Rahasia Cinta Alia

Rahasia Cinta Alia
Binggung


__ADS_3

" Tunggu, halusinasi Seperti apa ini." Tanya Alia.


" Apa maksud mu dengan halusinasi?" Tanya tetua.


" Aku pernah mengalami ini sebelum aku memutuskan aku memilih menjadi manusia biasa." Ucap Alia.


" Bisa kau jelaskan secara rinci kepadaku." Ucap ketua itu seolah-olah ingin menguji sesuatu dari ingatan Alia.


" Tetua, dengan tidak mengurangi rasa hormatku kepadamu aku ingin bertanya, sebenarnya apa yang telah terjadi kepadaku?"


" Apa maksud mu?" Ucap ketua yang seolah-olah ingin berbelit-belit menjawab pertanyaan dari Alia.


" Tetua, aku yakin sebelumnya aku telah melewati ini. Dimana aku dipanggil ke sini saat aku dan Edmund hampir saja melakukan hubungan intim. Aku bahkan kembali ke masa lalu dan pergi ke masa depan. Dan sekarang, aku kembali ke titik ini. Aku...."


" Alia...."


Brug !!!


Tiba tiba Alia pingsan.


Samar samar, Alia merasakan sesuatu sedang menciuminya dengan lembut.


Alia sekuat tenaga membuat mata. Dan benar saja, saat itu Edmund mencium bibir Alia.


Cuph


Cuph


Cuph


Ciuman itu turun ke leher.


Edmund membawa Alia hingga tubuhnya terjatuh di atas tempat tidur.


" Katakan apa yang ingin kau katakan?" Tanya Edmund.


Alia menatap Edmund, lalu tersenyum.


" Ini yang aku inginkan." Ucap Alia sambil membuka gesper Edmund.


Edmund tersenyum lalu kembali ******* bibir Alia.


" Sentuh aku Edmund." Pekik Alia.


Edmund hendak menyentuh buah kenyal Alia.


Alia sudah memejamkan mata,


" Belum saatnya." Bisik Edmund kemudian bangkit dari tubuh Alia.


" Bukankah kita sudah menjadi tunangan?"


" Tunggulah satu minggu lagi setelah kita melakukan pemberkatan." Ucap Edmund.


" Pemanasan sedikit tidak apa apa ka?" Ucap Alia sambil meninggalkan pakaian yang tersisa.


Glek !!!


Sesuatu dibawah sana mengeras dan menegang dengan sempurna.


" Alia, kau sangat nakal." Ucap Edmund yang langsung kembali ******* bibir Alia.


Dan malam itu, mereka memadu kasih, memetik keindahan sebelum waktunya.


Alia begitu menikmati permainan dan sentuhan demi sentuhan Edmund. Dan melakukan pelepasan bersama.


" Aku mencintaimu." Bisik Edmund.


" Aku juga."

__ADS_1


Mereka tertidur dengan posisi Edmund memeluk Alia dari belakang.


Tengah malam, Alia terbangun dan melihat Edmund masih tertidur pulas. Edmund tersenyum dan mencium sekilas bibir nya.


Alia berjalan menuju kamar mandi, dia melihat bagian dada yang padat berisi dengan tanda cinta dari Edmund.


Alia memejamkan mata, seperti mencoba mengingat peraduan mereka semalam.


Alia seperti ingin mengulangi nya lagi dan lagi. Walaupun bagian inti nya terasa perih karena ini adalah kali pertama Alia melakukan nya. Tapi nyatanya Alia menginginkan nya lagi dan lagi.


Alia lalu mendekati Edmund, dan memberinya kejutan.


" Hmmphh.." Edmund mende_sah dalam mata tertutup. Alia tersenyum karena melihat Edmund masih mengira bahwa yang tengah Alia lakukan adalah mimpi.


" Damn Hmshit." Pekik Edmund saat Alia memperkeras hisapannya dan langsung membuka mata.


" Kejutan." Ucap Alia.


Edmund tersenyum dan kembali mengulang peraduan mereka.


Pagi harinya...


Alia tersenyum dan merasakan kehangatan yang begitu hangat.


Dia melihat Edmund masih memeluk nya dengan posisi kedua tangannya memegang adik kembar Alia.


Alia menutupi tubuhnya dengan selimut dan membuka tirai, membiarkan sinar matahari pagi menerpa tubuhnya.


Hangat !!!


Alia tersenyum, dan menyadari selama ini pikiran yang selalu teringat Devian hanya perasaan sesaat, mungkin karena sebelumnya pernah terjadi hubungan cinta diantara keduanya.


Tapi, setelah menyatu dengan Edmund membuat Alia sadar bahwa hubungan nya dengan Devian memang sepantasnya berakhir, karena manusia dan vampire tidak ada pernah bisa bersatu dan bersama.


" Sayang...."


Alia tersenyum dan membuka mata saat Edmund mencium bahunya.


" Apa tidurmu menyenangkan?" Tanya Edmund.


