Rahasia Cinta Alia

Rahasia Cinta Alia
Hidup lagi


__ADS_3

" Hai Sweet heart.." Gabriel dengan senyum mengerikan.


Alia berjalan mundur, dia tidak menyangka, vampir ini lebih menakutkan dari yang terakhir di ingat Alia.


" Kau sudah mati, kenapa kau ada disini?"


" Cih kau lupa?. Aku adalah keturunan terakhir vampire Origin yang memiliki kekuatan bisa bangkit kembali."


Glek !!!


Gabriel segera mengangkat leher Alia, dan membawanya terbang menjauh.


Alia berusaha untuk melepaskan diri, sekuat tenaga dia berusaha mengeluarkan kembali kalungnya.


Sring......


Kilatan cahaya seketika muncul, membuat Gabriel merasa seperti terbakar. Dia segera melepaskan Alia dan pergi menjauh.


" Ah..."


Tanpa Gabriel, Alia bisa apa?. Tubuh nya terjun begitu saja dari udara. Dengan berlinang air mata Alia memejamkan matanya, membayangkan sesuatu yang indah.


Hap


Dengan cepat Devian menangkap tubuh Alia.


" Alia, aku menangkap mu." Ucap Devian.


Dengan perlahan Devian membawa kembali Alia untuk berpijak di bumi.


" Alia, buka matamu, kau tidak apa-apa kau selamat aku sudah memegang mu." Ucap Devian yang terus berusaha untuk membangunkan Alia yang tetap memejamkan mata.


Perlahan tangan Devian menyentuh dada Alia. Devian ingin merasakan bahwa masih ada detak jantung pada diri Alia.


Dug


Dug


Dug


Jantung Alia masih berdetak namun Alia tidak kunjung membuka matanya.


" Alia..??"


" Alia bangunlah."


Perlahan Alia mendengar suara yang terus memanggil dirinya lalu dia memberanikan diri untuk membuka mata.


" Apa aku ada di surga?" Tanya Alia saat dia benar-benar telah membuka mata. Devian tersenyum dan langsung memeluk Alia.


" Kemana Vampir itu?" Tanya Alia.


" Aku rasa dia telah pergi karena tidak tahan dengan cahaya yang keluar dari kalungmu. Aaa, jangan kau keluarkan kau ingat siapa aku?" Devian segera melarang saat mengetahui Alia akan mengeluarkan kembali kalung yang tersembunyi di balik pakaiannya.


" Oh god, ternyata kau benar-benar seorang vampir?" Ucap Alia.


" Iii....ya.." Ucap Devian dengan sedikit gugup.


" Alia, aku rasa ada sesuatu di kalungmu yang menjadikan makhluk sepertiku tidak dapat menahan cahaya yang keluar di dalamnya."


" Aku tidak tahu, Aku mendapatkan ini sekitar 1 tahun yang lalu. Ibuku bilang, bahwa ini adalah pemberian dari kakekku. Apa ini semacam senjata untuk memusnahkan vampir?" Tanya Alia sambil memegangi kalungnya.


" Entahlah, Aku tidak tahu itu mungkin saja terjadi."


Alia berdiri lalu melihat ke arah bus yang ditumpangi sudah terguling.


" Oh astaga, kecelakaan ini benar-benar di luar kendali."


" Maafkan aku Alia, Jika saja aku tidak mengikutimu, vampir monster itu pasti tidak akan menyerangku dan semua ini tidak akan terjadi." Ucap Devian penuh sesal.


" Dan maafkan aku karena ternyata aku tidak dapat melindungimu.," Imbuh Devian


" Devian, kau tahu untuk sesaat aku memang sangat terkejut saat mengetahui kenyataan bahwa kau bukanlah manusia. Tapi sepanjang perjalanan pulang aku tidak bisa berhenti memikirkanmu, terutama saat aku melihat vampir itu..."


" Gabriel. Namanya Gabriel." Ucap Devian yang memotong pembicaraan dari Alia.


" Ya, Gabriel atau siapalah aku tidak peduli dengan namanya aku hanya peduli dan takut saat melihat dia tiba-tiba menyerang mu, dan aku tidak dapat lagi melihatmu mengikuti laju bus yang aku tumpangi."


" Alia, katakanlah aku ingin tahu apa yang kau pikirkan karena hanya kau satu-satunya manusia yang tidak dapat kubaca."


