Rahasia Cinta Alia

Rahasia Cinta Alia
Minta bantuan


__ADS_3

Alia terkejut, dia tidak sedang berhalusinasi. Alia benar benar telah terjebak di masa lalunya.


Dan Hari ini adalah hari terakhir Alia berada di hutan itu.


Para siswa siswi lainnya mulai membubarkan diri, beberapa dari mereka ada yang langsung masuk ke dalam tenda untuk mulai membereskan barang bawaan mereka, sebagian lagi ada yang memilih untuk berjalan-jalan di hutan. Dan ber swafoto.


" Hai, Apa yang akan kita lakukan ini adalah hari terakhir kita berada di hutan yang dingin dengan cuaca ekstrem." Ucap Lucy.


" Ya, hampir setiap pagi saat kita akan memulai kegiatan selalu saja turun hujan. Ah, aku jadi tidak sabar ingin kembali ke negara ku dan menikmati hangatnya sinar matahari pagi." Ucap Gwen.


Sedangkan Alia masih terdiam karena kejadian semalam, dia tidak dapat tidur karena memikirkan dan mencoba memecahkan siapa sebenarnya Devian.


" Apa kalian percaya jika manusia bisa terbang?" Ucap Alia, saat ketiganya berjalan menuju tenda.


Mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Alia, lucy dan Gwen langsung menghentikan langkahnya dan menatap Alia.


" Tentu saja." Ucap Gwen


" Benarkah?" Tanya Alia antusias.


" Ya, kita bahkan sering melihatnya." Imbuh Lucy.


" Dimana?, dan siapa?. Lalu bagaimana wujudnya apakah dia tampan menyeramkan atau apa?"


" Ya, beberapa dari mereka mungkin tampan dan juga menyeramkan." Ucap Gwen.


" Betul." Imbuh Lucy.


" Siapa?" Tanya Alia yang sepertinya sudah tidak sabar ingin mengetahui siapa yang bisa terbang menurut versi dari Lucy dan Gwen. Karena itu mungkin akan membantu Alia untuk menyimpulkan sendiri siapa sosok Devian sebenarnya.


Lucy dan Gwen saling berpandangan sebelum akhirnya tertawa sambil mengucapkan,


" Spiderman, iron man, penyihir dan bahkan mungkin unicorn. Hahah."


" Hah, kalian ini, orang serius juga ngapain bercanda." Ketus Alia.


" Haha, ya maaf. Lagian kamu juga sih hari gini masih nanyain orang terbang memangnya ada?." Ucap Lucy.


" Ya adalah mungkin dia monster atau manusia serigala atau makhluk jadi-jadian." Ucap Alia.


" Eh eh, kita kan udah seminggu di sini nih ya, tapi aku nggak pernah tuh ketemu makhluk menyeramkan atau apalah seperti mitos yang yang banyak beredar di kalangan masyarakat dan juga di Google. Padahal aku sangat berharap dapat bertemu dengan mereka yang paling tidak aku bisa ber selfie dengannya." Ucap Gwen


" Memangnya benar ya mitos tentang vampir yang katanya banyak berada di kota ini?" Ucap Alia.


" Ya." Ucap Gwen dan Lucy secara bersama.


" Ah aku tidak percaya, Aku ingin jalan-jalan sebentar Apa kalian mau ikut?" Ucap Alia.


" Pergilah lebih dulu Tapi ingat jangan terlalu jauh karena aku akan segera menyusul setelah aku menghabiskan sarapan ku." Ucap Gwen.


" Aku juga akan mengambil ponsel yang juga mungkin beberapa salib dan air suci berjaga-jaga jika di tengah perjalanan kita bertemu dengan sesuatu yang mengerikan. Hehe." Ucap Lucy.


Alia hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah laku kedua sahabatnya itu, yang satu begitu sangat mencintai makanan, tapi anaknya berapa banyak makanan yang masuk ke dalam tubuhnya tapi gue tidak bisa gemuk. Sedangkan Yusi orangnya sangat penakut tapi begitu tertantang dengan hal-hal berbau horor.


Setelah Alya berjalan beberapa meter dari tenda tempat dia beristirahat, Alia menatap ke sekeliling memejamkan mata membiarkan hembusan angin hutan menerpa wajahnya.


" Devian.." Lirih Alia


Wush....


Alia merasakan ada angin kuat yang menerpa tubuhnya.


Brug !!


Alia mendengar suara selalu tersenyum dan membuka mata, Alya tahu itu pasti Devian.


" Devian, kau datang?" Ucap Alia. Entah Kenapa perasaannya begitu senang saat melihat Devian ada di hadapannya.


