
Hari Sabtu setelah mengajar bimbel, Cahyo melajukan mobilnya dengan kencang melewati tol
"Mau kemana Kak..?" tanya Rere heran.
"Pulang" jawab singkat Cahyo
"Lho.. kerumah Ayya.." tanya Rere lagi
"Heem.." jawab Cahyo
"Kog..." belum selesai Rere mempertanyakan kenapa Cahyo mengajaknya pulang, Cahyo menutup mulut nya dengan satu jari nya, pertanda Rere diminta diam
Sampai pekarangan rumah Rere, Ayah Bunda sudah menunggu di luar rumah.
"Ayah.. Bunda.. " Rere berlari menghampiri bunyah nya
"Ayo masuk.. ayo nak Jovan" kata Ayah
'Kog Ayah panggil Kak Cahyo itu Kak Jovan..perasaan dulu ngenalinya dengan nama Cahyo deh..'
Rere masih penasaran dengan nama panggilan Cahyo. Namun ia urungkan untuk bertanya lebih jauh.
'Ya sudah lah.. ' batinnya
"Sudah makan?!" tanya Bunda
"Belum. Ayya mau kekamar dulu. mandi. gerah Bunda" kata Rere
Cahyo juga melakukan hal yang sama. Dia masuk dikamar tamu dan pergi ke kamar mandi tamu
Bunda menyiapkan makan malam untuk putrinya dan calon menantunya
Karena sudah malam. Mereka segera masuk ke dalam kamar masing masing untuk beristirahat
Lepas sholat subuh berjamaah, Bunda mengajak Rere untuk berbelanja di pasar
Cahyo mengantar mereka, karena belanjaannya hari ini cukup banyak
"Mau ada acara Bunda?, kog belanjanya banyak banget?" tanya Rere tidak mengerti
"iya." jawab Bunda sederhana.
Rere membantu Bunda mencuci semua sayuran yang hendak dimasak. Bunda membuat bumbu bumbu. Cahyo dan Ayah membersihkan pekarangan belakang rumah dan menata meja di bawah pohon rindang
Bunda meminta Rere membuat beberapa macam kue. Sekitar pukul 10, beberapa mobil masuk ke dalam pekarangan rumah Rere
Ayah dan Cahyo mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam. Jihan mencari sosok yang ingin ia temui
"Kak.. mana Kak Rere?" tanya Jihan setengah berbisik pada Kakaknya
Cahyo menunjuk arah dapur dimana Rere sedang membuat cake dan minuman untuk tamu yang sudah datang
"Kak Rere..." sapa Jihan
"Lho.. Jihan! sama siapa??" tanya Rere penasaran
"Sama Mama Papa" jawabnya bahagia
__ADS_1
Rere melihat Cahyo penuh curiga. Apa maksudnya ini. Belum sempat Rere bertanya, Bunda sudah memanggil Rere untuk menata makanan yang sudah siap ke pekarangan belakang rumah
"Sudah buat minumnya?" tanya Bunda
"Sudah Bund.." jawab Rere patuh
"Ya sudah, kamu antar dulu ke para tamu!" perinta Bunda
Rere kembali ke dapur dan membawakan minuman untuk para tamu
"Oo.. ini Rere.. cantik" kata Mama Cahyo
Rere meletakkan minuman di meja tamu lalu mencium tangan Mama dan Papa Cahyo dengan senyum manisnya
"Sini duduk.." perintah Ayah untuk duduk dekat dirinya
"Ayy, ini Pak Danu. Papa nya Jovan, ini Bu. Winda Mamanya Jovan, ini Jihan adik Jovan" Ayahnya memperkenalkan
Rere hanya tersenyum ketika Ayah memperkenalkan mereka. Bunda datang dari dapur dan merangkul Mama Winda
"Gimana kabarnya wind.. ?" Bunda menempelkan pipinya pada pipi Mama Winda
"Baik." jawabnya
"Memang Ayah bakal kenal kalo Ayya bilang Kak Cahyo itu Kak Jovan?" tanya Rere bingung
