
Hari berganti..
Tangan Alia sudah sehat.
Emery dan Albert juga sudah mengizinkan Alia untuk kembali ke sekolah setelah perdebatan yang panjang.
" Ma, jika kita tidak membiarkan Alia kembali ke sekolah maka itu bisa memancing kecurigaan para vampire Origin yang datang ke sini karena mencari seseorang yang memiliki darah murni." Ucap Albert setelah dia mengetahui kejadian di mana Valkyrie Light muncul saat bus yang ditumpangi oleh Alia dan teman temannya mengalami kecelakaan di malam bangkitnya para zombie.
" Tapi bagaimana jika mereka menemukan Alia?"
" Papa rasa mereka akan sulit untuk menemukannya. Karena rombongan itu sangat banyak juga jika kita terus-menerus melarang Alia untuk kembali ke sekolah hal itu justru yang akan membuat mereka dengan cepat menemukan Alia karena mereka pasti menyadari ada seorang siswi yang belakangan ini tidak masuk sekolah."
" Ya, papa benar."
" karena itu kita harus tetap mengijinkan Alia untuk ke sekolah. Papa akan meminta bantuan para pemburu vampir untuk menjaga Alia dari jauh."
" Baiklah."
Disekolah...
Alia merasa ada seseorang yang terus saja mengawasi gerak-geriknya.
Edmund yang melihat Alia duduk sendirian bergegas menghampiri nya.
" Alia.."
" Edmund?"
" Hai, sepulang sekolah nanti apa kau ada acara?"
" Tidak ada, kenapa?"
" Apa kau mau ikut aku?"
" Kemana?" Tanya Alia sambil menutup buku yang sedang dia baca.
" Ke markas, aku mungkin bisa menunjukkan mu beberapa hal yang berkaitan dengan Vampir."
Edmund berbisik saat dia menyebut kata vampir.
" Hmm, aku tidak yakin orang tua ku akan mengijinkan ku."
" Aku yakin mereka tidak akan keberatan jika kau pergi denganku."
" Ohya?"
" Ya. Kau bisa menghubungi mereka sekarang dan menanyakan nya langsung." Ucap Edmund dengan yakin.
Ya, bagaimana tidak. Edmund berada di markas saat Albert datang menemui Marcel untuk meminta bantuan menjaga dan melindungi Alia dari para vampir.
Albert juga menceritakan kepada Marcel bahwa Alia adalah manusia yang memiliki darah murni serta memiliki kekuatan kedua ketua Clan kono.
" Baiklah, aku akan menghubungi mereka untuk memastikan." Ucap Alia
" Tentu."
Alia segera mengambil ponsel yang berada di dalam tas nya.
__ADS_1
Dan saat Alia melonggarkan tali ranselnya. Pakaiannya di bahunya ikut terbuka sehingga tanda trisula yang berada di bahu kiri Alia terlihat.
" Aku menemukannya. Aku menemukan manusia yang memiliki darah murni." Ucap seorang vampir yang diperintahkan Gabriel untuk masuk ke dalam sekolah, dan mengamati setiap siswa yang ada di sana guna mencari manusia yang memiliki tanda Trisula.
" Kau harus mencari tahu dan membuntuti manusia itu."
Edmund yang juga melihat tanda Trisula Aliya langsung berupaya untuk segera menutupinya.
" Alia, Aku sarankan sebaiknya kamu memakai pakaian yang pas."
" Memangnya kenapa?"
" Tanda Trisula mu itu tidak boleh sampai ada yang melihatnya. Terutama vampir."
" Apakah berbahaya?"
" Alia Apa kau tahu jika para vampir melihat manusia yang memiliki tanda Trisula, mereka akan memangsanya. Mereka percaya manusia yang memiliki tanda itu adalah manusia yang memiliki darah murni dan juga kekuatan yang besar. Aku yakin kau tidak ingin berurusan dengan para vampir kan?"
" Tentu saja tidak, dan bisakah kau memberiku sedikit privasi karena aku akan berbicara dengan orang tuaku sekarang."
" Tidak, kau harus tetap berada disini karena aku merasakan ada sosok vampir di sekitar sini." Lirih Edmund.
" Oh my God. Ayolah Edmund ini kan siang hari tidak mungkin ada vampir yang mampu keluar saat siang ha.....ri. Ah iya Apa benar mungkin saja memang ada vampir di sekitar sini." Ucap Alia yang langsung sadar jika vampire Origin mampu keluar saat siang hari dan mampu berbaur dengan para manusia.
