
"Enak gak,??" tanya Cahyo mengkoreksi rasa pilihannya
"Mmmm... enak. Kak Cahyo sering kesini ya..."
"Hehehee... gak juga. Paling ya ke toko buku tadi trus makan di sini, pulang" jawabnya datar
Rere terus tersenyum. Setiba di Mall ia terus tersenyum. Cahyo merasa senang bisa menghiburnya, meski sebenarnya dia penasaran hal apa yang membuat nya kesal tadi.
"Udah makannya.."
"Alhamdulillah.." melanjutkan membaca doa habis makan dalam hati.
"Yuukk..." ajak Cahyo bangkit dari duduknya
"Pulang" tanya Rere ingin tahu. Sebenarnya ia ingin mengajak Cahyo untuk membeli ponsel.
"Kenapa.. kayaknya kamu gak pengen buru buru pulang" tanya Cahyo ingin tahu maksud perkataan Rere
"Hoook.. Eh.. enggak. Maksud Ayyu..."
Rere belum menyelesaikan ucapannya tapi sudah di tinggal melangkah pergi oleh Cahyo.
'Huuuffttt... selalu... kenapa sih gak mau dengerin gue dulu. main sepihak aja' gerutu Rere
"Ayo..." yang kemudian kembali ke hadapan Rere yang masih duduk menarik pelan lengan Rere.
Seperti anak magnet yang ditarik, Rere pun berjalan beriringan dengan Cahyo. Tampak wajahnya sedikit di tekuk, mulut mungilnya sedikit dimajukan terlihat makin menggemaskan. Cahyo mengetahui itu, namun dia pura pura tidak tahu.
Mereka berjalan beriringan keluar mall menuju parkiran. Sebelum melajukan mobilnya,..
"Mana ponsel kamu"
"Hoook.. Maksud Kakak"
"Mana ponsel kamu.." Cahyo mengulang kembali perkataanya
"Ee... ponsel Ayyu rusak" jawabnya pelan
"Iya.. Mana ponsel kamu yang rusak" ucap Cahyo menegaskan
'hooook... kog kak Cahyo tahu kalo ponsel gue rusak'..
Masih bingung dengan sikap Cahyo, lagi lagi Rere seperti anak magnet, menurut saja apa yang diminta Cahyo. Ia pun menarik ranselnya yang ada di bangku belakang, membuka ransel dan mengambil tempat pensilnya. Menyodorkannya pada Cahyo.
__ADS_1
Cahyo segera mengambil paper bag yang ada dibelakang. Membuka isinya dan alangkah terkejutnya Rere saat tahu isinya. Dengan cepat Cahyo merakit ponsel baru Rere. Memasukkan ruim card dan memory card. Lanjut menyelesaikan permintaan penggunaan ponsel baru.
Rere diam seribu bahasa. Ya.. hanya diam mematung tanpa kata.
*flash back*
"Dita.. lo siaran sendiri" tanya Cahyo di ruang tunggu ketika Dita sudah menyelesaikan siaran pagi jam 8 nya
"Iya.. kak. Tadi malam Kak Cici yang ngabarin Dita kalo Kak Ayyu ada tugas asdos"
"Kok Cici yang ngabari," Cahyo sedikit curiga
"Iya Kak.. kemaren Kak Cici bilang kalo ponsel Kak Ayyu rusak habis terjun bebas dari lt.2 katanya.." sambil menutup mulutnya sedikit tertawa mencoba mengulang seperti yang di katakan Cici.
"Oohh.. ya sudah. good job untuk hari ini" Kata Cahyo mede dingin
"Iya Kak.. Thanx" Dita meninggalkan ruang tunggu, sudah ada Bima yang menggantikan Dita siaran.
'Senyum kek.. makasih kek.. apa kekk.. dingin banget' cerocos Dita dalam hati.
Cahyo segera menelpon seseorang, memintanya membelikan apa yang dibutuhkan dan mengirimkannya ke kampus sekarang. Tidak lebih dari jam 12. Begitulah perintah nya di telephon.
*Flash on*
"Kakak kapan belinya.. Trus ini berapa harganya" Rere pun mulai mengunduh aplikasi M Banking nya dengan cepat dan menghadap Cahyo lebih dekat guna mendengarkan apa yang ingin Rere dengar.
