
"Ci.. apaan sih lo" badan Cici menghimpit Rere di sofa
"Ogah gue duduk deket mereka!" Sungut Cici.
Sofa yang mulanya hanya untuk 3 orang akhirnya berhimpit himpitan untuk 4 orang
Rere memunggungi Cahyo menghadap ke Cici. Ketika adegan menyeramkan muncul lagi, sontak Rere dan sahabatnya histeris. Rere dan Cici langsung berpelukkan
'Ya.. gak meluk gua deh' batin Cahyo ngayal
Film yang di tonton telah usai. Mereka masih merinding merinding gimana gitu, sama bergandengan masuk kamar
"Sukurin lo.. kalo semua pada takut gini terus gimana??! hahh!!" Cici masih terus tak terima Ratih memutar film horor
"Udah ah, ayuk.. masuk kamar bareng!"
Rere tidur ber empat dengan sahabatnya berhimpit himpitan. Rere terjaga semalaman. Ia memutuskan sholat malam karena waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari
Entah kenapa Rere tidak bisa tidur. Padahal ia sangat capek sekali. Rere berada disholatan, meringkuk dalam mukenahnya di atas sajadah setelah sholat dan doa malam
Rere berusaha memjamkan matanya berulang ulang ingin tidur namun gagal. 'Apa gue takut sih.. Ah, gak ada apa apa kan. Takut hanya sama Alloh' batin Rere menenangkan
Namun tiap ada suara, Rere selalu terjaga. 'Aaaaaaa' Rere menutup mata ketika melihat sosok bayangan gelap ke arahnya
Cahyo menyalakan lampu. "Ayyang,.. ada apa?"
'huufffttt.. ternyata. masak iya gue mau ngomong takut' ucapnya dalam hati
"Eh.. Kak Jo" membuka wajahnya yang ia tutupi dengan kedua tangannya
"Kak Jo ngagetin aja!!"
"Gak tidur kamu..!"
"Gak bisa" jawab Rere menyesal menonton horor
Cahyo naik ke sholatan. Duduk dengan kaki di luruskan.
"Sini.. " menepuk paha Cahyo agar Rere tidur berbatalkan pahanya
Rere akhirnya menurut dengan melihat tatapan Cahyo yang dingin. Tidak butuh waktu lama, Rere tertidur, ya karena ia sebenarnya sangat amat ngantuk sekali
Cahyo juga tertidur dengan mendekap kepala Rere hingga adzan subuh berkumandang
Cahyo membangunkan Rere dengan mencium jidatnya yang terbungkus mukenah
Rere menggeliat dan bangun. Mereka mengerjakan sholat subuh. Rere memutuskan untuk langsung memasak karena Bunda tidak ada dirumah
Persediaan dikulkas tidak banyak. Rere ingin berbelanja di warung sayur. Cahyo menemani Rere berbelanja
__ADS_1
Diwarung sudah banyak Ibu Ibu yang juga berbelanja. Mereka bertegur sapa dengan Rere
"Wahh.. mbak Rere makin cantik aja" kata salah satu Ibu
"Makasih Bu.." jawabnya dengan senyum malu
Rere langsung memilih sayuran yang ada di lapak.
"Mau makan apa Kak.." Tanya Rere sambil memilih sayur yang segar
"Yang gampang dan cepat aja" jawab Cahyo
Rere mengambil kangkung, tahu, tempe dan ayam potong. Rere segera membayar belanjaannya
"Banyak sekali belanjamu Re,?"
"Iya Bu,.. ada teman teman Rere dirumah" jawab Rere datar
Rere berpamitan setelah membayar belanjaannya. Rere melewati rumah Yoga dan melihat Ibu nya sedang menyapu halaman
"Pagi Bu,.." sapa Rere
"Eh nak Rere, lagi belanja?" Terkejut melihat ada yang menyapanya dan lebih terkejut lagi dengan siapa Rere berjalan
"Gak mampir dulu Re?. Tuh, Yoga didalam" menunjuk arah rumahnya
"Gak Bu, maaf. Rere buru buru. Rere pulang dulu. Assalamualaikum"
Setibanya dirumah, Rere langsung mengeksekusi ayamnya. Ia mencuci bersih dan membuat bumbu ayamnya juga rendaman bumbu untuk tahu dan tempenya
Lanjut mencuci bersih kangkungnya, memotong motong dengan ukuran yang pas untuk membuat cah kangkung.
