Radio Cinta

Radio Cinta
part. 61


__ADS_3

Lepas isya berjamaah. Rere enggan untuk makan malam. Badannya sangat lelah dan ia ingin istirahat lebih awal mengingat besok akan di adakan resepsi pernikahannya.


Cahyo terus mengajaknya untuk makan malam. Mengingat tadi siang Rere hanya makan beberapa suap saja. Itupun Cahyo yang menyuapinya. Jika tidak mungkin Rere tidak makan sejak siang


Rere bangkit dan duduk dari tempat tidurnya. Membenarkan hijabnya yang berantakan. Cahyo mendekat ke ranjang tempat Rere duduk. Membawakan nasi goreng dan menyuapinya.


Dengan mata yang berat, Rere membuka mulutnya ketika Cahyo mendekatkan sendok ke mulut mungilnya. Rere mengunyahnya dengan mata tertutup dan kepala yang ia sandarkan ke pundak Cahyo


Hanya tiga suapan. Dan Rere sudahi dengan pergi kekamar mandi untuk menggosok gigi.


Cahyo mulai menjahili Rere. Karena sudah menjadi pasangan sah suami istri, kini Rere sudah bebas untuk Cahyo eksekusi


Diciumnya perlahan dari pucuk kepala, turun ke jidat, pipi, hidung dan mengecup bibir ranum Rere.


Empunya hanya diam tak bergerak. Kantuk dan lelah yang ter amat membuat Rere tidak merasakan sesuatu apapun yang sedang dialaminya


Cahyo ******* halus dan pelan bibir mungil Rere. Sekali, dua kali, Rere hanya melakukan pergerakan yang tidak berarti


Kali ketiganya, Cahyo sedikit lebih ekstrim ******* bibir Rere hingga Rere terkejut dan mendorong tubuh Cahyo. Rere membalikkan badannya dengan segera.


Cahyo tersenyum nakal. Dia tidur dengan memeluk Rere dari belakang. Tangannya yang jahil sesekali mengusap dua gunung kembar Rere.


Alarm dini hari Rere berbunyi seperti biasanya. Rere merasa tubuhnya sangat berat untuk digerakkan. Rupanya ia dipeluk sangat kuat oleh Cahyo.


'Huufftt..' Rere mengambil nafas panjang berusaha mendorong tangan kekar Cahyo


Cahyo yang merasa ada pergerakan dari Rere semakin mengunci tubuh Rere.


"Kakak.. Kak.. Ayya mau sholat" ucap Rere di telinga Cahyo.


Cahyo yang mendengarpun hanya diam tak berekspresi.

__ADS_1


Rere mengusap rambut Cahyo yang sudah sah menjadi suaminya itu. Mengelus alis tebalnya dan hidung mancungnya. Menatap wajah Cahyo dengan intens. dan..


Tiba tiba Cahyo membuka matanya. Mata mereka saling beradu. Rere yang merasa canggung membenamkan wajahnya pada dada bidang Cahyo.


Cahyo tersenyum senang melihat rona merah di pipi Rere. Cahyo mengangkat kepala Rere dan mencium lembut bibir mungil Rere.


Rere hanya diam mengikuti arahan gerak bibir Cahyo. Rere menutup matanya dan Cahyo mulai liar ******* bibir lembutnya, hingga Rere mendorong tubuh Cahyo karena hampir kehabisan nafas


"Kak.. lepas. Ayya mau sholat" sambil memukul pelan lengan Cahyo


"Ayo, Kakak juga mau sholat" ucapnya melepas pelukannya


Rere mengambil air wudhu lanjut mengerjakan sholat malam ketika Cahyo masih berada di kamar mandi.


Selesai sholat dan doa malam, Cahyo menggendong Rere menuju ranjang dan Cahyo mengunci tubuh Rere kembali dengan memeluknya saling berhadapan


Wajah Rere ia benamkan di dada Cahyo. Sedangkan Cahyo menciumi pucuk rambut kepala Rere berkali kali hingga mereka berdua tertidur


Alarm subuh membangunkan mereka untuk sholat berjamaah. Mama dan Bunda mendatangi kamar mereka membawakan baju yang akan mereka kenakan di hari yang spesial ini


"Waahh... cantiknya" Erlin membelalakan matanya melihat Rere yang sangat cantik dan anggun mengenakan kebaya berwanuansa pink.


