Rahasia Cinta Alia

Rahasia Cinta Alia
Masih terjebak


__ADS_3

Gabriel terlihat berlari dan terjatuh di tengah hutan karena dirinya tidak sanggup lagi untuk terbang.


" Aku tidak menyangka jika Valkyriel Light akan muncul dengan tiba-tiba. Dia membuatku terluka parah. Sekarang aku terpaksa harus sembunyi di dalam gua ini sampai kekuatan ku pulih."


Gabriel lalu duduk dan menutup kedua tangannya dan mulai membaca mantra untuk memulihkan kekuatannya.


Tidak, Gabriel bukan memulihkan kekuatannya, tapi dia memanggil Roh tertua.


" Gabriel, apa yang kau lakukan? kenapa kau memanggilku."


" Aku ingin diberikan kekuatan yang tak terkalahkan."


" Sudah ku katakan jika kau hanya bisa mendapatkan kekuatan yang tidak terkalahkan hanya jika kau bisa mendapatkan darah murni dari manusia yang mempunyai wujud Valkyrie Light."


" Tapi aku tidak bisa mendapatkan nya dengan mudah. Aku rasa kau pasti sudah tahu apa yang terjadi pada malam itu."


" Itu karena kesalahanmu sendiri yang meremehkan tahanan. Jadi sekarang kau harus memulihkan kekuatanmu sendiri."


" Ayolah. Bantu aku, dan aku janji. Begitu aku berhasil mendapatkan Alia. Aku akan membangkitkan mu kembali. Jadi, kita bisa menguasai dunia ini bersama."


Roh itu tampak berpikir. Sepertinya dia mulai tertarik dengan apa yang baru saja ditawarkan kepada nya.


" Baiklah, tapi bagaimana jika ternyata setelah kau berhasil menjadi vampir yang terkuat dan paling kuat kau tidak membangkitkanku kembali?" Tanya Roh itu kepada Gabriel


" Kau bisa langsung menghabisi ku bukankah kau punya kekuatan untuk menghabisi seseorang dengan anugerah yang kau miliki?"


" Ya, tapi itu sebelum aku menjadi roh. Sekarang aku hanyalah seorang roh jadi aku tidak bisa menggunakan anugerah itu."


" Aku bersumpah atas diriku sendiri jika aku berhasil mendapatkan Alia maka aku akan membangkitkan mu."


" Aku memerlukan sebuah jaminan darimu agar aku dapat mempercayai perkataanmu."


" Aku memang tidak mempunyai apapun untuk bisa meyakinkan mu. Tapi semua putusan ada di tanganmu, jika kau mau membantuku maka aku akan membantu kamu kembali. Jika tidak maka selamanya kau akan menjadi roh dan tidak dapat kembali ke wujud vampir." Ucap Gabriel.


Setelah negosiasi yang cukup alot akhirnya roh itu mau menolong Gabriel.


" Baiklah aku akan membuatmu agar bisa dengan mudah mendekati manusia yang memiliki darah murni. Aku akan memberikanmu kekuatan ku yang terakhir. "


Roh itu mulai menyalurkan kekuatannya kepada Gabriel, sebarin menyalurkan kekuatannya roh itu juga berkata,


" Dengan ini kau bisa masuk ke dalam raga vampir yang lain. Kau bisa memasuki wujud Devian, tapi pastikan sebelum kau memasuki raga Devian kau sudah membuat Devian berada di bawah alam sadar. Karena Devian adalah vampir yang dapat membaca pikiran. Kau harus menemukan caranya bagaimana kau bisa merasuki raga Devian. Begitu kau sudah masuk kedalam raga Devian kau akan dengan mudah mendekati dan memperdayai manusia itu. Dan aku akan datang menagih janji ketika kau sudah berhasil mendapatkan manusia itu."


Setelah menyalurkan kekuatannya roh itu tiba-tiba menghilang dan Gabriel merasakan dirinya menjadi lebih fresh dan kuat dari sebelumnya. Saat dia melihat seekor ular di gua itu, Gabriel langsung menguji kekuatan yang baru saja dia dapatkan. Gabriel masuk ke dalam raga ular itu dan siapa menduga jika kini Gabriel itu telah menjadi seekor ular. Lalu Gabriel keluar dari wujud ular itu dan tertawa.


