Rahasia Cinta Alia

Rahasia Cinta Alia
Leluhur (1)


__ADS_3

Alia membuka mata, dia berada di tengah tengah tetua dan para senior pemburu vampir lainnya. Alia juga melihat ada kedua orang tuanya.


Karena penasaran, Alia memutuskan untuk duduk ditempat yang tidak jauh dari meja bundar milik para leluhur.


" Valkyrie Light telah jatuh cinta. Dan melabuhkan cintanya kepada seorang pemimpin pemburu vampir." Ucap seseorang yang berada di dalam sebuah goa yang gelap.


" Itu tidak boleh terjadi. Kekuatan Valkyrie Light akan hilang jika dia bersatu dengan Clan pemburu Vampir. Sang Valkyrie Light harus tetap seorang diri dan mengesampingkan kepentingan pribadinya."


" Tapi, Alia adalah manusia. Setiap manusia pasti mendambakan cinta dan ingin memiliki seorang kekasih." Ujar seseorang yang lain.


" Alia harus menyadari siapa dan apa sebenarnya Valkyrie Light dengan segala tugas dan sumpah yang sudah terucap."


" Tapi, Alia masih belum bisa jika diberi tanggung jawab sebesar itu."


" Dia harus mulai belajar membuat pilihan. Menjadi Valkyrie Light seutuhnya atau menjadi manusia biasa. Jika Alia memilih menjadi Valkyrie Light. Dia harus siap untuk meninggalkan segala sesuatu yang berhubungan dengan manusia. Dengan begitu dia akan menjadi Dewi cahaya seutuhnya. Tapi, jika dia memilih menjadi manusia biasa. Maka kekuatan Valkyrie Light akan keluar dari dalam darahnya, masuk kembali kedalam kalung trisula dan Alia tidak akan lagi mempunyai tanda Trisula di bahu kirinya. Keputusan ini sebaiknya segeralah dibicarakan kepada Aliya. Sebelum dia memulai kisah percintaannya dengan Edmund semakin dalam."


Semua orang bubar. Hanya satu orang yang tetap berada di sana.


" Aku tahu kau memikirkan keselamatan dari putrimu. Tapi inilah jalan yang memang harus dipilih. Jika yang terpilih menolak untuk mengemban tugas dan tanggung jawab yang besar. Maka yang terpilih harus rela melepaskan nya."


" Apa konsekuensi yang harus diterima jika Alya memilih menjadi manusia biasa?"


" Dia akan dikirim kembali ke masa lalu untuk memperbaiki keadaan. Tidak akan ada yang menyadarinya bahwa waktu berputar kembali ke masa lalu kecuali Alia sendiri. Disana Alia akan memperbaiki langkah apa yang harus diambil, sehingga kejadian di masa sekarang tidak akan terjadi."


" Aku belum mengerti."


Tetua itu kemudian menjelaskan jika Alya memilih menjadi manusia biasa. Maka Alia akan dikirim kembali ke masa di mana dirinya bertemu dengan Devian. Namun saat itu Alia tidak akan lagi menjadi manusia yang memiliki darah murni. Namun menjadi manusia biasa yang akan memperbaiki keadaan. Tapi jika Alia memilih untuk menjadi Valkyrie Light, maka Alia akan berada jauh dari aktivitas para dunia manusia. Dan diajarkan untuk mendalami ilmu dan mengeluarkan semua kekuatan asli Valkyrie Light.


Setelah mendengarkan penjelasan dari tetua itu. Albert memilih untuk kembali pulang dan mencoba membicarakan hal ini dengan istrinya.


" Jadi bagaimana menurut mu?" Tanya Albert pada Emery. Mereka sedang berada di ruang bawah tanah dan sedang menentukan takdir mana yang harus Alia pilih.


" Pa, kita tidak bisa memutuskan takdir mana yang harus Alia pilih. Karena semua itu Alia lah yang akan menjalaninya. Kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung walaupun sejujurnya Mama lebih suka jika Alia yang menjadi manusia biasa."


" Kenapa Mama menginginkan Alia yang menjadi manusia biasa?, apakah mama tidak suka jika Aliya kita menjadi seorang Valkyrie Light yang membantu manusia membasmi parah sampai dan monster yang makin masih ada dan tersebar di seluruh dunia." Ucap Albert.


" Mama suka, bahkan mama bangga. Tapi apa Papa tahu resiko menjadi seorang pahlawan itu sangat besar. Tidak semuanya bisa memiliki jiwa besar seperti para leluhur sebelumnya. Mama hanya takut di tengah perjalanan Alia mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai seorang Valkyrie Light. Dia tidak tahan dan tidak sanggup."


