
Jika Heru menolak memberikan uang, maka keamanan dan keselamatan teman temannya menjadi taruhannya.
" Lo udah lapor Pak Kades?" tanya Rere
Heru menggeleng, dia bingung, karena sepertinya orang tersebut anak buah Pak Kades
Maka dari itu, selama ini Heru diam tidak berani berbicara lantaran khawatir teman teman lainnya akan mendapat masalah
Rere memutar otak, ia menelphon Cahyo dan disarankan untuk berdiskusi dengan Dimas
Lama Rere menelphon Dimas. Ini kesempatan buat Rere, karena jika ia menelpon dari rumah singgah, khawatir akan ada yang mendengar
Heru memilihkan Rere cat, kayu dan triplek yang dibutuhkan. Tapi Rere masih terus menelphon bagaimana baiknya.
Satu bulan mereka KKN, jika ia biarkan Heru di palak, berapa yang harus dia keluarkan. 30 hari x 200 ribu. Sebenarnya sih bukan uang yang banyak bagi Cahyo, namun bukan itu permasalahanya
Rere kembali ke desa sudah sangat larut. Heru menyetir mobil nya dengan sangat pelan.
Dia mematikan lampu mobilnya dan hanya mengandalkan sinar sinar bintang yang menerangi jalannya
Ada sekelompok orang yang duduk di rumah tak bertuan. Terdengar berisik dan tertawa lepas
'Apa yang sedang mereka lakukan'
Rere merekam kejadian tersebut. Ya itu adalah saran dari Dimas. Dia menyarankan agar memberikannya saja uang yang mereka minta dengan merekam ucapan atau memfoto jika memungkinkan
Jauh sudah meninggalkan sekelompok orang tadi, Rere melihat ada lagi, kali ini sepertinya mereka sedang bermain judi.
Tampak jepitan jepitan jemuran di wajah beberapa orang. Dan uang tentunya di meja mereka
Rere berhasil mengabadikan. Tiba tiba.. Ciiittt... mobil yang Rere kendarai di rem mendadak oleh Heru
'Braak' seseorang mendobrak cap mobil. Rere memberanikan diri keluar.
"Maaf Pak.. numpang lewat. Kita KKN yang tinggal di ujung jalan ini. Kita baru datang dari kota membeli peralatan. Maaf kita sudah larut kembali ke sini" jelas Rere sambil menunjuk atas mobilnya yang mengikat triplek serta kayu
Pria bertubuh besar itu memberikan jalan dengan mengancam untuk tidak keluar lagi dan kembali kedesa lewat jam 8 malam.
Rere berkali kali meminta maaf dan segera pergi meninggalkan mereka.
Seperti yang sudah Rere lakukan, kali ini Heru yang melakukan. Heru telah berhasil mengabadikan pria yang memalaknya. Ya.. pria besar yang menghadangnya tadi adalah orang yang sama yang memalaknya
__ADS_1
Rere memberikan uang kepada Heru untuk berjaga jaga apabila dia dipalak lagi
Awalnya Heru menolak, tapi ini juga demi kebaikan bersama. Dan ini adalah sebuah rahasia, jangan sampai teman temannya curiga dan tahu kejadian ini
Rere memulai aktivitas rutin seperti biasanya. Hingga sepekan ini, Rere memang tidak pernah melihat seccara langsung Heru dipalak, tapi tiap dini hari Rere mendengar suara suara aneh, dan ternyata itulah kode dari pria pemalak itu.
