
Kelas sudah penuh dengan mahasiswa ketika Rere datang. Rere duduk dibangku depan, karena hanya itu yang kosong
Nomor demi nomor sudah Rere kerjakan dengan baik. Saat melihat jam masih ada 15 menit lagi untuk ujian berakhir, dan Rere hanya butuh menyelesaikan 1 soal lagi
Waktu telah usai. Semua sudah mengumpulkan lembar jawaban ke dosen yang menjaga
Rere menaiki tangga ke lt.3 ruang 3.2 untuk ujian berikutnya. Disana mahasiswa semester 7 sudah banyak yang menempati bangku belakang
Lagi lagi Rere duduk dibarisan depan. Sakha yang sudah di ruangan tersebut duduk paling belakang hanya melihat kesal pada Rere
Dosen datang tak lama setelah Rere. Semua soal sudah Rere jawab dengan baik. Rere enggan untuk bangkit, namun
"Belum Ayy..!!" tanya Bu Sita yang menjaga ujian di kelasnya
"Hook.." Rere melihat kedepan dengan tatapan Bu Sita yang jelas tak bersahabat.
"Masak asdos ngerjakan gitu aja lama.." suaranya dikeraskan sehingga mahasiswa yang tidak senang menjadi gaduh. Namun ada pula yang prihatin atas sikap Bu sita
Lagi lagi Rere menahan emosinya. Dia mengambil tas yang dikumpulkan di depan untuk mengambil ponsel
'Cekrek..cekrek' Rere memfoto hasil ujiannya dan langsung memberikan kertas tersebut ke hadapan Bu Sita
Hampir semua mahasiwa heran apa yang sedang dilakukan oleh Rere. Ini adalah salah satu bentuk penjagaan Rere dari hal yang tidak di inginkannya
"Sudah Bu.. ini"
"Waauuu.. bener neh" mengambil kertas yang dipegang Rere, melihat jam yang masih banyak tersisa sekitar 30 menit
"Saya permisi duluan Bu" jawabnya datar dengan menahan emosi dan melenggang pergi meninggalkan kelas
Rere berjalan dengan sangat cepat, sedikit berlari tepatnya. Keluar jurusan dan menuju gedung perpustakaan
Ujian terakhirnya juga dengan semester 7, untungnya Sakha tidak sekelas dengannya.
Rere sedikit menangis dengan pelan di perpus. Beberapa kali ia mengusap kasar air mata yang jatuh di pipi nya
Rasa sesak semalam belum hilang sempurna sudah ditambah lagi
Rere segera membuka buku apa saja yang ada dihadapannya. Karena dengan membaca buku adalah obat kedua Rere setelah ice cream
Ia beralih membaca buku tentang psikologi. Ia terus membaca hingga ia tidak tahu jika ponselnya bergetar
__ADS_1
Rere mengambil alat tulis dari ranselnya. Ponsel yang ia letakkan di kotak pensil bergetar kembali.
Rere melihat ada banyak chat yang masuk. Salah satunya Citra yang khawatir padanya. Wajar jika Citra tahu, karena cowok Citra mahasiswa semester 7 yang saat kejadian sekelas dengan Rere
Citra : Ayy lo ga pa pa.. lo dimana sekarang
Rere : Gue gak pa pa.. makasih sudah khawatir
Cahyo : Ayyyaaaang.. kangen
Rere : heem
Bima : Ayy.. lo besok on air jam 11. Bisa...
