
"Kayaknya siiihhh... gak bisa. Harus beli baru" sambil tangannya memperagakan bagaimana ponsel itu melayang jatuh dari lt.2 menuju ke dasar.
"Setuju..." ucap Ratih
"Hoook... maksud lo setuju??. apa alasan lo" tanya Rere penasaran
"Ya... kata lo sendiri kan ponsel lo jatuh berantakan. kalo pun diservis butuh berapa duit, belum lagi ntar ori atau gak nya kita gak tahu, trus kalo nyervisnya gak bener gimana.." jawab Ratih to the point
"Setuju..." sambung Erlin
"Ok.. kalo gitu kalian tolongin gue ya.. belikan gue ponsel baru" pinta nya sambil memelas
"Ogah. Beli ndiri" jawab Erlin cepat
"Gue mana ada waktu buat keluar.. ya..ya..ya.. tolongin gue ya..." katanya Rere memohon.
Sebenarnya sahabatnya juga gak tega karena memang kenyataannya Rere selalu tidak ada waktu untuk keluar selain tugas kuliah dan kerjanya. Bahkan di weekend sekalipun.
"Heey, lo kan besok libur kerjanya. Kita jalan bareng aja. Gimana" ide Cici pada Sahabatnya. Dan langsung menutup ke dua telinganya dengan telapak tangannya.
"Setuju..." jawab keras Erlin dan Ratih yang sudah bisa diprediksi oleh Cici akan teriak pas ditelinganya. Mereka semua sama tertawa melihat kesigapan Cici menutup telinganya.
Ke empatnya langsung spontan tertawa lepas yang lagi lagi membuat se isi caffe harus melihat nya. Termasuk bos nya.
"ssssttttt.. diem" kata Rere sambil menutup mulutnya dengan 1 jari. Karena sudah menjadi bahan tontonan pengunjung caffe.
"Eehh.. tapi maaf, gue gak bisa, sudah ada janji sama teman..jurusan" kata Rere yang masih terkekeh sedikit menutupi dengan siapa ia besok akan keluar.
"Mang mau kemana" tanya cepat Erlin
"Mmmm... ke toko..buku.." jawabnya datar, padahal ia belum tahu kemana Cahyo akan mengajaknya. Ia memilih jawaban aman yaitu buku karena sudah sangat jelas dan pasti sahabatnya tidak akan bertanya panjang lebar.
"Ya udah... sekalian ajja.. minta antar. Gak butuh waktu lama kan buat beli begituan" ucap Ratih sedikit menggerutu dan kecewa karena tak jadi pergi bersama sama.
"Okeey.. ntar gue coba. Semoga aja dia mau temenin gue." ucap Rere manggut manggut
Sudah sekitar 30 menit Rere bersama sahabatnya, sudah terlalu lama ia meninggalkan pekerjaan untuk berkumpul dengan sahabatnya. Ia pun berpamitan kepada sahabatnya untuk melanjutkan pekerjaannya ketika seorang pengunjung masuk ke dalam caffe.
"Selamat malam..." teriak Rere sambil berlalu menuju balik meja pemesanan. Gelak tawa ke empat sahabat nya sesekali terdengar riuh. Hingga waktu tutup caffe telah tiba. Teman teman Rere keluar menunggu di parkiran sedangkan Rere berusaha dengan cepat menyelesaikan tugas clossingnya.
'Ceklek' suara loker ditutup dan alangkah terkejutnya Rere melihat Dimas sudah berdiri di sampingnya. "Pulang sama teman teman...???" tanyanya
"Iya Pak. Maaf saya permisi. Assalamualaikum" salamnya sambil bergerak menjauhi Dimas. Rere segera berlari meninggalkan bosnya, khawatir Dimas akan menghentikan langkahnya.
__ADS_1
Sepeda Rere lipat dan memasukkannya dalam bagasi. Mereka ber empat segera meninggalkan caffe menuju rumah kost nya.
Dimas melihat jadwal Rere yang ternyata benar apa yang di bicarakan teman nya tadi, bahwa besok Rere libur. Dimas mengambil ponselnya, mencari nama yang hendak di hubungi dan..
