Rahasia Cinta Alia

Rahasia Cinta Alia
First time berdua


__ADS_3

" Edmund.." Panggil Alia sambil melambaikan tangan kearah Edmund.


Edmund menoleh dan lekas menghampiri Alia.


" Edmund ada apa?"


" Tidak ada apa apa." Ucap Edmund yang berusaha bersikap tenang agar Alia tidak curiga tentang apa yang sebenarnya dia rasakan. Namun bukan Aliya namanya jika tidak bisa menebak suasana hati seseorang.


" Edmund aku tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu."


" Tidak, aku tidak menyembunyikan apapun memangnya aku bisa menyembunyikan sesuatu darimu?"


" Mybe. Jadi sebelum aku memaksamu lebih baik kamu katakan saja, apa yang sedang kamu pikirkan atau apa ada sesuatu yang terjadi?"


" Tidak ada, sungguh."


" Edmund.."


" Baiklah. Aku menerima setidaknya 100 laporan dari sekolah yang menyatakan muridnya hilang dalam perayaan malam tahun baru."


" Apa?"


" Bukan hanya itu aku juga diberitahu Marcel bahwa polisi sudah menerima sekurang-kurangnya 700 kasus orang hilang di malam perayaan tahun baru itu."


" Tidak mungkin, Apa kau pikir Gabriel pelakunya?"


" Ya, dia pasti membuat para manusia itu menjadi vampir sekarang."


" Untuk apa?"


Edmund langsung menatap Alia begitu sadar ketika dirinya telah menyebut nama Gabriel serta manusia yang menjadi vampir.


" Ya, mungkin untuk diminum darahnya agar Gabriel bisa memulihkan keadaannya seperti sedia kala."


Alia mengkerutkan kedua alisnya sambil menatap tajam Edmund.


" Apa?" Tanya Edmund yang melihat tatapan tidak biasa dari wanita dihadapannya itu.


" Edmund, kenapa aku merasa kamu telah menyembunyikan sesuatu yang besar dan yang berkaitan dengan ku."


" Alia, sudahlah kau tidak perlu mengkhawatirkan hal ini yang harus kamu lakukan adalah terus belajar ilmu bela diri terutama ilmu ketenangan hati dan pikiran. Karena ketenangan adalah kunci dari segalanya."


" Aku tahu, hanya...."

__ADS_1


" Alia, Aku harus pergi karena ada sesuatu yang mendesak dan harus aku selesaikan sekarang." Ucap Edmund yang tidak ingin berlama-lama berada di hadapan Aliya, karena Alia bisa membuat Edmund mengatakan segalanya kepada Aliya.


" Tapi..."


" Bye, sampai jumpa nanti di markas. Aku akan menemuimu sepulang sekolah nanti." Ucap Edmund yang sudah berlari menjauh meninggalkan Alya yang masih penasaran akan apa yang sebenarnya direncanakan oleh Gabriel.


" Apa hubungannya Gabriel dengan hilangnya para manusia itu?, Aku tidak yakin jika Gabriel akan memakan mereka semua dalam waktu semalaman. Aku harus mencari tahu sendiri."


..


Sepulang sekolah, Alia sudah mendapati Edmund menunggunya di tempat biasa. Yaitu di belakang kelas Alia.


" Hai.." Sapa Edmund.


" Hai."


" Kita langsung berangkat ke markas atau kau ingin berhenti di suatu tempat?" Pertanyaan yang selalu Edmund tanyakan ketika dia bertemu dengan Alia.


Edmund mengatakan itu semata-mata ingin Alia berbicara tentang hal yang berbeda seperti mengajaknya jalan-jalan atau ke bioskop. Hal itu tentu saja akan membuat Edmund benar-benar bisa memiliki waktu berdua dengan Alia.


" Hmm, tidak ada sepertinya aku ingin langsung ke markas karena aku sudah tidak sabar untuk berlatih lagi."


" Huft, Ayolah Alia sesekali ajaklah aku untuk pergi ke taman atau sekedar membeli es krim yang ada di ujung jalan itu. Jadi aku benar-benar bisa memiliki waktu berdua denganmu. Karena selama ini aku tidak pernah memiliki waktu yang cukup bersamamu. Tidak seperti waktu saat kau bersama dengan Devian."


