Radio Cinta

Radio Cinta
part. 46


__ADS_3

Untuk makan malam, mereka ingin BBQ an bersama. Cahyo dan Jihan melaksanakan sholat, sedangkan Rere mempersiapkan kompor grill nya


"Kak.. kapan nikahin Kak Re?" tanya Jihan pada Kakaknya


'uhuuuk..uhuuk' Rere yang sedang makan jadi tersedak akibat pertanyaan Jihan


"Secepatnya!" Dengan tegas Cahyo menjawabnya


"Yeeeaassss" Jihan terlihat bahagia. Karena punya maksud terselubung juga sebenarnya. Hehehehe



Alarm dini hari Rere berbunyi, ia harus mandi besar sebelum melakukan sholat malam nya.



Rere kembali ke kamar Cahyo dari kamar Jihan. Cahyo menyusul ke kamarnya saat Rere tengah doa malam. Cahyo membersihkan diri dan sudah mengepak pakaiannya dalam koper.



"Kak Jo kemana pagi pagi gini bawa koper?" tanya Rere



"Kerja. Kak Jo berangkat sendiri aja. Kakak bawa mobil"



Rere segera membuatkan bekel bento dan sandwich untuk Cahyo. Mereka melakukan sholat subuh bersama sebelum keberangkatan Cahyo



"Makasih ya.." ucapnya ketika menerima bekel dari Rere



"Iya. Hati hati Kak." Rere mengantar sampai pintu



"Hati hati Kak" ucap Jihan masih sedikit mengantuk



"Heem" Cahyo hanya berdehem pelan



Cahyo mendekat ke arah Rere, merangkul kepala nya dan mencium pucuk kepalanya berulang ulang setengah berbisik "Jangan macem macem ya..." Rere hanya menganggukan kepalanya pelan


__ADS_1


Cahyo tidak pernah mengatakan berapa lama dia melakukan perjalanan bisnisnya baik itu luar kota, luar pulau atau pun luar negeri



Karena jika pekerjaannya bisa diselesaikan dengan cepat di luar target, maka dia akan segera pulang



Rere magang hanya sampai hari Rabu saja, karena ia sudah membuat janji dengan sahabatnya untuk berkunjung ke kampus guna membuat jadwal semester genap


Hari ini Rere membuntuti Dira, perempuan yang diduga pacar DM nya namun masih saja mengejar Cahyo


Sebenarnya Rere bukan type orang yang suka ikut campur. Berhubung ini adalah masalahnya, maka Rere harus membuat dokumentasi untuk berjaga jaga di kedepannya


Cepret..cepreet.. Beberapa foto syur berhasil di abadikan


'Weeek... dasar perempuan gila, main sosor sosor aja. Gitu lo mau nyosor Kak Jo.. ooo.. tidak bisa' ucap Rere pelan kepada dirinya sendiri


Rere juga merekam semua kejadian yang DM Noval dan perempuan itu lakukan di ruang kerja Prof. Wisnu


'Sudah ah, cukup. Jijik gue' batin Rere


Rere sudah berpamitan pada Prof. Wisnu dan DM Noval jika hari ini adalah hari terakhirnya.


Ucapan terimakasih tentu saja datang untuk mereka berdua yang sudah memberikan kesempatan dan membimbingnya karena menerimanya sebagai mahasiswa magang


Teruntuk DM Noval yang sudah membuat kejutan pada Rere mengenai sosok perempuan yang bersamanya. Hehehehe


'Alhamdulillah'... ucapnya syukur


"Kak.. tidur di kamarJi kan..?!" tanyanya yang melihat Rere masih memainkan jari jarinya menyelesaikan laporan magangnya


"Maaf ya Ji,.. Kak Re bobo disini aja. Nanggung, biar cepet slese" mohonnya


"Ya udah.. Ji balik kamar ya Kak.. udah ngantuk banget" kata Jihan menyudahi menonton TV


"Kenapa kamu gak bobo sini aja Ji..." ajak Rere untuk tidur dikamar Jo


"Gak Kak.. kalo gak di kasur Ji sendiri, Ji gak nyenyak tidurnya" Jawabnya memberi penjelasan


"Ok. Jangan lupa berdoa ya..." nasehat Rere


"Heemmm. byy.." Ji menutup pintu kamar Cahyo


Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Rere menyudahi laporan magangnya yang hanya tinggal Bab V saja.