" Sudah aku bilang kan, jika aku akan datang begitu kau memanggilku."


" Tapi, aku memanggilmu dengan suara yang sangat lelah."


" Aku punya pendengaran yang tajam dan juga aku dapat merasakan jika kau memerlukan diriku." Ucap Devian tersenyum dan berjalan mendekati Alia.


" Alia..."


" Hem..."


" Aku melihat semuanya berkemas Apa kau yakin akan pergi hari ini?"


" Ya, bagaimanapun juga aku tidak betah jika berlama-lama tinggal di negara hujan seperti ini. Aku begitu merindukan hangatnya sinar matahari."


Alia memandang wajah Devian, ada rasa kecewa dan juga kesedihan yang Alia lihat.


" Devian, boleh aku menanyakan sesuatu?"


" Tentu."


" Ini tentang kejadian semalam."


Devian mencoba membaca pikiran Alia, namun seberapa kerasnya Devian mencoba untuk membaca pikiran Alia, dia tetap tidak bisa menemukan apapun.


" Katakan, Apa yang kamu ketahui tentang kejadian semalam?" Ucap Devian setenang mungkin, karena saat ini dia sungguh takut jika Alia akan menanyakan atau mengetahui perihal pertengkarannya dengan vampir monster malam itu.


" Aku..."


" Alia.."


Wushh....


Belum sempat Alia bertanya kepada Devian, Devian sudah hilang entah kemana saat mendengar suara teriakan dari Lucy dan juga Gwen.


Alia mencoba mencari ke sekeliling namun dia tidak dapat menjumpai Devian.


" Alia, ternyata kau disini." Ucap Edmund.


" Edmund."


" Lucy dan Gwen sedang mencari mu, sedang apa kau disini?"


" Tidak ada, aku hanya menikmati pemandangan hutan untuk terakhir kalinya. Karena mungkin aku akan merindukanmu ini jika kita sudah kembali."


" Hmm, kau benar hutan ini memang sangat indah, tapi kau juga harus berhati-hati karena di dalam keindahan ini terdapat sesuatu yang mengerikan." Ucap Edmund saat dia menyadari ada sosok Vampir di sekitar sini.

__ADS_1


" Apa maksud mu?"


" Ah tidak ada, apa aja mengatakan di dalam hutan ini pasir ada binatang buas dan juga hal lainnya yang dapat membahayakan nyawa kita sendiri."


" Ya, kau benar."


" Ayo sebaiknya kita kembali dan jangan pergi terlalu jauh karena kau dan aku juga pasti tidak ingin tersesat."


" Baiklah."


Edmund menyuruh Alia berjalan didepan sedang Edmund berjalan dibelakang Alia.


Alia sekali lagi melihat ke sekeliling berharap dia akan menemukan Devian. Namun, Alia harus kecewa karena ternyata Devian benar-benar pergi dari sana.


" Huft.." Alia menghela nafas dan tersenyum kearah Edmund yang mulai menjulurkan tangannya tanda agar Alia segera berjalan kembali kepada Lucy dan Gwen yang masih terdengar berteriak memanggil namanya.


" Alia, kami mencari mu kemana mana."


" Ya, tadi aku berada di sana bertemu dengan Devian. Lalu dia pergi sebelum aku dapat menanyakan semua hal yang mengganjal di pikiranku tentang dia."


" Kenapa dia pergi?"


" Aku rasa dia memang tidak suka kalian, karena setiap kali mendengar suara kalian Devian selalu pergi entah kemana."


" Apa dia hilang begitu saja?" Tanya Lucy. Alia mengangguk.


" Oh my God. Devian pasti alien."


" Yang alien itu kamu." Ucap Gwen.


" Udah yuk, kita bersiap untuk pulang." Ucap Alia.


Setelah memastikan bahwa Alia telah berjalan menjauh, dan tidak lagi menoleh ke belakang, Edmund berbalik dan berkata,


" Aku tahu kau ada disini, aku tahu jika selama beberapa malam ini kau selalu menemui Alia. Aku harap kau tidak lagi mendekatinya, atau menampakkan dirimu dihadapannya. Atau aku akan pastikan kau menyesal karena telah berani mendekati manusia." Teriak Edmund dengan lantang.


Edmund tersenyum Smirk sebelum akhirnya pergi menyusul Alia.


" Siapa dia, sepertinya dia dapat merasakan kehadiranku di sini. Dan kenapa juga dia dapat mengetahui jika setiap malam aku berada disini menemui Aliya. Siapa dia sebenarnya?, Kenapa aku tidak dapat membaca pikirannya juga, sama seperti aku yang tidak dapat membaca pikiran Alia."


