
" Pasukan Zombie, serang..." Ucap ketua zombie.
" Hargghhhh... hargghhh..."
" Pffft, jika jalannya seperti itu kapan para zombie itu akan sampai kepada kita." Kekeh Stefano.
" Hargghhh Harggghhhh..."
" Zombie cap keong..." Ledek Harry.
Sring.......
Para zombie langsung menatap tajam ke arah Harry dan juga Stefano. Dan bersamaan dengan itu bulan purnama semakin tinggi dan saat cahayanya menerpa para zombie itu seketika membuat para zombie itu berjalan dengan cepat dan bertenaga Hulk.
" Harkkk....harkkk.. Siapa yang berani mengataiku Zombie cap keong. Sekarang rasakanlah kekuatan sesungguhnya dari kami para pasukan zombie."
" Oh tidak, jadi karena itu mereka bangkit di malam bulan purnama." Lirih Elena.
" Ya, karena cahaya dari bulan purnama dapat membuat mereka berkekuatan 10 kali lipat dari biasanya." Ucap Charlie.
" Lalu bagaimana cara untuk mengalahkan mereka semua." Ucap Stefano.
" Benar, kita sudah kalah jumlah dan juga kalah tenaga kita hanya berenam dan para zombie itu jumlahnya sangat banyak."
" Hanya ada satu cara." Ucap Alice.
" Apa?" Ucap semua orang.
" Hiiaaa...."
Bersama dengan itu, para zombie dan juga vampir saling bertarung.
" Alice, segera katakan apa yang dapat kita lakukan untuk mengalahkan mereka semua." Teriak Charlie sambil menahan serangan dari semua Zombie.
" Kita harus dapat menutupi cahaya dari bulan purnama itu. Hanya dengan itu kekuatan para zombie akan hilang dan jika kita bisa menutupi keseluruhan dari bulan purnama itu maka zombie itu akan kembali mati dan kita bisa meletakkannya kembali ke dalam peti mati mereka."
" Itu hal yang mustahil." Ucap Charlie.
Lalu Alice segera memejamkan matanya dan mengirim ide yang baru saja dia dapatkan kepada Devian.
" Devian, apa kau baik-baik saja?"
__ADS_1
" Ya, aku harus segera membantu keluargaku melawan para zombie itu yang semakin kuat karena terkena sinar dari bulan purnama."
" Aku ikut."
" Tapi..."
" Aku ikut."
" Baiklah."
Setelah Devian memastikan bahwa semuanya tidak lagi mengingat tentang kejadian di mana mereka dibantu oleh vampir. Devian segera membawa Alia terbang tinggi dan berhenti di sebuah bukit yang paling tertinggi sehingga ia dapat melihat dengan jelas sinar bulan purnama yang begitu indah.
" Apa yang akan kita lakukan di sini bukankah kau mengatakan ingin membantu keluarga mu melawan para zombie itu?"
" Ya, Alice tadi mengatakan bahwa salah satu cara untuk melumpuhkan para zombie itu adalah menutupi sinar bulan purnama. Karena sinar ini adalah sumber kekuatan mereka."
" Oke, lalu apa yang akan kau lakukan?"
" Aku akan berusaha menarik awan dan membuatnya menutupi bulan secara sempurna." Ucap Devian yang mulai menggunakan kekuatannya untuk menarik awan dari segala penjuru arah.
Angin berhembus dengan cepat karena efek dari kekuatan yang digunakan oleh Devian. Disaat persamaan kalung yang dipakai oleh Alia, tertiup angin. Alia berusaha memegangnya agar tidak terlepas dari dirinya.
Namun keajaiban terjadi kalung itu tiba-tiba bersinar terkena cahaya bulan purnama. Cahaya itu, terus membesar membesar hingga akhirnya mengubah Aliya dan kalung yang dipakai.
" Tidak mungkin.."
Devian begitu terkejut saat Alia kini berubah menjadi sosok yang tidak dia kenal.
Sosok dalam ramalan.
Sosok yang paling ditakutin kaum vampir.
Alia kini berubah menjadi seorang ksatria wanita sambil memegang sebuah pedang.
" Itu, itu adalah pedang The Sword of Omens. Oh tidak.."
