
" Sebenarnya apa yang terjadi padaku..." Pekik Alia.
Alia lalu kembali kerumah Charlie, dan masuk ke dalam kamar Devian.
Alia melihat dirinya yang sedang bercumbu dengan Devian.
" Sebenarnya ada apa ini...." Teriak Alia frustasi.
Wush...
Segumpal asap tiba tiba mengelilingi Alia.
" Alia...."
Kumpulan asap itu semakin lama semakin tebal membuat Alia memundurkan langkahnya.
" Alia...."
Suara itu kembali menggema seolah-olah meminta Alia untuk masuk ke dalam gumpalan asap tersebut.
" Alia, Kemari lah..."
" Alia...."
Walaupun ragu-ragu Alia tetap mencoba untuk memasuki gumpalan asap tersebut.
" Siapa kamu?"
Alia terus berjalan menelusuri suara yang seolah-olah menyuruhnya untuk terus melangkah.
" halo..."
" Valkyrie Light...."
Alia sedikit terkejut melihat sosok yang ada didepannya.
" Alice....?"
Alia mendekati sosok itu guna memastikan bahwa yang ada di sana benar-benar Alice.
" Alia.."
" Alice, bagaimana kau bisa di tempat ini dan sebenarnya ini apa?" Tanya Alia.
" Ini adalah perbatasan antara dunia manusia dan juga dunia ketika dirimu menjadi seorang Valkyrie Light." Ucap Alia.
" Jika aku berada di tengah-tengahnya Kenapa kamu bisa berada di sini denganku?"
" Karena Aku ingin memintamu untuk melakukan sesuatu yang mungkin akan merubah masa depan Devian."
" Apa maksud mu. Tunggu, Apa kamu juga tahu jika aku mengalami semacam Dejavu gimana aku kembali ke masa lalu dan seolah-olah aku juga pergi ke masa depan?" Tanya Alia.
" Aku tidak tahu itu, Aku hanya bisa menemui mu saat tahu bahwa kau kembali ke rumah Charlie. Sepertinya kau harus mencari tahu sendiri kenapa dirimu mengalami Dejavu atau bahkan dirimu yang pergi ke masa lalu. Tapi sejauh yang aku tahu ketika aku melihatmu kembali ke masa dimana kamu membangkitkan kembali Devian. Aku rasaku harus mengubah sedikit takdir agar kehidupan Devian jauh lebih baik." Ucap Alice.
" Memangnya apa yang terjadi dengan Devian di masa depan?" Tanya Alia.
" Devian seperti vampir yang benar-benar lupa ingatan. Dia hidup tapi seolah-olah raganya tidak bernyawa. Dia sering sekali melamun, bahkan terkadang dia lupa bagaimana caranya berburu. Menurutku dan Charlie, Devian yang terkena amnesia vampir. Ini diakibatkan karena raganya pernah dimasuki oleh vampir lain."
" Lalu, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Alia.
" Kau harus bisa kembali ke masa di mana Gabriel mencoba untuk memasuki raga Devian."
" Aku ingin masa itu, tapi masalahnya bagaimana caraku untuk kembali ke sana?"
" Kau hanya harus memejamkan mata dan membayangkan kejadian di mana saat itu terjadi. Alia, para leluhurmu belum resmi melepaskanmu menjadi seorang Valkyrie Light. Walaupun semuanya tidak mengingat bahwa sebelumnya kau adalah Valkyrie Light."
" Tunggu, dari mana kau tahu jika para leluhurku belum melepaskanku sepenuhnya menjadi seorang manusia?"
" Yang terjadi pada saat ini adalah salah satu bukti bahwa leluhurmu belum melepaskanmu sepenuhnya."
" Maksud mu Aku yang merasa seperti Dejavu atau bisa melihat masa depan ini adalah ulah dari para leluhurku?"
" Ya, sepertinya para leluhurmu itu ingin mengingatkanmu kembali tentang masa lalu dan juga masa depan yang akan terjadi jika kamu tetap menjadi manusia."
" Tapi..."