" Aku, Aku tidak tahu apa yang aku pikirkan. Aku, aku hanya begitu khawatir saat tidak melihatmu Aku begitu risau saat aku tahu bahwa aku akan pergi meninggalkanmu."


Devian mendekati Alia dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Alia berjalan mundur hingga dirinya berada tepat di suatu pohon yang sangat besar. Devian terus mendekati Alia hingga menguji tubuh Alia.


" Alia, bertemu denganmu seakan aku menemukan tujuan hidupku yang baru. Aku ingin selalu bersamamu dan aku tidak ingin jauh darimu. Itu, itu sangat membuatku tersiksa. Ada sesuatu dalam dirimu yang menarik untuk selalu dekat denganmu."


" Apa itu?"


" Aku tidak tahu, seandainya saja aku bisa merasakan bahwa ada perasaan yang hangat dalam tubuhku yang sedingin Es ini."


Alia melihat ke arah dada Devian, dan saat Aliya akan menyentuhnya Aliya dan juga Devian mendengar suara teriakan.


" Aaaaaaaa......."


" Apa itu?"

__ADS_1


Devian terlihat fokus sepertinya dia mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan mendengarkan kan suara dari pikiran semua orang.


" Zombie."


" Apa?"


" Alia, kecelakaan itu membuat seluruh penumpang bus yang bersamamu terluka, darah dimana-mana dan sekarang adalah malam bulan purnama. Di mana para zombie akan keluar untuk merekrut anggota baru."


" Zombie?, ayolah Kau bercanda kan ini zaman modern tidak mungkin ada zombie." Keluh Alia, dia sungguh merasa kesal dia masih belum mempercayai bahwa ada Vampir yang hidup di zaman modern ini. Dan sekarang dia mengetahui bahwa zombie juga masih ada.


" Alia kau harus percaya bahwa vampir dan zombie itu memang ada, dan kemarilah aku akan memperlihatkan para zombie yang mulai berjalan mendekati lokasi kecelakaan, tanda mereka dapat mencium dan merasakan keberadaan manusia. Apalagi, manusia dalam keadaan luka dan berdarah."


Tanpa aba-aba Devian segera mengangkat tubuh Alia naik ke atas pohon tertinggi.


" Lihatlah."


Samar samar, Alia melihat segerombolan orang berjalan perlahan menuju arah tempat di mana bus.


" Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Alia


Wush wush wush....


" Astaga, siapa lagi ini?" Tanya Aliya saat dia melihat beberapa vampir berjalan mengelilingi dirinya dan juga Devian.


" Tidak apa, mereka adalah keluargaku." Ucap Devian yang mencoba menenangkan Alia yang terlihat ketakutan.


" Keluarga?, kau tadi bilang apa keluarga oh yang benar saja, Vampir punya keluarga?"


Devian menepuk jidatnya. Lalu Devian mengirimkan suara melalui pikirannya kepada semua anggota keluarganya agar tidak muncul secara tiba-tiba karena Alia rasa takut.


Setelah menyadari bahwa semua keluarganya berhenti dan tidak mondar-mandir seperti kipas angin. Devian segera membawa Alia kembali turun dan berpijak di bumi.


" Alia, bukankah sebelumnya aku sudah mengatakan jika aku mempunyai keluarga?"


" Emm, ya.."


" Jadi apakah siap bertemu dengan keluargaku?"


" Entahlah. Ada apa mereka sehingga datang kemari?"


" Aku rasa mereka dapat merasakan kehadiran zombie. Dan Alice mungkin sudah melihat ini karena ini semua berawal dari kesalahanku yang mengejar bus mu."


" Alice?"


" Ya, Alice. Dia memiliki kekuatan bisa melihat masa depan."


" Oh my God. Dia pasti sudah melihatku datang dan mungkin dia sudah melihat kita bersama." Ucap Alia.


" Mungkin, Jadi sekarang apakah siap untuk bertemu dengan mereka?. Ayolah, kami bukanlah vampir pemangsa manusia. Kami menyebut diri kami vampir vegetarian karena kami hanya meminum darah hewan. Ya, walaupun sesekali kami memesan kantong darah via online untuk menyejukkan pikiran kita."


" Ppffft... Via online?"


" Punya, ini."