Rere membersihkan diri dan segera merebahkan tubuhnya di bawah selimut tebal.


Sekitar pukul satu dini hari, Cahyo memasuki kamar nya. Dilihatnya Rere yang sedang tertidur pulas sendiri


'Kog tumben gak dikamar Ji?' tanyanya heran

__ADS_1


Cahyo segera membersihkan dirinya di kamar mandi, berganti pakaian dan mencium pucuk kepala Rere sebelum merebahkan tubuhnya di sofa depan TV


Alarm jam dini hari Rere berbunyi. Aktifitas nya pun dimulai. Rere tidak menyadari jika Cahyo sudah pulang sehingga dia meninggalkan hijabnya ditempat tidur


Rere kembali meringkuk dan tertidur di sholatan menunggu waktu subuh, ketika Cahyo datang untuk mengajaknya sholat subuh alangkah kagetnya Rere karena ia tidak mengenakan hijab


Cahyo membangunkan Jihan untuk sholat subuh bersama. Lanjut jogging pagi bersama dan sarapan di luar bersama


Kebersamaan inilah yang membuat Jihan enggan untuk pulang ke Batam. Karena jika ia di sana, aktivitasnya selalu sendiri. Mama nya hanya akan menemaninya jika tidak sedang sibuk. Dan itu sangat jarang sekali


"Kak Jo.. Ji pindah sini ya..?" pintanya di sela sela makan bubur ayam


"Trus Mama sama Papa sama siapa.." tanya Cahyo


"Ya.. mereka kan kerja. Harusnya Kakak tuh tanyanya ke Ji, Ji..disana Ji sama siapa ? gitu.. kog yang ditanya Mama Papa sama siapa?!" jawabnya tidak terima


"Kakak sih terserah, yang penting Mama sama Papa oke" sambil mengambil bubur ayam yang ada di depan Rere


Ya.. Cahyo dan Rere satu mangkuk bubur bersama. Dan itu sudah dianggap biasa oleh Jihan


"Kakak donk yang bilang sama Mama Papa.. kalo Ji yang bilang pasti gak boleh" pinta nya merengek


"Ogah.. bilang sendiri" jawabnya datar


Rere hanya penonton disana, karena Rere tahu betul jika Mama Papa nya tidak akan pernah setuju jika Jihan disini tanpa pengawasan Mama Papanya. Meski ia sama Kakaknya sekalipun


Mereka berjalan santai pulang ke apartemen. Namun wajah Jihan tetap cemberut


"Sudah beli tiket belum?" Tanya Cahyo basa basi. Ya karena pasti Mama nya sudah mengiriminya tiket, karena kesepakatannya untuk berkunjung ke Kakak nya berakhir hari ini


"Kakak.. gak lucu!!" jawabnya sinis


Cahyo hanya mengusap kasar rambut Jihan. Sehingga menjadi berantakan. Biasanya ia sangat marah, tapi entah kenapa ia terima saja perlakuan Kakak nya itu


Rere kekampus diantar oleh Cahyo setelah mengantar Jihan ke bandara. Rere mengambil semua mata kuliah yang tinggal sedikit. Mengajukan sidang magang dan PKL


Rere membuat janji makan siang di caffe Dimas. Sahabat Rere sudah tiba semua ketika Rere datang.


"Assalamualaikum... " Rere merangkul sabahatnya dengan bersamaan


" Kog lama sih..!!" kata Erlin


"Sholat dulu lah..." jawab Rere santai


Mereka menghabiskan waktu disana bersama. Karena mereka sudah lama tidak bertemu, maka yang ada hanyalah candaan dan tawa yang pecah berkali kali


Dimas membawa nampan penuh makanan dan minuman untuk para gadis


Cahyo dan Dimas duduk berdua membicarakan urusan pekerjaan. Ya Dimas sekarang menjadi salah satu lawyer di perusahaan Cahyo


"Whaaaatttt" ucap Erlin dan Ratih bersamaan dan tepat di telinga Cici

__ADS_1


"Kebiasaan!!!!!" teriaknya sambil menggebrak meja dan berdiri


__ADS_2