
Alia, Edmund, Devian dan para pemburu vampir lainnya sudah tiba di alun-alun kota.
" Alia, ingatlah untuk selalu berada di jarak pandang kami." Ucap Edmund.
" Iya iya. Aku tahu."
Alia langsung menarik tangan Devian menjauh dari Edmund. Karena Alia dan kedua temannya sudah berjanji akan bertemu di kursi yang berada di dekat taman alun alun kota.
" Itu mereka." Ucap Alia saat melihat teman temannya yang sedang bersantai di taman.
" Alia, aku..."
" Sudah tidak apa apa." Ucap Alia seperti mengetahui kegugupan yang dirasakan Devian. Walaupun sebenarnya Alia juga tidak yakin bahwa seorang vampir bisa gugup.
" Hai girls." Sapa Alia yang mendapat sambutan antusias dari Lucy dan Gwen saat melihat siapa yang datang bersama Alia.
" Wow..."
Lucy dan Gwen menatap Devian dari atas ke bawah.
" Ya Tuhan Alia, Apa dia benar-benar seorang Sultan." Ucap Lucy
" Kenapa dia begitu imut boleh aku menggigitnya." Kata Gwen.
" Eits.. aa aa aa.." Ucap Alia sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Mereka kemudian saling tertawa dan saling bercerita. Mereka benar-benar membuat Devian menikmati malam pergantian tahun baru itu seperti layaknya seorang manusia.
Hanya saja Devian tidak makan dan minum. Dia hanya pura-pura mengambil makanan atau minuman lalu membuangnya saat kedua teman Aliya, Lucy dan Gwen tidak melihatnya.
Devian begitu menikmati berbaur dengan manusia, sehingga tidak sadar bahwa Gabriel sedang melancarkan aksinya untuk merekrut lebih banyak manusia menjadi seorang vampir.
" Devian tidak ada disini." Ucap Alice begitu mereka sampai di rumah Aliya.
" Lihatlah perisai ini bahkan sudah terlihat kuat tanpa disentuh." Ucap Harry.
" Ya, Aku bisa merasakannya jika kekuatan perisai ini sangatlah dahsyat." Imbuh Stefano.
" Ya bagaimana tidak, Perisai ini dibuat oleh Valkyrie Light sendiri. Tentu saja akan sangat kuat dan kokoh karena Valkyrie Light adalah kekuatan terbesar yang ada di dunia ini untuk membasmi seluruh monster." Ucap Elena.
" Alice, jika Devian tidak ada disini lalu dia ada dimana?" Tanya Charlie.
" Benar, kita harus segera memperingatkan Devian tentang apa yang sedang dilakukan oleh Gabriel." Imbuh Cristin.
" Devian sedang bersama dengan Aliya dan kedua sahabatnya di perayaan malam tahun baru yang diadakan di alun-alun kota." Terang Alice
" What the...." Ucap Harry dan Stefano.
" Tapi bukankah para manusia akan menyadari jika Devian adalah seorang vampir?" Tanya Elena.
" Tidak, malam ini Devian berpenampilan seperti manusia berkat bantuan dari Alia. Jadi tidak akan ada manusia yang sadar bahwa Devian sebenarnya adalah seorang vampir."
" Wow. Tapi ini juga malam hari kan, kalaupun kita bergabung bersama mereka para manusia itu juga tidak akan dapat mengenali kita bahwa kita sebenarnya adalah vampir." Ucap Harry.
" Para manusia tidak tapi kita bisa menjadi sasaran para pemburu vampir." Ucap Charlie.
" Yang dikatakan Charlie benar, kita harus berpenampilan seperti manusia agar dapat bergabung bersama mereka jadi para pemburu vampir tidak akan curiga bahwa kita ada di sana." Imbuh Alice.
" Kalau begitu apalagi yang kita tunggu ayo kita segera berdandan seperti manusia." Ucap Elena penuh semangat.
Mereka kemudian segera pergi dan mendatangi salah satu butik yang ada di kota itu. Alice menggunakan kekuatannya untuk menutup semua CCTV dan membuka pintu dengan mudah. Mereka semua lalu memilih pakaian apa yang akan mereka kenakan malam itu dan berdandan mirip seperti manusia pada umumnya.
