Radio Cinta

Radio Cinta
part. 44


__ADS_3

Setiap hari perempuan itu datang ke RS menemuai DM Noval. Sebenarnya Rere agak risih, karena mereka selalu bemesraan di tempat kerja


'Ahh... akhirnya weekend datang juga. Gue libur gak liat mereka' dengus Rere sebal melihat DM dan perempuan itu selalu bercumbu didepan Rere


Lepas mengajar bimbel, Rere mampir dulu ke supermarket. Ia ingin membeli bahan bahan untuk membuat kue. Ia ingin sekali makan rainbow cake


Dirasa bahan yang dibutuhkan sudah lengkap. Akhirnya Rere kembali ke apartemen


Rere memasak makanan untuk Jihan. Karena Rere tidak makan nasi di malam hari, ia memutuskan untuk membuat pasta


Jihan langsung melahap makanan yang dibuat Rere


"Enak Kak.. Jawara" katanya dengan mulut penuh


Rere hanya tersenyum senang melihat Jihan sangat lahap. Rere segera membereskan dapurnya dan membersihkan diri. Kali ini Rere menolah untuk tidur dikamar Ji dengan alasan Ia akan mengerjakan laporan magangnya. Dan Ji mengkabulkannya.



Karena ini weekend, hari ini Rere memutuskan untuk membersihkan apartemen sendiri. Biasanya memang ada petugas yang datang setiap hari untuk membereskan. Namun kali ini, Rere ingin membereskannya sendiri



Mulai dari mencuci baju, mengelap meja dan perabot serta menyapu. Saat akan memvakum, pintu kamar berbunyi



Rere segera membuka tanpa melihat siapa yang datang



'Hook....' ucap Rere terkejut



Perempuan itu langsung masuk begitu saja. Lihat kanan dan kiri tak ada seorangpun



"Mana Jo.." tanyanya



Belum saja dibalas, ia sudah bertanya lagi "Kamu baru ya kerja disini??!!" melihat Rere yang mengenakan pakaian cassual dan masker diwajahnya



Rere hanya menganggukkan kepala mengikuti maksud perkataan perempuan itu



"Jo mana??" tanyanya lagi



Lagi lagi, belum sempat Rere menjawab, Jihan muncul dengan muka bantalnya



"Mbak Dira... ngapain ke kamar Kakak!!" tanya Jihan tidak suka



"Ya... pengen ketemu calonnya donk.. adik ku sayang" dengan suara lembut, berbeda 180° ketika berbicara dengan Rere



"Mbak Dira ngaca sana.. Kak Jo sudah bukan punya mbak.. Kak Jo sudah ada yang punya..."



Suaranya terhenti ketika Rere mengkode dengan satu jarinya di mulut



"Maksud kamu, Kak Jo sudah punya cewek gitu??" tanya Dira



"Hemm" jawab Jihan datar



"Bantu Kakak donk Ji.. ya sayang.. mang Kak Dira kurang apa sih buat Kak Jo?" tanya Dira ingin dikoreksi adiknya agar diterima menjadi kekasih kakaknya lagi


__ADS_1


"Banyak." Jawab Jihan melenggang pergi meninggalkan Dira menuju kamarnya



Dira pun mengomel sendiri di kamar Cahyo yang hanya bisa di lihat dan di dengar oleh Rere



'Dasar perempuan gila.. di kantor mesra banget sama DM. Disini mau ngrebut Kak Jo dari gue.. tobat woii.. tobat...' hati Rere bergejolak



"Eh.. kamu. Ambilin gue minum donk!" perintahnya. Namun ucapannya tidak di dengar sedikitpun oleh Rere



"Hai...!" suaranya dikeraskan



"Bawakan gue minum!!" perintahnya lagi



"Maaf, saya disini bukan pelayan anda. Silahkan anda pergi, nanti akan saya sampaikan kepada tuan jika anda tadi datang" ucapnya sopan lalu melanjutkan pekerjaan rumahnya



"Dasar. Babu aja sok. Ntar kalo gue udah jadi Nyonya, situ gue pecat!" ucapnya kasar meninggalkan kamar



'Astagfirulloh... waahh gila tu orang. Parah. Parah banget.' gerutunya setelah Dira pergi dari kamar Cahyo



Rere segera nembersihkan dirinya. Ia memasak sayur dan lauk pauk untuk dirinya dan Jihan. Rere senang karena ada yang menemaninya di apartemen.



