
Beberapa pasukan bergegas menuju kota bagian timur.
Tepatnya dimana Alia dan Edmund berada. Atas perintah tetua, mereka pergi menggunakan jubah ajaib. Sehingga mereka dapat melesat dengan cepat.
" Ada apa?" Tanya Albert yang binggung saat beberapa penjaga dari tertua itu mengenakan jubah ajaibnya dan pergi dari sana.
" Tetua bilang akan terjadi sesuatu yang bisa membuat para leluhur marah." Ucap Marcel yang juga gunakan jubah ajaibnya sepertinya Marcel akan ikut bersama dengan para penjaga tetua untuk menyusul Alia dan Edmund.
" Apa ini ada kaitanya dengan putriku dan juga Edmund?"
" Sepertinya begitu."
" Marcel, tolong jaga putriku agar dia kembali dalam keadaan selamat." Ucap Albert
" Kau tenang saja tidak akan ada sesuatu yang menimpa Alia. Mungkin Alia akan dibawa menghadap tetua langsung sehingga tetua akan langsung memberikan pilihan kepada alias sebelum semuanya terlambat."
Albert terdiam. Dia hanya bisa memandang kepergian dari Marcel yang mulai bergabung bersama dengan penjaga tetua lainnya. Albert merasa bersalah seharusnya sebagai orang tua Dia bisa dengan mudah mengajak putrinya berbicara dan mengatakan bahwa Alia harus membuat pilihan sebelum menentukan jalannya yang memutuskan untuk menjalin kasih dengan Edmund. Sehingga hal seperti ini tidak akan terjadi.
Sementara itu, Alia dan Edmund sedang berbagi selimut untuk meminimalisir rasa dingin.
Hujan yang teramat lebat membuat mereka tidak bisa berbuat apa-apa kecuali tetap berada di dalam tenda.
Tenda yang dibangun di atas perkayuan membuat mereka aman dari air hujan yang mulai membasahi tanah hutan itu.
Begitu juga dengan pasukan pemburu vampir yang lainnya. Hanya bisa berdiam diri di dalam tenda, sambil menunggu hujan reda.
" Brrrrttt, kenapa cuaca nya begitu dingin." Ucap Alia
" Kemarilah."
Edmund menarik tangan Alia, sehingga kini Alia berada dalam dekapan Edmund.
" Hmm, sangat nyaman." Ucap Alia yang lantas membuat Alia semakin mempererat pelukannya.
Hal itu tentu saja membuat Edmund merasakan sesuatu, karena dada Alia menempel begitu dekat dengan Edmund.
Edmund memejamkan mata, mencoba mengendalikan hasrat nya. Alia yang selalu bergeliat mencoba mencari kehangatan di dalam diri Edmund, membuat Edmund kembali merasakan sesuatu.
" Alia, bisakah kau diam. Kau membuatku merasa seperti menginginkan sesuatu." Pekik Edmund.
Ya, Edmund adalah laki laki normal, yang tentu saja akan membangkitkan sesuatu jika sedang sangat dekat dengan lawan jenisnya.
" Maaf, aku hanya tidak pernah merasa sedingin ini." Ucap Alia sambil menatap Edmund.
Cup
Tanpa basa-basi lagi, Edmund menyambar bibir Alia.
Alia yang awalnya terkejut, lambat laun mulai menikmati cvmbvan itu, dan mulai terhipnotis.
Tangan Alia masuk ke dalam kaos Edmund. Menyentuh langsung bidang dada Edmund. Dan mencari kehangatan di dalamnya.
Setelah cukup lama mereka saling bercivman. Edmund memandangi wajah Alia.
__ADS_1
" Sejak kapan tanganmu berada di balik pakaian ku?" Tanya Edmund yang baru menyadari jika hasrat dalam dirinya meningkatkan karena ada sebuah tangan yang sedang menjelajah dirinya.
" Hehe, aku tidak tahu. Aku hanya berpikir mungkin di dalam sana terasa jauh lebih hangat jadi aku mencoba memeriksa nya, apakah benar hangat seperti yang aku bayangkan." Ucap Alia yang menarik keluar tangannya.
"Dengar, sepertinya hujan sudah cukup reda." Ucap Alia ketika dia tidak lagi mendengar suara gemuruh air hujan.
Saat Alia keluar dari selimut yang membungkus dirinya dan Edmund. Edmund dengan cepat menarik tangan Alia.
" Argh..." Alia yang tidak siap terkejut karena tindakan Edmund. Alia kini jatuh lagi ke dalam pelukan Edmund.
" Kau mau kemana?" Tanya Edmund sambil memeluk Alia
" Mau melihat apakah hujan sudah lebih reda dari sebelumnya."
" Tetaplah disini. Bersama ku. Aku juga merasa begitu kedinginan."
" Hmm, baiklah." Ucap Alia sambil memeluk Edmund.
" Alia..."
" Hmmm?" Ucap Alia tanpa menatap Edmund, karena Alia tengah menikmati suara detak jantung Edmund.
" Aku juga ingin tahu seberapa hangat dirimu. Apakah sehangat bayangan ku." Ucapan Edmund membuat Alia menatap Edmund. Edmund tersenyum,
" Bolehkah?"
Alia tidak menjawab pertanyaan Edmund. Edmund lantas memegangi kedua pipi Alia dan mencivm nya. Saat Alia sudah terbuai dengan civman Edmund. Edmund mendaratkan ciumannya ke leher Alia.
