Radio Cinta

Radio Cinta
part. 17


__ADS_3

" Kak.. " panggil Rere pelan namun terdengar jelas oleh Cahyo.


"Ya.." sambil terus menikmati jagung bakar nya.


"Kenapa Kakak tahu panggilan kecil Ayyu" tanya Rere.


"Ayyunda Renata. SMP ******. Panggilannya saat itu Rere. Bunda dan ayah manggilnya Ayyang"


Sontak Rere terkejut apa yang baru saja ia dengar. Seperti disambar petir, bagaimana dia tahu semuanya


"Kenalin.." sambil mengulurkan tangannya


Rere reflek mengulurukan tangannya ingin segera mengetahui siapa sosok Cahyo


"Nama kakak Jovan Hendra Cahyadi. SMP *****. Panggilan nya saat itu Hendra. Mama dan papa manggilnya Jo." Cahyo menjelaskan dan mengakhirinya dengan senyum lebarnya.


Rere hanya melongo mendengar semuanya. Dia... Dia benar benar sosok itu.. yang Rere rindu yang Rere kangenin. Teman baik Rere. Kakak kelas SMP Rere. Tanpa terasa air matanya menetes pelan jatuh ke hijabnya.


"Maaf ya.. baru kasih tahu.." ucap Cahyo berusaha mengurangi ketegangan ketika melihat Rere meneteskan air mata


"Sejak kapan Kak Jo tahu kalo Ayyu itu Ayya" isaknya


"Sejak pertama kamu masuk UKM Radio. Kamu menggunakan nama Rere. Menu makan mu sering soto ayam dan es jeruk. Suka bawa agenda kecil. Kalo lagi jengkel sukanya makan ice cream. Semunya sama .. jadi Kakak yakin itu kamu." Jelas Cahyo panjang


"Kak Jo jahat.. kenapa gak bilang sama Ayya.. Ayya kangen.. hiks..hiks..hiks.." tiba tiba tangisnya pecah. Tangis kerinduan yang sudah lama ia pendam.


Cahyo merasa tidak tega sudah menyimpannya sendiri selama ini. Dia merangkulkan tangan kirinya ke kepala Rere menariknya hingga kepalanya bersandar pada dada bidang kiri Cahyo. Sedangkan tangan kanan nya masih memegang jagung bakar.


"Maaf.. maafin Kak Jo" katanya lirih


Truuut..truuut... ponsel Rere bergetar


Rere segera bangkit dan mengusap air matanya ketika ia melihat nama bunyah (Bundanya ayah) di layar ponsel


"Assalamualaikum..."


"Ayya... kamu di telphonin dari kemari gak bisa kenapa..." tanya bunda nya khawatir.


"Eeh.. itu bund.. ponsel Ayya rusak. Ini baru dapat ganti" jawabnya menerangkan "Ada apa bund..."


Cahyo yang mendengar kata 'baru dapat ganti' akhirnya tersenyum tipis. Itu artinya Rere menerima ponsel pemberian Cahyo


"Gak papa.. sudah gak papa.."


"Apanya bund yang sudah gak papa.."


Mendengar ada ke ganjalan Cahyo mengambil paksa ponsel Rere dan me loudspeaker.

__ADS_1


"Itu.. ayah mu kemaren masuk UGD.. kolesterolnya naik. Alhamdulillah, sudah gak papa Ayy.. sudah di ruang perawatan" kata bunda


"Ayah kenapa bisa naik kolesterolnya bund.. habis makan apa..." tanya Rere khawatir


"Seminggu terakhir ini ayah minta dibuatkan menu telur puyuh. Bunda sudah larang, tapi ayahmu malah marah marah" kata bunda


"Sepertinya ayah kangen sama kamu Ayy.." imbuh bunda


"Hemmm... Ayya belum bisa pulang bund.. maaf. bentar lagi UAS. Insya Alloh habis UAS ya bund.."


"Iya.. kamu konsentrasi saja dulu sama kuliah kamu. Bunda yang rawat ayah" suara bunda bergetar namun yakin


"Iya bund. Maafin Ayya ya.. Bunda juga jaga kesehatan. Ayya pamit. Assalamualaikum"


"waalaikumsalam" menutup panggilan


'huuuffftttt.. ayaahhh' sambil menghela nafas pelan


Mobil langsung dilajukan cepat. Masuk ke ruas tol dan semakin menambah kecepatannya


"Lho..Kak.. kita mau kemana.."