"Berapa nomor rekening Kakak.." sambil menatap intens wajah Cahyo
'Duuuhhh.. kenapa posisi gue begini. Gak kuat deh iman gue kalo gini. Astagfirulloh.. kemudian menutup matanya'
Cahyo yang mengetahui pergerakan badan Rere tersenyum dalam hati. 'Manis banget kamu kalo dari dekat gitu'
Merasa belum mendapat jawaban justru melajukan mobilnya dengan cepat, Rere hampir terjatuh saat di tikungan. Cahyo memegangi badannya dan melepaskannya ketika sudah melewati tikungan.
"Pasang safety belt nya." perintah Cahyo
Dengan segera Rere memasang safety beltnya.
"Berapa nomor rekening Kakak..??" tanya Rere ulang. Meski tidak di beri tahu nominal harga ponsel yang penting ia sudah tahu nomor rekeningnya. Jadi nanti tinggal browsing atau tanya sahabatnya kisaran harga ponselnya dan transfer batinnya.
"Buat apa.." tanya nya dalam waktu yang lama
Merasa pada akhirnya di tanggapi.. sedikit menggeser posisi duduknya menghadap ke Cahyo dan..
__ADS_1
"Buat transfer Kakak.. bayar ini ponsel.." sambil menggoyang goyangkan ponsel baru. "Jadi berapa nomor rekening Kakak" tanya nya lebih mendesak
"Kakak gak punya" jawabnya santai..
"Hoook.. gak punya tabungan." tanya Rere tidak percaya. 'Astagfirulloh.. kenapa gue tanya itu ya..'
"Kak.. boleh mampir ATM sebentar.." pinta Rere pada akhirnya.
Rere pun segera membrowsing harga ponsel yang ia pegang sekarang dan 'whaaatttt 7 juta'.
Meski di tabungannya ada lebih dari nominal itu, tapi ia enggan untuk mengeluarkannya demi ponsel yang terlalu mahal baginya. Bayangan Rere jika ia membeli adalah kisaran 3-5 juta. Tapi ini 7 juta. Harga yang tinggi bagi Rere untuk sebuah ponsel.
Rere mematikan ponselnya, mengambil ruim dan memmory cardnya. Dan mengembalikannya ke Cahyo.
Cahyo yang mendapat sodoran ponselnya kemudian menepikan mobilnya ke deretan penjual jagung bakar.
Cahyo mengambil ponsel tersebut dan merebut ruim serta memory card ditangan Rere. Memasangkannya lagi dan memberikan kembali kepada Rere.
Rere diam saja tidak mengambil ponsel yang disodorkan padanya. Ia tidak mau menerimanya. 'Ambil aja deh ruim sama memory nya. gue daftar baru lagi aja' batinnya
"Kenapa..." tanya nya tegas
"Gak mau."
"Kenapa.."
"Gak papa. Tolong anterin Ayyu pulang Kak.." pinta nya
"Oke.. makan jagung bakar dulu ya.. pengen.." kata Cahyo turun dari mobilnya
Tapi tidak dengan Rere. Ia tetap berada dalam mobil meski rasanya ia juga ingin menikmati jagung bakar. Itu adalah salah satu makanan favorit nya. Sudah lama sekali ia tidak makan.
Tak lama Cahyo datang membawa 2 jagung bakar. Diberikanya satu pada Rere. Namun Rere pura pura menolak karena masih jengkel atas sikap Cahyo.
"Nih..." Rere menggelengkan kepalanya melihat Cahyo menyodorkan jagung bakarnya
"Yakin gak mau... Ayya...." katanya nya memanggil
Sontak Rere melihat ke arah Cahyo ketikan dia mengatakan kata 'Ayya' dan bukan 'Ayyu'
"Ayya.. nih" Cahyo menyodorkan jagung bakar nya. Dan itu membuat Rere semakin penasaran siapa sosok Cahyo sebenarnya.
'Kenapa dia tahu nama kecil gue'
__ADS_1
Cahyo segera memberikan satu jagung bakar di tangan Rere dengan memaksa. "Makan.. ntar ngiler lhoo" kekeh nya merasa senang melihat Rere yang kebingungan.