
Dira sudah memasang tampang sinis ke Rere. Wajahnya menunjukkan tatapan kebencian
"Dira.. langsung saja. Silahkan, apa yang ingin lo katakan ke gue" kata Rere santai setelah duduk disatu sudut kantin
"Lo.. pergi dari Jovan. Jovan punya gue" ucap Dira tegas penuh emosi
"Dira.. sadar. Lo dulu memang punya Jovan. Tapi sekarang tidak lagi!! Siapa suruh lo selingkuh!!" Rere mulai tegas
"Lo...!! Tutup mulut lo!!" kata Dira tidak terima di bilang selingkuh
"Kenapa, lo kira gue gak tahu! hahh!. Buktinya sekarang, lo sudah punya Noval, tapi kenapa lo masih ngejar Jovan?
Semisal Noval tahu lo ngejar cowok lain, apa yang dilakukan Noval? Gue yakin dia bakal mutusin lo. Sama kayak Jovan dulu!!" tegas Rere
"Diem lo!!" gertak Dira menunjuk Rere
"Lo yang diem!!" ucap Rere mempertegas
"Gue kasih saran sama lo,.. kalo lo memang suka sama Noval, perbaiki perilaku lo.
Pertama, Jovan sudah punya gue. Dan dia gak bakal sama lo lagi meski putus sama gue, kenapa.. lo tukang selingkuh.
Kedua, Lo sudah sama Noval, masih ngejar Jovan, dan sekarang juga berhubungan sama manager pemasaran. Apa artinya??
Kalo lo memang suka sama Noval, tolong hentikan sikap lo ini. Tapi jika lo tidak suka sama Noval, tolong lo putusin dia. Karena gue lihat Noval sangat suka sama lo" ucap Rere yang kemudian pergi meninggalkan Dira
'Bagaimana dia bisa tahu kalo gue sama manager pemasaran..' deg, jantung Dira seperti berhenti berdetak, ketika Rere menyebut nama manager pemasaran
Rere sampai ruangan Cahyo. Namun dia tidak ada diruangannya karena sekretarisnya bilang, beliau sedang rapat
Rere menunggu di ruang istirahat. Ia sangat lelah dan akhirnya tertidur. Meski awalnya hanya ingin rebahan meluruskan otot otot tubuhnya yang kaku.
Cahyo segera masuk ruangan ketika sekretarisnya memberitahu kedatangan Rere.
"ayyaang.." pintu dibuka. Namun Rere tidak tampak di ruang kerja Cahyo.
Cahyo menuju ruang istirahat, karena melihat pintu ruang itu tidak tertutup sempurna.
Didapatinya Rere sedang tertidur pulas. Cahyo mendekatinya dan mencium jidat serta mengusap lembut kepalanya. Si empunya tidak bergerak sedikitpun
Cahyo segera menyelesaikan pekerjaannya. Waktu yang tepat untuk pulang, ketika Rere terbangun dan Cahyo sudah menyelesaikan pekerjaannya.
"Sudah bangun?" ketika Cahyo hendak membangunkan Rere
"Heemm.. Ayya ketiduran ya." bangkit dari tidurnya dan duduk di pinggir ranjang
Cahyo ikut duduk di sebelah Rere dan mengusap kepalanya dengan pelan
"Masih ngantuk?" tanya Cahyo
"Gak kog.. Kak Jo sudah selesai kerjanya?"
"Hemm.. Ayo pulang pulang" ajak Cahyo menarik lengan Rere
Mereka berdua meninggalkan gedung dan meluncur ke mall. Mereka ingin menghabiskan waktu dengan nonton, belanja dan makan.
Aktivitas dini hari Rere lakukan hanya dengan doa malam. Lalu ia mulai membersihkan kamar, mencuci baju dan memasak.
__ADS_1
Hari ini Rere akan pergi ke desa dimana Rere KKN. Rere akan kekampus sebentar, menyelesaikan pekerjaannya dan berniat langsung ke desa xx.
