
Dengan berat hati namun pasti, Rere meminta maaf pada teman temannya.
"Assalamualaikum. Selamat pagi menjelang siang.." sambil tersenyum suaranya terdengar santai namun tegas
"Mohon maaf, bukannya bermaksud menggurui, namun saya berdiri di depan teman teman sekarang ini adalah sebagai asdos atas amanat Pak Hadi. Sekali lagi saya minta maaf" Rere setengah membungkukkan badannya.
"Ok. Pak Hadi memberikan beberapa pertanyaan quis terkait materi sebelumnya. Mohon maaf, karena tidak ada persiapan jadi saya belum sempat fotocopy soal quis. So.. soalnya saya tulis ya.."
Rere mengambil spidol dan mulai menulis yang hanya terdiri dari 5 soal. Lanjut ia mengambil kertas dan pena dari dalam tasnya kemudian menuju tempat duduk mahasiswa, untuk mengerjakan quis layaknya mahasiswa lainnya.
Waktu sudah berlalu, Rere meminta untuk mengumpulkan di atas podium lembaran quis hari ini. Setelah merapikan lembaran lemabaran tersebut Rere mengambil ponselnya untuk melakukan chat dengan Dita
Namun ternyata Dita sudah chat terlebih dahulu
"Assalamualaikum.. Kak Ayy, maaf Dita ijin siaran hari ini. Mendadak dosen ganti jam kuliah. Kak Ayy bisa khan gantiin Dita"
'Ya.. Alloh.. gue harus gimana ini'...
Akhirnya Rere chat ke grup radio. Memohon maaf karena Dita dan dirinya tidak bisa siaran pukul 13.00. Rere memberikan keterangan bahwa Dita ada pergantian jadwal kuliah dan Rere harus mengajar karena dosen nya harus masuk ugd. Team radio sama bertanya tanya kepada yang lain. apakah ada yang longgar di jam tersebut. Dan tidak ada yang menyanggupi.
truut..truut.. Sontak Rere langsung mengangkat panggilan telp nya tanpa ia lihat dengan siapa ia berbicara.
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam. Biar saya aja ntar yang siaran." jawab suara di sebrang telp.
Rere melihat nama yang tertera pada ponselnya, antara yakin dan tidak, dan ternyata memang benar Cahyo. "Maaf Kak" hanya itu yang bisa Rere katakan. "Hmmm.. gak papa. Assalamualaikum" jawabnya mengakhiri panggilan telp. "Waalaikumsalam" Rere pun menjawab salamnya.
huuuuffftttt... Rere menghela nafas panjang.
"Lo masih di sini Ayy.." tanya Citra yang hendak menghampiri Rere.
"Ahh.. ya.. ada yang bisa gue bantu" tanya Rere apa adanya
"Gak.. gue cuma mau kasih ini." sambil memberikan agenda kecil " Tadi ada cowok yang nemuin ini dan nitip ke gue untuk minta di kembalikan ke lo" kata Citra mulai menerangkan
"Ya Alloh... jadi agenda gue jatuh. Makasih banyak ya Cit, duuhh gue gak tahu deh apa jadinya kalo ini sampe hilang." sambil mendekap agendanya yang masih tidak dimengerti oleh Rere kapan agendanya hilang. Tapi ia bersyukur masih ada orang baik yang mau mengembalikan agenda nya. Mungkin menurut orang lain itu tidak penting, namun bagi Rere itu adalah asdos nya.
"Ya.. tu cowok masih di depan pintu" sambung Citra.
__ADS_1
"hooo" Rere membulatkan mulutnya tak mengerti
"Tuh cowok yang nemuin agenda lo.. masih di luar. Lo gak mau temuin dan bilang makasih langsung padanya" tanya Citra lagi
Tanpa di beri komando lagi Rere berlari kecil keluar menuju arah yang di tunjuk Citra. Dan meninggalkan Citra sendiri. Disana sudah berdiri seorang mahasiswa cowok yang menatap Rere.
"hoooo.. kamu" mata Rere membulat melihat sosok yang berdiri di depannya. Cowok yang tanpa sengaja menabraknya waktu itu.
