Radio Cinta

Radio Cinta
Part. 37


__ADS_3

Selesai menunaikan sholat dhuhur, mereka bersiap hendak berangkat dengan mobil Cici


Barang barang sudah masuk kedalam bagasi. Rere yang mengemudi saat itu. ' Bismillah' Rere melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang


Di jalan tol, Rere seperti melihat mobil dibelakangnya yang terus membuntuti dirinya


'Masak iya sih.. memangnya siapa?' batin Rere


Rere memutuskan untuk menghentikan mobilnya di reat area. Mengecek, semoga saja pikirannya salah sekalian sholat Ashar sebelum melanjutkan perjalanan


Ternyata mobil itu juga berhenti. Rere semakin khawatir ketika tidak ada yang turun dari sana. Namun ia masih menyembunyikan dari teman temannya


Cici mengetahui jika Rere sedang mencemaskan sesuatu. Cici yang saat itu pergi ke toilet menelphon Rere


Rere yang mendapatinya ditelp oleh Cici mengangkat panggilannya. Rere menceritakan apa yang ia rasakan.


Sedan silver yang membuntuti Rere tadi akhinya didatangi oleh Cici. Dengan akal bulus Cici, ia berhasil mendapatkan foto penghuni sedan tersebut


Cici meminta Rere untuk memarkirkan mobilnya lebih kedalam arah toilet agar Cici bisa masuk ke mobil tanpa dilihat mereka


Cici memperlihatkan foto yang sudah ia ambil dengan diam diam ke Rere. Alangkah terkejutnya ia saat tahu penghuni sedan itu adalah teman kampusnya nya


Erlin dan Ratih penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Cici meminta Rere untuk berpindah tempat duduk dengannya, masih di dalam mobil.


"Pasang safetybelt kalian" perintah tegas Cici


Erlin dan Ratih hanya menuruti saja. Karena mereka tahu, wajah serius Cici yang bukan untuk sekedar bercanda


Cici melajukan mobilnya, awalnya kecepatan sedang, sedan itu masih terus mengikuti


Cici menambah kecepatannya, sedan itu terus membuntuti. Akhirnya ia memelankan mobilnya. Sekarang sedan itu berada di depannya


Cici mengekor di belakang sedan, karena jika ia hendak menyalip, sedan itu aka menghalangi. Ini terjadi berulang ulang dengan jarak yang jauh di ruas tol


"Pegangan yang kuat" saat Cici hendak melakukan hal gilanya. Rere dan yang lain paham jika Cici jago mengemudi


Meski sangat khawatir namun sahabat Cici cukup percaya diri dan yakin jika Cici mampu. Rere tak henti hentinya terus berdoa


"Siap .. gue ato lo!!" ucap Cici pelan namun didengar jelas oleh sahabatnya ketika sudah hampir mendekati exit tol perbatasan


Cici melajukan mobilnya, mengambil jalur kanan dengan tiba tiba, sedan yang berada di depannya sontak ikut mengambil jalur kanan dengan tiba tiba pula menghadang jalur Cici


Dirasa pas, Cici langsung membelokan setir kemudi hampir 180° untuk masuk ke arah exit tol lalu mengerem mendadak.

__ADS_1


Bersamaan itu pula sedan yang ada didepannya juga langsung membanting setirnya ke kiri yang tujuannya hendak menghadang Cici


Namun naas, si pengemudi sedan itu tidak mengetahui jika sisi kirinya adalah pembatas jalan


'Brrraaaaakkk' sedan menabrak sebuah rambu dengan sangat hebat sehingga sedang mengeluarkan asap yang cukup tebal


Rere langsung menelphon polisi, memberikan keterangan tentang kecelakan di ruas tol tempatnya sekarang


Tangan Cici sedikit terluka, namun semuanya baik baik saja, kecuali penghuni sedan yaitu Sakha dan Sisca


Sakha terluka hebat di kepalanya nya, karena dia yang menyetir, dan Sisca kepala serta tangan nya terluka


30 menit polisi dan ambulans datang. Mereka semua diminta untuk kekantor polisi guna memberikan keterangan.