Devian mengeluarkan sebuah ponsel keluaran terbaru yang sudah retak hancur dah tidak dapat diselamatkan lagi.


" Are you serious?"


Vampir punya ponsel. Apa dia masuk kategori vampir modern?. Batin Alia


" Apa kau baik-baik saja?" Tanya Devian saat melihat ekspresi terkejut dari wajah Alia.


"Aku pasti bermimpi, iya kan?" Lirih Alia.


" Apa maksudmu?"


" Vampir, Zombie. Dan sekarang aku mengetahui bahwa Vampir juga bisa bermain ponsel?. Astaga. Ini gila. Tidak aku pasti sudah gila, Ya aku pasti sudah gila." Ucap Aliya.


" Alia, tenang lah."


" Sedang apa dia?" Ucap Stefano kepada Harry saat melihat Alia mondar mandir tidak jelas.


" Entahlah, Mungkin dia akan memanggil para roh?,"


" Manusia mana bisa dia memanggil Roh."


" Ada sesuatu yang dimiliki oleh gadis manusia itu yang dapat memusnahkan seluruh Vampir di dunia ini." Ucap Alice


" Alice, kalau bicara yang benar. Aku tidak mau musnah sebelum aku mempunyai keturunan." Ucap Elena.


" Heh bocah, kau itu Vampir. Vampir tidak bisa berkembang biak. Kalau pun bisa ada ritual khusus." Ucap Cristin.


" Apa salahnya sih aku berharap mempunyai keturunan. Vampir kan juga punya perasaan." Ketus Elena.


" Tenang lah sayang, setelah Devian mendapatkan pasangan sesama Vampir aku akan dengan senang hati melakukan ritual sampai kita mempunyai keturunan." Ucap Harry.


" Benarkah?"


" Tentu sayang.."


" Heh, dasar vampir laknat bisakah kalian tidak bermesraan?.


Sekarang kita sedang menghadapi situasi yang genting. Apa kau tidak lihat Zombie itu semakin mendekat ke arah manusia." Omel Cristin.


" Idih, vampir tua marah iri ya dengan kemesraan kita berdua?" Ucap Elena.

__ADS_1


" Oh astaga..." Cristin menepuk dahinya sendiri lalu melihat ke arah Charlie yang terlihat gusar.


" Charlie, apakah kau baik-baik saja. Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran?"


" Ya."


Charlie lalu segera berjalan mendekat kearah Alice.


" Kau yakin jika manusia itu mempunyai senjata yang mungkin dapat memusnahkan seluruh vampir di dunia ini?"


" Ya."


" Semacam apa itu?"


" Aku tidak bisa menjelaskannya secara rinci, aku hanya mendapat gambaran bahwa apa yang dipunyai oleh gadis itu, bisa membuat kita para Vampir musnah."


" Baiklah, untuk sementara kita geser sejenak tentang apa yang dimiliki oleh gadis. Sekarang kita harus menyelamatkan para manusia yang tidak berdosa itu jauh dari Zombie."


" Woy curut dan kadal. Ayo kita segera menemui Devian untuk menanyakan apa yang terjadi sebenarnya sehingga mereka membangunkan para zombie." Teriak Stefano kepada Harry dan Elena.


" Heh Kambing kampung, berani-beraninya kau mengatai kami curut dan kadal." Ucap Harry yang tidak terima atas apa yang baru saja Stefano katakan.


" Apa?, mau beradu kekuatan lagi?" Tantang Stefano.


" Hayuk."


Saat mereka berdua sudah bersiap untuk beradu kekuatan, Cristin segera memisahkan mereka berdua dan membuat mereka berdua terpental jauh dengan kekuatan yang dia miliki.


Secepat kilat mereka berdua terpental jauh lalu Christie kembali menggunakan kekuatannya dan menarik mereka berdua kembali. Wajah mereka berdua sudah tidak dapat digambarkan lagi, Wajah mereka penyok seperti panci yang sudah bertambal tambal serta rambut berdiri seperti habis kesetrum colokan tidak berlistrik.


" Kalian ini, sekali lagi kalian bertengkar Aku tidak akan memberi kalian jatah darah yang sudah aku pesan melalui aplikasi orange." Ancam Cristin.


" Ya jangan dong, baiklah baiklah kalau begitu kami akan berdamai hanya sampai aku mendapatkan jatah kantong darah dari mu." Ucap Stefano.