Devian segera bersembunyi di balik bawah bukit begitu tahu bahwa Alia telah berubah sempurna menjadi kesatria.
Devian melakukan itu bukan tanpa sebab.
Jika Aliya yang sekarang melihat Devian maka Alia akan segera menebas tubuh Devian menggunakan pedang itu. Devian segera membuka teleportasi komunikasi dengan keluarganya dan mengatakan bahwa cahaya bulan purnama itu juga telah mengubah Alia menjadi sosok kesatria wanita yang memiliki pedang The Sword Of Omesh.
__ADS_1
" Pedang apa itu?" Tanya Elena.
" Pedang ini punya berbagai kemampuan, seperti kemampuan untuk menyusut menjadi ukuran kecil ketika tidak digunakan. Seperti palu Thor, benda ini juga bisa terbang langsung ke tangan Valkyrie Light ketika dipanggil." Ucap Charlie.
" Tunggu, apa Alia adalah cahaya Dewi?"
" Aku tidak tahu, yang aku tahu hanya alis berubah dan tidak lagi mengenaliku sebagai Devian. Dia hanya memandangku sebagai vampir yang harus dimusnahkan. Aku bisa membaca pikirannya sekarang. Karena itu aku segera bersembunyi sebelum Alia mengetahui keberadaan ku."
" Memang nya apa hebatnya pedang ini?" Tanya Harry.
" Pedang ini juga bisa menembakkan ledakan energi dan membentuk perisai perlindungan. Tidak jarang juga pedang ini dapat memproyeksikan sinyal untuk memanggil para Valkyrie Light lainnya. Dengan sekali hentakan pedang ini mampu mempersembahkan seluruh vampir dan juga monster yang ada di dunia ini ketika kekuatannya sudah mencapai di puncak. Pedang ini hanya dimiliki oleh garis keturunan berdarah murni. Yang terpilih akan menjadi Valkyrie Light." Ucap Charlie.
" Tapi, Kenapa Alia yang hanya manusia biasa bisa memiliki pedang dengan kekuatan super itu?"
" Pedang ini berubah wujud menjadi bentuk yang tidak bisa digambarkan saat tidak digunakan dan saat ada cahaya dari rembulan. Pedang ini yang juga dikenal sebagai penjaga, ketika pemiliknya dalam wujud manusia. Yang artinya siapapun yang memiliki pedang ini dia adalah manusia dengan keturunan darah murni." Imbuh Charlie.
" Itu artinya Alia adalah manusia dengan keturunan darah murni?" Tanya Cristin
" Ya, dan saat ini Alia tidak sadar dirinya sudah menjadi apa karena perubahannya ini membuatnya berada di bawah alam sadar. Karena itu dia tidak memandang Devian sebagai Devian yang ia kenal melainkan sebagai vampir yang harus dimusnahkan." Ucap Charlie.
" Lalu Apa yang harus kita lakukan sekarang.?" Tanya Elena.
" Yang harus kita lakukan adalah terus bersembunyi sampai wujud Alia sendiri yang akan menghabisi para monster Zombie ini. Kita biarkan saja para zombie ini berjalan menuju manusia. Karena wujud dari Cahaya Dewi ini adalah pelindung manusia dari ancaman Vampir dan juga zombie."
" Oh astaga, Alia telah berubah sempurna kini matanya tengah mencari sesuatu yang mengancam nyawa manusia.," Ucap Devian saat dia dapat membaca apa yang ada dalam pikiran Alia dalam wujud cahaya Dewi ini.
" Kalau begitu ayo semuanya kita harus segera bersembunyi dan menghindari dari tatapan sang Dewi."
Secepat kilat para Vampir itu melarikan diri sejauh Mungkin dari jangkauan Cahaya Dewi.
" Sekarang lihat, Siapa yang sebenarnya tidak mempunyai kekuatan dan siapa yang cap siput." Ucap ketua Zombie saat mengetahui para vampir yang tadi melawannya kini lari terbirit-birit.
" Pasukan Zombie, Ayo kita segera berjalan menuju manusia-manusia itu. Dan kita akan membawanya untuk menjadi anggota baru kita.."
" Harghh.. hargghhh.... harghhh...."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...