
Rere tak ambil pusing tentang apa yang sedang dilakukan Cahyo.
Rere melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil berdoa dalam hati.
'Ya Alloh.. ampunilah dosa kedua orang tuaku'
'Ya Alloh.. ampunilah dosa dosa ku'
'Ya Alloh mudahkanlan jalan ku dalam urusan dunia dan akhirot'
'Ya Alloh lancarkan dan barokahkan rezeki ku'
dan
'Ya Alloh mudahkanlah sidang Kak Jo' sambil melirik ke arah Cahyo yang masih tetap memejamkan mata. Entah dia tidur atau tidak, Rere tidak tega jika harus membangunkannya.
Ketika memasuki pintu masuk tol, Rere menepi dan mengambil dompet yang ada di tas ranselnya. Mengambil e-tol dan mengeceknya pada ponselnya
Rere hampir tidak mengendarai mobil sejak lulus SMA. Karena ia lebih memilih menggunakan sepeda lipatnya. Ia jarang menggunakan mobil jika tidak dipaksa oleh Cici. Terkadang jika mereka ber empat keluar, Cici meminta Rere mengemudikan mobilnya.
Saldo nya tidak mencukupi, sehingga Rere harus menggunakan aplikasi pada ponselnya untuk men top-up
Setelah selesai, ia mulai melajukan mobilnya kembali.
3 jam lebih lamanya dalam perjalanan melalui tol. Rere tiba di exit tol, memelankan laju mobilnya. tiiit... pintu exit tol terbuka.
Cahyo segera membuka matanya,
"Lho.. ini e-tol nya" tiba tiba Cahyo tersadar dan melihat kedepan jika dia sudah di luar exit tol. Dia lupa menyerahkan e-tolnya yang masih di dalam dompet
"Sudah Kak.." senyum Rere
"Kak Jo tadi tidur..??" tanya Rere penasaran
"Heemmm.. jelek ya.." katanya
"Gak kog.. " jawab Rere "Ganteng" imbuhnya pelan
Cahyo yang mendengar itu tersenyum tipis.
"Tepikan mobilnya.." pintanya
"Kenapa..."
"Biar Kak Jo yang nyetir. Kamu istirahat" jawabnya sederhana
"Gak usah Kak. Bentar lagi nyampe" timpal Rere
"Udah.. tepikan." Perintah Cahyo
Rere mulai menepikan mobilnya di dekat masjid.
"Oo.. masjid. Kakak sholat subuh dulu ya"
__ADS_1
"Heemm"
Rere turun dari mobil dan pindah duduk di sebelah kemudi. Ia memejamkan matanya hanya untuk melepas lelah.
'Astagfirulloh' Rere terkejut, sepertinya ia ketiduran dan ternyata ia sudah berhenti di depan rumah kost nya.
"Hoook.. Sudah sampai" tanya Rere heran. "Sudah lama kah" Rere melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 6 pagi. "Kak Jo kenapa gak bangunin Ayya.." rengek nya.
"Tidurmu pules.. gak tega. Ya udah sana masuk. Kakak mau persiapan" printahnya
"Kak Jo sidang jam berapa??"
"Kenapa.. mau temenin??"
"Ya... kalo boleh..."
"Boleh.. jam 9" jawabnya cepat
"Kalo bisa...." ucap Rere sambil membuka pintu mobil hendak keluar. "Makasih ya Kak. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" dengan senyum yang mengembang sempurna melihat Rere menutup pintu mobilnya dan berlari kecil masuk ke rumah kost.
"Assalamualaikum..." membuka kunci pintu dan mulai masuk ke kamar. Cici masih tidur dengan berselimut menutup hingga lehernya.
Rere bergegas masuk ke dalam kamar mandi guna membersihkan dirinya. 'Alhamdulillah.. segarnya' berucap sendiri.
Rere segera memeriksa laptop dan email nya. Dan sangat jelas di pastikan, sudah banyak email yang masuk menanyakan tugasnya. Dan ada dari beberapa mahasiswa yang iseng atau memang benar benar resek namun diabaikan saja oleh Rere.
Satu persatu email diteruskan dengan melihat semester berapa empunya email. 'Done'. Dengan cepat Rere sudah menyelesaikannya tanpa terlewat satupun. 'Alhamdulillah' ucap syukurnya berkali kali.