" Hahah, Akhirnya aku bisa mendapatkan anugerah yang tidak bisa didapatkan oleh sembarang vampir. Dan Roh. Aku berjanji dan Aku bersumpah akan membangkitkan mu begitu aku bisa memangsa manusia yang memiliki darah murni itu. Yang harus aku lakukan adalah kembali membentuk pasukan baru dan merencanakan penangkapan Devian lagi." Gabriel lalu menghilang secara misterius.


 


Waktu berlalu, Alia kini sudah kembali ke aktivitas seperti biasanya.


Siang hari setelah jam sekolah dia akan ikut Edmund ke markas para vampire untuk berlatih segala hal.


Dan malam harinya dia akan bersama dengan Devian menghabiskan waktu berdua walau sekedar untuk jalan-jalan atau berbagi cerita.


Edmund dan Devian sepertinya benar-benar mencoba untuk mengunggulkan diri dihadapan Aliya.


" Jadi..., kapan kau akan mempertemukan kami dengan pria yang bernama Devian itu?" Ucap Lucy saat Alia Baru saja bercerita bahwa dirinya benar-benar tidak bisa memilih antara Devian dan juga Edmund.


" Ya, aku juga tidak mengerti aku sudah mengatakan bahwa kalian sangat baik sehingga Devian tidak perlu khawatir jika harus bertemu dengan kalian."


Alia hanya mengatakan jika Devian malu untuk bertemu kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


Alia tidak menceritakan atau memberi tahu kepada mereka bahwa Devian adalah seorang vampir. Karena Alia tidak ingin mereka terkejut sehingga tanpa sadar memberitahukan kepada semua orang bahwa Alia sedang dekat dengan seorang vampir.


" Hmm, padahal aku sangat ingin bertemu dengannya dia pasti anak sultan yang terkaya di muka bumi ini."


" Entahlah aku sendiri juga tidak pernah melihat rumahnya jadi aku tidak bisa memastikan apakah dia benar-benar anak sultan atau tidak." Ucap Alia yang berusaha mengalihkan perhatian Gwen agar tidak terus mendesak Alia untuk mempertemukan mereka dengan Devian.


Walaupun sebenarnya Gwen begitu sangat ingin bertemu dengan Devian, karena terus berpikir bahwa Devian adalah anak sultan yang terkaya di muka bumi ini.


Alia juga tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi dari kedua sahabatnya jika mengetahui bahwa Devian bukanlah manusia melainkan vampir.


Malam ini, Alia sekali lagi akan mencoba membujuk Devian agar mau bertemu dengan kedua sahabatnya itu.


" Ayolah aku janji hanya akan mempertemukan mu dengan kedua sahabatku dan aku janji tidak akan memberitahukan kepada mereka bahwa kau sebenarnya seorang vampir." Ucap Alya saat dia dan Devian tengah berada di atas pohon seperti malam-malam sebelumnya.


" Tapi bagaimana jika kedua temanmu itu curiga dan mencari tahu tentang siapa sebenarnya diriku?" Ucap Devian yang masih takut jika identitasnya sebagai seorang vampir diketahui oleh manusia lain selain Aliya dan keluarganya.


" Ayolah, bukankah kau sudah mempercayai Edmund yang seorang pemburu vampir. Aku yakin kau juga bisa mempercayai kedua sahabatku ini."


" Alia aku belum bisa sepenuhnya percaya kepada pemburu vampir. Aku hanya terpaksa mempercayai mereka karena kami terlibat kerjasama untuk melindungimu dari Gabriel."


" Ayolah, bisakah di setiap pembicaraan kita. Kau tidak menyebut nama vampir gila itu. Aku tidak mengerti kenapa juga vampir gila itu hapus memburuku memangnya apa yang menarik dari darahku."


" Alia, didalam darahmu ada sebuah kekuatan yang mampu menghancurkan seluruh monster di jagat raya ini." Ucap Devian yang menjelaskannya secara hati-hati kepada Aliya agar dia tidak terkejut. Karena sebelumnya Edmund sudah mengatakan kepada Devian bawa Alia tidak boleh tahu tentang dirinya yang memiliki wujud Valkyrie Light dalam darahnya.