" Alia, Aku tidak mempunyai waktu banyak. Aku akan membawa Devian masa depan bersamamu dan ketika kau kembali ke masa di mana Gabriel memasuki raga Devian, kau harus menukar Devian yang itu dengan Devian ini." Ucap Alice yang tiba-tiba membawa serta Devian.
" Apa?"
" Alia, waktuku sudah habis Aku harus pergi dan semoga kau berhasil dengan misi mu."
Wush....
Tiba tiba Alia melihat Marcel dan Alice yang memilih untuk masuk ke dalam sedangkan yang lainnya menunggu di luar untuk berjaga-jaga.
" Kemari.." Ucap Alice pada Marcel.
Mereka berdua masuk melalui cerobong menuju pusat gas beracun itu diletakkan.
" Tunggu, Aku harap kamu sudah mempunyai sebuah pelindung hidung karena sedikit saja kamu menghirup gas beracun itu kamu akan berubah menjadi zombie seperti para manusia yang berada di dalam mall ini." Ujar Alice yang memperingatkan Marcel sebelum mereka berdua sampai di pusat gas vampir beracun itu berada.
" Ya aku memiliki nya." Ucap Marcel sambil mengeluarkan sebuah masker dari dalam jubah nya.
" Wow, kau lebih mirip menjadi ninja daripada seorang pemburu vampir sekarang." Kekeh Alice.
" Aku tahu memang masker ini terlihat sangat konyol ketika aku pakai tapi inilah satu satunya pusaka yang yang aku miliki dari para leluhur ku."
Marcel dan Alice lalu melanjutkan perjalanan dan kini mereka telah tiba di pusat gas vampir beracun.
" Apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Marcel
" Lemparkan saja botol penawar itu tepat mengenai botol dah sampai beracun. Dan pastikan bahwa lemparan mu membuat botol penawar itu pecah sehingga penawarannya akan langsung menyebar dan menyembuhkan para manusia yang berada di dalam sana."
__ADS_1
" Apa kau yakin cara ini akan berhasil?"
" Hei, Apa kau meragukan tulisan dan warisan dari para leluhur mu?" Ucap Alice sambil menatap tajam kearah Marcel.
" Tidak, aku hanya berpikir apa yang terjadi kepada manusia di dalam sana yang telah berubah menjadi zombie apakah mereka benar akan kembali menjadi manusia?"
" Itu tergantung. Jika mereka masih bertingkah normal maksudku masih menjadi setengah Zombie. Penawar itu akan membuat mereka kembali menjadi manusia. Namun, ketika mereka telah berubah 100% jadi zombie maka penawaran itu tidak akan berlaku padanya dan yang harus kita lakukan adalah membasminya sebelum zombie itu membuat manusia-manusia yang lain menjadi zombie kekal sepertinya." Terang Alice.
" Bagaimana kita akan mengetahui jika akan ada manusia yang telah menjadi zombie."
" Lemparkan saja botol penawar itu lalu lihatlah keajaiban yang akan terjadi. Setelah penawar itu menyebar manusia yang telah kembali menjadi manusia seutuhnya akan langsung keluar dari dalam mall. Setelah itu barulah kita masuk ke dalam dan mencari apakah ada manusia menjadi zombie kekal."
" Aku suka semua ide-ide cemerlang mu itu. Seandainya saja kau bukan vampir aku mungkin sudah merekrut mau untuk menjadi kaki tangan terbaikku."
Alice hanya menyunggingkan senyum saat mendengar perkataan dari Marcell yang ingin menjadikan dirinya kaki tangan pemburu vampir.
Marcel segera melemparkan botol kaca yang berisi penawaran gas vampir beracun. Dan keajaiban pun terjadi penawaran itu itu langsung menyebar ke seluruh mall dan menyembuhkan manusia-manusia yang berada di dalamnya.
Dalam sekejap manusia yang sadar jika dirinya telah kembali menjadi manusia memilih langsung berhamburan keluar dari mall.
