
" Itu Gabriel, tapi apa yang harus aku lakukan untuk menukar Devian itu dengan Devian yang aku bawa?" Ucap Alia saat dirinya berada di antara Devian dan Gabriel di masa lalu.
Saat Alia memikirkan cara untuk menukar raga Devian. Tiba tiba ingat dengan perkataan Alice yang mengatakan bahwa kekuatan Valkyrie Light masih ada pada diri Alia terutama Alia berada di tengah-tengah antara dunia nyata, dunia masa lalu dan dunia masa depan.
Dengan menggunakan kekuatannya. Alia menghentikan waktu dan menukar Devian dengan gerakan cepat dan membawanya kembali ke rumah Charlie.
Wush....
Alia kini berada di dalam kamar Devian.
Devian menatap Alia dengan seksama, sama dengan halnya Alia yang juga menatap Devian.
Alia memberanikan diri mengelus wajah Devian.
Setelah mereka cukup mereka saling berpandangan, bibir mereka tiba-tiba menyatu dan mereka bercvmbv.
Tak beberapa lama kemudian, Devian mengakhiri sesi ciuman itu.
Diusapnya bibir yang baru saja terlepas dari bibirnya itu oleh Devian.
Alia seolah ingin mengulangi nya lagi, tapi takut tindakan nya akan memancing hasrat untuk bercinta.
Ya.
Walaupun Devian seorang vampir, tapi Alia tahu jika Devian memiliki hasrat untuk bercinta.
Alia memejamkan mata, merasakan sentuhan ibu jari Devian pada bibirnya. Devian mencium kening Alia. Alia tersenyum dan membuka mata nya.
" Terima kasih." Ucap Devian.
" Untuk apa?" Tanya Alia yang merasa heran karena Devian justru berterima kasih kepada nya setelah mereka bercvmbv begitu lama.
" Terima kasih karena sudah mengijinkan aku untuk mencium mu."
Alia terdiam, dia ingat tentang momen ini. Ini adalah momen di mana saat itu Alia meminta Devian untuk menyentuhnya dan secara tidak langsung mengajak Devian untuk bercinta.
Lalu punya ragu-ragu Alia mengulangi perkataan yang dulu pernah diucapnya kepada Devian.
" Jika kau masih menginginkannya kenapa kau sudahi?" Tanya Alia.
" Aku tidak ingin terlalu larut dalam ciuman itu, aku takut tidak bisa menahan diri dan bertindak terlalu jauh." Ucap Devian.
Alia tersenyum dan memeluk Devian.
" Aku mencintaimu Devian. Aku juga sebenarnya tidak dapat menahan diriku" Ucap Alia.
" Aku lebih mencintaimu, karena itu aku berusaha untuk menahan diri." Lirih Devian sambil mendekap erat Alia.
" Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Alia untuk menengahi hasrat yang sebenarnya sudah merasuki mereka berdua.
" Kau ingin jalan-jalan kan?. Ayo kita jalan jalan." Ajak Devian.
Alia kembali terdiam sepertinya Devian tidak mengerti bahwa momen ini terulang kembali.
" Devian.." Alia berjalan ke arah balkon kamar Devian, Alia mencari-cari keberadaan Marcel dan juga yang lain.
" Kemana perginya Marcel dan pemburu vampir lainnya?. Apakah mereka pulang?. Ah ya, bagaimana aku bisa lupa ini adalah momen pengulangan untukku. Sepertinya aku bisa memperbaiki sesuatu di sini." Ucap Alia sambil tersenyum.
Alia berbalik badan dan kembali memeluk Devian, Devian sedikit terkejut. Tapi dia menikmati momen itu.
Alia langsung memposisikan dirinya berada dibelakang Devian.
" Ayo kita jalan jalan sebentar." Ucap Alia
" Sudah siap?" Tanya Devian.
" Siap." Lirih Alia sambil mempererat pelukannya ketika Devian sudah bersiap hinggap ke pohon.
__ADS_1
Devian membawa Alia merayap dari satu pohon ke pohon yang lain. Hingga kini mereka berada jauh dari rumah dan berada di atas pohon tertinggi.
" Lihatlah sebentar lagi matahari akan terbenam." Ucap Alia,
Alia masih ingat tentang sedihnya dia karena itu artinya waktu bersama Devian tinggal setengah hari lagi.