" Wow, aku terlihat begitu keren." Ucap Harry.
" Aku begitu tampan." Timpal Stefano.
" Aku, seandainya saja aku bisa menangis. Mungkin aku akan menangis saat melihat diriku yang begitu cantik dan elegan." Ucap Elena.
" Ck, sudah jangan terlalu dramatis ingat kita berpakaian seperti ini hanya untuk memberitahu Devian dan juga yang lainnya bahwa Gabriel sekarang sedang bergerak membuat pasukan baru." Ucap Alice.
" Sayang, kau terlihat begitu cantik seperti sebelumnya." Ucap Charlie saat melihat penampilan Cristin.
" Terima kasih."
Setelah semuanya sudah memilih pakaian masing-masing mereka memutuskan untuk segera berangkat dan mencari keberadaan Devian.
" Aku tidak mencuri pakaian mu tapi aku hanya meminjam nya dan kami janji akan segera mengembalikannya begitu kami telah selesai dengan urusan kami." Ucap Stefano pada patung yang berada di dekat pintu keluar.
" Apa dia sudah gila atau sedang tidak waras?. Apakah dia tidak tahu jika itu adalah seorang patung?" Bisik Harry kepada Elena
" Sudah biarkan saja sekali dia mungkin ingin bersikap seperti manusia." Ucap Elena.
" Ayo kita berangkat."
Mereka kemudian berjalan sangat cepat, sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di alun-alun kota.
" Wow, ini pantas disebut lautan manusia." Lirih Harry.
" Benar, aku yakin Gabriel pasti sudah membuat lebih dari ratusan pasukan vampir yang baru." Imbuh Stefano.
__ADS_1
" Aku menemukannya, aku menemukan di mana Devian berada." Ucap Alice setelah cukup lama dia berkonsentrasi dan menggunakan kekuatannya untuk mencari keberadaan Devian.
" Kalau begitu tunggu apa lagi. Ayo kita segera menemuinya dan mengatakan alasan kenapa kita datang ke sini dan berdandan seperti ini." Ucap Elena.
" Cus lah.."
" Kuy.."
Mereka kemudian segera berjalan melewati para manusia itu dengan cepat sehingga mereka kini tiba di taman tempat dimana Devian dan Aliya beserta kedua sahabatnya tengah bercanda tawa dan menikmati malam pergantian tahun.
" Tunggu.." Ucap Alice
" Ada apa?" Tanya Elena yang terkejut karena Alice menghentikan langkah mereka semua saat akan menemui Devian.
" Aku harap kalian tidak lupa bahwa di sana ada orang lain yaitu sahabat Alia. Mereka adalah manusia jadi aku harap kalian akan berbahasa seperti manusia saat berbicara dengan Devian di hadapan mereka." Terang Alice.
" Oke. Kami siap."
" Bagus."
Setelah memastikan bahwa semua orang mengerti apa yang harus dilakukan Alice akhirnya mengajak seluruh keluarganya untuk menemui Devian.
" Devian, kami mencarimu kemana-mana ternyata kamu ada disini." Ucap Harry.
" Harry wow, aku hampir tidak mengenalimu dengan tampilan seperti ini." Ucap Devian yang terkejut saat melihat penampilan tidak biasa dari Harry.
" Bagaimana juga dengan penampilanku bro apakah aku juga terlihat keren?" Ucap Stefano dengan gaya.
" Wow.." Ucap Alia dan Devian secara bersamaan. Mereka saling berpandangan dan tidak mengerti apa yang terjadi kenapa keluarga Devian semuanya berpakaian dan bersikap seperti manusia.
" Hai Alia, Devian." Sapa Charlie dan Cristin.
" Hai Char..., hai papa, mama."
Alia langsung menyenggol lengan Devian, saat Devian akan memanggil Charlie dengan namanya. Dan memberi kode bahwa di hadapan mereka sedang ada kedua teman Alia, yaitu Lucy dan Gwen. Karena itu Devian segera mengganti panggilannya menjadi mama dan papa.
Oh astaga, ternyata sangat susah berpura-pura menjadi manusia. Terutama dihadapan manusia sungguhan. Batin Devian.
" Hai Ma, Pa." Ucap Alia.