"Iya.. Agenda kamu tadi terjatuh di teras depan jurusan." katanya dengan santai
"Ee.. Ya. Makasih banyak ya. Sekali lagi terimakasih"
"Kantin yuuk.. " ajak Citra yang berjalan dari belakang Rere.
"Sorry.. gue harus persiapan buat semester 7." kata Rere dengan sopan menolak ajakan Citra.
"Ok.. gue duluan ya.. byy" melangkah pergi meninggakan cowok dan Rere
"Byy.. thanx ya.." jawab Rere
"Kamu juga mengisi kuliah semester 7" tanya cowok didepannya tiba tiba
"Ahh.. ya. Gue..." belum sempat selesai memperkenalkan dirinya
"Ayyunda Renata" kata Sakha jelas dan lantang
'hahahahha' .. mereka berdua tertawa hampir bersamaan
"Maaf.. jadi Kak Sakha sudah tahu saya" bahasa nya mulai di formalkan karena lawan bicaranya adalah kakak kelasnya.
"Biasa aja ngomongnya.. dan gak usah panggil kak. Panggil aja Sakha" katanya berusaha melumerkan suasanya yang canggung.
"Memangnya ada yang gak tahu kamu itu sapa.. semua anak sudah tahu kali" berusaha menjawab pertanyaan Rere.
Dan Rere hanya tersenyum malu.
Rere kembali masuk ke dalam kelas. Membuka file yang berisi materi semester 7. Sakha mengikuti Rere duduk di bangku mahasiswa.
"Lo gak ada kuliah" tanya Rere yang pandangan dan tangannya masih ke laptopnya.
__ADS_1
"Nanti jam 1 siang" sambil mengambil buku dari dalam tasnya
"hooo.. " pandangan Rere ia tujukan pada Sakha
"Kenapa.." tanya Sakha balik dengan mulai membuka buku nya
"Ruang 2.4" tanya Rere kembali dan hanya di angguki kepala oleh Sakha tanpa melihat sang pemberi pertanyaan
Rere memperhatikan Sakha yang sepertinya asyik dengan bukunya. menundukkan kepalanya sedikit melirik ke arah sampul buku, kira kira apa judul buku tersebut. Ke kepo annya ternyata membuat Sakha tersenyum geli. Sakha lanjut menutup buku nya dengan jari yang masih mengganjal halaman yang dia baca. Sontak Rere terkejut melihat apa yang dilakukan Sakha. Seolah olah ia terpergok mencotek temannya saat ujian. Rere pun segera mengalihkan pandangannya dan fokus pada laptopnya.
"Ayy..."
"Ya.." tanpa menoleh
"Nih..." sambil memperlihatkan judul buku yang dia baca
"ooooo... ya" Rere melihat sekilas lanjut fokus pada laptopnya. Merasa malu atas apa yang ia lakukan tadi
"Kog iya aja.. Gak pengen baca" tanya Sakha
"Sudah." dijawab pasti oleh Rere
"Sudah.. lo sudah pernah baca ini buku".. tanya Sakha yang pada akhirnya dia lah yang kepo.
"Hmmmm..." jawab Rere santai
"Waaahhhh..... bener bener lo. Keren. Gue suka" Sakha berbicara tanpa sadar apa yang diucapkannya barusan.
"Hooo..." sura lirih Rere keluar dengan mode terkejut masih memandang laptopnya 'suka. maksudnya'
Karena hari ini Rere berhalangan tidak sholat, maka ia menyibukkan diri untuk memperdalam materi yang akan di ajarkan. Mengingat ia juga harus mengajar di semester 7 sedangkan ia hanyalah mahasiswi semester 5. Apa kata mereka... 'huuuufffftttt' helaan nafas Rere membuyarkan keasyikan Sakha membaca buku
"Lo kenapa..." tanya Sakha
Belum Rere menjawab ponsel Rere bergetar.
"Asslamualaikum.."
"Waalaikumsalam. Ayy ini saya Pak Hadi. Sepertinya seminggu atau dua minggu kedepan saya tidak bisa mengajar. Tolong kamu gantikan saya selama saya belum bisa mengajar. Bab materi per kelas ada di laptop saya. Nanti saya chat nama file dan passwordnya" suara di sebrang telp menjelaskan dengan singkat dan padat tak bertele tele. Dan langsung ditutup beberapa menit kemudian.
__ADS_1