Setelah mereka sarapan, Cahyo tidak bergegas mengganti pakaiannya. Itu yang membuat Rere heran
"Kakak gak kerja?" tanya Rere yang sedang membereskan meja bekas sarapannya
"Gak.. mau ikut Ayyang ajja" jawabnya manja
"Maksud Kakak?? Mau ikut Ayya ngampus??" tanya Rere tidak mengerti
"Hemm.. sama ke desa!" jawabnya tegas
"Hoook"... 'Dasar.. tadi ngomongnya manja manja alay.. sekarang dingin banget' batin Rere
Rere mempersiapkan kebutuhan yang diminta oleh Heru, Ketua KKN dan team projectnya di sekolah.
Mereka berangkat ke desa lepas waktu dhuhur. Dan tiba kurang lebih 4 jam kemudian
Team nya baru pulang dari sekolah dan menanyakan buku buku yang mereka pesan
Ya.. Rere membawa buku buku, baik bekas maupun baru, untuk mengisi rak perpustakaan di sekolah.
Rere mengenalkan pada teman temannya, tentang kehadiran Cahyo. Dan ternyata, rata rata, hampir semua teman cewek Rere sudah tahu siapa itu Cahyo
"Selamat datang Kak Hendra..." kata salah satu cewek teman Rere
Rere sedikit cemburu, 'ternyata terkenal juga Kak Jovan' batinnya.
Mereka langsung beristirahat lepas mengevaluasi kegiatan hari ini dan makan malam.
Alarm dini hari Rere bersamaan dengan terkejutnya ia mendengar suara teriakan dari belakang rumah
__ADS_1
Rere yang sudah tahu kondisi sebelumnya, langsung berlari membawa ponselnya menuju pintu belakang yang tertutup
Dibukanya pintu itu perlahan, dan ia menjumpai Heru sedang dipukul oleh preman berbadan besar itu.
Rere mengabadikan momen itu dengan fokus ke wajah mereka. Pria itu berhenti memukul ketika Heru memberikan uang tidak hanya selembar tapi lima lembar uang berwarna merah
Rere keluar menghampiri Heru ketika preman itu sudah pergi
"Lo gak pa pa Ru??" tanya Rere "Wajah lo..."
"Gak.. gue gak pa pa.. Tapi itu uang untuk biaya kebutuhan KKN Ayy.. sudah diambil semua" wajahnya menunjukkan sangat sedih. Ingin menangis, tapi dia malu karena ada Rere
"Sudah gak pa pa.. yang penting lo baik baik saja! Yuk masuk!" Rere membantu Heru berjalan masuk ke ruang utama
Disana ada Cahyo yang sedari tadi memperhatikan. Karena dia juga terbangun ketika mendengar suara berisik dari belakang rumah
Cahyo memgambil alih Rere membantu Heru berjalan dan duduk. Rere segera mengambil minum untuk Heru. Dan Cahyo mengajak Heru untuk istirahat kembali ke kamar
Lepas sarapan, teman teman Rere menanyakan wajah Heru yang lebam. Namu Heru hanya tersenyum dan mengatakan bahwa lebamnya karena dia terbentur saat berjalan di tempat gelap
Cahyo tidak ikut Rere untuk ke sekolah. Dia menunggu di rumah singgah itu sendirian, hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek serta rambut yang di acak acak
Cahyo memperhatikan sekitar, sesekali dia memotret sesuatu yang janggal menurutnya
'Ada apa ya disini.. kenapa penduduknya seperti tertekan...' batin Cahyo
Tidak banyak penduduk yang lalu lalang di hadapannya. Namun Cahyo bisa melihat ketika salah satu penduduk lewat didepan rumah singgahnya itu disapa oleh Cahyo
Cahyo pergi berjalan jalan. Setiap dia berjalan melewati tikungan, dia melihat semacam pos yang disana ada beberapa orang.
'Siapa mereka..' tanya Cahyo pada dirinya sendiri
__ADS_1
Cekreek..cekreek.. Cahyo mengambil beberapa foto. Tentu saja dengan diam diam