'nomor yang anda tuju sedang tidak aktif........'
Berkali kali Dimas mencoba dan hasil nya tetap sama. Akhirnya dia mengurungkan niat nya untuk menelpon dan akan mencoba menelpon kembali besok.
'Alhamdulillah...' ucapnya lirih
Cici langsung masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Rere memilih membuka laptop dan mulai menulis jadwal besok di agenda kecilnya.
Jam 08.00 semester 1
Jam 09.30 semester 3
Jam 11.00 semester 5
'Ya Alloh... padat banget ya besok ...'
Kemudian Rere melihat ada email masuk, dibukanya dan ternyata dari Pak Hadi.
Secara to the point, Pak Hadi memberi banyak sekali tugas tugas pertiap semester untuk minggu tenang pekan depan sebelum UAS.
'Ya.. Alloh... apalagi ini.....' huuuffftttt
Rere hendak mengabari Dita jika ia tidak bisa menjadi patnernya karena tugas asdos. Tapi ia bingung karena ponselnya hancur.
__ADS_1
Begitu Cici keluar, Rere meminta Cici untuk membantu menghubungi Dita dan bersyukur karena Dita menyanggupi untuk siaran seorang diri.
Rere bergegas membersihkan diri nya di kamar mandi. Lanjut mereka merenggangkan tubuhnya menikmati kasur yang super empuk dan nyaman.
"Good night Ayy..."
"Mmm.. good night"
Berdoa sebelum tidur dan siap menerima mimpi indah.
Jam 07.30 Rere sudah berada di kampus. Ia pergi ke ruang dosen hendak meminta ijin tidak bisa mengikuti kelas karena tugasnya sebagai asdos menggantikan Pak Hadi yang sakit. Sebagian besar dosen sudah paham dan menghargai kerja keras Rere. Namun ada juga yang tidak senang, seperti Bu Sita kemarin.
Dosen yang Rere mintai ijin sudah memberikan ganti berupa tugas tugas yang harus ia kumpulkan hari ini dengan batas maksimal jam 4 sore.
Segera Rere memasuki ruang kelas 2.1 tempatnya mengajar. Dilihatnya belum ada mahasiswa disana, namun bukan masalah bagi Rere, karena niatnya adalah mengerjakan tugas dari dosen dosen yang tidak bisa ia ikuti kuliahnya.
Pukul 08.00 tepat. Sudah banyak mahasiswa yang berkumpul. Rere mulai membahas materi yang sudah di persiapkan.
"Untuk minggu tenang pekan depan, ini ada tugas tugas dari Pak Hadi. Silahkan nanti hasilnya langsung kirim ke e-mail beliau. hadi77@gmail.com"
sambil menuliskannya di whiteboard
"Untuk mengetahui tugasnya silahkan kalian kirim e-mail ke saya nanti saya teruskan... E- mail saya ayyundar32@gmail.com" sambil menuliskan emailnya juga di whiteboard
"Oke. Cukup sekian kuliah kita hari ini. Semoga bermanfaat. Persiiapkan diri kita untuk UAS" ucapnya sembari menyemangati untuk dirinya sendiri.
Rere membereskan barang barang nya di podium lanjut menuju ruang kelas 2.4. Di dalam ruangan masih ada perkuliahan, sehingga ia memilih duduk bersila di depan kelas untuk meneruskan tugas tugasnya yang se gunung dan harus selesai hari ini juga jam 4 sore.
Kelas 2.4 telah bubar, Rere segera masuk ke dalam ruangan kelas yang masih ada sebagian mahasiswa belum keluar.
Rere lanjut besila di ujung depan dekat podium menunggu waktu mengajarnya dimulai 10 menit lagi.
__ADS_1
Alarm jam tangan Rere berbunyi dan melihat sudah banyak mahasiswa yang berkumpul di ruang tersebut. Dengan segera Rere memberikan sedikit materi karena lagi lagi ini adalah pekan terakhir, tidak banyak materi yang harus diberikan namun ada banyak tugas tugas untuk penambahan nilai. Pekan depan sudah memasuki minggu tenang untuk persiapan UAS.