Rahasia Cinta Alia

Rahasia Cinta Alia
Alia istimewa


__ADS_3

Albert mendekati Emery dan duduk dibelakangnya sambil memegangi kedua bahunya.


" Jangan khawatir, aku yakin jika saatnya tiba Alia akan dapat mengendalikannya. Dan ingatlah jika nanti Alya sadar. Jangan pernah memberitahu kejadian yang sebenarnya."


" Kenapa?" Tanya Emery penasaran, kenapa Albert justru melarang untuk memberitahukan kejadian yang sebenarnya kepada Alia.


" Sayang, Alia masih belum siap jika kita memberitahukan kejadian yang sebenarnya maka itu akan mengguncang pikirannya. Alia tidak akan ingat ketika dirinya berubah menjadi Valkyrie Light."


Emery tersenyum, lalu dia melihat kearah Alia yang mulai membuka mata.


" Mama, papa. Kalian sudah pulang?, dan kenapa aku berada di dalam kamar bukankah sebelumnya aku berada di ruang bawah tanah?" Ucap Alia.


" Sayang, Apa kau tidak ingat jika tadi sempat ada gempa bumi dan kami tidak tahu apa yang kau lakukan karena saat kami datang kau sudah tergeletak pingsan di lantai." Ucap Emery.


" Benarkah?"


" Ya, sekarang katakan apa yang kau rasakan di mana bagian yang terasa sakit?"


" Stttt, tidak apa apa. Aku baik baik saja, aku hanya merasa sedikit pusing dan nyeri di tangan."


" Dokter sudah memeriksa mu. Dia juga sudah memberikan obat pereda nyeri, sekarang harus makan dulu setelah itu mama akan memberikan mu obat."


Alia mengangguk dan Emery mulai menyuapi Alia dengan makanan hangat yang baru saja dibawa oleh bibi.


" Apa kalian baik-baik saja juga?" Tanya Alia


" Seperti yang kau lihat sayang kami berdua baik-baik saja." Ucap Albert sambil tersenyum.


Albert lalu berjalan kearah jendela kamar Aliya. Dibukanya jendela kaca tersebut dan Albert lihat mengeluarkan sesuatu. Alia memperhatikannya dengan seksama.


" Ma, Apa yang sedang Papa lakukan?"


" Tidak ada, hanya untuk berjaga-jaga agar kau tetap aman selama berada di rumah."


" Apa papa memasang semacam perisai?"


" Ya seperti itu, namun perisai ini tidak akan pelaku untuk manusia. Perisai ini ini hanya berlaku untuk makhluk lain."


" Makhluk lain?"

__ADS_1


" Iya, makhluk non manusia dan Mama rasa Mama tidak perlu menjelaskannya Karena Kau pasti sudah tahu makhluk apa yang Mama maksud."


Alia tersenyum dan mengangguk, lalu kedua orang tuanya pamit untuk mengecek apakah ada kerusakan yang terjadi di rumah ini pasca gempa.


" Istirahat lah, Mama akan mengabari Lucy dan Gwen. Mama juga akan menyuruhnya untuk sering-sering mengunjungimu jadi selama kau berada di rumah kau tidak akan kesepian."


"Terima kasih ma."


" Sama sama sayang."


Malam harinya, Alia bangun dan berjalan serta membuka jendela. Alia dapat melihat dengan jelas perisai yang dipasang oleh papanya.


Dan anehnya saat lucy dan Gwen datang mereka tidak melihat sebuah perisai menutupi rumah, walaupun Alia sudah menunjukkannya.


" Seperti nya tidak ada yang bisa melihat perisai ini selain aku dan juga kedua orang tuaku." Lirih Alia.


" Apa mungkin jika aku menyentuhnya dan berpikir bahwa ini pintu.."


Alia terkejut, karena dia yang baru saja memikirkan perihal pintu, perisai itu menjadi di terbuka seperti pintu.


" Wow, ini sangat keren aku harus meminta mama dan papa untuk mengajariku cara membuat perisai ini." Ucap Alia yang mulai menutup kembali perisai yang terbuka itu.


Alia memejamkan mata dan mulai memanggil-manggil nama Devian. Devian yang saat itu baru saja selesai berburu mendengar panggilan dari Alia. Secepat kilat Devian segera meluncur ke rumah Alia.


Alia tersenyum saat dia mulai mendengar suara dari Devian.


" Devian, kau disini?"


" Ya, aku datang begitu kau memanggilku seperti yang pernah aku janjikan bahwa aku akan selalu datang saat kau memanggilku."


Alia tersenyum lalu dia mulai membuka periksa itu seperti yang dia lakukan sebelumnya.


" Apa ini?" Tanya Devian setelah dia melewati perisai itu.


" Ini adalah perisai yang dibuat oleh orang tuaku untuk melindungi ku sejak gempa yang terjadi siang tadi.


" Gempa?"


" Ya. Apa kau tidak merasakannya?"

__ADS_1


" Emm, aku vampir. Mungkin Aku sedang berada di bawah alam sadar ku sehingga tidak merasakan gempa."


" Haha.. Ayo duduk lah."


" Alia, Apa yang terjadi padamu?" Tanya Devian yang baru menyadari jika tangan kanan Alia dibalut sebuah perban.


" Hmm, aku sendiri tidak ingat apa yang terjadi padaku tapi kata mama dan papa. Aku mungkin terjatuh dari tempat yang tinggi karena berusaha mengambil sebuah buku. Tapi sungguh aku tidak mengingat jika aku tengah berada di tempat yang tinggi untuk mengambil buku aku hanya ingat jika yang kulakukan hanyalah duduk dan membaca sebuah buku kuno."


" Buku kuno?"


" Ya, aku membaca buku tentang Valkyrie Light."


" Wow itu sangat keren."


" Ya aku tahu. Aku sangat ingin kembali membaca buku itu tapi kedua orang tuaku melarangnya sampai waktu yang tidak ditentukan."


" Sayang sekali." Ucap Devian.


" Argh..."


Alia terjatuh saat dia hendak berjalan mundur ke arah tempat tidurnya. Dengan cepat Devian menangkap tubuh Alia. Dan membiarkan Aliya jatuh di atas tubuhnya. Lama mereka saling berpandangan.


" Aku tidak menyangka jika kau terlihat semakin cantik dari hari ke hari." Ucap Devian yang membuat Alia tersipu malu.


" Aku juga baru menyadari jika kau sangat tampan."


" I love you, Alia."


" I love you to.."


Devian mendekatkan bibirnya ke bibir Alia. Alia memejamkan mata, Devian tersenyum melihat ekspresi Aliya yang seakan tidak lagi menolak saat Devian mendekatkan wajahnya.


Wajah Devian semakin dekat, dan.....


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2