Devian menajamkann pengelihatannya, lalu dia melihat tanda yang hanya dimiliki oleh..


" Pemburu Vampir."


Alia sangat berharap dia bisa bertemu dengan Devian sebelum dia benar benar meninggalkan Kota Forks.


" Hei ayo. Apa yang kau tunggu?" Tanya Lucy.


" Dia pasti menunggu Devian." Imbuh Gwen.


" Hmm, aku sungguh berharap dia akan datang sebelum aku pergi."


" Ciie..ciee yang lagi jatuh cinta." Goda Gwen


Blush...


Wajah Alia memerah, dia akhirnya memilih untuk segera masuk ke dalam bis agar Lucy dan Gwen berhenti menggoda nya.


Devian tidak berdaya, karena di sekeliling bus, Edmund dan beberapa teman yang lain berjaga disana. Devian tidak berdaya saat melihat Edmund menabur sesuatu yang menjadikan bus dan sekeliling nya menjadi terlindungi oleh sebuah perisai yang tidak dapat ditebus Vampir seperti Devian.


" Apa kau yakin ada vampir disekitar sini?" Tanya teman Edmund.


" Ya, aku dapat merasakan nya. Vampir ini tidak memangsa manusia, dia meminum darah hewan, jadi air suci jenis ini saja sudah cukup. Dia tidak akan bisa menembus perisai yang tercipta dari air ini"


.


" Apakah semuanya sudah masuk kedalam bus?" Tanya senior kepada Edmund.


" Sudah."


" Kalau begitu, ayo kita segera melakukan perjalanan sebelum cuaca menjadi buruk."


" Baiklah."


Satu persatu, bus mulai berjalan meninggalkan hutan yang dijadikan tempat berkemah selama beberapa hari itu.


Devian mengikuti laju bus itu. Lalu dengan gerakan cepat dia sudah berada dibawah bus yang ternyata tidak disirami air suci oleh Edmund dan teman temannya.


Bus itu ternyata bus yang ditumpangi Alia. Devian terus berada di bawah bus itu, hingga saat perjalanan mereka cukup jauh. Mobil bus yang berada di barisan paling depan mengalami pecah ban. Hal itu tentu saja membuat bus yang berada dibelakangnya menjadi oleng dan beberapa diantaranya menjadi tergelincir.


" Argh."


Teriakan menggema di seluruh kabin bus. Ketika bus berhenti sempurna, murid murid berhamburan keluar dari bus.


" Apa apa.. ada apa?"


" Sepertinya telah terjadi kecelakaan."


" Benarkah?"


" Ya, sepertinya Bus nomer satu yang mengalami kecelakaan."


" Alia yang sedari tadi memilih memejamkan mata sambil mendengarkan earphone nya. Menjadi tersadar jika di dalam bus itu hanya tinggal dirinya. Dia tidak heran jika Lucy dan Gwen juga hilang, karena mereka selalu menjadi garda terdepan ketika ada sesuatu yang terjadi.


Saat Alia Anda beranjak dari tempat duduknya tiba-tiba Devian sudah duduk di sebelahnya.


" Devian."


" Alia.."


Alia tersenyum dan langsung memeluk lengan Devian dan bersandar di bahu Devian.


" Kau kemana saja, apa kau tidak tahu jika aku menunggumu?"


" Maafkan aku, aku ada sedikit urusan sehingga aku tidak dapat menemuimu."


" Alia, Aku sangat ingin tahu apa yang ada dalam pikiranmu. Bisakah kau memberi tahu ku?"


" Tentu, yang ada dalam pikiranku saat ini adalah aku merasa sedih karena aku harus berpisah denganmu."


" Sungguh?"


" Ya."

__ADS_1


" Kalau begitu tinggalan disini bersamaku."


" Aku tidak bisa, orang tua ku tidak akan mengizinkannya, walaupun aku tahu bahwa saudara orang tuaku tinggal di negara ini juga."


" Kalau begitu, apakah kau mau pergi jalan-jalan sebentar denganku?"


" Tapi, bagaimana jika busnya berangkat?"


" Tidak akan, mereka tidak akan berangkat selama 2 jam kedepan."


" Baiklah."


" Devian."


" Ya, Aku ingin kau membawaku terbang lagi."


" Apa?"


" Devian, aku tahu kau bisa terbang. Saat itu aku sudah terbangun dari pingsan ku dan menyadari bahwa aku sedang terbang."