"Kak.. ngemall yukk" ajak Jihan




"Oke.. khan bisa lanjut besok. Hehehehe" jawab santai Jihan



Setelah makan, mereka ngemall di salah satu mall terbesar di kota itu



\-Dilain tempat-



Setelah landing dari Jepang, Cahyo menunggu orang tuanya juga landing dari Batam dan melajukan mobilnya ke desa Rere.



Mereka memutuskan untuk segera melamar Rere, namun kali pertamanya mereka bertemu tanpa Rere



Di jalan, Yoga sempat melihat Cahyo. Namun dia tidak menyangka jika kedatangannya untuk melamar. Yoga berpikir jika Cahyo datang dengan rekanan dari Ayah Rere



Setelah berbincang bincang, mereka memutuskan untuk menikahkan Cahyo dan putrinya Rere setelah lulus kuliah



Cahyo mengantarkan orangtuanya kembali ke bandara untuk pulang ke Batam. Karena pekerjaan Papa nya yang tidak bisa ditunda.



Cahyo langsung menuju apartemennya. Dan Kosong. Mereka berdua tidak ada ditempat saat Cahyo datang



Pukul 9 malam, mereka tiba di apartemen. Rere sangat terkejut juga senang. Namun tidak dengan Jihan.


__ADS_1


Secara blak blak an dan to the point, ia menceritakan kedatangan Dira. Cahyo sempat gugup dihadapan Rere. Namun Cahyo melihat, Rere sangat dewasa menghadapi permasalahan ini.



'Sepertinya Ayya sudah tahu siapa itu Dira..' batin Cahyo



Ya.. selama di mall, Jihan membahas tetang hubungan Cahyo dengan Dira.



"Trus Kak Jo harus apa..!" tanya Cahyo pada Jihan



"Ya bilang ke mbak Dira. Gak usah hubungin aku lagi. slese kan!!" sewot Jihan



"Heeemmm!!" jawab Cahyo cepat



'Sudah.. gak mempan' batin Cahyo



"Sudah makan. Kak Jo laper!!" mencoba mengalihkan pembicaraan



"Sudah!!" jawab Jihan tegas



"Aayyyyyyaaannng....laper.." katanya manja



"Iidddiiiiiihhh... apa an itu tadi. Geli Ji dengernya!!" ledek Jihan



"Biarin week.. kasian deh yang jomblo" jawab Cahyo ganti meledek



Rere hanya senyum geli melihat kekonyolan dua bersaudara itu. Rere pergi ke dapur untuk membuatkan capcay untuk Cahyo



Jihan akhirnya berhenti mengejek Kakaknya ketika capcay sudah tersaji diatas meja makan.



"Waahhh.. harum banget. Mau Kak" teriak Jihan



"Gak boleh. Katanya kamu tadi sudah makan! Ini spesial buat Kakak! Iya kan Ayyang?" rengeknya



"Gak bisa. Kak Re juga Kakak Jihan. Brarti itu juga buat Jihan! Sini" berontak Jihan



"Sudah donk.. dari tadi ngomel mulu. panas telingan Ayy!" merekapun menyudahi candaan pertengkaran mereka. Karena sejatinya tidak pernah satupun mereka bertengkar serius



Mereka bertiga menikmati makan malam bersama.



Minggu cerah, Rere bangun karena Cahyo membangunkan adiknya dikamar. Rere tidur menggunakan hijabnya, karena Cahyo yang dengan mudah keluar masuk kamar Ji.


Rere membuat cake yang tertunda. Setelah itu membuat sarapan geprek ayam crispy.


"Yeeeeeeaaaa... rainbow cake" pekik Jihan girang. Padahal Rere membuat itu karena ingin. Rere suka rainbow cake. Tak disangka itu juga cake favorit Jihan


Merasa tak terima Cahyo pun merengek lagi. Dia minta dibuatkan brownis panggang.


Cahyo juga suka rainbow cake, apalagi buatan Rere. Namun dia tidak ingin kalah dari adiknya yang Cahyo kira Rere membuatkan khusus untuk adiknya

__ADS_1


__ADS_2