" Ya. Ah maksudku tidak."


Alia tersenyum melihat Edmund yang salah tingkah karena dia telah mengatakan bahwa dirinya iri terhadap kedekatan Alia dan Devian.


" Baiklah, jika kau tidak ingin mengatakannya kepadaku maka aku akan membatalkan niatku untuk mengajakmu jalan-jalan dan menonton bioskop menghabiskan hari ini hanya dengan jalan-jalan dan menjernihkan pikiran."


" Apa?" Ucap Edmund yang seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.


" Aku sebenarnya ingin mengajakmu untuk berhenti pergi ke markas karena aku ingin sekali menghabiskan hari-hariku berjalan-jalan di mall atau menonton bioskop. Karena jujur aku juga sedikit bosan dengan kegiatan yang itu-itu saja."


" Kalau begitu tunggu apa lagi. Ayo kita segera pergi jalan-jalan ke taman dan juga ke mall." Ucap Edmund penuh semangat namun Alia justru menggeleng-gelengkan kepala.


" Huft, baiklah."


Edmund akhirnya mengalah dan mengakui bahwa dirinya cemburu dan juga iri terhadap kedekatan Alya dan Devian.


" Baik, aku akui memang aku begitu iri terhadap dirimu yang mempunyai banyak waktu bersama Devian tapi tidak denganku. Aku merasa ini semua tidak adil, kita bekerjasama untuk menjagamu dan selalu melindungimu tapi kenapa Devian yang mendapatkan lebih banyak waktu untuk bersamamu daripada denganku. Jadi apa sekarang kau sudah puas dengan jawaban yang ingin kau dengar?" Tanya Edmund.


" Sangat puas" Ucap Alia sambil tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


" Kalau begitu apakah kita jadi pergi jalan-jalan dan menghabiskan waktu berdua hari ini?" Tanya Edmund dengan semangat yang membara.


" Tentu.."


" Yuhu.." Edmund melompat sangking gembiranya. Alia hanya bisa tertawa melihat tingkah laku Edmund.


Mereka lalu segera masuk ke dalam mobil dan bersiap menuju Mall yang berada tidak jauh dari sekolah Alia dan Edmund.


Sesampainya disana, mereka cukup heran karena pengunjung mall itu terlihat lebih banyak dari hari-hari biasanya.


"Wow, padahal ini bukankah weekend. Tapi kenapa pengunjung dari mall ini justru bertambah banyak." Tanya Alia pada Edmund saat mobile teman baru saja terparkir di halaman Mall.


" Mungkin sedang ada promo besar-besaran atau biasanya pihak Mall mengundang artis untuk penyanyi di dalam sehingga menarik perhatian banyak pengunjung untuk datang dan melihat."


" Hmm, sepertinya begitu." Ucap Alia sambil melihat kearah spanduk bahwa penyanyi k-pop Korea yang terkenal sedang berada di dalam mall itu.


" Wow, sepertinya ini adalah hari keberuntungan ku. Pertama kau mengajakku jalan-jalan dan akhirnya aku bisa mempunyai waktu berdua denganmu. Lalu saat kita datang ke mall ternyata ada seorang artis k-pop Korea yang berada di sini. Tunggu apa lagi. Ayo kita segera masuk dan melihat siapakah bintang tamu dari Korea itu."


" Tunggu, jangan bilang kau juga penggemar dari k-pop Korea."


" Alia, ayolah siapa yang tidak suka dengan KPop Korea yang cantik-cantik dan tamvan itu."


" Ya, mereka memang cantik dan tampan. Tidak diragukan lagi mereka memang cocok menjadi idola."


" Kalau begitu apalagi yang kita tunggu ayo kita bersenang-senang di dalam."


" Cus..."


Edmund dan Alia tidak sadar. Jika mereka saling bergandengan tangan dan berjalan masuk ke dalam. Mereka terus bergandengan tangan sepanjang mereka mengelilingi Mall, sambil sesekali bercanda tawa.


Mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih yang tengah menikmati kencan berdua mereka.


Dan tanpa mereka tahu, ada seseorang yang melihat mereka berdua di mall.


" Alia..."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2