"Gimana Ru,?" memberi kode tentang pria besar
"Tetep sama. Gue udah coba berhenti tapi masih sama. Berkurang, jadi satu" kata Heru. Artinya, yang awalnya dipalak 200 ribu sehari, jadi 100 ribu sehari
"Trus.. fotonya.. bisa??" tanya Rere
"Bisa.. ntar gue kirim ke lo" jawabnya
Perpustakaan sekolah sudah selesai. Rere dan teman temannya ingin membuat mushola dengan ruangan lain yang tidak terpakai
Kepala sekolah mengijinkan. Rere dan teman temannya mulai membersihkan kelas tersebut, mencampur warna dan mulai mengecat dinding kelas
Sepekan ini, Rere ingin fokus kepada siswa yang bermasalah. Dari malas belajar, percuma sekolah sampai yang tidak di ijinkan sekolah oleh orang tuanya
Trik trik khusus Rere dan teman temannya buat telah berhasil membuat siswa siswa semangat untuk belajar dan bersekolah
Namun tidak dengan siswa yang tidak di ijinkan oleh orang tuanya. Hingga kepala sekolah akhirnya turun tangan sendiri karena Rere dan teman temannya sudah banyak membantu anak anak untuk rajin bersekolah lagi
Rere berpamitan pada ketua dan team nya. Mereka mengijinkan dan memaklumi. Tapi tidak dengan team lain yang merasa iri.
Rere akan berusaha datang setiap weekend dan membantu team nya. Rere berpamitan pada Pak Kades harus kembali kekampus karena posisi dirinya sebagai asdos
Heru mengirim semua foto dan video yang berhasil dia abadikan. 'Waahhh gila tuh orang. Bener bener preman'
Rere sudah memberikan sejumlah uang pada Heru untuk berjaga jaga selama ia tidak ada disana.
Rere pulang ke apartemen. Cahyo sudah menunggunya, karena selama dalam perjalanan Cahyo menemani Rere menyetir sendiri
Begitu sampai, Rere langsung membersihkan diri dikamar mandi. 'Aahh... nyamannya' lama ia berada di kamar mandi, hingga Cahyo khawatir
"Ayyang..." pintu kamar mandi diketok oleh Cahyo
"Apa Kak.??." tanya Rere
"Masih lama Kah..?? kog gak keluar keluar??"
__ADS_1
"Masih Kak.. Ayya masih pengen berendem" teriaknya
"Ikut donk...!" ucap Cahyo jahil
"Ish. Kak Jo kumat..!!" Sewot Rere
Cahyo memasakkan pasta untuk Rere. Cahyo sedikit bisa masak kalau cuma sekedar pasta dan nasi goreng
Rere keluar kamar mandi dan mencium aroma sedap dari dapur
"Mmm... haruumm.." kata Rere
"Ayo makan.. aaakkk" Cahyo menyuapi Rere
"Enak Kak.." ucap Rere mengacungkan dua jempolnya
Tiba tiba-
'Aaauuuuu....' Rere langsung berlari menuju kamar mandi lagi dan tarrraaaa...... tamu tak diundang datang mendadak.
"Kak.. Kak Jo.." panggil Rere
Cahyo datang dan menyanyakan apa yang terjadi. Cahyo akhirnya menelphon lobby untuk memerintahkan salah satu pegawainya membeli pembalut permintaan Rere
Pintu kamar di ketuk. Cahyo membukakan pintu dan mengambil pesanan Rere dan memberikan pada Rere
"Kak.. kog gak ada apa apa sih di kulkas.. Kakak gak makan??" melihat isi kulkas ingin mencari buah
"Makan lah.. sibuk gak sempet masak. Makan di luar" jawabnya sambil melihat TV
"Mm... malas masak apa gak bisa masak..??" goda Rere berjalan menuju sofa TV
Sudah di rasa dekat, Cahyo langsung menarik pinggang Rere hingga jatuh kepangkuan Cahyo
Deg... hati Rere langsung berdegup kencang ketika Cahyo mengunci dirinya dalam pelukannya
"Gak ada yang masakin.." ucap Cahyo ditelinga Rere dengan begitu dekat
Cahyo langsung melepaskan pelukannya. Dan Rere segera duduk di sebelah Cahyo berusaha menetralkan jantungnya
"Kakak isshh.. modus!!" sewot Rere
__ADS_1
Cahyo bangkit mengambil dua jaket dan menarik Rere keluar untuk ke supermarket terdekat. Mereka berdua mengendarai sepeda motor