
Setelah mencoba menerangkan materi yang diminta dosen, Rere pun dengan tanpa sadar percaya dirinya keluar seakan akan materi itu sudah iapahami dan kuasai. "Good. terimakasih. Kamu boleh kembali" dan Rere hanya membungkuk kan badannya sambil berlalu menuju kursinya.
"Ok. Sekian kuliah kita hari ini. Next kita adakanquis, jadi silahkan dipersiapkan materi materi yang sudah saya berikan"
"Baik Pak... " sahut mahasiswa hampir bersamaan. Dan dosen pun pergi meninggalkan ruang kelas.
'huuufffttttt...' hela nafas panjang Rere.
"Napa lo.." tanya Citra mengagetkan Rere
"Ehhh... hehehhee.. percuma gue pilih tempat duduk disini, tuh dosen maen tunjuk aja.." sewot Rere gak habis pikir kenapa harus ia yang selalu jadi sasarannya. Kalo gak disuruh ngerjakan tugas di depan, suruh nerangkan materi, tanya jawab quis... 'aahhhhhh' batinnya. Citra pun hanya tersenyum tipis. Karena Citra tahu kalo Rere adalah primadona jurusan. Secara ia cantik, cerdas, pintar, tidak salah jika ia jadi asdos.
"Ayy.. panggil Pak Hadi di ruang TU. Sekarang" tiba tiba suara temannya muncul dari balik pintu ruang kelas menambah kejengkelannya pada dosen killer tersebut. "Ah.. ya. Makasih ya.." jawab Rere singkat. "Gue pergi dulu ya cit" sambil merapikan buku buku nya. "OK. Faitting" Citra pun tahu jika Pak Hadi memanggil itu pasti urusan asdos. Ya.. Rere adalah asdos Pak Hadi. Dosen killer pelit angka.
"Pagi Pak.." setibanya Rere di ruang TU. Dan belum selesai Rere hendak bertanya maksud tujuannya ia dipanggil, Pak Hadi sudah memberi amanat terlebih dulu dengan singkat padat dan jelas. "Ya..Pagi. Tolong kamu isi mata kuliah saya semester 1 di ruang kelas 3.1. Saya pagi ini mendadak ada rapat dengan rektor. Materinya ada disini" sambil menyerahkan usb. "Sekarang. Terimakasih" sambil pergi berlalu begitu saja meninggalkan Rere yang diam membeku. 'sekarang.. gak salah tuh orang..Allohu Akbar'
Dengan cepat Rere membuka laptopnya yang ia bawa di dalam tas ranselnya. Melihat isi dari usb tersebut. Secepat kilat ia baca, pahami dan mengerti, Rere lanjut menuju ruang kelas 3.1 seperti perintah Pak Hadi. Benar saja, sudah banyak mahasiswa yang berkumpul di ruang tersebut.
Rere masuk dengan percaya diri. Ia tidak ingin di lihat tidak berwibawa di hadapan juniornya. Meski sebenarnya ia masih mempunyai rasa malu jika harus berhadapan dengan banyak orang.
Sampai arah podium, Rere meletakan tasnya dan mulai memperkenalkan diri. Meski sudah banyak mahasiswa yang mengenalnya karena ini bukan pertama kali Rere mengajar.
"Assalamualaikum.. selamat pagi. Saya asdos Ayyu saat ini menggantikan Pak Hadi yang sedang ada kepentingan mendadak" kata pembuka Rere
__ADS_1
"Langsung saja ya.. buka buku hal 142. Saya akanmenjelaskan........"