" Apa kau merasa sedih?" Tanya Devian. Alia menatap Devian dan mengangguk.
Devian memegang pipi Alia, dan kembali mendekatkan bibirnya ke bibir Alia.
Cup
Mereka melakukannya lagi. Saling bercvmbv dan mulai *******. Alia seperti mengajarkan kepada Devian bagaimana cara manusia bercivman.
Devian dapat merasakan bahwa Alia begitu agresif. Gaya civman Alia sedikit lebih tinggi dan mendalam dibandingkan saat pertama melakukannya.
" Alia, kau begitu agresif." Ucap Devian yang langsung melepaskan diri dari Alia.
" Maaf, maafkan aku. Aku hanya ingin menikmati waktu berdua dengan mu. Aku ingin mengenang satu malam ini, dan menjadikan ini adalah satu malam yang paling indah saat bersama mu." Ucap Alia.
Devian lalu mengajak Alia ke bukit tempat dimana Alia pertama kali berubah menjadi Valkyrie Light.
" Alia apa kau ingin tempat ini?" Tanya Devian.
" Ya, bukit ini adalah tempat pertama kalinya aku berubah menjadi Valkyrie Light." Lirih Alia.
Devian dengan gerakan cepat memotong sebuah pohon besar dan menyulapnya menjadi sebuah tempat duduk yang nyaman. Alia terkejut dengan apa yang baru saja Devian lakukan. Dia tidak menyangka bahwa Devian akan membangun kursi dengan begitu cepat dari sebuah batang pohon saja.
" Kemarilah, kita akan menunggu bulan terbit di sini." Ucap Devian sambil menepuk-nepuk kursi yang ada di sebelahnya.
Alia berjalan menghampiri Devian dan duduk di sebelahnya, Alia menyandarkan kepalanya di bahu Devian.
" Devian, bisakah aku membuatmu hidup kembali dan tetap berada di sampingku?" Ucap Alia.
" Alia, aku bisa berada di sini bersamamu walaupun hanya untuk satu malam saja sudah membuatku merasa hidup untuk 100 tahun ke depan. Dan apa yang telah kita lakukan tadi membuatku merasa seperti kembali hidup. Walaupun aku tahu bahwa inilah hari terakhir aku melihat dunia ini. Hari terakhir melihat mu." Ucap Devian.
Alia menatap Devian, matanya kembali berkaca kaca. Setiap melihat bola mata Devian. Alia seperti mengingat kembali momen di mana sosok Valkyrie Light memusnahkan Gabriel yang berada di dalam raga Devian.
Air mata Alia menetes tanpa aba-aba. Dia merasa begitu sedih dan bersalah.
" Alia, kenapa kau menangis?, jangan bilang kau masih merasa bersalah." Pekik Devian.
" Aku..., aku..."
Cup
Cup
Cup
Dengan cepat Devian menyambar bibir Alia. Alia memejamkan mata, kembali menikmati civman mereka.
Devian mengusap lembut pipi Alia yang basah karena air mata.
Hingga bulan menyinari malam, mereka masih larut dalam civman.
Alia mulai meninggalkan rasa sedih dan rasa bersalahnya. Dan mulai menikmati kebersamaan bersama dengan Devian.
" Aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu Alia." Bisik Devian yang menyudahi percivman mereka, tapi masih merapatkan wajah nya ke wajah Alia.
" I Love you." Ucap Alia sambil tersenyum menatap Devian.
" Alia, berjanjilah kau akan terus melanjutkan hidup setelah hari ini. Cobalah untuk membuka hati untuk yang lain." Ucap Devian.
" Devian, bagaimana jika aku berada dilema karena hatiku adalah milikmu." Ucap Alia.
Ya, mungkin inilah alasan kenapa Alya kembali ke masa ini. Selain untuk memperbaiki Devian yang di masa mendatang. Alia juga bisa mematahkan hati untuk melupakan Devian di masa dia menjadi istri Edmund.
__ADS_1
" Alia, cinta sejati adalah cinta yang tidak memaksakan kehendak untuk saling memiliki. Belajarlah untuk membuka cinta yang lain tapi tidak melupakan cinta mu padaku. Simpan cintamu untuk ku didalam hatimu." Ucap Devian
" Atau kau bisa melupakan bahwa sebelumnya kamu telah cintaiku agar kamu lebih bisa menjalani hidup dengan tenang." Imbuh Devian.
