Radio Cinta

Radio Cinta
part 2.


__ADS_3

Cahyo adalah ketua UKM Radio kampus. Seorang mahasiswa jurusan sipil semester 7 yang sedang menyusun program skripsinya. Ia adalah penyiar pengganti apabila seluruh tim nya tdk ada yang bisa melakukan siaran radio karena kepentingan mendadak.


Lama Rere melihat Cahyo dari kejauhan. Tanpa di sadari seseorang tengah memperhatikannya. "hai..ayy" sapa Citra teman kampusnya membuyarkan apa yang ia lihat.


"ehh..lo Cit".. mau kemana malam malam gini, cari makan kah" tanya Rere langsung supaya Citra tidak curiga jika Rere sedang memperhatikan Cahyo.


"heheh.. nglamun aja lo.. iya.. kita mau cari makan, lo udah makan, makan bareng yuk" cecar teman citra.


"mmm.. maaf. udah, gue udah makan tadi. ya sudah gue duluan ya. by..." lanjut Rere cepat meninggalkan Citra dan teman temannya.



Setibanya di kamar kost. Rere masih membayangkan kira2 kenapa Cahyo seperti memikirkan beban yang berat. Ingin sekali rasanya menelfon menanyakan keadaannya. Tapi rasa sungkan yang besar mengurungkan niatnya. 'ah... semoga tidak terjadi apa apa. semoga semuanya baik baik saja' batin Rere.



Dert .. dert..



Ponsel Rere bergetar.. pesan dari grup radio yang bersiap untuk mengabsen selama sepekan mendatang. Ya.. Cahyo membuat jadwal piket siaran selama sepekan kedepan di weekend. Bukannya apa, ini ditujukan supaya radio kampus tetap mengudara tanpa ada alasan tidak ada yang siaran, kecuali memang keadaan darurat.



Lama Rere memandangi ponselnya melihat chat di grup yang bersahut sahutan. Karena Rere menjadi asdos di jurusannya maka Rere mendapatkan perlakuan khusus di ukm radionya. Rere bertugas untuk membantu siaran junior juniornya. Ada seorang junior perempuan yang setiap harinya Rere temani. Dita namanya semester 1 jurusan hukum.



tring... chat masuk dari Dita



"Assalamualaikum kak.. gimana jadwal yang aku buat. cocok g sama kakak"


"waalaikumussalam.. mmm boleh. Insya Alloh kakak usahakan bisa. kalaupun kakak sibuk.. kakak yakin Dita sudah mulai bisa dilepas.. faitting😊"


"ok kak.. makasih supportnya... happy weekend.. assalamualaikum"


"happy weekend juga. waalaikumussalam"



chat singkat Dita dan Rere



"kamu dari mana Ci.. tumben malam baru masuk kamar" tanya Rere melihat Cici yang baru masuk kamar.

__ADS_1


"Dari kamar Erlin ma Ratih. Lo sudah isi jadwal radio Ayy" tanya balik Cici.


"hmmm.. sudah di isi sama Dita. Lo sudah"


"Sudah. Mmmm gue tidur duluan ya Ayy.. sumpah gue ngantuk banget" jawab Cici sambil menguap dan hanya di angguki kepala oleh Rere.



Rere masih memandangi ponselnya.. sambil terus menulis jadwal sepekan di buku agendanya yang selalu ia bawa kemana mana.



jadwal siaran


senin : jam 11


selasa : jam 13


rabu : jam 8


kamis : jam 8


jumat : jam 14



'jadwal kuliah... emmmm kayaknya pas ini.. goodjob. bismillah' batin Rere




Alarm Rere berbunyi. Menandakan waktu pukul 3 dink hari. Segera Rere terbangun dari tidunya, mematikan alarm nya dan bergegas mengambil air wudhu untuk sholat malamnya. Hampir setiap malam Rere selalu menunaikan sholat sunnah malam. Meminta kepada yang memberi hidup. Mesyukuri setiap nikmat yang ia dapatkan. Susah dan senang tetap harus bersyukur. Ya .. jika kita pandai bersyukur maka Alloh akan senang kepada kita. dan Alloh akan melipat gandakan kenikmatanNya.


