
Rere melaksanakan sholat terlebih dahulu setalah clossing. Ia membuka laptopnya dan mulai membuat format untuk nilai mahasiswanya.
Dari absen, quis, tugas, nilai nilai. Dari semester 2 dan semester 4.
'Huuufffttt... apa ini.. Ya Alloh, mudahkanlah dan barokahkanlah' doa kecilnya.
Alarm jam tangan Rere berbunyi. Itu artinya ia harus segera melakukan aktivitas selanjutnya, yaitu mengajar di bimbel
Setibanya di apartemen, Rere langsung membersihkan dirinya, sholat dan menuju dapur untuk membuat makanan.
Rere membuat pasta makaroni. Disela makannya, Cahyo baru saja datang dari kantor.
"Assalamualaikum.." menaruh tas kerjanya di meja kerja dan berjalan ke arah Rere yang duduk di kursi sedang makan di meja mini dapur
"Aakkk...." mulutnya Cahyo dibuka lebar
"Mandi dulu Kak.." protes Rere
Cahyo terus saja membuka mulutnya tidak menutupnya meski Rere menyuruhnya untuk membersihkan diri terlebih dahulu
Akhirnya lagi lagi Rere yang menyerah, ia menyuapi Cahyo yang sudah lama duduk di depannya
"Besok kamu ke kantor ya.. gak ada kuliah kan..?" tanya Cahyo sambil mengunyah makanannya
"Huuufffftttt... gak bisa Kak.." jawab Rere dan meletakkan garpunya
"Kenapa..?"
"Tuh Pak Hadi dosen apa bukan sih.. yang dosen dia tapi Ayya yang disuruh. Gimana coba Kak.. Kan berat kak, Ayya kan pengen segera lulus, Ayya kan pengen segera buat skripsi...aaahhhhhhh" Rere menggaruk garuk kasar kepalanya
"Pelan pelan kenapa ngomongnya..." menusuk pasta makaroni dari garpu Rere yang diletakkan
"Jadi Kak, Ayya diminta untuk ngajar semester 2 dan 4. masing masing ada 2 kelas. Oke.. kalo ngajar aja Ayya siap. Ini semuanya Kak... dari nilai nilai, tugas tugas, absensi kehadiran.. OMG" Rere menepuk jidatnya
"Ya..itung itung belajar jadi dosen" jawab santai Cahyo
"Tapi Ayya kan masih kuliah Kak, kecuali kalo Ayya sudah lulus, gak ada tanggungan kuliah.. Ok.ok aja.. ini gimana kuliah Ayya nanti..."
__ADS_1
"Aakkk...." Cahyo meminta Rere membuka mulutnya karena hendak Cahyo suapin
Rere pun menurut saja, ia membuka mulutnya. Satu suapan sudah mendarat di mulutnya
"Ya sudah.. jalanin aja. Toh gak ada salahnya kan.. semuanya dicoba dulu, kalo tidak kuat baru bilang. Belum di coba kog sudah bilang berat, ntar kalo diberi berat beneran sama Alloh, gimana? bisa nanti Ayyang jadi dosen??" ceramah Cahyo
Rere diam menghayati setiap ucapan Cahyo
'Bener juga ya.. Astagfirulloh.. maaf Ya Alloh.. aku sudah berprasangka buruk terlebih dahulu' batin Rere
Karena Rere belum mengambil garpu nya maka Cahyo menyuapinya lagi, lagi dan lagi.
Rere segera membersihkan diri dan langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
'Ya Alloh.. maaf ya.. semoga Engkau memaafkan aku, selalu memberikan petunjuk kepadaku dan selalu berikanlah kemudahan dan kebarokahan kepadaku. Ammin' doa nya setelah doa akan tidur
Cahyo melihat Rere yang hanya diam setelah dia berbicara tadi. 'Apa gue salah ngomong ya...' batin Cahyo
Aktivitas dini hari Rere jalani seperti biasanya. Kali ini Rere tidak melanjutkan tidurnya. Rere mencuci baju, mengelap meja dan memvacum lantai.