Mengupas dan merajang bawang, cabe dan tomat. Tangannya cekatan dalam memasak. Sesekali mencicipi dari rasa masaknnya
Cahyo hanya melihat Rere yang sedang memasak. 'cantik' ucapnya. Dia sangat bersyukur jika dia bisa memiliki nya se utuhnya. Tentu saja dengan menikahinya
Awalnya Cahyo tidak percaya jika Rere bisa memasak. Ini adalah bonus terbaik baginya jika dia mendapatkannya. Karena bayangan Cahyo, Rere hanya fokus pada karir.
Menu sarapan sudah tersaji di meja makan. Nasi, cah kangkung, tahu tempe goreng dan ayam goreng plus sambal
Rere segera membereskan dapurnya. Mencuci dan meletakkan kembali ke tempatnya dan menuju kamar. Selain untuk membersihkan diri, juga untuk membangunkan teman temannya
Cahyo menunggu di meja makan. Dengan mencicipi hasil karya Rere satu persatu. Hingga suara ketokan pintu terdengar.
Karena tuan rumah baru masuk kamar, maka Cahyo berinisiatif untuk membukakan pintu.
"Hai.. Rere mana?" tanya Yoga langsung ketika yang membuka pintu adalah Cahyo
"Mandi. Tunggu aja didalam" Mempersilahkan Yoga masuk
__ADS_1
Pintu kamar Cahyo terbuka, Dimas keluar dari kamar dan menuju kamar mandi tamu.
"Waahh... sapa yang masak nih, keliatannya enak. Lo yang masak Cahyo" tanya Dimas ketika keluar dari kamar mandi dan melihat Cahyo yang asyik mencicipi hidangan lengkap di atas meja
"Ayya" jawabnya singkat
Yoga merasa heran, siapa lagi cowok yang ada dirumah Rere. Dia akhirnya ke dapur menemui Cahyo dan cowok itu
"Eh.. maaf, anda sodara Ayyu..?" tanya nya sopan pada Yoga yang belum pernah dia lihat selama di rumah Rere
"Bukan. Kenalin, saya Yoga, temen kecil Rere" katanya dan duduk dekat Cahyo
"Saya Dimas, teman Ayyu... Rere... " mata Dimas melihat Cahyo yang sepertinya lebih paham dari dirinya sendiri
"Duduk" kata Cahyo memerintah pada Dimas. dan menjelaskan siapa Rere itu. Dimas mengangguk anggukan kepalanya dan,
"Kalo Ayyang.." tanya Dimas lagi yang sudah lama ingin tahu
"Ayyang adalah panggilan untuk Rere. tapi khusus untuk Ayah dan Bundanya" ucap Yoga dengan tegas melihat ke arah Cahyo
Cahyo yang merasa disindir, makin senang dibuatnya. Ketika Rere CS keluar kamar, Cahyo langsung memanggilnya dengan Ayyang. Yoga makin geram
"Lho.. ada Yoga. ayo makan bareng" ajak Rere
Rere mengambil piring dan meletakkannya di atas meja. Mereka menikmati sarapan bersama. Ada yang dengan rasa jengkel, bahagia dan cemburu.
hahahahhahahaa
Pak Darto yang mengurus pekarangannya sudah datang. Sahabat Rere senang jika Pak Darto datang, beliau orangnya humoris dan enak di ajak ngobrol meski usianya sudah tua
"Bapak sama Ibu belum pulang non.." tanya Pak Darto ketika di dapur lewat pintu belakang
"Belum Pak. Katanya nanti jam sembilanan" jawab Rere yang sedang mencuci peralatan makan. "Pak Darto sudah sarapan"
"Sudah non.. Bapak kerja dulu ya.." pamitnya
Sahabat Rere sudah berada di pekarangan menunggu Pak Darto yang mengambil alat berkebun
"Pak.. panen apa sekarang" tanya Erlin
"Cuma mau bersih bersih aja non.." jawab Pak Darto
"Yyaaaaahhhhh" Erlin dan Ratih pun kecewa
Mereka hanya duduk dibawah pohon mangga melihat Pak Darto bekerja. 'Gak seru ah'
Erlin melihat keatas pohon mangga dan,
"Pak.. ini sudah bisa dipanen??" tanya Erlin tiba tiba menunjuk ke atas pohon
__ADS_1
"Sudah. Tapi Bapak belum diperintah!"