
Malam yang hujan. Cahyo melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sesekali dia nyaris saja berhadapan dengan mobil ketika menyalip kendaraan yang ada didepannya
Ruang UGD semakin dingin dengan turunnya hujan. Tangan kiri Rere terpasang infus
Dimas melihat Cahyo yang datang dengan wajah yang berantakan. Menghampiri Rere yang belum tersadar dari pingsannya
Dimas mengajak Cahyo sedikit menjauh untuk menerangkan kondisi Rere seperti yang di terangkan oleh dokter.
Dimas langsung berpamitan pada Cahyo hendak kembali ke caffe untuk mengambil barang barang Rere di loker caffe
30 menit Cahyo menunggu di UGD, rere tersadar dari pingsannya
'Aaauuuu..' Rere memegangi kepalanya yang sakit akibat jatuh terbentur saat pingsan tadi
"Ayyyaaaanngggg.."
"Kak Jo.."
Berusaha membuka mata ketika mendengar panggilan sayang dari orang yang Rere juga sayangi
Cahyo segera memanggil dokter jaga. Diperiksannya dan di ijinkan pulang apabila cairan infus sudah habis dan kondisi sudah baik
"Ayya pulang aja Kak .." Rengeknya ketika dokter sudah meninggalkannya
"Gak denger kata dokter, tunggu cairan infusnya habis!!" jawabnya tegas namun lembut
"Ayya kenapa disini..??"
"Ayyang gak makan ya, trus habis berapa banyak tuh ice creamnya!!!"
Rere menghela nafas kembali mengingat yang ia lakukan. Benar benar gila
"Maaf." Rere menenggelamkan kepalanya di selimut rumah sakit menahan malu karena sudah berbuat konyol sehingga merepotkan orang lain
Mobil melaju dengan kecepatan sedang melenggang jalanan ibu kota yang sudah mulai sepi. Cahyo menelphon seseorang meminta dibawakan bubur ke kamar
"Kak.. mau pulang, kog kesini??"
"Balik RS atau ikut Kakak masuk!!" ketika mobil sudah terparkir di parkiran apartemen
"Masuk.." dengan muka yang tertunduk merasa bersalah
Cahyo membukakan pintu mobil tempat Rere duduk, memapahnya karena kondisinya yang masih lemah. Setelah mengunci pintu mobil, Rere yang berjalan pelan itu langsung di bopong oleh Cahyo menuju lift
"Tekan!!" perintahnya
Rere menekan tombol ke lt. kamar apartemen Cahyo. Rere tak bisa bergerak karena badannya di genggam dengan kuat
Menuju kamar, Cahyo langsung membaringkan tubuh Rere di tempat tidur
Tidak lama seseorang mengetok pintu kamar memberikan pesanan Cahyo
Cahyo menyuapi Rere dengan bubur. Hanya 3 sendok saja Rere sudah merasa kenyang.
__ADS_1
"Lagi..!!" perintah Cahyo
"Kenyang..." jawab Rere merengek
"Atau gak Kakak ijini makan ice cream lagi!!" tawar nya
Rere membuka mulutnya dengan menahan makan nya di mulut. Tidak ditelan.
"Ayo.. di telan!!" perintahnya
Rere menggelengkan kepalanya. Dan turun mensejajarkan kepalanya dengan kakinya, menarik selimutnya dan menutup kepalanya
"Ayyyaaaannngggg.... besok masih ujian kan. Mau ujian susulan??. Kakak telphonkan kajur mu ya.." ucap Cahyo dengan sangat lembut
Rere membuka matanya dan langsung menelan makannya
"Gak.. jangan!!" rengeknya
"Makan...!!"
Rere menghabiskan separuh bubur yang tersisa. Ia tidak sanggup lagi jika harus menghabiskan semuannya
Cahyo membawa sisa bubur ke dapur mininya.