" Hai.."
Lucy dan Gwen tidak henti-hentinya memandang keluarga Devian yang baru saja datang dan bergabung bersama mereka.
" Apa sekalian menikmati pesta malam pergantian tahun baru?"Tanya Cristin.
Alice yang dapat mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh Devian menjadi tersenyum dan melihat ke arah ke dua sahabat Alia.
(Devian berpura-puralah kau ingin ke toilet atau kemana karena ada hal penting yang harus kita bicarakan dan kita bahas sekarang.) Alice mencoba berbicara dengan Devian.
" Ohya Alia Kenapa kau tidak memperkenalkan kedua temanmu kepada kami?" Ucap Charlie.
" Ah iya. Ma , Pa dan yang lainnya kenalkan ini adalah sahabatku. Lucy dan Gwen. Lucy, Gwen perkenalkan mereka adalah keluarga dari Devian. Ini Mama Devian.."
" Halo." Ucap Cristin sambil berjabat tangan dengan Lucy dan Gwen.
" Ini Papa Devian."
" Senang berkenalan dengan kalian." Ucap Charlie yang juga bersalaman dengan Lucy dan Gwen.
" Dan mereka berempat adalah saudara dari Devian."
" Hai, aku Alice."
" Aku Elena."
" Aku Harry."
" Aku Stefano."
Mereka semua saling memperkenalkan diri begitu juga Lucy dan Gwen yang memperkenalkan diri mereka kepada keluarga Devian.
" Lucy, Gwen.." Teriak seseorang dari jauh.
Lucy, Gwen dan Alia langsung menoleh dan mencari arah sumber suara itu ternyata yang meneriaki mereka adalah saudara dari Gwen.
" Lihat.. Veronica ada disini." Ucap Alia saat melihat Veronica melambaikan tangan kearah mereka.
" Iya sepertinya dia bersama tunangannya yang tajir melintir itu." Ucap Lucy.
" Aku akan menemuinya sebentar." Ucap Gwen.
" Aku ikut.," Ucap Lucy.
" Aku akan menyusul kalian nanti."
" Oke."
Setelah Lucy dan Gwen pergi menjauh. Alia menatap ke arah Devian seakan bertanya kenapa semua keluarganya juga berada di sini dan berdandan seperti manusia.
__ADS_1
" Devian, Kenapa mereka semua datang kemari dan berpakaian seperti mu?" Tanya Alia.
" Aku tidak tahu."
(Alice, sebenarnya apa yang ingin kalian katakan apakah ada hubungannya dengan Aliya). Tanya Devian melalui telepati pikiran kepada Alice.
(Ya, tapi bisakah kita membuat Alia sibuk sebentar karena mungkin pembicaraan ini tidak pantas didengarkan oleh nya)
Devian lalu mencari keberadaan Edmund, setelah Devian menemukan keberadaan Edmund. Devian segera mengirimkan sinyal atau kode agar Devian mendekat.
( Alice, bisakah kau membuat kedua sahabat dari Aliya mengajak Aliya untuk pergi menemui sepupu dari Gwen yang baru saja tiba?) Ucap Devian melalui telepati pikiran lagi.
(Tentu).
Alice tersenyum lalu menggunakan kekuatannya untuk memanipulasi pikiran dari Lucy dan Gwen.
" Alia, ikutlah kami sebentar." Ucap Lucy dan Gwen.
" Baiklah, tunggu sebentar aku akan berpamitan kepada Devian dan yang lain." Ucap Alia
Alia lalu menghampiri Devian dan mengatakan jika dirinya akan pergi sebentar bersama kedua sahabatnya.
" Aku akan tetap menunggumu di sini jadi jangan pergi terlalu lama." Ucap Devian.
" Baiklah."
Alia pergi, Devian lalu menyuruh Edmund untuk mengirimkan para pemburu vampir untuk mengikuti Alia.
Edmund yang mengerti langsung memerintahkan kepada beberapa pemburu vampir untuk mengikuti kemana Alia pergi.
" Devian, apa yang terjadi sehingga kau memintaku datang kemari dan menyuruh aku untuk mengirim beberapa pasukanku mengikuti Aliya." Tanya Edmund.