" Lihat, para manusia itu sudah keluar sepertinya Alice dan Marcel telah berhasil menemukan kan sumber dari gas vampir beracun itu." Ucap Elena
" Ya, tapi kita harus memastikan bahwa benar-benar tidak ada ada zombie di dalam sana." Ucap Charlie.
" Tentu saja sudah tidak akan ada lagi Zombie. Bukankah zombie itu telah berubah menjadi manusia dan telah keluar dari mall." Ucap Harry.
" Tidak..." Tekan Charlie
" Apa?" Tanya semuanya.
" Kita harus memastikan bahwa tempat ini benar-benar bersih dari zombie. mereka memang telah berubah menjadi manusia kembali, namun jika ternyata ada manusia yang telah berubah menjadi vampir 100% sebelum penawar gas vampir beracun itu dilepaskan. Maka dia akan tetap menjadi zombie dan kita harus memusnahkannya sebelum dia keluar dan membuat manusia menjadi seperti dirinya."
" Kalau begitu tunggu apa lagi Ayo kita segera masuk ke dalam dan mencari tahu apakah ada manusia yang telah menjadi vampir kekal." Ucap Cristin.
" Iya ayo, aku yakin Alice dan Marcel sudah lebih dulu masuk ke dalam." Ucap Harry.
Charlie dan yang lainnya memilih untuk langsung masuk ke mall melalui pintu utama, mereka berpencar untuk lebih cepat menggeledah seluruh isi di mal itu.
Marcel dan Alice yang sudah berada di dalam mall itu itu kemudian memilih untuk berpencar agar mereka dengan cepat bisa memastikan bahwa itu benar-benar telah bersih dari zombie.
Saat semuanya telah memastikan bahwa pencarian mereka tidak membuahkan hasil. Mereka semua bertemu di lantai dasar.
" Alice, Apa kau baik-baik saja dan apakah kau tidak menemukan atau mendapatkan penglihatan tentang ini?" Tanya Charlie.
" Tidak."
" Charlie, apakah semuanya aman?" Tanya Marcel ketika dirinya baru saja datang dan bergabung bersama dengan Charlie dan yang lain.
" Ya, aku dan keluargaku sudah menggeledah tempat ini dan kami tidak menemukan Zombie." Terang Charlie.
" Bagus, kalau begitu kita bisa memastikan bahwa tempat ini sudah aman dan bersih." Ucap Marcel.
Namun tiba-tiba mereka dikejutkan dengan segerombolan zombie yang keluar dari gudang penyimpanan di lantai bawah.
Alia dapat melihat dengan jelas, tapi Alia tidak terlihat oleh siapapun.
" Gaes, sepertinya kita kedatangan pengunjung.." Ucap Elena.
" Oh tidak." Ucap Marcel yang terkejut saat melihat ada banyak manusia yang telah menjadi zombie kekal. Zombie itu segera mengelilingi mereka.
" Apa yang harus kita lakukan?." Ucap Cristin.
" Kita harus tetap tenang dan jangan membuat tindakan yang tiba-tiba karena itu bisa memancing mereka untuk menyerang kita. Ingat mereka adalah Zombie baru sehingga kekuatan dan tenaga mereka masih strong." Kata Charlie.
Marcel mengamati para zombie itu lalu matanya menangkap sosok yang tidak asing.
" Gabriel." Lirih Marcel.
Gabriel menggunakan mantel yang menutupi seluruh tubuhnya menyunggingkan senyum saat dia melihat Marcel telah mengetahui keberadaannya.
" Hai, tidak kusangka kalian akan dapat menemukan ku. Dan bagaimana?, Apa kalian suka dengan kejutan yang aku berikan?" Ucap Gabriel yang sudah terbang dan kini berada di atas mereka.
" Apa yang kau perbuat. Kenapa kau menjadikan manusia ini sebagai Zombie?" Ucap Marcel geram.
" Bukan apa yang akan aku perbuat, seharusnya kau bertanya kenapa aku melakukan ini. Dan akan kuberitahu sebelum kau bertanya. Aku akan terus membuat teror di kota ini sampai kalian menyerahkan Alia kepadaku."
