Radio Cinta

Radio Cinta
Part. 41


__ADS_3

"Ci.. apaan sih lo" badan Cici menghimpit Rere di sofa


"Ogah gue duduk deket mereka!" Sungut Cici.


Sofa yang mulanya hanya untuk 3 orang akhirnya berhimpit himpitan untuk 4 orang


Rere memunggungi Cahyo menghadap ke Cici. Ketika adegan menyeramkan muncul lagi, sontak Rere dan sahabatnya histeris. Rere dan Cici langsung berpelukkan


'Ya.. gak meluk gua deh' batin Cahyo ngayal


Film yang di tonton telah usai. Mereka masih merinding merinding gimana gitu, sama bergandengan masuk kamar


"Sukurin lo.. kalo semua pada takut gini terus gimana??! hahh!!" Cici masih terus tak terima Ratih memutar film horor


"Udah ah, ayuk.. masuk kamar bareng!"


Rere tidur ber empat dengan sahabatnya berhimpit himpitan. Rere terjaga semalaman. Ia memutuskan sholat malam karena waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari


Entah kenapa Rere tidak bisa tidur. Padahal ia sangat capek sekali. Rere berada disholatan, meringkuk dalam mukenahnya di atas sajadah setelah sholat dan doa malam


Rere berusaha memjamkan matanya berulang ulang ingin tidur namun gagal. 'Apa gue takut sih.. Ah, gak ada apa apa kan. Takut hanya sama Alloh' batin Rere menenangkan


Namun tiap ada suara, Rere selalu terjaga. 'Aaaaaaa' Rere menutup mata ketika melihat sosok bayangan gelap ke arahnya


Cahyo menyalakan lampu. "Ayyang,.. ada apa?"


'huufffttt.. ternyata. masak iya gue mau ngomong takut' ucapnya dalam hati


"Eh.. Kak Jo" membuka wajahnya yang ia tutupi dengan kedua tangannya


"Kak Jo ngagetin aja!!"


"Gak tidur kamu..!"


"Gak bisa" jawab Rere menyesal menonton horor


Cahyo naik ke sholatan. Duduk dengan kaki di luruskan.


"Sini.. " menepuk paha Cahyo agar Rere tidur berbatalkan pahanya


Rere akhirnya menurut dengan melihat tatapan Cahyo yang dingin. Tidak butuh waktu lama, Rere tertidur, ya karena ia sebenarnya sangat amat ngantuk sekali


Cahyo juga tertidur dengan mendekap kepala Rere hingga adzan subuh berkumandang


Cahyo membangunkan Rere dengan mencium jidatnya yang terbungkus mukenah


Rere menggeliat dan bangun. Mereka mengerjakan sholat subuh. Rere memutuskan untuk langsung memasak karena Bunda tidak ada dirumah


Persediaan dikulkas tidak banyak. Rere ingin berbelanja di warung sayur. Cahyo menemani Rere berbelanja

__ADS_1


Diwarung sudah banyak Ibu Ibu yang juga berbelanja. Mereka bertegur sapa dengan Rere


"Wahh.. mbak Rere makin cantik aja" kata salah satu Ibu


"Makasih Bu.." jawabnya dengan senyum malu


Rere langsung memilih sayuran yang ada di lapak.


"Mau makan apa Kak.." Tanya Rere sambil memilih sayur yang segar


"Yang gampang dan cepat aja" jawab Cahyo


Rere mengambil kangkung, tahu, tempe dan ayam potong. Rere segera membayar belanjaannya


"Banyak sekali belanjamu Re,?"


"Iya Bu,.. ada teman teman Rere dirumah" jawab Rere datar


Rere berpamitan setelah membayar belanjaannya. Rere melewati rumah Yoga dan melihat Ibu nya sedang menyapu halaman


"Pagi Bu,.." sapa Rere


"Eh nak Rere, lagi belanja?" Terkejut melihat ada yang menyapanya dan lebih terkejut lagi dengan siapa Rere berjalan


"Gak mampir dulu Re?. Tuh, Yoga didalam" menunjuk arah rumahnya


"Gak Bu, maaf. Rere buru buru. Rere pulang dulu. Assalamualaikum"


Setibanya dirumah, Rere langsung mengeksekusi ayamnya. Ia mencuci bersih dan membuat bumbu ayamnya juga rendaman bumbu untuk tahu dan tempenya


Lanjut mencuci bersih kangkungnya, memotong motong dengan ukuran yang pas untuk membuat cah kangkung.