Sedangkan Cahyo, mengenakan setelan jas dan kemeja berwarna maroon.


Mereka berdua sangat serasi. Membuat orang lain iri melihat kemesraan mereka. Cahyo tidak melepaskan pinggang Rere. Kemana Rere pergi pasti ada Cahyo.


"Kak.. Ayya duduk ya.. capek" kata Rere menunjuk kursi yang ada di sudut hallroom.


Cahyo mengantar Rere untuk duduk. Acara resepsei Rere dan Cahyo digelar sangat megah. Ada beberapa spot untuk foto. Namun tidak ada kuwade yang mewajibkan sang pengantin diam di tempat.


Cahyo mengambilkan Rere ice cream. Belum selesai Cahyo memakan bagiannya, Rere sudah menghabiskan bagiannya dan langsung menyambar punya Cahyo yang ditinggal mengobrol dengan rekanannya.

__ADS_1


Cahyo kembali menatap Rere. Dilihatnya sudah dua cup ice cream habis dimakannya. Dan Rere masih meminta tolong Cahyo untuk mengambilkan lagi untuknya


Belum sempat Cahyo pergi, teman teman Rere dari desa datang.


"Rere....." mereka saling berpelukan dan mengucapkan selamat atas pernikahannya.


Rere berpamitan meninggalkan teman temannya dan pergi menemui Mama Papa nya yang memanggilnya. Mama Papa ingin mengenalkan Rere dengan saudara besarnya.


Belum lagi, beberapa kali Cahyo memanggil Rere untuk dia perkenalkan dengan teman dan rekanannya.


Rere sudah tidak sanggup. Ia meminta Bundanya mengantar ke kamar, karena badan Rere sangat lelah.


Setiba dikamar. Rere meminta MUA untuk melepas dan membersihkan riasannya. Rere hendak membersihkan dirinya karena waktu dhuhur hampir habis.


Setelah Rere mengambil air wudhu, Cahyo yang diberitahu Bunda bahwa Rere sudah berada dikamar segera menyusul.


Cahyo juga segera mengambil air wudhu dan mereka menunaikan shalat berjamaah. Selagi menunggu waktu ashar yang sebentar lagi, Rere merebahkan dirinya dengan berbantalkan paha Cahyo.


'Ya Alloh... capeknya..' batin Rere. Rasanya Rere sudah tidak sanggup jika harus bercengkrama dengan para tamu lebih lama lagi.


Lepas magrib, Rere diminta untuk turun ke hallroom. Rere bermake up simple dan menggunakan gamis yang sudah disiapkan. Karena ia enggan untuk tampil make over.


Dengan riasan yang sederhana, Rere mampu tampil dengan cantik dan elegant. Cahyo menggunakan setelan kemeja tanpa dasi.


Sahabat Rere membantu dari awal sampai akhir. Mereka sudah mengambil semua spot foto bersama. Dan kali ini mereka masih ingin berfoto ria dengan pengantin perempuan.


Bunda dan Ayah kembali kekamarnya untuk beristirahat. Mama dan Papa juga sudah kembali kekamarnya. Tinggal Jihan yang asyik dengan vlog nya.


Tidak ada satu spot foto dan keluarga yang lepas dari vlog nya. Siaran langsungnya kali ini mendapat komentar paling banyak.


Hallroom sudah sepi. Tinggal karyawan hotel dan pelayan yang ada disana. Cahyo dan Rere kembali kekamarnya. Setelah membersihkan diri, mereka langsung tidur.

__ADS_1


Kali ini Rere tidur dengan menyingkuri Cahyo. Tangan kanan Cahyo dijadikan bantalan Rere dan tangan kirinya memeluk tubuh Rere.


Sesekali Cahyo mencium tekuk Rere dan itu membuat Rere menggeliat karena geli. Geli yang teramat. Dan itu salah satu titik kelemahan Rere


__ADS_2