"Pulang"


"Kog lewat tol.."


"Tapi kan kost Ayya gak lewat tol kak" masih tidak mengerti sampai ia terkejut ketika melihat papan rambu yang menginformasikan arah pulang ke desa Rere.


"Kak.. kita mau ke desa Ayya"


"Iya"


"Tapi kak..ini sudah malam. Dan besok Kak Jo ada sidang kan" tanya Rere gak tega


"Hemm.. gak papa"


Cahyo memasang headset di satu telinganya. Menyalakan ponselnya dan mulai mendengarkan. Rere tidak tahu apa yang dia dengarkan.


3 Jam berlalu tepat pukul 12 malam mobil tiba di parkiran Rumas Sakit. Mereka bergegas berlari kecil memasuki ruang perawatan ayahnya yang sudah di ketahuinya dari petugas informasi.


"Ayaaaahhhh...." saat Rere membuka pelan pintu kamar dan melihat ayahnya tidak sedang tidur


"Ayyang...." katanya sambil membuka lebar tangan ayahnya ingin memeluk putri semata wayang nya


"Lho Ayy.. kog malam malam.. sama siapa??" bunda Rere khawatir jika anak gadisnya menempuh perjalanan yang jauh seorang diri.


"Assalamualaikum.., saya Cahyo" spontan memperkenalkan diri

__ADS_1


"Oohh.. di antar nak Cahyo. Terimakasih ya nak.. tapi kenapa kamu repot repot ke sini Ayy.. katanya habis UAS. Kasian teman kamu.."


"Gak papa bu.. saya yang mengajaknya tadi untuk pulang" jawab Cahyo


"Terimakasih ya nak... ayah nya Ayyu kangen banget. Sampai melakukan hal konyol. Sudah tahu gak dibolehin masih maksa pengen makan. Marah marah lagi" kata bunda sedikit menggerutu mengingat kejadian ayah Rere sampai di larikan ke UGD.


Bunda bicara ceplas ceplos seperti sudah kenal betul dengan Cahyo. Tanpa tameng gengsi atau malu malu.


Satu jam sebenarnya tidak lah cukup bagi Rere, bunda dan ayah untuk melepas rasa rindu. Namun Rere harus segera mengakhirinya mengingat Cahyo ada sidang pagi ini.


Rere melihat sekeliling ruangan, namun tidak mendapati Cahyo. Rere keluar ruangan dan melihat Cahyo sedang menelphon.


'Dini hari gini telphon siapa' batin Rere


'Oke. Antar di tempat biasa ya..' Panggilannya segera dia tutup


"Kak.." panggil Rere


"Heeemmm"


"Balik yuk.. " ajak Rere


"Oke."


Cahyo masuk untuk berpamitan. Bunda hanya mengantar sampai depan ruangan.


"Ayyaaahhh... segera tidur ya... . Bunda .… bunda juga tidur ya.. jaga kesehatan bunda" pinta Rere


"Iya.. kalian hati hati ya.. jangan ngebut ngebut" nasehat bunda


"Kami pamit bu...Assalamualaikum" ucap Cahyo memutus kerinduan di mata bunda dan Rere


Rere memang lebih dekat dengan ayah nya ketimbang bundanya. Dari kecil didikan ayahnya lebih merasuk kedalam jiwa nya. Seperti mengenakan hijab, sholat tepat waktu, tidak boleh berprasangka buruk dan banyak lagi.


"Kak.. Ayya yang setir ya.. Kak Jo istirahat ajja. Nanti sidang kan.. biar fresh mukanya" tawaran Rere yang tidak tega melihat wajah Cahyo yang sudah kusut


Mereka terus berjalan menuju parkiran


"Kamu juga sibuk kan.. gantiin dosen kamu yang sakit." ucap Cahyo kemudian


"Besok sudah gak ada jadwal. Terakhir kemarin. Boleh yaaa.." meminta ijin


"Oke deh.." merogoh kantongnya memberikan kunci mobil


mereka masuk ke dalam mobil dengan posisi Rere di depan kemudi. Cahyo memasang kembali headset nya dan mulai memejamkan mata ketika Rere sudah meninggalkan area Rumah Sakit.


__ADS_1


__ADS_2