Mengupas dan merajang bawang, cabe dan tomat. Tangannya cekatan dalam memasak. Sesekali mencicipi dari rasa masaknnya


Cahyo hanya melihat Rere yang sedang memasak. 'cantik' ucapnya. Dia sangat bersyukur jika dia bisa memiliki nya se utuhnya. Tentu saja dengan menikahinya


Awalnya Cahyo tidak percaya jika Rere bisa memasak. Ini adalah bonus terbaik baginya jika dia mendapatkannya. Karena bayangan Cahyo, Rere hanya fokus pada karir.


Menu sarapan sudah tersaji di meja makan. Nasi, cah kangkung, tahu tempe goreng dan ayam goreng plus sambal


Rere segera membereskan dapurnya. Mencuci dan meletakkan kembali ke tempatnya dan menuju kamar. Selain untuk membersihkan diri, juga untuk membangunkan teman temannya


Cahyo menunggu di meja makan. Dengan mencicipi hasil karya Rere satu persatu. Hingga suara ketokan pintu terdengar.


Karena tuan rumah baru masuk kamar, maka Cahyo berinisiatif untuk membukakan pintu.


"Hai.. Rere mana?" tanya Yoga langsung ketika yang membuka pintu adalah Cahyo


"Mandi. Tunggu aja didalam" Mempersilahkan Yoga masuk

__ADS_1


Pintu kamar Cahyo terbuka, Dimas keluar dari kamar dan menuju kamar mandi tamu.


"Waahh... sapa yang masak nih, keliatannya enak. Lo yang masak Cahyo" tanya Dimas ketika keluar dari kamar mandi dan melihat Cahyo yang asyik mencicipi hidangan lengkap di atas meja


"Ayya" jawabnya singkat


Yoga merasa heran, siapa lagi cowok yang ada dirumah Rere. Dia akhirnya ke dapur menemui Cahyo dan cowok itu


"Eh.. maaf, anda sodara Ayyu..?" tanya nya sopan pada Yoga yang belum pernah dia lihat selama di rumah Rere


"Bukan. Kenalin, saya Yoga, temen kecil Rere" katanya dan duduk dekat Cahyo


"Saya Dimas, teman Ayyu... Rere... " mata Dimas melihat Cahyo yang sepertinya lebih paham dari dirinya sendiri


"Duduk" kata Cahyo memerintah pada Dimas. dan menjelaskan siapa Rere itu. Dimas mengangguk anggukan kepalanya dan,


"Kalo Ayyang.." tanya Dimas lagi yang sudah lama ingin tahu


"Ayyang adalah panggilan untuk Rere. tapi khusus untuk Ayah dan Bundanya" ucap Yoga dengan tegas melihat ke arah Cahyo


Cahyo yang merasa disindir, makin senang dibuatnya. Ketika Rere CS keluar kamar, Cahyo langsung memanggilnya dengan Ayyang. Yoga makin geram


"Lho.. ada Yoga. ayo makan bareng" ajak Rere


Rere mengambil piring dan meletakkannya di atas meja. Mereka menikmati sarapan bersama. Ada yang dengan rasa jengkel, bahagia dan cemburu.


hahahahhahahaa


Pak Darto yang mengurus pekarangannya sudah datang. Sahabat Rere senang jika Pak Darto datang, beliau orangnya humoris dan enak di ajak ngobrol meski usianya sudah tua


"Bapak sama Ibu belum pulang non.." tanya Pak Darto ketika di dapur lewat pintu belakang


"Belum Pak. Katanya nanti jam sembilanan" jawab Rere yang sedang mencuci peralatan makan. "Pak Darto sudah sarapan"


"Sudah non.. Bapak kerja dulu ya.." pamitnya


Sahabat Rere sudah berada di pekarangan menunggu Pak Darto yang mengambil alat berkebun


"Pak.. panen apa sekarang" tanya Erlin


"Cuma mau bersih bersih aja non.." jawab Pak Darto


"Yyaaaaahhhhh" Erlin dan Ratih pun kecewa


Mereka hanya duduk dibawah pohon mangga melihat Pak Darto bekerja. 'Gak seru ah'


Erlin melihat keatas pohon mangga dan,


"Pak.. ini sudah bisa dipanen??" tanya Erlin tiba tiba menunjuk ke atas pohon

__ADS_1


"Sudah. Tapi Bapak belum diperintah!"


__ADS_2