
Hari berganti hari..
Siang hari setelah pulang sekolah, Alia akan langsung ikut Edmund ke markas untuk berlatih berbagai hal.
Dan malam harinya, Alia akan menghabiskan waktu bersama dengan Devian.
" Alia, aku sudah memperingatkanmu untuk jangan mempercayai seorang vampir sekalipun itu vampir vegetarian." Ucap Edmund.
Ya, setiap malam ternyata Edmund berada disekitar rumah Alia dan melihat bahwa Alia menghabiskan waktu bersama dengan Devian.
Edmund bahkan melihat sendiri bagaimana membuka perisai yang dibuat oleh orang tuanya.
Alia tidak tahu siapa yang harus dia percaya, karena Devian juga mengatakan hal yang sama.
" Alia, jangan mempercayai seorang pemburu vampir. Karena mereka bisa saja melakukan tipu muslihat untuk membuatmu berada di pihaknya." Ucap Devian.
Malam ini, Devian tidak datang kerumah Alia. Jadi Alia menghabiskan waktu membaca segala sesuatu tentang vampir dan juga para pemburu nya.
" Disini aku tidak dapat menemukan siapa yang seharusnya lebih aku percaya?. Aku ingin mempercayai Edmund. Tapi cintaku percaya bahwa Devian tidak akan menyakiti aku " Lirih Alia.
Sementara itu, Devian tidak datang karena dia telah ditangkap oleh anak buah Gabriel.
" Apa maksud mu membawa ku ketempat ini?" Tanya Devian.
" Tenang bung, mari kita bicara sesama vampir. Aku tahu, setiap malam selalu pergi kerumah manusia apa yang kau lakukan di sana?"
" Bukan urusanmu."
" Ck, Ayolah. Aku tahu kau kemari pasti ingin mencari manusia yang memiliki darah murni kan?"
Devian terdiam, dia tidak ingin salah bicara.
" Hei bung. Ayolah. Sebagai sesama kaum vampir, bukankah kita diwajibkan untuk saling berbagi informasi."
" Maaf, tapi aku bukan Vampir seperti mu. Jadi sekarang lepaskan aku."
" Melepaskan mu?. Tentu, tentu aku akan melepaskanmu segera setelah kau mengatakan dimana manusia yang memiliki darah murni itu."
" Aku tidak tahu."
" Aku yakin kau tahu. Atau jangan-jangan manusia yang selalu kau datangi adalah manusia yang memiliki darah murni?"
Devian terkejut. Tidak, Gabriel tidak boleh mengetahui tentang Alia. Jika Gabriel mengetahui tentang Alia, dimana rumahnya. Gabriel pasti akan menggerakkan seluruh pasukannya untuk mencari keberadaan Alia.
" Apa kau tahu, mata mataku telah berhasil menemukan Valkyrie Light dalam wujud manusianya. Namun sayang, pemburu vampir berhasil menangkapnya." Ucap Gabriel.
Devian terlihat bodo amat dengan apa yang dikatakan oleh Gabriel. Siapa peduli, Devian justru senang, karena Edmund berhasil menyelamatkan Alia dari mata mata Gabriel.
" Begini saja bagaimana kalau kita membuat kesepakatan. Bantu aku menemukan manusia yang memiliki darah murni dan sebagai gantinya kau akan kuberi kedudukan dan kekuatan yang tinggi."
" Aku tidak tertarik dengan kedudukan yang kau katakan."
" Devian, kenapa aku merasa bahwa kau mengetahui sesuatu tentang keberadaan manusia yang memiliki darah murni."
__ADS_1
" Aku tidak tahu apa-apa."
" Devian, aku mencoba berbicara padamu dengan baik sebagai sesama kaum Vampir. Tapi jika kau tetap bersikeras tidak ingin memberitahukan apapun kepadaku maka maafkan aku jika aku akan melakukan kekerasan kepadamu."
" Aku tidak takut padamu, dan aku tidak akan mengatakan apapun tentang manusia yang memiliki darah murni karena memang aku tidak mengetahuinya."
"Baiklah, kau yang memaksa Aku untuk melakukan ini kepadamu." Ucap Gabriel sambil terus mendekat ke arah Devian.
" Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Devian.
" Tidak ada, aku hanya akan menyentuhmu saja."
Gabriel menyentuh kepala Devian. Dan Gabriel langsung bisa melihat apa yang pernah terjadi kepada Devian.