Selesai sholat malam, Rere tertidur meringkuk dalam mukenahnya di atas sajadah. Sampai terdengar adzah subuh memanggilnya. Rere bergegas mengambil air wudhu kembali, mengerjakan sholat subuh lanjut mengaji Al-qur'an.


Ketika hendak melanjutkan tidurnya, karena ini adalah hari minggu.. Rere bekerja paruh waktu di caffe sore hari, tiba tiba..


dert...dert.. ponsel nya begetar. Ada chat masuk dari kak Bagus.


"Ayy... tolong gatikan gue shift pagi ya... mendadak bokap gue sakit.. dan sekarang gue lagi di rumah sakit"


Bagus adalah patner Rere pekerja paruh waktu di caffe.


" Maksudnya Kak Bagus mau tukeran shift sama Ayyu" tanya Rere bingung


"Iya Ayy.. lo gantikan gue shift pagi ntar gue gantikan lo shift sore"

__ADS_1


"Ok Kak... semoga ayahnya cepat sembuh ya..." dengan polos Rere menyanggupi pertukaran shift tersebut tanpa rasa curiga.


Waktu menunjukan pukul 06.30 pagi. Rere segera mandi dan tidak lupa sholat dhuha terlebih dahulu. Ketika tengah bersiap siap hendak berangkat Cici mulai bangun dan memperhatikan Rere yang tengah memakai hijabnya.


"Lo mau kemana pagi begini Re..???"


"Kerja di caffe"


"Bukannya jadwal lo ntar sore ya.."


"Iya.. tadi Kak Bagus minta tukeran karena ayahnya mendadak masuk rumah sakit. udah ya.. ntar gue telat. Assalamualaikum.." jawab Rere cepat


"waalaikumsalam" masih mode bingung. Bukannya Bagus di sini ngekost. Bokap Bagus bukannya di desa... kog....


tok..tok..tok...


ketukan pintu membuat buyar rasa penasaran Cici. Bukannya apa.. Cici merasa gak tega setiap kali mengetahui Rere di bodohi oleh oranglain. Karena Rere selalu berpikir positif, tidak pernah berprasangka buruk pada oranglain. meski nyatanya Rere pernah benar benar di bodohi toh Rere hanya diam saja. 'Biarkan nanti Alloh yang membalas' pasti jawabannya seperti itu jika sahabatnya menasehati.


Dengan malas cici membuka pintu kamarnya. Dilihat kedua temannya sudah cantik mengenakan jeans dan kaos cassualnya.


"Kenapa sih lo ci.. pagi pagi muka ditekuk" tanya Erlin


"Ayy mana... kog sepi "tanya Ratih


"Woii.. jawab..bengong" sambung Erli


"Kerja" jawab singkat Cici


"Whhhaaaaaaattttttt" mode teriak ke dua temannya.


"Biasa aja donk... jangan teriak begitu... barengan lagi.." sewot Cici sambil menutup telingannya karena mereka teriak tepat di kedua telinga Cici.


"lhooo... jadwal Ayy khan ntar sore... katanya mau nonton dulu" rengek Ratih


"Mau gimana lagi.. Kak Bagus tadi ngabari kalo bokapnya masuk rumah sakit. jadi mau tukeran shift ma Ayyu" Cici mencoba menjelaskan meski sebenarnya ia sendiri bingung.


"Yaaa.... gimana donk. Apa kita pergi sendiri aja ya... ntar malam baru kita nongkrong rame rame, gimana. Film nya cuma ada pagi doank... malam gak di puter, gue pengen nonton tuh film..." rengek Ratih kembali


"Gue sih ok. gimana lo Ci.." tanya Erlin


"mmmm..... ok deh yuk. Gue mandi dulu ya..." jawab Cici mengakhiri obrolan mereka.




Pembagian tugas pun dimulai. Cici mengantri membeli tiket. Erlin dan Ratih membeli popcorn dan soda. mereka masih mempunyai waktu 10 menit lagi sebelum masuk ke dalam ruang bioskop.

__ADS_1



"Nah lo... itu sapa" tiba tiba Erlin membuka suaranya sambil menunjuk ke arah seseorang. Spontan teman temannya melihat arah yang di tunjuk Erlin.


__ADS_2