Rere : Iya.. siap
Rere mematikan ponselnya. Tidak ingin diganggu siapapun. Rere terus membaca buku dan sesekali menulis point point pada buku catatanya
Alarm Rere yang dipasang jam 11.15 berbunyi. Rere segera mematikannya karena khawatir mengganggu mengingat posisi nya yang ada di perpus
Rere kembali ke jurusannya untuk ujian yang terakhir di hari ini. Rere menaiki anak tangga menuju lt.2 ruang 2.3
Mahasiswa sama membicarakan Rere meski ia sudah berada dalam satu ruangan yang sama. Kali ini bukan Sakha, tapi Sisca
'Astagfirulloh,.. sabar Ayy' batinnya
"Maka nya, kalo gue minta itu kerjain, lumayan kan duit yang gue kasih kemaren andai lo mau." ucap nya lagi
Rere, jangan ditanya. Ia tetap diam meski emosinya sudah hampir mencapai puncak
'Alhamdulillah' batinnya karena dosen penjaga ujian sudah datang
Dosen penjaga membagi soal dan lembar jawaban. Rere berkonsentrasi agar ia bisa mengerjakannya dengan baik secara dirinya sudah down secara mental
'Alhamdulillah' ucapnya lagi ketika waktu ujian telah berakhir dan dirasa ia bisa mengerjakannya dengan baik
Dosen penjaga membereskan lembaran lembaran ujian dan pergi meninggalkan kelas. Namun nyiyiran Sisca berlanjut
"Eh, asdos kere.. tugas gue ada yang belum kelar nih. slesein, mau duit berapa??"
Tak ada jawaban dari Rere sepatah katapun. Rere hendak pergi setelah mengambil tas nya yang di letakkan di depan,namun
__ADS_1
"Dasar asdos gila, udah kere sok jual mahal lo"
"Iya. gue emang gila. Puas lo" jawaban datar yang benar benar menahan emosi
Ia berlari menuruni anak tangga dan memarkirkan sepedanya di toserba 24 jam. Ice cream adalah tujuannya
Kali ini Rere mengambil 5 ice cream. Ia makan tanpa jeda dan perut yang belum terisi nasi sejak pagi
'Huuffftt' berkali kali ia menghela nafas nya dengan sangat panjang
'Ya Alloh,.. apa ini... apakah ini adalah salah satu ujian dari Mu' matanya sudah berkaca kaca
Rere melajukan sepedanya pulang ke kost, setelah menghabiskan semua ice cream nya. Ia belum menunaikan sholat dhuhurnya. Ia juga ingin mandi untuk menyegarkan batinnya
Entah berapa lama ia menangis di kamar mandi, hingga matanya bengkak
Rere segera melakukan sholat Dhuhur, waktunya sudah hampir habis karena ia buang di kamar mandi. Ia memutuskan untuk mengerjakan sholat Ashar sekalian.
Rere mengayuhkan sepedanya dengan cepat, dan melakukan pekerjaannya dengan senyum walau tak banyak bicara
'Kenapa matanya bengkak' batin Dimas
Saat magrib tiba, Rere hendak mengambil air wudhu, sholat dan berdoa. Saat akan berdiri, tiba tiba ia terjatuh dengan kepala membentur lantai
"Ayy,..!!" seru pegawai caffe lainnya yang hendak melakukan sholat
Dimas yang mendengar ke gaduhan itu langsung menghampiri. Dilihatnya Rere yang tergeletak pingsan
Dimas membopongnya masuk ke dalam mobil dengan kecepatan tinggi melesat ke UGD terdekat
Dimas meminta karyawannya untuk menghubungi seseorang yang ada di ponselnya seperti Cici yang dia tahu, karena ponsel Rere ia tinggal di lokernya
Ponsel dalam keadaan mati. Begitu di nyalakan oleh salah satu karyawan, tertera nama Kak Cahyo disana sedang on calling
Tidak ambil pusing, karyawan itu menjawab panggilannya
karyawan : hallo
Cahyo : siapa anda, ini ponsel Ayyu kan??!!
Karyawan : iya memang. Ayyu tadi pingsan. sekarang di bawa ke UGD terdekat. ponselnya tadi mati. ini saya coba hubungi temannya
__ADS_1
Cahyo : Gak perlu, saya saja yang urus. titip ponselnya. terimakasih