Ya, Gabriel memiliki kekuatan bisa melihat dan membaca apa yang pernah terjadi kepada seseorang jika Gabriel menyentuh kepala seseorang itu.
Sementara itu, Alice yang sedang berburu bersama keluarga nya.
Tiba-tiba mendapat penglihatan bahwa Gabriel telah menangkap Devian dan kini Gabriel sedang mencoba mencari siapa Valkyrie Light dalam wujud manusia.
Alice juga dapat melihat sebuah pasukan Gabriel bergerak.
" Alice ada apa?" Tanya Harry yang sadar saat Alice berhenti berburu.
" Devian."
" Apa apa dengan Devian?"
" Gabriel, dia telah menangkap Devian, dan Gabriel sekarang telah mengetahui siapa manusia yang memiliki darah murni."
" Ya, dan sekarang Gabriel telah mengerahkan pasukannya untuk mengepung rumah Alia."
" Apa?. Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Harry yang mulai terlihat panik karena mengetahui bahwa Gabriel telah menemukan Alia.
" Aku tidak tahu aku masih mencoba untuk berkomunikasi dengan Devian."
" Aku akan memberitahu yang lain tentang ini."
Wush...wush...wush...
Harry segera pergi meninggalkan Alice yang masih mencoba berkomunikasi dengan Devian, untuk memberitahu anggota keluarga yang lain tentang apa yang baru saja lihat dan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Kini semua keluarga Devian telah berkumpul kembali ke rumah.
" Alice apakah kau sudah bisa berkomunikasi dengan Devian?" Tanya Charlie.
" Belum, sepertinya Gabriel telah membuat Devian tidak sadarkan diri sehingga aku tidak dapat menjangkau nya tapi aku tahu di mana Devian berada." Ucap Alice ya masih berusaha untuk berkomunikasi dengan Devian.
" Kalau begitu tunggu apa lagi. Ayo kita segera menolong Devian." Ucap Cristin.
" Tapi bagaimana jika di tempat itu pasukan Gabriel sedang berjaga?" Ucap Elena.
" Tidak, Gabriel telah mengerahkan seluruh pasukannya untuk mengepung rumah Alia."
__ADS_1
" Kalau begitu peluang kita untuk menyelamatkan Devian sangat besar." Ucap Stefano.
" Kalau begitu kita tunggu apa lagi Ayo kita segera menyelamatkan Devian." Ucap Cristin.
" Ayo."
Setelah mereka semua membawa beberapa senjata yang mungkin akan diperlukan. Mereka segera berjalan dengan cepat menuju kota Washington DC.
Sesampainya di hotel tempat di mana Devian yang disekap. Alia segera menggunakan kekuatannya untuk membuat para penjaga tidak menyadari bahwa ada beberapa vampir yang sedang mencoba masuk ke dalam hotel.
" Aku dan Harry akan berada diluar berjaga-jaga jika pasukan Gabriel kembali. Devian berada di kamar nomor 708 lantai 5." Ucap Alice.
Tanpa menunggu waktu lama Charlie, Cristin, Elena dan juga Stefano segera berjalan memasuki hotel dan menuju lantai 5 tepatnya di kamar 708 di mana Devian berada.
Mereka cukup mudah masuk ke dalam karena ternyata di sana tidak ada pasukan Gabriel yang menjaga Devian.
" Devian, Devian sadar lah." Ucap Stefano.
" Sebaiknya kita segera membawa Devian yang keluar sebelum ada seseorang atau penjaga yang menyadari keberadaan kita." Usul Charlie.
" Ide bagus."
Karena di antara mereka Stefano lah yang memiliki badan kekar dan juga kuat.
Stefano Langsung mengangkat tubuh Devian dan membawanya keluar dari kamar.
Elena dan Cristin menggunakan kekuatan mereka untuk menghapus jejak yang mereka buat, agar para pasukan Gabriel tidak bisa melacak siapa yang telah menyelamatkan Devian.
Alice yang melihat bahwa Charlie sudah berhasil membawa Devian keluar, segera menghentikan kekuatannya Dan menyusul anggota keluarga yang lain.
Mereka membawa Devian ke atas sebuah gedung.
" Sepertinya Devian masih terpengaruh mantra yang diberikan oleh Gabriel."
Alice meminta semuanya untuk bergenggam tangan dan duduk mengelilingi Devian. Mereka sama mengucapkan mantra yang akhirnya membuat Devian tersadar.
" Alia.."
...----------------...
...****************...
......................
...----------------...
......................
...****************...
......................
...----------------...
__ADS_1
......................
...****************...