Alice dan Charlie hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat Harry dan Stefano yang terus saja bertengkar seperti anak kecil yang berebut balon.


Alice dan Charlie lalu berjalan belahan keluar dari persembunyian mereka menuju Alia dan Devian.


" Siapa mereka ?. Kenapa mereka berjalan ke arah kita?" Ucap Alia yang langsung berada dibelakang Devian.


" Satu, dua, tiga, empat, lima, enam. Oh astaga, Devian katakan padaku jika jumlahnya lebih dari enam?"


" Tidak, jumlahnya 6 matematikamu cukup bagus juga." Puji Devian.


" Kau masih bisa bercanda di saat genting seperti ini?"


" Sudah lah tidak apa-apa mereka adalah keluargaku mereka tidak akan menggigit mu."


" Digigit?, apa mereka nyamuk yang suka menggigit?"


" Jangan mulai lagi. Kami ini Vampir tentu saja kami akan menggigit, tapi kami pastikan bahwa kami tidak akan menggigit mu."


" Baiklah.."


Perlahan Alia lalu keluar dan Devian mulai memperkenalkan satu per satu dari anggota keluarganya.


" Oke, kita akhiri dulu sesi perkenalan nya sekarang katakan apa yang membuat kalian datang kemari?" Ucap Devian.


Alia merasa heran karena sedari tadi Stefano, Elena dan juga Harry berjalan memutari dirinya sambil terus memandang Alia dari atas dan bawah. Dan dari atas kebawah hingga membuat Alya merasa pusing.


" Seharusnya kami yang bertanya padamu. Apa yang kau lakukan sehingga kecelakaan ini terjadi dan juga membangunkan para Zombie." Ucap Charlie.


" Aku tidak membangunkan para zombie. Apa kalian tidak melihatnya malam ini adalah malam bulan purnama setiap 1000 tahun sekali para zombie pasti akan bangkit untuk merekrut anggota baru mereka, dan saat mereka terbangun ada insiden kecelakaan dan darah dimana-mana membuat zombie itu langsung mengerti arah dan tujuan mereka harus kemana." Terang Devian


" Oh astaga, Aku sampai lupa jika malam ini adalah bulan purnama. Aku harus meminum darah dengan golongan o agar aku tetap cantik dan awet muda."


" Woy, kamu kan bukan penyihir kenapa pakai acara ritual minum darah golongan o." Ketus Elena.


" Ck, aku baru menemukan cara agar tampil terlihat awet muda di google."


" Benarkah?, kalau begitu aku akan mengikuti ritual itu bersamamu."


" WOY APA KALIAN BISA BERHENTI UNTUK BERMAIN-MAIN KITA SEDANG MENGHADAPI SITUASI YANG GENTING." Ucap Devian, Harry, dan Stefano secara bersamaan.


" Ups, oke." Seketika mulut Cristin dan juga Elena tertutup rapat.


" Charlie, Maafkan Aku ini semua memang kesalahanku." Ucap Devian.


" Baik, sekarang katakan apa yang yang membuatmu merasa bahwa ini adalah kesalahan."


Devian lalu mengirimkan gambaran kepada semua orang melalui pikirannya tentang awal mula kejadian saat dia memberitahu Aliya tentang jati dirinya. Lalu bagaimana sengitnya pertempuran antara dirinya dan juga vampir monster yang bernama Gabriel.


Juga kesedihan Devian saat dirinya harus berpisah dengan Alia, hingga memutuskan untuk mengikuti laju bus yang ditumpangi oleh Alia. Devian juga memberikan gambaran bahwa di dalam salah satu rombongan bus itu ada seorang pemburu vampir yang membuat Devian tidak bisa mengucapkan selamat tinggal kepada Alia. Hingga Gabriel yang tiba-tiba datang dan langsung menyerang Devian juga menerobos masuk ke dalam bus, serta membawa Alia pergi menjauh.


" Jadi, benar bahwa gadis manusia itu memiliki sesuatu yang mungkin dapat menghancurkan seluruh monster di bumi ini." Ucap Charlie melalui telekomunikasi pikiran antar keluarga.


" Seperti nya begitu, karena aku sendiri tidak sengaja pernah melihat nya dan aku terpental jauh." Balas Devian.


" Dia adalah Valkyrie Light bodoh." Pekik Gabriel.


" KAU !!!!!"


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2