Alia merasa seperti ada aliran listrik saat bibir Edmund menyentuh lehernya. Edmund terus bermain di leher Alia. Tangannya mulai nakal dan perlahan menyentuh dada Alia dari luar. Jari jemarinya mulai membuka kancing demi kancing pakaian yang dikenakan Alia. Alia mulai terbuai dan membiarkan Edmund melepas seluruh kancing pakaian nya. Edmund menyentuh belahan dada Alia. Alia begitu menikmati sentuhan Edmund, hingga tangga nya tidak sadar menurunkan tali bra nya.
Alia tidak menjawab, dia masih memejamkan mata menunggu sentuhan demi sentuhan Edmund. Namun yang dilakukan Edmund justru kembali memasang kancing pakaian Alia.
Alia langsung tersadar dan menatap Edmund.
" Kenapa?" Tanya Alia.
" Jika diteruskan aku khawatir akan melangkah terlalu jauh. Menikah lah denganku...." Ucap Edmund.
" Aku..."
Belum selesai Alia menjawab, mereka mendengar suara kaki menapak tanah.
" Siapa yang datang?" Ucap Edmund.
" Marcel dan beberapa pasukan penjaga." Ucap Alia yang menggunakan mata batinnya untuk melihat siapa yang ada di luar tendanya.
" Untuk apa Marcel datang?"
" Aku tidak tahu, sebaiknya kita keluar dan bertanya langsung pada mereka." Ucap Alia.
Marcel kemudian menjelaskan bahwa mereka diminta untuk kembali pulang, dengan alasan Vampir tidak lagi terlihat di negara itu. Walaupun Alia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Marcell. Alia tetap memenuhi perintah itu. Dan hari itu juga mereka kembali ke Washington DC. Sesampainya di markas, Alia melihat gelagat aneh dari Marcel yang seolah olah membuat Edmund sibuk akan sesuatu.
" Marcel, aku tahu alasan yang kau katakan kepada kami hanyalah kebohongan agar kamu semua kembali. Sekarang bisakah kau jelaskan kepada ku yang sebenarnya terjadi?" Tanya Alia begitu Marcel melangkah kepada nya.
__ADS_1
" Ikutlah denganku, maka kau akan tahu segalanya."
Alia kemudian mengikuti langkah Marcel. Mereka memasuki ruang bawah tanah dimana Alia sedikit terkejut karena mendapati masih ada ruang rahasia di dalam markas itu.
" Alia, kau tahu dalam diri mu ada wujud apa?" Tanya Marcel.
" Valkyrie Light."
" Kau akan bertemu dengan ketua dari Clan ini. Masuklah." Ucap Marcel yang membukakan pintu untuk Alia.
Alia masuk ke dalam ruangan yang sangat minim pencahayaan itu.
" Duduklah wahai engkau sang Valkyrie Light."
Alia duduk. Seorang lelaki tua mendekati Alia, duduk dihadapan Alia.
" Aku tidak akan menjelaskan dengan kata-kata. Aku akan langsung menunjukkannya kepadamu kenapa kau dipanggil ke sini untuk menghadapku." Ucap tetua tadi sambil tersenyum dan membuka tangan yang sedari tadi dalam posisi menggenggam, seolah-olah tetua itu ingin tangan Alia berada di atasnya.
Dengan ragu, Alia meletakkan tangannya di atas tangan tetua itu. Dan seketika Alia seolah-olah mundur dari masa sekarang ke masa lalu. Diantara masa yang di lihat Alia, ada yang membuat nya tersenyum tak kala mengingat apa yang pernah dia lalui bersama Devian. Namun juga ada masa yang membuat Alia merasa sedih.
Alia terus kembali ke masa lalu, dan sekarang Alia kembali ke masa para leluhur yang mana saat itu mereka tengah berbuat sumpah. Bahwa yang terpilih harus memenuhi tugasnya sebagai seorang Valkyrie Light dan melepaskan kepentingan manusiawi. Karena jika yang terpilih menjalani keduanya, maka sebuah kutukan besar akan menghancurkan dunia.
Alia langsung melepas tangan nya begitu dia melihat bencana seperti apa yang akan terjadi jika dirinya memilih menjalani hidup sebagai seorang Valkyrie Light dan meneruskan hidup sebagaimana manusia pada umumnya.
" Sekarang kau sudah mengerti alasan kenapa kau dipanggil ke sini?" Ucap tetua.
" Tunggu, halusinasi Seperti apa ini." Tanya Alia.
" Apa maksud mu dengan halusinasi?" Tanya tetua.
" Aku pernah mengalami ini sebelum aku memutuskan aku memilih menjadi manusia biasa." Ucap Alia.
" Bisa kau jelaskan secara rinci kepadaku." Ucap ketua itu seolah-olah ingin menguji sesuatu dari ingatan Alia.
" Tetua, dengan tidak mengurangi rasa hormatku kepadamu aku ingin bertanya, sebenarnya apa yang telah terjadi kepadaku?"
" Apa maksud mu?" Ucap ketua yang seolah-olah ingin berbelit-belit menjawab pertanyaan dari Alia.
" Tetua, aku yakin sebelumnya aku telah melewati ini. Dimana aku dipanggil ke sini saat aku dan Edmund hampir saja melakukan hubungan intim. Aku bahkan kembali ke masa lalu dan pergi ke masa depan. Dan sekarang, aku kembali ke titik ini. Aku...."
" Alia...."
Brug !!!
Tiba tiba Alia pingsan.
----------------
----------------
----------------
----------------
__ADS_1
----------------
----------------