" Akhirnya kau mengerti. Dan apakah tahu sudah ada satu vampir yang melihat tanda Trisula mu itu." Ucap Edmund saat dirinya berhasil menemukan seorang vampir yang masih terus memperhatikan mereka berdua.
" Apa?, benarkah?"
" Ya, dan aku rasa Vampir itu sudah memberitahu rekan-rekannya yang lain bahwa dia telah menemukan manusia yang memiliki tanda Trisula."
" Jangan khawatir, Vampir itu masih belum mengantongi identitasmu. Jadi kita hanya perlu menangkap atau memusnahkan vampir itu, sehingga Vampir itu tidak dapat mencari informasi mengenai dirimu."
" Caranya?"
Edmund terdiam sejenak sebelum akhirnya dia menemukan cara.
Edmund tersenyum dan mulai memejamkan mata, memanggil para pemburu vampir lainnya untuk segera bersiap karena hari ini mereka akan memburu satu vampir.
" Edmund, Edmund. Hallo?" Alia menggoyang-goyangkan tangannya tepat di muka Edmund.
" Alia, Aku ingin kau bersikap normal dan berjalanlah di bawah sinar matahari lalu amatilah setiap orang yang lewat dan pastikan kau menemukan Vampir itu."
" Bagaimana caranya aku menemukan Vampir?. Ah aku tahu, seorang vampir yang keluar saat siang hari maka dia tidak akan memiliki bayangan. Apa aku benar?"
" Ya."
" Lalu bagaimana cara aku memberitahumu bahwa aku melihat vampir itu jika kau tidak berjalan dengan ku?" Tanya Alia yang memegang ponselnya namun masih belum menghubungi kedua orang tuanya.
" Nyalakan ponsel mu. Sambungkan dengan milik ku."
" Maksud mu, aku harus berjalan sambil menelponmu?"
" Ya. Dan pastikan kau berbicara seperti kau berbicara dengan sahabat dekatmu dan sesekali bercanda tawa sehingga vampir itu tidak akan curiga ketika dia mulai mendekatimu. Saat Vampir itu berjarak 10 meter darimu kau harus mengatakan ' Akan ku tutup teleponnya' jadi kami para pemburu vampir akan memblokir jalannya menuju dirimu."
" Apa kok yakin cara ini akan berhasil?"
" Alia apakah kau meragukan diriku yang pemburu vampir ini?"
__ADS_1
" Tidak, tentu saja tidak. Aku hanya meragukan diriku sendiri apakah aku mampu melakukannya?" Ucap Alia
" Kau pasti bisa. Aku yakin Kau pasti bisa melakukannya. Yang harus kau lakukan hanyalah tetap tenang agar semuanya tidak menjadi kacau."
" Oke. Baiklah. Tapi izinkan aku untuk menghubungi kedua orang tuaku dan menanyakan apakah benar aku boleh pergi bersamamu atau tidak?"
" Tentu silahkan."
Alia lalu segera menekan nomor Albert.
" Iya sayang, ada apa?. Apa kau sudah ada di rumah?" Suara Albert.
" Belum. Masih ada satu kelas terakhir."
" Lalu Kenapa kamu hubungi papa apakah ada sesuatu yang kau butuhkan?"
" Tidak ada, aku hanya mengatakan apakah nanti sepulang sekolah aku boleh pergi dengan Edmund?"
" Edmund? Ya. tentu saja kau boleh pergi dengannya. Dan Papa harap Edmund sendiri yang akan mengantarkan mau pulang ke rumah."
" Oke baiklah kalau begitu aku akan menutup ponselnya karena sebentar lagi kelas akan dimulai."
" Oke bye sayang. Sampai ketemu di rumah."
Alia mematikan ponselnya dan menatap Edmund.
" Bukankah sudah aku bilang jika orang tuamu pasti akan mengijinkan jika kau pergi denganku?"
" Kenapa?"
" Karena emang aku yang pantas untuk pergi bersamamu."
" Jangan mulai.."
" Haha, baiklah baiklah. Jadi apakah sekarang kau sudah siap untuk berburu vampir?"
" Apa?"
...****************...
......................
...----------------...
......................
...****************...
......................
...----------------...
......................
...****************...
......................
__ADS_1