" Huft..., mama benar. Dan papa juga merasa bahwa Edmund berasal dari garis keturunan Clan yang dulunya bertentangan dengan clan kita. Sehingga sang tetua sangat terkejut dan tidak menghendaki Aliyah bersatu dengan Edmund ketika Alia memiliki wujud Valkyrie Light."


" Sebaiknya kita harus segera membicarakan hal ini dengan Alia." Ucap Mama.


" Mama benar."


Hari berganti, Albert dan Emery masih belum mempunyai kesempatan untuk berbicara dengan Alia, karena Alia dan Edmund terlalu sering menghabiskan waktu berdua. Entah untuk healing bersama memburu para vampir atas sekedar menghabiskan waktu berdua. Edmund dan Alia sangat sulit ditemukan dan dihubungi, membuat Albert, Marcel dan yang lainnya susah untuk menemukan mereka.


Hal ini mengundang kecemasan dari tetua. Dia takut jika Alya dan Edmund akan berbuat sesuatu yang melampaui batas. Tetua takut Alia dan Edmund akan melakukan penyatuan badan. Hal seperti itu akan membuat para leluhur yang menyatukan kekuatannya didalam wujud Valkyrie Light menjadi marah.


Karena Alia telah menodai kesucian dari kekuatan itu. Dan Alia sendiri masih belum mengetahui jika siapa saja yang terpilih dan yang telah menjadi Valkyrie Light tidak boleh sampai menjalin hubungan dengan siapapun apalagi sampai saling berbagi perasaan, bahkan sampai berbagi kehangatan. Itu akan mendatangkan bencana besar bagi Aliyah dan juga keluarganya. Karena telah menodai pesugihan dari kekuatan para leluhur.


Edmund dan Alia kini berada di sebuah kota di penghujung Utara bumi. Mereka berada didalam tenda disebuah hutan. Cuaca yang dingin membuat mereka selalu menghabiskan waktu berdua daripada ikut berpatroli mencari dan memastikan bahwa tidak ada lagi vampire Origin, atau slave jahat yang mengincar manusia.


Dan malam ini, hujan turun lebih deras dari biasanya. Kilat menyambar...


Edmund dan Alia sedang berada di dalam tenda.


Tiba tiba tetua langsung berdiri.


" Aku merasakan bahwa akan terjadi sesuatu yang akan membuat para leluhur marah."


Semua orang terkejut, dan langsung bertanya kepada tetua tentang apa yang akan terjadi.


" Jadi ini yang terjadi sebelum aku dan Edmund di bawah pulang secara paksa oleh pasukan lain saat aku dan Edmund sedang berburu vampire." Lirih Alia.


Alia lalu melihat Beberapa pasukan bergegas menuju kota bagian timur.


Tepatnya dimana Alia dan Edmund dulu berada.


Dan atas perintah tetua, mereka pergi menggunakan jubah ajaib. Sehingga mereka dapat melesat dengan cepat.


" Ada apa?" Tanya Albert yang binggung saat beberapa penjaga dari tertua itu mengenakan jubah ajaibnya dan pergi dari sana.


" Tetua bilang akan terjadi sesuatu yang bisa membuat para leluhur marah." Ucap Marcel yang juga gunakan jubah ajaibnya sepertinya Marcel akan ikut bersama dengan para penjaga tetua untuk menyusul Alia dan Edmund.

__ADS_1


" Apa ini ada kaitanya dengan putriku dan juga Edmund?"


" Sepertinya begitu."


" Marcel, tolong jaga putriku agar dia kembali dalam keadaan selamat." Ucap Albert


" Kau tenang saja tidak akan ada sesuatu yang menimpa Alia. Mungkin Alia akan dibawa menghadap tetua langsung sehingga tetua akan langsung memberikan pilihan kepada alias sebelum semuanya terlambat."


Albert terdiam. Dia hanya bisa memandang kepergian dari Marcel yang mulai bergabung bersama dengan penjaga tetua lainnya. Albert merasa bersalah seharusnya sebagai orang tua dia bisa dengan mudah mengajak putrinya berbicara dan mengatakan bahwa Alia harus membuat pilihan sebelum menentukan jalannya yang memutuskan untuk menjalin kasih dengan Edmund. Sehingga hal seperti ini tidak akan terjadi.


Alia melihat kekhawatiran di wajah Marcel dan kedua orang tuanya. Alia ingin sekali menghampiri mereka, tapi niatnya batal karena Alia memilih ikut para pemburu vampir yang sedang menuju dirinya dan Edmund.


...----------------...


Alia dan Edmund sedang berbagi selimut untuk meminimalisir rasa dingin.


Hujan yang teramat lebat membuat mereka tidak bisa berbuat apa-apa kecuali tetap berada di dalam tenda.