" Kau akan mengetahuinya sebentar lagi. Alice, sekarang katakan apa begitu sangat penting." Ucap Devian kepada Alice.
" Hari ini, Gabriel telah membentuk pasukan vampir baru." Ucap Alice.
" Apa?, tapi bagaimana bisa?" Tanya Edmund yang terkejut saat Alice mengatakan jika Gabriel sekarang telah membentuk pasukan baru.
" Apa Kau tidak lihat sekarang ini banyak manusia berkumpul jadi satu di sebuah alun-alun. Dan tidak ada yang akan menyadari jika seperempat dari jumlah yang ada di sini menghilang." Ucap Devian.
" Aku tahu jika sekarang sudah ada ribuan manusia yang berkumpul di sini tapi yang ingin aku tanyakan adalah bagaimana bisa Gabriel membentuk sebuah pasukan dari manusia-manusia ini?"
" Gabriel adalah vampire Origin terakhir yang memiliki kekuatan tidak terhingga. Dia sepertinya telah mendapatkan anugerah dari Roh sihir terkuat, jadi dengan kekuatan baru yang dia miliki, Gabriel bisa membuat manusia menjadi vampir yang biasa kami sebut dengan vampir slave. Gabriel akan membuat manusia itu meminum darahnya sehingga manusia itu akan menjadi vampir dan mengikuti apapun yang diperintahkan oleh Gabriel."
" Tapi untuk apa?" Tanya Edmund.
" Untuk apalagi jika bukan untuk kembali menyerang rumah Aliya demi bisa mendapatkan Aliya." Terang Alice.
" Kalau begitu aku harus segera memberitahu markas pusat tentang ini."
" Ya, dan mulai hari ini kita harus lebih memperketat penjagaan dan pengawasan terhadap Aliya karena kita tidak tahu kapan Gabriel akan menggerakkan seluruh pasukannya itu." Ucap Charlie.
" Sekali lagi terima kasih karena sudah memberitahuku tentang hal ini." Ucap Edmund.
" Ya, kami juga memberikan informasi ini kepadamu agar kamu bisa memperketat penjagaan pada siang hari karena kami tidak bisa datang saat siang hari." Ucap Charlie.
" Tapi, bagaimana kami bisa tahu jika Gabriel itu sudah bergerak jika kalian tidak berada di sekitar sini." Tanya Edmund.
Hening.
Semua yang ada di sana termasuk keluarga Devian menjadi terdiam memikirkan perkataan dari Edmund.
Mereka membenarkan apa yang dikatakan olehnya. Tapi mereka juga tidak bisa berbuat apapun karena mereka bukan vampire Origin yang dapat bertahan saat siang hari. Mereka harus tetap berada di tempat gelap yang jauh dari sinar matahari.
" Bagaimana kalau kita membangun rumah sementara di hutan yang tidak jauh dari sini." Ucap Harry.
" Membangun rumah di sini sekalipun di tengah hutan akan membutuhkan izin yang sangat rumit karena ini bukanlah Forks. Ini adalah kota Washington DC yang ketat dan penuh aturan." Ucap Charlie.
" Aku bisa mencarikan kalian tempat tinggal sementara jika kalian mau." Ucap Edmund.
" Benarkah?" Tanya Devian yang tidak menyangka jika Edmund akan memberikan gagasan seperti itu.
" Ya, tapi sebelum itu aku harus membicarakan ini dengan ketua Clan ku dulu. Dan aku akan segera memberitahukan kalian setelah aku berdiskusi dengannya."
" Baiklah, sepertinya memang tidak ada pilihan lain bagi kita untuk tinggal sementara di negara ini sampai Gabriel benar-benar pergi dari sini." Ucap Charlie.
" Yeah, setelah sekian tahun berada di Forks. Akhirnya kita akan pindah dan mendapatkan suasana baru." Ucap Elena yang paling antusias saat mengetahui bahwa mereka akan tinggal di Washington DC selama beberapa hari kedepan.
" Baiklah, sebaiknya kita membicarakan yang lain Karena aku merasakan efek dari kekuatan ku mulai memudar pada Lucy dan Gwen. Dan sebentar lagi Alia pasti akan datang ke sini." Ucap Alia
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1