
Rere telah menyelesaikan sholat Isyaknya, dan mendapati Cici yang masih tegang di depan laptop nya. "Ada yang bisa di bantu Ci" tanya Rere gak tega melihat temannya yang sepertinya sedang kesulitan.
"Aaarrrggggghhhh..." huuufffttt Cici menghela nafas panjang
"Lo tahu Ayy gue sudah dari jam 4 tadi sampai sekarang gak bisa menyelesaikan ini tugas. Trus gimana donkk... besok pagi dikumpulin" rengek Cici tiba tiba dengan membenamkan kepalanya di kedua tangan yang dilipat diatas meja.
Rere mendekat ke arah Cici.. dan melihat beberapa tabel, diagram, grafik dan berjajar angka angka. Rere menarik kursi belajarnya mendekatkan ke kursi Cici. Ia mulai membaca kasus soalnya dan mencoba mengotak atik dan....
"Yyaaaa... itu Ayyy.. bener!!!" sontak Cici bahagia. Dan langsung di ambil alih oleh Cici yang sudah bisa melanjutkan kasus soalnya. Rere pun hanya bisa tersenyum melihat temannya. Rere segera menarik kembali kursinya ke arah meja belajarnya, dan mulai menyusun agenda untuk besok.
Rere termasuk murid yang sangat cerdas. Hampir semuanya ia bisa hanya dengan membaca buku dan mempelajari contoh kasus atau soal. Menang benar benar genius.
"Ci.. gue tidur duluan ya.."
"Ya.. thanx ya" tanpa menoleh sedikitpun
"Lo juga harus segera tidur... awas kesiangan"
"Yaa.." jawab Cici singkat
Rere berdoa akan tidur dan tak lama ia pun terlelap.
Alarm menunjukkan pukul 3 dini hari. Seperti biasa Rere terbangun. Ketika hendak mengambil air wudhu di kamar mandi ia merasakan sesuatu yang keluar dari \*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*. Ia pun mengecek dan yaa.. datang bulan.
Rere segera mengenakan pembalutnya dan menuju tempat tidur. Ia hanya melakukan doa malam dan langsung melanjutkan tidurnya. Badannya terasa berat sekali. Tulang tulang nya seperti hancur berkeping keping. Hingga ia tidak mendengar suara adzan subuh berkumandang.
Cici terbangun dengan suara alarmnya yang ia pasang. Merasa ada yang aneh, ia melihat tempat tidur Rere yang masih terlihat ia tertidur dengan selimut penuh menutup kepalanya. "Ayy... bangun. Lo gak sholat subuh. Sudah jam 6 lewat niih" Bergegas Cici membangunkan temannya yang terkenal taat beribadah itu.
__ADS_1
Rere hanya menggeliat meluruskan tubuhnya di kasur empuknya. Sedikit membuka mata dan mendapati Cici di hadapannya.
"Subuh"
"hoooo"
"hooo doangk.. bangun. sholat"
"gak. malas" perlahan akan menutup mata
Cici bingung, apa maksudnya. Cici pun menggoyang goyangkan badan Rere supaya terbangun dari tempat tidurnya.
"Gue lagi gak sholat Ci... badan gue sakit semua. ijinkan gue tidur sebentar yaaa..." dengan wajah memohon sambil menarik selimutnya lagi.
"Sorry... gue gak tahu lo lagi gak sholat. Ok. Selamat tidur kembali. Jangan lupa, lo kuliah jam berapa. pasang weker" cerocos Cici mengingatkan sambil berlalu untuk persiapan kuliah pagi.
Diruang kelas 2.2 sudah banyak mahasiswa semester 7 yang berkumpul untuk menerima materi kuliah. Dengan lemas Rere berjalan masuk ke jurusan setelah memarkirkan sepeda lipatnya. Rere mengambil hampir semua mata kuliah yang ada di semester 7 Dilihatnya jam tangan masih ada 15 menit. Ia memutuskan untuk mengganjal perutnya yang lapar di kantin jurusan.
"Pagi bu..." sapa Rere yang langsung masuk ke dalam ruangan mencari tempat duduk.
Materi yang diberikan cukup berat. Hingga Rere harus beberapa kali bertanya jawab dengan dosen. Waktu kuliahpun berakhir namun Rere masih enggan beranjak karena kuliah keduanya masih 2 jam lagi.
"Ayy... Panggil Pak Hadi. Sekarang. Di TU." teriak seseorang di luar kelas yang langsung pergi tanpa Rere tahu suara siapa tersebut.
Rere pun bergegas merapikan buku bukunya dan turun menuju ruang TU. Disana Rere melihat Pak Hadi yang memegangi perutnya seperti merasakan sakit yang sangat.
"Maaf Pak Hadi panggil saya.."
"Ini.. disitu ada materi untuk mata kuliah saya hari ini. Tolong kamu gantikan saya. Saya gak kuat..."
Ucapannya terpotong akibat seorang paruh baya berlari tergesa gesa memanggil Pak Hadi karena ambulannya sudah tiba.
'Ambulan' pekik Rere dalam hati. Segera Rere mengambil usb yang ada di meja, dan membantu Pak Hadi berjalan ke luar jurusan. Rere pun memberanikan diri bertanya pada petugas TU yang memanggilkan ambulan tadi.
__ADS_1
"Pak Hadi kenapa pak.."
"Sakit perut Ayy.. Dari kemaren sudah terlihat, saya suruh ke dokter gak mau. Eh.. sekarang katanya sakit banget dan sudah gak kuat"
"Keluargannya.. sudah dihubungi Pak.."
"Sudah. Pak Bakti tadi sudah menghubungi keluarganya dan beliau nanti akan menyusul menggunakan mobil nya"
Rere hanya menganggukkan kepalanya melihat pria yang bicara dengannya tadi meninggalkannya. 'Semoga lekas sembuh Pak' doa kecil Rere mengantar ambulan pergi.
Sontak Rere melihat apa yang ia bawa di tangannya. 'Aiiissshhhh' usb. Ya.. Rere harus melihat jadwal mengajar yang diberikan Pak Hadi padanya. Rere duduk bersila di teras depan jurusan. Membuka laptop dan memasangkan usb. Segera ia mengambil agenda kecilnya dan mencatat jadwal hari ini.
'Allohu Akbar' padat sekali batin Rere
jam 10 semester 3 ruang 3.1
jam 11 kuliah gue 'whaat' ruang 2.4
jam 13 semester 7 'OMG' ruang 2.1
jam 14.30 semester 1 ruang 3.1
'Alhamdulillah.. aaarrrrgggghhhhh'
Dengan kasar Rere berdiri dan berlari dengan membawa laptopnya di tangan. Berlari menuju ruang 3.1. Tanpa ia sadari agenda nya terjatuh entah dimana.
Sudah banyak mahasiswa yang berkumpul disana.
"Assalamualaikum.. selamat pagi"
Dengan cepat Rere berjalan ke arah podium karena sudah 10 menit jam berlalu dari angka 10.
"Kita buka halaman..." sambil melihat ke arah laptop yang menunjukkan materi yang harus ia sampaikan. "137" pintanya
Selesai mengajar Rere segera berlari menuju ruagannya. Ia menuruni tangga dan melihat teman temannya yang menggosipkan Pak Hadi sakit hari ini. Mereka semua bersemangat karena hampir di pastikan tidak akan ada kuliah hari ini.
__ADS_1
Namun ketika Rere berjalan melewati teman temannya, ia memberi kode supaya masuk kedalam kelas. Rere pun berjalan ke arah podium. Dengan berat ia mengutarakan maksud ia berdiri di depan teman temannya.