"Kakak.. Ayya belum sholat"
"Tayammum aja. sholat di atas tempat tidur" perintahnya
Rere pun harus menurut padanya. Percuma jika ia berontak. Tak akan berhasil
Cahyo memapah Rere berjalan ke kamar mandi, dan
"Kakak... Kak Jo keluar!! masak disini"
"Kenapa.." dengan sedikit tersenyum nakal
"Ish..." bibir mungi Rere maju
Cahyo menunggu di luar kamar mandi. Setelah Rere keluar, dia memapahnya lagi sampai ranjang. Sebenernya Rere sudah bisa berjalan, Cahyo saja yang lebay.. hehehehhehe
"Segera tidur!!" perintahnya
Dalam doa tidur Rere, ia memohon agar Alloh memaafkan dirinya karena sudah menyakiti banyak orang
-Rere atau orang lain yang menyakiti....-
Rere bergerak menuju kamar mandi sendiri ketika alarm jam tangan dini hari Rere berbunyi
Rere berjalan pelan menuju tempat sholat, dan menangis pelan dalam doanya
Rere meringkuk dalam mukenahnya di tempat sujudnya hingga akhirnya terlelap
Cahyo bangun seperti biasa, dilihat ranjang Rere kosong dan mendapatinya di tempat sholat
__ADS_1
Cahyo membersihkan diri. Menuju sholatan untuk membangunkan Rere
"Ayyyaaangg.. bangun. Sholat yuk!!"
Rere menggeliat dan melihat Cahyo sudah ada di sampingnya
"Gimana badannya?!"
"Hemm.. sudah lebih baik. Makasih"
Rere berdiri perlahan dan berjalan pelan menuju kamar mandi. Membersihkan dirinya dan kembali ketempat sholatan
Pucuk kepala Rere dicium Cahyo setelah menyelesaikan sholat dan doanya. Mengambil ponselnya dan segera menutup panggilannya
Rere berjalan ke dapur mengambil air minum. Menghabiskan sebotol dalam sekali duduk
Rere berjalan menuju sofa setelah meminjam laptop lainnya punya Cahyo. Meletakkannya di atas meja dan mulai belajar sedikit tentang materi kuliah yang akan diujikannya pagi ini lewat google
Sedangkan Cahyo sudah berada di depan laptop pribadinya di meja kerjannya
Cahyo hendak menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat hari ini. Dia ingin menemani Rere seharian karena kondisinya yang masih dia khawatirkan
Pintu kamar dibuka ketika seseorang mengetuknya.
Cahyo membuka pintu dan menerima apa yang sudah dia pesan tadi. Cahyo membawa masuk nampan berisi makanan dan sebuah paperbag
Dirasa cukup, Rere berjalan ke arah Cahyo untuk minta di antar ke kampus karena ujian di mulai pukul 8
Cahyo memberikan paperbag nya pada Rere supaya berganti pakaian. Tak lama mereka siap untuk berangkat setelah sarapan tentunya
Cahyo memarkirkan mobilnya di parkiran jurusan Psikologi. Rere turun menuju ruangan yang di tentukan. Cahyo, jangan ditanya, Dia kembali dengan laptopnya
Pukul 8 tepat dosen penjaga ujian masuk ruangan. Sekita 45 menit berjalan, Rere sudah menyelesaikan ujiannya, namun ia enggan untuk bangkit. Hingga waktu habis, Rere baru menyerahkan lembarannya
Rere berjalan ke ruang sebelahnya, untuk ujian selanjutnya.
Dosen penjaga memasuki ruangan. Dan,
'Bu Sita. Ya Alloh... Bismillah' Rere menghela nafas pelan dan beraturan
Lembaran sudah Rere dapat. Ia mengerjakan dengan pelan dan sangat baik
"Sudah Ayy,..!!" tanya Bu Sita
Rere tak menjawabnya. Ia memutuskan untuk tetap berkonsentrasi tanpa harus memperdulikan ucapan orang lain padanya.
"Tumben si asdos lemot!!" sindirnya lagi
"Bu Sita, maaf. Saya tidak bisa konsentrasi jika Bu Sita berbicara terus!!" kata salah satu mahasiswa teman Rere yang memang saat itu benar benar terganggu
Terganggu karena tidak bisa konsentrasi dan terganggu juga dengan ucapan yang tidak pantas untuk Rere
"Oke. saya diam" katanya dengan sinis
__ADS_1
Tapi tidak untuk Rere. Bu Sita terus berada di sebelah Rere dengan membisikkan kata kata yang membuat emosi Rere bangkit
'Tahan Ayy, konsen!!' perintahnya dalam hati. Emosinya kian lama kian memuncak karena Bu Sita terus berdiri di sebelah Rere dengan kata katanya