Setelah melihat di cctv, polisi membiarkan mereka untuk pulang kembali dengan catatan khusus. Sedangkan Sakha dan Sisca dilarikan ke RS


Mereka tiba di desa sudah sangat larut karena Rere membawa Cici untuk berobat dulu ke RS tempat Sakha dan Sisca dirawat


Erlin dan Ratih menemani Cici berobat, Rere mencari informasi keadaan Sakha dan Sisca. Bagaimanapun juga mereka adalah teman kampus Rere


Bunda Rere merasa lega mereka datang setelah khawatir kenapa putri nya belum datang juga, padahal sudah berangkat sejak lepas dhuhur tadi


Cahyo yang duduk dengan bunda di teras mencoba terus menghubungi Rere, namun tidak ia angkat karena keadaan genting


Mobil Cici masuk kerumah dengan pekarangan yang sangat luas. Banyak bunga bunga dan pohon rindang disana. Tampak remang remang Rere melihat bundanya berdiri disana


Rere menghentikan mobilnya, memarkirnya dan mematikan mesin mobil. 'Alhamdulillah'


"Lo gak pa pa Ci..?" tanya Rere


"Oke" jawabnya singkat dengan tangan kanan yang di ikat dengan penyangga di bahu


Mereka turun, dan berhamburan memeluk bunda


"Bunda......" Rere yang pertama


"Kenapa lama sekali,.." tanya bunda


"Maaf bunda, tadi mampir mampir dulu. Menikmati perjalanan" kata Cici berbohong karena ia tahu Rere gak akan bisa jika harus berbohong


"Oo.. ini tangan kamu kenapa Ci.." tanya bunda khawatir


"Oh, gak pa pa bunda, tadi sempet kesleo. Maka nya Rere tadi yang mengemudi" berbohong lagi deh...

__ADS_1


"Ya sudah ayo masuk, sudah malam!!"


Bunda mengajak masuk sahabat Rere. Namun Rere diam mematung dengan tatapan Kak Cahyo. Cahyo tahu semua itu adalah kebohongan


Rere duduk dengan Cahyo di depan rumah. Rere langsung menjelelaskan semuanya tanpa di perintah karena ia tidak mungkin bisa berbohong apalagi dengan tatapan Cahyo seperti itu


Cahyo mengelus kepala Rere. Mencium pucuk kepalanya dan mengajak masuk kedalam, karena udara semakin dingin


"Sudah sholat" tanya Cahyo


"Belum Kak, dari Magrib tadi" saat kejar kejaran dimulai


"Ya sudah sholat dulu sana!!"


"Tunggu. Kenapa Kakak bisa kesini?!"


"Kangen" jawabnya santai dan pergi meninggalkan Rere di depan pintu kamarnya


Rere masuk kedalam kamar melihat sahabatnya sudah membersihkan diri semua, tinggal dirinya


Rere masuk ke dalam kamar mandi. Lanjut mengerjakan sholat yang tertunda


Bunda masuk ke kamar ketika Rere sudah menyelesaikan berdoanya dengan membawa kasur extra


Cahyo yang mengetahui itu langsung membantu bunda. -Modus ingin tahu kamar Rere-


Setelah memompanya, mereka semua beristirahat. Hari yang sangat menegangkan dan melelahkan


Alarm dini hari Rere membangunkannya untuk melakukan aktivitas seperti biasa


Rere keluar kamar hendak melakukan sholat di ruang sholatan, karena dengan extra kasur tidak memungkinkan ia untuk sholat di kamarnya


Ia melepas hijabnya dan mengambil air wudhu di kamar mandi tamu, dan menuju sholatan.


Disana juga sudah ada ayah dan bunda yang baru saja menyelesaikan sholat malamnya. Rere bermanja manjaan dulu dengan ayah nya, karena waktu ia datang tadi ayah sudah tidur


"Mau dimasakin apa Ayy.." tanya bunda yang melihat Rere tidur tiduran di pangkuan ayahnya


"Terserah bunda aja" kata Rere memasrahkan urusan perut pada bundanya


"Ya sudah.. segera sholat sana" kata bunda


Rere bangkit dari pangkuan ayahnya. Ayah dan bunda pergi meninggalkan Rere sendiri

__ADS_1


__ADS_2