"Ya iya lah.. Papanya Jovan itu temen kecil Ayah. Itu rumahnya di belakang masjid besar yang biasa kamu main sama Yoga" kata Ayah menjelaskan
"Karena sudah lama kakek Jovan meninggal, jadi Pak Danu memboyong keluarganya untuk tinggal di Batam. Karena usaha Pak Danu berjalan lancar di sana" Terang Ayah lagi
"Ooo.." Rere hanya tersenyum dengan penuh kebingungan. 'Apakah ini yang namanya jodoh' batinnya
"Maksud kedatangan kami kesini nak Rere, saya sebagai Papa dari Jovan ingin meminta mu untuk menjadi istrinya" kata Pak Danu menjelaskan maksud kedatangannya
Rere dibuat makin tegang dengan kebingungannya. 'Dasar Kak Jo, senyam senyum aja, ngerjain Ayya ya... awas nanti' geram Rere
"Apa nak Rere setuju dan mau menikah dengan Jovan putra om?" tanya nya lagi
Rere langsung menunduk mendengar pertanyaan dari Papa Cahyo. Dan Rere hanya mengangguk pelan
Cahyo tersenyum lebar, melihat Rere yang malu malu tapi mau itu. Dilihatnya pipi Rere merah merona menahan malu
__ADS_1
"Alhamdulillah.." kata Ayah. "Kapan kira kira?" tanya Ayah memancing Rere agar mau bicara
"Ayah... tapi Ayya kan masih kuliah?" tanya Rere memprotes seakan akan akan di nikahkan secepatnya
"Lha Ayah tahu kamu masih kuliah. Yang mau bilang nikah sekarang siapa, Ayah kan tanya kapan kira kira nya?" jawab Ayah dengan senyum becandanya
Ayah Rere memang terkenal orang yang ramah dan suka bercanda. Siapa saja pasti nyaman jika mengobrol dengan Ayah. Baik anak kecil, anak muda, orang tua, laki laki atau perempuan
Makin meronalah pipi Rere. Cahyo makin senang melihatnya. Ingin sekali dia mencubit pipi Rere yang justru terlihat cubby
Perkenalan dan lamaran pun ditutup dengan makan siang di pekarangan belakang rumah
Papa dan Mama Cahyo berpamitan karena besok Jihan juga harus kuliah.
"Besok pagi aja baliknya" Perintah Ayah pada Cahyo
Sholat Isya dilakukan dengan berjamaah. Candaan Ayah menggoda Rere makin menjadi.
"Alhamdulillah... berasa punya anak laki laki ya Bund.. ada yang temani Ayah sholat berjamaah" kata Ayah
Rere langsung melipat mukenahnya dan membuat jus kesukaan Rere
Ayah dan Bunda langsung masuk kamar karena kelelahan. Hari ini hari yang melelahkan sekaligus membahagiakan
"Mau.."Kata Cahyo yang melihat Rere membuat jus stawberry
"Bikin sendiri" Rere menuangkan jusnya dalam gelas dan meminumnya sendiri
Sebenarnya Rere sangat bahagia, namun ia ingin memberi pelajaran buat Cahyo yang selalu membuat kejutan.
"Ayyaaaang.. Ayya gak suka ya.." tanya Cahyo melihat Rere pergi ke sofa dan menyalakan TV
"Heemm.." jawab singkat Rere
"Apanya yang gak suka.. cincinnya?" tanya Cahyo
"Heemm" jawab Rere mencoba serius walaupun ia ingin tertawa tapi ia tahan dengan sekuat tenaga
"Ya udah.. besok kita ganti ya.. Ayyang yang pilih sendiri" mencoba menghibur
"Heemm" jawaban Rere tetap sama
"Ayyaaaang... mau jus nya" mencoba merampas gelas dari tangan Rere, tapi Rere langsung meneguk habis jusnya
__ADS_1
"Ayyaaaang...." rengek Cahyo melihat Rere membersihkan dapur bekas ia membuat jus. Lalu masuk ke dalam kamar nya meninggalkan Cahyo seorang diri