"Ciiii... alarm lo bunyi..."
Cici menggeliat. Dilihatnya Rere duduk di samping ranjangnya.
"Lo... dari mana.. pulang jam berapa.sama sapa kemari.."
Pertanyaan bertubi tubi membuat telinga Rere gatal. Ia menggosok gosokkan telingannya..
"Udah ah.. pertanyaan macam apa itu.. satu satu kalo bertanya..."
"Jelasin aja deh.." kata Cici pada akhirnya
"Singkat aja ya..."
Rere mulai menjelaskan kemana ia pergi dan mengapa baru pulang. Tapi ia tidak menjelaskan siapa sosok Cahyo sebenarnya
"Aahhhh... ayahmu gak papa kan.."
"Heemm.. Alhamdulillah. Sudah lebih baik"
"Katanya teman jurusan kog Kak Cahyo???" tanya Cici menelisik
"Hehehheee... bo.ong" jawab Rere tidak mau menambah kebohongannya
__ADS_1
"Liat donk..ponselnya" Cici penasaran
"Niih.." menyodorkannya ponsel yang ada di tangannya
"whhaaattt... gila lo. Lo bener beli ini. Tumben" Cici tahu tidak mungkin seorang Rere membeli barang dengan harga fantastis jika yang harga standart saja sudah sangat berfungsi baik, layaknya yang harga mahal.
Rere hanya tersenyum. Ia juga berbohong bahwa bukan ia yang membelinya.
"Udah ah.. gue mau ngampus. Lo gak ngampus"
Cici langsung melompat dari tempat tidurnya begitu Rere menyebut nama kampus. Rere hanya menggelengkan kepalanya. Rere merapikan tempat tidur Cici. Mulai berganti pakaian dengan mengambil Rok hitam, kaos pink dengan hijab senada dan kets putihnya.
Hari ini bebas tugas asdos. Sehingga Rere ingin tampil cassual dan nyaman. Kuliah Rere jam 12.30, tapi ia ingin ke jurusan sipil dahulu untuk menemani Cahyo sidang.
Rere memarkirkan sepedanya di minimarket dekat kampus. Ia membeli sekotak permen coklat. Dan melajukan kembali sepeda lipatnya ke parkiran jurusan sipil.
Dilihatnya di dalam gedung banyak mahasiswa yang lalu lalang dan beberapa diantaranya menunggu giliran sidang. Mata Rere berputar, kepalanya menengok kekanan dan kiri mencari keberadaan Cahyo.
"Cari siapa.." tanya seorang mahasiswa
"Ahh... Kak Cahyo dimana ya.."
"Cahyo siapa ya... Sidang juga..."
"Iya.... eee Jovan Hendra Cahyadi" kata Rere menegaskan.
"Ooohhh.. Hendra, tuh.. disana." menunjuk kursi di sudut ruangan
"Oke. Makasih" jawab Rere dengan tersenyum
'Manis banget. sapa Hendra ya...' batin mahasiswa tersebut
"Kak Jo.." sapa Rere. "Assalamualaikum"
"Ooo.. Waalaikumsalam. Kamu. Sini duduk" Cahyo membuka matanya ketika namanya 'Jo' didengar. Karena jujur banyak cewek cewek yang memanggil namanya 'hendra' tapi di acuhkan oleh Cahyo
"Kakak tidur. Masih ngantuk ya.." tanya Rere yang melihatnya tadi menutup mata dengan satu head set ditelingannya
"Gak. Kenapa"
"Tuh matanya kenapa ditutup tuz mojok duduknya tuz headsetnya..." menunjuk ke telinga Cahyo.
Cahyo segera mengambil sisi head set lainnya dan menempelkannya di telinga Rere. Ia mendengar suara seperti seseorang sedang menjelaskan materi.
"Apa ini Kak.. " dengan melepaskan tangan Cahyo yang menempel di telinganya
"Materi skripsi"
'Ooo... jadi dari kemaren pasang headset sedang belajar tho...'
Rere senyum senyum sendiri
"Kenapa kamu..."
__ADS_1
"Mmm... gak papa" masih mode senyum sendiri