot Rere sambil menikmati ice cream menuju parkiran
"Jangan cemburu ya.. bukan begitu. Kakak heran aja, dulu sama Kakak selingkuh, sekarang sudah punya cowok masih ngejar kakak dan punya hubungan lagi sama manager pemasaran.
Alhamdulillah, Kakak bersyukur bisa ketemu kamu lagi. Makasih ya.. Memang kalo sudah jodoh gak akan kemana." kata Cahyo meraih pinggang Rere supaya lebih mendekat padanya
"Ihh.. Kakak.. modus. Lepas!!" mulutnya dimanyunkan, tangan kirinya menyikut perut Cahyo
"Aauu.. Ayyang, jahat banget sama Kakak.." Rengeknya sambil berpura pura memegangi perutnya yang disikut tadi
Rere mengabaikan Cahyo dan terus saja berjalan menuju parkiran tempatnya memarkir sepeda motor, dengan tetap memakan ice cream nya
Merasa tidak di anggap, Cahyo mengejar Rere dan meraih tangannya yang memegang ice cream. Dan 'haap' Cahyo menelan semuanya, karena memang tinggal sedikit
"Kakak...!!!" Rere memekik keras, hingga beberapa pengunjung yang ada di parkiran melihat ke arah mereka
Cahyo berlari dan dikejar oleh Rere
"Gak!" jawab Cahyo tegas
Rere memajukan bibir mungilnya dan diam tak berbicara.
Sampai tiba di kamar, Rere tetap diam. Ia mencuci dan memilah milah buah dan sayur, lalu memasukkannya ke dalam kulkas. Makanan kering ia masukan dalam lemari atas.
Membereskan kantong belanjanya. Dan segera menuju kamar mandi guna membersihkan diri lanjut tidur
Cahyo terus menggoda Rere, sampai di tempat tidur sekalipun. Rere menutup dirinya dengan selimut sampai wajahnya
"Ayyang.... Ayyaaang..." goda Cahyo
"Kak Jo jahat" pekik Rere dari balik selimut
"Iya deh.. maaf. Besok Kakak belikan lagi, mau berapa?" kata Cahyo ingin berdamai
"Lima" ucap Rere membuka selimutnya
__ADS_1
"Banyak banget... ntar kalo sakit perut lagi, gimana!!" kata Cahyo menolak
"Ya udah.. Ayya ngambek lagi" menutup wajahnya dengan selimut
"Iya..iya.. tapi makannya gak boleh sekaligus ya..." mengabulkan dengan syarat
Rere membuka selimut di wajahnya dan mengangguk. Cahyo tersenyum lebar melihat Rere yang merengek seperti anak kecil. Tapi Cahyo suka. Cahyo mencium jidat Rere dan pergi keluar kamar untuk tidur di kamar Jihan
Aktivitas dini hari Rere ia lakukan dengan doa malam saja. Rere melanjutkan tidur cantiknya
Cahyo masuk kamar mendapati Rere yang masih tidur dengan cantik. Dia membersihkan dirinya dan menunaikan sholat subuh sendiri
Cahyo membangunkan Rere, memintannya untuk memasakkan sesuatu karena perutnya sangat lapar. Entah kenapa, padahal jika tidak ada Rere, Cahyo terbiasa sarapan ketika sampai kantor
Rere menggeliat ketika tubuhnya di goyang goyang oleh Cahyo. Rere bangkit dan mencuci mukanya. Dilihatnya Cahyo sudah rapi dengan kemeja dan celana panjangnya
Rere bergegas untuk membuat menu sarapan untuk Cahyo. Tangannya yang terampil dan cekatan membuat masakan cepat selesai.
Ayam geprek crispy untuk sarapan dan bento untuk bekel.
"Nanti ke kantor ya.." pinta Cahyo
"Gak janji Kak.. kalo urusan di kampus sudah selesai ya" ucapnya mengambil nasi dan lauk sepiring berdua
Selesai sarapan, Cahyo mengucapkan terimakasihnya dan mencium pucuk kepala Rere. Rere hanya mengantarnya sampai pintu lift.
Rere segera membereskan meja makannya. Mencuci bekas makannya dan membersihkan diri bersiap untuk ke kampus
Tugas tugas yang sudah masuk mulai direkap oleh Rere. Karena ini baru bagi Rere maka ia masih sering bertanya pada Pak Hadi
Untungnya Pak Hadi bersedia membantu Rere. Beliau juga memaklumi bahwa ini pertama kalinya Rere mendapat tugas sebagai dosen, bukan asdos lagi.
Semester 2 sudah ter rekap semua, tinggal semester 4 yang belum. Ada beberapa nama mahasiswa yang belum mengumpulkan tugas
Rere mencoba menghubungi lewat email. Belum ada jawaban. Rere memutuskan untuk pergi ke kantin membeli roti dan air mineral
Rere bertemu dengan salah seorang mahasiswa yang sedang Rere kejar tugasnya. Rere mengajak nya untuk duduk mengobrol sebentar di teras belakang kantin
Rere memberi saran dan solusi mengapa mahasiswa tersebut sampai tidak mengumpulkan tugasnya. Bagi Rere tugas nya ini wajib dia kerjakan untuk mengangkat nilainya agar tidak sampai D.
Dirasa sudah sepakat, akhirnya Rere kembali keruang TU dimana ia meletakkan laptopnya dekat Pak Hadi
__ADS_1
Lepas asar, Rere meninggalkan kampus. Menuju parkiran dan melajukan mobilnya menuju kantor Cahyo
Sampai di lobby, Rere melihat Dira yang dihadang oleh security. Dira melihat Rere dan menghampirinya. Merasa tidak enak dilihat orang, Rere mengajak Dira untuk mengobrol di kantin kantor