" Jangan mimpi. Sampai kapan pun kami tidak akan menyerahkan Alia kepadamu karena kami sudah tahu apa yang akan kau lakukan kepada Aliya." Ucap Marcel.
" Hmm, sudah kuduga kau akan mengatakan itu kepadaku. Jadi selamat bersenang-senang dengan hadiah yang sudah aku berikan kepada kalian."
Gabriel pergi. Dan seiring dengan perginya Gabriel, para zombie itu langsung menyerang mereka.
Marcel mengeluarkan kedua pedang samurai nya dan langsung membunuh banyak Zombie sekali tebas.
Charlie dan yang lainnya juga memusnahkan para zombie itu dengan menghancurkan kepala mereka.
Mereka semua terus berusaha dengan kemampuan dan kekuatan masing-masing untuk memusnahkan semua zombie yang berada di sana.
Namun para zombie itu seperti tidak ada habisnya, dan mereka mulai kelelahan.
" Devian.." Lirih Alice.
Devian yang baru saja tiba di rumah Alia langsung mendengar panggilan dari Alice.
Dengan gerakan cepat Devian memindahkan kedua teman Aliya.
" Stefano kita harus pergi dan membantu yang lainnya."
" kenapa. Ada apa?" Tanya Stefano.
" Mereka sekarang sedang bertarung dengan para zombie."
" Apa?"
__ADS_1
" Hei, ada apa ini?" Tanya Edmund saat menangkap ekspresi terkejut dari wajah Stefano.
" Edmund, aku rasa kau harus memerintahkan para pemburu vampir untuk menuju mal itu karena Marcell pasti membutuhkan bantuan di sana." Ucap Devian.
" Bisakah kamu mengatakan kepadaku apa yang sedang terjadi disana sehingga aku harus mengirim pasukanku untuk ke sana?" Ujar Edmund.
" Mereka sekarang tengah bertarung dengan para zombie."
" Apa?, bukankah Marcel sudah membuat penawar dari gas vampir beracun itu?. Seharusnya mereka semua telah kembali menjadi manusia kan?" Tanya Edmund.
" Sepertinya ada manusia yang telah menjadi zombie kekal. Jadi mereka tidak akan bisa kembali ke wujud manusia walaupun sudah terkena penawar dari gas Vampir beracun itu."
" Kalau begitu ayo aku akan ikut kesana dan membantu mereka." Ucap Edmund.
" Tidak, kau harus tetap disini. Harus ada yang tetap disini untuk menjaga Alia karena, Alice mengatakan bahwa sebelum para zombie itu menyerang muncul di tengah-tengah mereka." Ucap Devian
" Apa?" Edmund mengepalkan tangannya karena dia begitu geram terhadap Gabriel.
" Kalau begitu biarkan aku yang menyelamatkan mereka kau tetap disini menjaga Alia." Ucap Edmund.
" Tidak, aku yang akan pergi ke sana kau tetap disini menjaga Alia." Ucap Devian.
" Bung, jika Gabriel ada disini, lebih baik aku yang menghadapinya. Kau tetap disini , karena aku pernah melihatmu bertarung dan aku rasa kau tidak sama kuatnya. Jadi biarkan aku dan para pasukanku membantu menyelamatkan keluargamu." Terang Edmund.
" Baiklah. Stefano ikutlah dengan Edmund untuk membantu mereka." Ucap Devian kepada Stefano.
" Baiklah."
Sepeninggal mereka, Alia datang dan heran karena dia tidak lagi melihat Stefano dan Edmund.
" Devian kemana Stefano dan Edmund pergi?"
" Ah, mereka sedang merencanakan sesuatu yang aku sendiri tidak tahu." Ucap Devian berbohong Karena sejujurnya dia tidak ingin Alia tahu bahwa di mall itu masih ada manusia yang telah menjadi zombie kekal.
" Oh."
" Bagaimana dengan teman-temanmu apakah mereka sudah sadar?"
" Belum, aku rasa Edmund telah membuat mereka berada di dunia mimpi yang sangat indah sehingga mereka tidak terbangun walaupun aku sudah mencoba membangunkannya." Ucap Alia yang memilih untuk duduk di kursi yang ada di balkon rumahnya.