Alia mengangguk dan tersenyum.


" Sangat menyenangkan."


" Pergilah mandi, karena aku juga harus bersiap sebelum orang tuamu menyadari bahwa aku menginap di sini dan memanen madu sebelum pernikahan." Ucap Edmund sambil meninggalkan satu tanda kepemilikan di bahu Alia.


" Sebenarnya.... Orang tua ku akan pulang malam nanti. " Ucap Alia sambil memejamkan mata, menikmati kecupan Edmund.


" Karena itu aku memintamu datang." Pekik Alia.


" Jadi kau membuat ku cemas saat kau tiba tiba menghubungi ku humb???" Ucap Edmund sambil menarik paksa selimut Alia.


" Dan menggodaku sehingga aku terpaksa unboxing lebih awal." Imbuh Edmund sambil memberikan tatapan tajam.


"Ups, maaf." Ucap Alia sambil mundur , namun sayang, dibelakangnya adalah jendela dan Alia tidak bisa kemana mana.


" Ed, kenapa kau menatapku begitu?" Tanya Alia saat melihat sorot mata tajam Edmund.


" Aku akan menghukum mu ..."


" Apa, tapi.. Mmph."


Edmund langsung membungkam mulut Alia dengan bibirnya.


" Ini untuk hukuman karena berani membangkitkan gairahku." Ucap Edmund sambil kembali memberikan sentuhan ajaibnya kepada Alia.


" Aku siap." Ucap Alia


Alia kembali memejamkan mata, dan saat dia membuka mata, dia sedang berada di acara pernikahan nya dengan Edmund.

__ADS_1


" Bukankah aku sudah pernah menikah?. kenapa seolah olah kembali menikah?" lirih Alia.


Alia lalu mencoba menikmati alurnya. Dia meneliti, mungkinkah ada yang salah sehingga Alia kembali ke masa dia menikah dengan Edmund.


Pernikahan Edmund dan Alia digelar sangat meriah. Mereka menjadi raja dan ratu selama semalaman penuh.


Dan malam harinya mereka menghabiskan waktu untuk tidur, mengumpulkan tenaga, karena sepanjang malam mereka hampir tidak bisa duduk mengingat banyaknya tamu undangan.


Diluar kamar rumah Alia, kedua orang tua Alia dan Edmund sedang menguping.


Mereka sepertinya menunggu suara khas ketika seseorang sedang unboxing pertama.


" Kenapa senyap?" Ucap Albert


" Apa kamar Alia dilengkapi dengan kedap suara?" Papi Edmund.


" Tidak mungkin, kamar Alia adalah kamar pada umumnya yang tidak dilengkapi mode kedap suara. Jadi seharusnya jika mereka melakukan unboxing akan bisa terdengar dengan jelas dari sini." Ucap Emery.


" Tapi Kenapa sedari tadi kita tidak mendengar apapun?, apa mereka melakukannya di kamar mandi?" Ucap mami Edmund.


" Hmm, mungkin saja." Ucap Emery sambil mencoba membuka gagang pintu dengan perlahan.


Ceklek....


" Astaga pintu nya tidak dikunci." Ucap Emery.


" Ckckck, bagaimana bisa anak-anak teledor sehingga tidak menutup pintu di malam unboxing mereka?" Ucap Albert tentunya dengan suara lirih karena takut Alia dan Edmund mendengar mereka.


" Apa tidak apa apa, mengintip malam unboxing mereka?" Ucap mami.


" Kita tidak mengintip hanya memastikan mereka sedang bermain di atas tempat tidur atau di dalam kamar mandi." Ucap papi.


Mereka berempat kemudian mengendap-ngendap berjalan menuju kamar Alia.


Lampu gelap, Hanya menyisakan lampu tidur yang membuat pandangan mereka terbatas.


" Kenapa tidak ada suara?" Ucap Albert.


" Zzzzz....."


" Aku mendengar nya..."


" Zzzzzzzzzzzz....."


" Aku juga."


Karena semakin penasaran dengan suara yang tidak biasa. Mereka mencoba mengedarkan pandangan mencari keberadaan Aliyah dan Edmund.


Dan...


Tentu saja mereka terkejut karena mendapati Alia sedang tidur di atas tempat tidur sambil mendengkur, sementara Edmund tidur di sofa.


Mereka berempat saling berpandangan sebelum akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar.


" Apa mereka tidak tahu caranya unboxing?"


Samar samar Alia mendengar suara kedua orang tuanya.


Alia terbangun dan menatap sekeliling.


" Sebenarnya apa yang terjadi padaku?. Kenapa aku kembali ke masa lalu, dan seolah-olah aku berada di masa depan. Dan sekarang aku mengulang malam pernikahan ku. Aku harus bisa menemui tetua. Tapi bagaimana cara ku untuk menemui nya. Sedangkan tidak ada yang ingat jika sebelumnya aku adalah seorang Valkyrie Light?"


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2