Karena Alia masih belum siap untuk mengetahui tentang siapa dirinya yang sebenarnya.


" Kekuatan dalam darah ku?" Lirih Alia.


" Kekuatan yang dapat menghancurkan seluruh monster di dunia ini ada dalam darah ku?" Tanya Alia sambil memandangi Devian dengan tatapan seolah-olah sedang mencari tahu kebenaran yang baru saja dikatakan oleh Devian, tentang darah yang mengalir dalam tubuhnya yang memiliki kekuatan dahsyat.


" Ya."


" Tapi Kenapa aku tidak merasakan sesuatu itu?. Aku, mungkin memiliki kekuatan yang mengalir dalam darahku. Aku hanya manusia biasa." Ucap Alia


" Mengetahui apa?"


" Mengetahui bahwa kau masih belum siap untuk menyadari dan menerima bahwa kekuatan yang ada pada dirimu."


Alia diam-diam mencoba berpikir dan mencerna perkataan Devian.


Apa mungkin yang dikatakan Devian benar, dalam darahku terdapat kekuatan yang mampu memusnahkan seluruh monster di muka bumi ini. Tapi Kenapa aku tidak bisa menyadari hal itu. Dan Kenapa juga di setiap ada kejadian aku selalu saja pingsan dan tanda Trisula aku semakin terang. Apakah semoga yang terjadi ini, kemunculan Valkyrie Light ada hubungannya dengan diriku?. Batin Alia.


" Alia Kenapa kau diam?. Bisakah kau mengatakan kepadaku apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Devian setelah dia cukup lama memperhatikan diamnya Alia.


" Ah tidak ada aku hanya mencoba mencerna perkataan yang baru saja kau ucapkan tentang kekuatan yang ada dalam darahku."


" Alia, kau tidak pernah memikirkannya. Kau hanya belum merasakannya."


" Bagaimana cara nya?"


" Kemari lah."


Devian menggendong tubuh Alia, lalu membawanya ke sebuah bukit.


" Jika kamu ingin mengetahui kekuatan yang ada dalam darah maka kau cukup merasakan kekuatan itu mengalir di setiap nadi mu. Kemarilah, dan tutup mata mu."


Devian memegang tangan Alia, dan menurunnya untuk menutup mata serta merasakan sesuatu di dalam darahnya.


Alia melakukan apa yang diperintahkan Devian. Dia memejamkan mata dan mencoba merasakan kekuatan yang ada dalam darahnya.


Angin berhembus kencang.. menerpa wajah Alia. Dan dia mulai dapat melihat ulang kejadian yang pernah menimpa teman-temannya, dan juga kejadian di mana dia tengah membaca buku yang berisi pengetahuan mengenai Valkyrie Light. Lalu Alia juga dapat melihat apa yang terjadi pada malam itu.

__ADS_1


Alia langsung membuka mata begitu dia selesai melihat apa yang telah terjadi.


" Alia apakah kau baik-baik saja?" Tanya Devian saat melihat perubahan yang terjadi pada wajah Alia.


" Devian, kenapa aku bisa melihat kejadian yang telah terjadi sebelumnya. Dan kenapa aku merasa bahwa akulah yang berada di sana seperti saat teman-temanku terancam oleh pasukan zombie. Lalu aku juga dapat melihat kejadian yang terjadi pada malam itu. Aku bisa melihat dengan jelas Gabriel yang terluka. Lalu Dia terlihat melarikan diri dengan lukanya. Setelah itu aku merasa diriku melayang di udara sebelum akhirnya aku merasakan ada dua orang yang menahan tubuh ku. Saat aku terbangun aku sudah berbaring di tempat tidur, dan melihat bahwa tanda Trisula ku menjadi semakin terang."


" Alia, ke harus mencoba memahami semuanya sendiri. Tapi jangan terlalu dipaksakan karena itu tidak baik bagi pikiran mu."


" Semua orang juga mengatakan hal itu ketika aku menanyakan akan sesuatu yang ingin aku ketahui. Kedua orang tuaku juga menyuruh ku menunggu jika aku menginginkan sesuatu untuk aku ketahui."