Devian terdiam, dia tidak menyangka bahwa Alia akan mengetahuinya secepat ini.


" Alia, aku tidak bisa terbang."


" Kau bisa, bahkan malam itu kau juga bertarung dengan manusia yang memiliki gigi taring yang menakutkan."


" Dia bukan manusia, tapi monster."


" Apa?, monster."


" A, maksud ku mungkin manusia jadi-jadian?"


" Devian, aku merasa banyak hal yang kau sembunyikan dariku. Pertama, kau selalu datang saat malam hari, dan kau tidak pernah mau bertemu dengan teman-teman ku. Kau selalu datang dan pergi secara tiba-tiba. Kau bahkan tidak pernah menjawab pertanyaanku seperti di mana rumahmu, tempat tinggalmu dan juga makananmu. Apa yang kau makan, apa yang kau sukai. Aku bahkan tidak pernah melihat memakan."


Devian terdiam.


Haruskah aku memberitahu Aliya tentang siapa diriku yang sebenarnya?. Batin Devian.


" Devian?"


" Ya?"


" Kenapa kau diam saja?"


" Aku..."


" Katakan sejujurnya padaku apa yang telah kau sembunyikan, apakah kau bukan manusia?" Tanya Alia yang sudah tidak sabar untuk mendengar kebenarannya dari Devian. Mengingat ciri-ciri Devian sama seperti artikel yang didapat oleh Aliya bahwa hal yang dilakukan oleh Devian itu, hanya bisa dilakukan oleh vampir.


" Apa kau sungguh ingin mengetahui tentang siapa diriku sebenarnya?"


" Ya."


" Aku ragu kau akan tetap bersikap manis kepadaku setelah mengetahui siapa diriku sebenarnya."


" Tidak."


Walaupun gemetar tapi Alia tetap mengatakan tidak, untuk bisa mendapatkan penjelasan dari Devian. Dia begitu penasaran tentang siapa sebenarnya Devian.


" Apa kau tidak takut?"


" Tidak."


" Kalau begitu, ikutlah denganku aku akan menunjukkan sesuatu kepadamu."


Alia menghela nafas sebelum akhirnya dia berjalan mengikuti Devian.


" Apa kau siap?"


" Ya."


Wush...Wush .wush...


Devian membawa Alia terbang. Kali ini, Devian membiarkan Aliya mengetahui dengan jelas bahwa dirinya membawa Alia dengan terbang. Menapaki pohon demi pohon. Hingga mereka tiba di atas bukit.


Devian mencari tempat di mana dia bisa mendapatkan sinar matahari senja. Lalu dengan perlahan Devian berjalan ke arah sinar itu. Alia melihatnya dengan seksama.


" Devian??"


" Inilah diriku yang sebenarnya.."


" Kau adalah Vampir.." Ucap Alia sambil berjalan mundur saat melihat tubuh Devian bersinar seperti berlian.


" Alia tunggu."


" Jangan mendekat. Kenapa kau tidak memberitahuku dari awal bahwa kau ternyata seorang vampir dan bukan manusia?" Ucap Alia yang terus berjalan mundur.


" Alia dengar aku memang seorang vampir, tapi aku bukan pemakan manusia, keluarga kami adalah vampir yang bertahan hidup dengan meminum darah hewan."


" Keluarga?"


" Ya. Apa kau pikir Vampir tidak memiliki keluarga?"


" Alia, awas.."


Dengan cepat Devian menangkap tubuh Alia yang hampir saja terjatuh dari Bukit tinggi itu karena Alia terus berjalan mundur.


" Alia dengar, selama ini tidak ada alasan untukku terus bertahan hidup, aku seperti sakit namun tidak kunjung menemukan obat. Dan saat aku melihatmu aku seperti melihat diriku. Aku seperti menemukan obat dari luka yang aku derita. Aku, aku begitu terobsesi kepadamu. Sungguh, aku tidak punya niatan lain selain ingin terus dekat denganmu. Aku rasa jika aku disampingmu aku mempunyai kekuatan. Aku.. aku mencintaimu"


Alia memandangi Devian, lama mereka saling menatap sebelum akhirnya Devian memberanikan diri untuk mendekatkan bibirnya dengan bibir Alia.


Alia terpaku, Alia kemudian segera pergi dari hadapan Devian saat dia melihat Alice.


" Alice, kau harus membantu ku." Ucap Alia.


Ya, Alia yakin jika Alice dapat membantunya untuk kembali ke masa nya sendiri mengingat Alice pernah menemui Alia untuk meminta Alia menukar raga Devian.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2