Rere menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi tentang dasar dasar psikologi yang sudah pasti telah ia kuasai di luar kepala.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10.45. Rere pun harus segera mengakhiri pertemuan kuliahnya hari ini. "Baik, sekian dari saya. Silahkan bisa kalian pelajari kembali dan sampai jumpa di lain kesempatan. Asaalamualaikum. Selama pagi" Rere segera meninggalkan ruangan kelas karena agenda berikutnya adalah mendampingi Dita siaran radio. "Pagi..." jawab hampir semua mahasiswa yang hanya di beri senyum tipis oleh Rere
Rere berlari menuju gedung UKM. Waktunya tidak banyak. Tiba tiba 'gubrak'... 'aiiissss.....auuuwww' Rere merintih sedikit kesakitan melihat ia sudah jatuh di tanah keadaan duduk. "Lo gak papa... maaf. " sambil mengulurkan tangannya untuk menolong Rere. "Ahh... gak papa. Maaf. Saya tidak lihat" Rere berusaha bangkit sendiri dan segera meninggalkan tempat itu. "Maaf, saya permisi. saya terburu buru" sambung Rere sambil berlari kecil meninggalkan sosok cowok yang menabraknya tadi.
truut...truut..
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam.. kak Ayy.. dimana, sudah mau on air nih"
"Ya.. lo opening dulu.. gue dijalan mau sampai. by.. assalamualaikum"
Rere bergegas naik ke lt.3 tempat UKM Radio itu berada. sambil ngos ngos an akhirnya ia tiba pas pukul 11. Dan sudah mendengar Dita melakukan opening. 'Alhamdulillah' serunya lirih.
Ketika hendak menuju ruang penyiaran, ia dikejutkan oleh kehadiran Cahyo yang sedang duduk di ruang tunggu. "Ooohhk.. Kak.. maaf saya terlambat" gugup Rere dan hanya di angguki kepala oleh Cahyo tanpa melihatnya berjalan menuju ruang siaran.
'jawab kek.. apa kek.. diem aja. untung lo cakep. idola gue. kalo gak sudah gue...' "Lo gak papa.." tanya Cahyo mendadak membuyarkan ucapannya dalam hati. Serasa dia mendengar apa yang sedang Rere batin. "Eh.. eeee.. saya Kak.." tanya Rere penasaran sambil tengok kanan kiri apakah ada makhluk lain selain dirinya yang diajak bicara.
"Ya.." akhirnya mata mereka saling bertemu.
__ADS_1
"Ee.. eh.. gak papa Kak." jawabnya malu dengan langsung mengalihkan tatapan matanya ke arah lain.
"Saya masuk dulu Kak" serunya cepat mengakhiri ke canggungannya
"Iya.." jawaban singkat Cahyo denga senyum indahnya.
Entah mengapa hati Rere langsung berbunga bunga meski hanya mengobrol singkat dengan Cahyo. Dan walaupun hanya sebuah basa basi. Kesewotan Rere terhadapnya langsung hilang, hanya dengan senyuman maut seorang Cahyo.
"by..by... sampai jumpa lagi. lagu terakhir dari kita"
"Ya.. kita puter dari BC"
"Saya Rere"
"Saya Dita"
"Sampai bertemu lagi besok. assalamualaikum. selamat siang dan..."
"chek it dot" (besamaan Dita dan Rere. lagu diputar)
Siaran 1 jam pun tak terasa berlalu dengan cepat. 'Alhamdulillah' serunya dalam hati. "Kak.. makasih ya.." ucap Dita. "Sama sama. maaf ya Kakak terlambat. Kamu sudah Ok kok. jadi kakak rasa kamu sudah bisa siaran sendiri" jawab Rere sambil merapikan tas ranselnya.
"Iya.kah.. makasih supportnya kak" yang di balas Rere dengan senyum manisnya. Bram jurusan sipil semester 3 sudah bersiap menggantikan Rere dan Dita.
__ADS_1
Rere teringat jika tadi ada Cahyo di ruang tunggu. Ia bergegas keluar mengharap Cahyo masih setia di sana menunggunya. Ketika keluar matanya mencari kesana kemari namun tak menemukan sosok yang ia cari. 'yaaahhh...huufffttt' menghela nafas panjang. 'sapa gue.. ngarep' obrolannya pada diri sendiri.
Rere memutuskan untuk sholat dhuhur di ruangan radio saja. Karena jika ia harus ke masjid kampus maka akan membutuhkan waktu lama. Masjid kampus harus melewati gedung rektor dan perpus. Sedangkan Ia berencana akan makan dikantin yang tempatnya tepat di belakang gedung UKM. Lalu lanjut untuk mata kuliah berikutnya.