" Alia bersabarlah karena semuanya memang ada waktunya sendiri. Kelak kau akan mengerti kenapa kedua orang tuamu dan semua orang tidak langsung memberitahumu."


" Hmm baiklah. Devian Apa kau tahu bahwa aku sungguh bahagia berada disampingmu."


" Benarkah?"


" Ya, Aku juga pernah membayangkan bagaimana jadinya diriku jika hari-hariku tidak lagi seperti ini."


" Seperti apa?"


" Seperti ini. Seperti malam-malam yang biasa kita lalui bersama. Aku tidak bisa membayangkan jika aku tidak dapat lagi menghabiskan malamku denganmu."


" Kenapa kau berkata demikian?"


" Entahlah aku hanya merasa bahwa aku tidak akan lagi bisa menghabiskan malam seperti ini lagi."


Devian meraih Alia dan memeluknya. Devian tiba-tiba teringat akan penglihatan Alice.


" Akan ada masa dimana pertempuran besar yang dulu terjadi akan terulang. Akan ada seseorang yang berkorban demi menyelesaikan pertarungan yang sangat besar itu. Dan ada juga seseorang yang akan merindukan seseorang yang lain. Hal itu terjadi diluar kendali semua orang."


" Alice sebenarnya apa yang kau katakan bisakah kau mengatakannya dengan jelas agar kami semua dapat mengerti?" Ucap Elena


" Aku tidak lagi bisa mengucapkan kembali kata-kata yang telah aku ucapkan saat aku melihat sebuah masa depan." Ucap Alice.


" Astaga." Elena menepuk dahinya lalu memilih untuk pergi bersama Harry dan Stefano untuk berburu. Sementara itu Devian yang tertarik akan apa yang baru saja dikatakan oleh Alice memilih untuk tetap berada di sana sampai semua orang pergi.


" Alice apakah kau membicarakan tentang diriku dan Aliya?"


" Ya. Devian akan ada masa di mana Kau melupakan jati dirimu sendiri sebagai seorang vampir vegetarian."


" Tidak mungkin, Aku tidak akan mungkin melupakan siapa diriku. Dan aku akan memastikan bahwa diriku tetap mengingat siapa diriku yang sebenarnya."


" Kita tidak bisa menolak takdir tapi kita bisa mengubah masa depan. Jadi aku tekan kan sekali lagi kepadamu ku harus berhati-hati terutama dalam perjalananmu setiap malam yang mengunjungi Alia. Aku berharap kau tidak terlalu sering mendatanginya karena hal itu bisa menjadi masalah besar."


" Alice aku rasa kau terlalu khawatir kepadaku."


" Devian. Alia adalah manusia yang memiliki darah murni ya mungkin satu-satunya dan yang terakhir yang ada di muka bumi ini. Jika kau tidak hati-hati dan kau tidak menjaga dirimu dengan baik maka seseorang bisa dengan mudah mengendalikan dirimu untuk mendapatkan Alia."


" Aku tidak akan mudah terpengaruh."


" Aku hanya memperingatkan mu dan jangan salahkan diriku jika suatu saat kau menyesal." Ucap Alice sebelum akhirnya dia memutuskan untuk bergabung bersama dengan keluarga yang lain untuk pergi berburu.


Devian terdiam dan mencoba mencerna apa yang baru saja Alice katakan.


" Aku tidak akan mungkin bisa terpengaruh oleh siapapun karena aku adalah vampir yang bisa membaca pikiran orang lain. Jadi aku akan bisa mendengar pikiran jahat tentang diriku. Dan aku harus memastikan bahwa Alia tetap berada di zona aman sampai dirinya siap untuk mengetahui dalam darahnya ada kekuatan yang dahsyat. Dan juga terus membantu Alia untuk bisa mengerti bahwa dirinya adalah wujud Valkyrie Light." Lirih Devian, lalu Devian segera menyusul semua keluarganya dan berburu sebelum akhirnya dia mengunjungi Alia.


Alia dan Devian masih berpelukan hingga Devian merasakan nafas Alia yang teratur.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2