Cahyo masuk kamarnya dan mendapati Rere sedang menjemur pakaian. Cahyo masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
Rere mengambil air wudhu di kamar mandi setelah selesai menjemur. Rere tidak banyak bicara. Selesai sholat berjamaah, ia langsung menuju dapurnya membuatkan sarapan dan bekel untuk Cahyo.
"Ayyang.. marah kah sama Kakak..?" tanyanya halus
Rere menggeleng pasti.
"Trus.. kenapa diem aja...??" tanya nya lagi
"Gak pa pa.. Ayya sudah salah sangka sama Alloh" jawabnya merasa bersalah
__ADS_1
Cahyo yang mengerti maksud Rere mencoba menghibur. Tapi.. nihil
Cahyo mengangkat ponselnya yang berbunyi. Dia pergi keluar kamar menuju lobby. Disana ada Yoga yang menunggu untuk mengantarkan mobil Rere
"Makasih ya.." Ucap Cahyo datar
"Rere mana..?" tanya Yoga
"Lagi masak. Mau makan bareng?" Cahyo memberikan tawaran
"Gak usah lah.. lain kali aja. Aku buru buru" alasannya menolak, meski sebenarnya dia sangat ingin bertemu Rere
Cahyo kembali kekamarnya dan menyerahkan kunci mobil pada Rere.
Rere yang mengetahui jika itu kunci mobilnya langsung girang, lupa akan rasa bersalahnya. 'Pas..' Cahyo merasa senang melihat Rere senang
"Makasih Kak.. " ucapnya gak mau tahu siapa yang mengantar.
Kali ini, Rere kekampus menggunakan mobilnya. Jadwal Rere hari ini adalah mengajar di semester 2 dan 4, mengisi radio dan mengajar di bimbel
Aktivitas Rere berjalan lancar seperti hari hari biasanya. Hingga waktu sidang magang tiba.
Cahyo mengantar Rere ke kampus. Dia rela melakukan rapat dengan daring demi bisa terus mendampingi calon istrinya
Bukan Rere namanya jika tidak mendapatkan hasil yang sempurna. Meski sudah berkali kali mengajar, rasa gugup menghadapi dosen saat ujian tetap menjadi syndrom tersendiri baginya
Rere bebas mengajar hari ini karena sidang magangnya. Untuk itu, ia pergi kekantor dengan Cahyo.
Ketika menuju lift, Dira berlari menghampiri Cahyo, memeluknya dari belakang
Rere yang berada di belakang Cahyo sontak terkejut. Dilihatnya Dira memeluk Cahyo dengan sangat erat
Cahyo langsung memaksa melepaskan diri dari pelukan Dira dengan kasar. Cahyo menarik tangan Rere dan masuk dalam lift yang terbuka
Dira mengikuti Cahyo masuk dalam lift. Melihat Rere, Dira seperti mengenal wajahnya
"Kamu...??!" mencoba menebak siapa Rere
"Calon istriku.. jangan macam macam kamu!!" ancam Cahyo
"Tunggu.. bukankah kamu yang magang di RS dengan Prof. Wisnu??!" tanya Dira
Rere diam tak bersuara sedikitpun. Hingga pintu lift terbuka di gedung yang tertinggi
Cahyo menuntun Rere dengan merangkul pinggang rampingnya. Rere diam saja karena Dira masih mengikutinya
Sampai ruangan Cahyo, Cahyo meminta pada sekretarisnya untuk menyerahkan pekerjaan semua pada Arya karena tidak ingin di ganggu
__ADS_1
Cahyo menutup rapat pintu ruangannya, sehingga Dira tidak di ijinkan masuk oleh sekretarisnya
"Oh.. dasar wanita bus**. Jadi lo yang sudah sebarin foto foto gue haah..lihat aja ya.." gerutu Dira