Devian mencoba berkomunikasi kepada Alice dan mengatakan agar mereka
bertahan karena bantuan sedang berjalan menuju ke sana.
Disaat Marcel dan semua vampir merasa terpojok saat itulah Edmund serta para pasukan pemburu vampir yang lainnya muncul dan langsung membasmi semua zombie yang berada di sana hingga tidak tersisa satu pun.
" Apa kalian baik-baik saja maaf karena aku datang terlambat." Ucap Edmund.
" Ya kami semua selamat terima kasih karena sudah datang tepat waktu." Ucap Charlie.
Marcel sepertinya mulai bisa menerima Charlie dan keluarganya. Mereka adalah vampir yang ramah yang selalu berterima kasih ketika mereka mendapatkan bantuan.
" Dimana Alia?, apakah dia selamat kau sudah membawanya ke tempat yang aman kan?" Tanya Marcel.
" Ya, dia sekarang berada di rumahnya dengan dijaga Devian dan juga beberapa pemburu vampir yang lain."
" Bagus, kalau begitu ayo sekali lagi kita periksa mall ini, dan memastikan bahwa benar-benar tidak ada lagi Zombie yang tersisa." Ucap Marcel.
" Setuju."
Devian yang sedang duduk bersantai dengan Aliya tiba-tiba melihat seseorang mirip Stefano berada di luar perisai rumah Alia.
" Stefano?"
" Dimana?" Tanya Alia
" Disana." Ucap Devian sambil menunjuk ke arah seseorang yang berdiri diluar perisai rumah Aliya yang mirip seperti Stefano.
" Iya, Apa yang dia lakukan di sini Kenapa dia berada di sini bukankah tadi kau bilang jika dia dan Edmund sedang pergi untuk urusan bisnis yang tidak jelas?" Ucap Alia.
" Aku tidak tahu. Dan Aku juga merasa ada sesuatu yang tidak beres."
" Apa itu?"
" Entah lah Aku hanya tidak yakin jika yang berdiri di sana adalah Stefano sepupuku. Aku akan mencoba mencari tahu dan aku harap kau akan tetap berada di sini dan jangan pernah membuka periksa itu sebelum aku berada ada di sana."
" Baiklah."
Devian kemudian segera melompat dari lantai 3 rumah Aliya. Devian memerintahkan kepada para pemburu vampir yang sengaja ditinggalkan oleh Edmund untuk mengawasi dan memastikan bahwa Aliya baik-baik saja, sementara Devian terus berjalan menghampiri sosok yang mirip seperti Stefano.
Alia terus mengawasi setiap langkah Devian. Hingga saat Devian sudah berada tepat di hadapan pria misterius yang mirip dengan Stefano, Alia segera membuat perisai itu sedikit terbuka seperti layaknya sebuah pintu.
Namun saat Devian berhasil keluar dari Perisai itu lelaki yang mirip Stefano itu justru berjalan mundur.
" Hei, Stefano Apa yang kau lakukan di sini bukan kah aku memintamu untuk pergi bersama dengan Edmund agar membantu menyelamatkan keluarga kita yang tengah bertarung dengan para zombie?" Ucap Devian sambil berjalan menghampiri Stefano yang terus berjalan mundur.
" Hei, Kenapa kau diam saja dan kenapa kau seolah menghindariku?"
Vampir yang mirip Stefano itu tidak berkata apa-apa. Dia hanya terus berjalan mundur hingga berada di balik sebuah pohon besar.
Alia cemas saat dirinya tidak lagi dapat melihat Devian. Sehingga Dia memutuskan untuk kembali menutup Perisai itu agar aman.
Devian terus mengikuti vampir yang mirip Stefano itu dan saat Devian yang telah menemukannya..
" Hai Devian..."
" Itu Gabriel, tapi apa yang harus aku lakukan untuk menukar Devian itu dengan Devian yang aku bawa?" Ucap Alia saat dirinya berada di antara Devian dan Gabriel di masa lalu.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...