Alia terdiam, mungkinkah selama ini dia terlalu mencintai Devian yang sehingga dirinya sendiri terjebak di alam yang Alia sendiri tidak tahu.
Devian tersenyum melihat Alia dan kembali memadukan bibirnya. Entah berapa lama mereka terus bercivman, sambil memeluk satu sama lain.
Alia merasakan hasrat meningkat dalam dirinya, dia begitu ingin merasakan sesuatu yang terasa sangat ingin dirasakan.
Alia membuka pakaiannya. Dan entah sampai kapan mereka berada di kamar Devian lagi.
" Sentuh aku Devian, sekali saja, Anggap ini adalah perpisahan kita." Lirih Alia dengan mata terpejam karena masih menikmati percvmbvan.
" Alia..."
Alia mengarahkan tangan Devian untuk menyentuh milik Alia yang sudah mengenakan pakaian dalam.
Tangan Devian bergetar. Dia merasakan gejolak aneh saat menyentuh dua gundukan besar milik Alia.
Untuk sesaat Devian tertegun menatap kedua gundukan itu.
Alia tersenyum dan menekan tangan Devian. Devian memejamkan mata. Dia reflek mere mas milik Alia hingga tanpa sadar Alia mendensah.
" Aku akan membuatmu merasakan surga manusia." Ucap Alia.
Tiba tiba, secara ajaib. Milik Devian bangun dengan gagah perkasa.
Alia tersenyum geli sambil menelan ludahnya. Pasalnya milik Devian dua kali lipat lebih besar dari milik Edmund.
Saat Alia akan menyentuhnya, tiba tiba dia teringat jika dirinya sudah menjadi milik Edmund.
" Edmund, setelah ini hiduplah dengan normal seperti sebelumnya. Hidup sebelum bertemu dan mengenalku." Ucap Alia.
Setelah mengatakan itu, kilatan cahaya menyilaukan mereka berdua.
Dia ada di kamar Devian...
Dan ternyata apa yang terjadi saat Alia membuka pakaiannya dan Devian menyentuh dua gundukan hanya mimpi.
Devian berjalan mendekati jendela. Dibukanya jendela kaca dan membiarkan sinar matahari menerpa wajahnya. Baru ini Devian merasakan sinar matahari masuk ke dalam rumah nya.
Alia ikut memejamkan mata dan merasakan kehangatan sinar matahari pagi itu. Alia berada disamping Devian. Walaupun kini Devian tidak lagi bisa melihatnya. Tapi Devian merasa seseorang memeluknya dan kembali merasakan sensasi civman yang begitu lama. Seolah olah Devian pernah mengalaminya.
Dan sekali lagi Devian tersenyum saat dirinya mendengar bisikan terakhir Alia yang seolah berkata tepat di telinganya
" Aku mencintaimu Devian. Hiduplah seperti sebelum kamu bertemu dan mencintai ku."
" Devian, aku tahu. kita sudah berbeda alam. Tapi aku masih ada di sini. Disamping mu." Lirih Alia.
Alia lalu kembali memeluk Devian, sepertinya Alia ingin lebih banyak memeluk Devian sebelum Alia kembali ke dunia nya sendiri.
Nyaman sekali, Alia lalu merasa bahwa dirinya melayang dan jatuh di sebuah kasur awan yang sangat nyaman.
Alia seperti kembali menikmati civman mesra sepanjang malam dengan Devian.
Alia tidak tahu, bahwa itu hanya ilusi yang akan membawa Alia kembali karena dia sudah berhasil menyelesaikan misi menyelamatkan masa depan Devian.
Alia akhirnya pergi ke dunia lain yang tidak dapat lagi dijangkau oleh manusia. Namun Alia dapat merasakan bahwa dirinya akan meninggalkan Devian.
" Selamat tinggal Devian.." Bisik Alia sebelum kabut membawanya pergi.
Alia tersenyum, lalu dia seperti melihat Alice yang menundukkan badan seakan berterima kasih kepada Alia karena telah berhasil menukar raga Devian.
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...