Tenda yang dibangun di atas perkayuan membuat mereka aman dari air hujan yang mulai membasahi tanah hutan itu.


Begitu juga dengan pasukan pemburu vampir yang lainnya. Hanya bisa berdiam diri di dalam tenda, sambil menunggu hujan reda.


" Brrrrttt, kenapa cuaca nya begitu dingin." Ucap Alia


" Kemarilah."


Edmund menarik tangan Alia, sehingga kini Alia berada dalam dekapan Edmund.


" Hmm, sangat nyaman." Ucap Alia yang lantas membuat Alia semakin mempererat pelukannya.


Hal itu tentu saja membuat Edmund merasakan sesuatu, karena dada Alia menempel begitu dekat dengan Edmund.


Edmund memejamkan mata, mencoba mengendalikan hasrat nya. Alia yang selalu bergeliat mencoba mencari kehangatan di dalam diri Edmund, membuat Edmund kembali merasakan sesuatu.


" Alia, bisakah kau diam. Kau membuatku merasa seperti menginginkan sesuatu." Pekik Edmund.


Ya, Edmund adalah laki laki normal, yang tentu saja akan membangkitkan sesuatu jika sedang sangat dekat dengan lawan jenisnya.


" Maaf, aku hanya tidak pernah merasa sedingin ini." Ucap Alia sambil menatap Edmund.


Tanpa basa-basi lagi, Edmund menyambar bibir Alia.


Alia yang awalnya terkejut, lambat laun mulai menikmati cvmbvan itu, dan mulai terhipnotis.


Tangan Alia masuk ke dalam kaos Edmund. Menyentuh langsung bidang dada Edmund. Dan mencari kehangatan di dalamnya.


Setelah cukup lama mereka saling bercivman. Edmund memandangi wajah Alia.


" Sejak kapan tanganmu berada di balik pakaian ku?" Tanya Edmund yang baru menyadari jika hasrat dalam dirinya meningkatkan karena ada sebuah tangan yang sedang menjelajah dirinya.


" Hehe, aku tidak tahu. Aku hanya berpikir mungkin di dalam sana terasa jauh lebih hangat jadi aku mencoba memeriksa nya, apakah benar hangat seperti yang aku bayangkan." Ucap Alia yang menarik keluar tangannya.


"Dengar, sepertinya hujan sudah cukup reda." Ucap Alia ketika dia tidak lagi mendengar suara gemuruh air hujan.


Saat Alia keluar dari selimut yang membungkus dirinya dan Edmund. Edmund dengan cepat menarik tangan Alia.


" Argh..." Alia yang tidak siap terkejut karena tindakan Edmund. Alia kini jatuh lagi ke dalam pelukan Edmund.


" Kau mau kemana?" Tanya Edmund sambil memeluk Alia


" Mau melihat apakah hujan sudah lebih reda dari sebelumnya."


" Tetaplah disini. Bersama ku. Aku juga merasa begitu kedinginan."


" Hmm, baiklah." Ucap Alia sambil memeluk Edmund.


" Alia..."


" Hmmm?" Ucap Alia tanpa menatap Edmund, karena Alia tengah menikmati suara detak jantung Edmund.


" Aku juga ingin tahu seberapa hangat dirimu. Apakah sehangat bayangan ku." Ucapan Edmund membuat Alia menatap Edmund. Edmund tersenyum,


Alia tidak menjawab pertanyaan Edmund.

__ADS_1


Edmund lantas memegangi kedua pipi Alia dan mencivm nya. Saat Alia sudah terbuai dengan civman Edmund. Edmund mendaratkan ciumannya ke leher Alia.


Alia merasa seperti ada aliran listrik saat bibir Edmund menyentuh lehernya.


Edmund terus bermain di leher Alia. Tangannya mulai nakal dan perlahan menyentuh dada Alia dari luar.


Edmund mulai meremas nya.


Jari jemarinya mulai membuka kancing demi kancing pakaian yang dikenakan Alia. Alia mulai terbuai dan membiarkan Edmund melepas seluruh kancing pakaian nya. Edmund menyentuh belahan dada Alia. Alia begitu menikmati sentuhan Edmund, hingga tangga nya tidak sadar menurunkan tali bra nya.


Alia memejamkan mata menikmati sentuhan demi sentuhan Edmund. Namun yang dilakukan Edmund justru kembali memasang kancing pakaian Alia.


Alia langsung tersadar dan menatap Edmund.


" Kenapa?" Tanya Alia.


" Jika diteruskan aku khawatir akan melangkah terlalu jauh. Menikah lah denganku...." Ucap Edmund.


" Aku..."


Belum selesai Alia menjawab, mereka mendengar suara kaki menapak tanah.


" Siapa yang datang?" Ucap Edmund.


" Marcel dan beberapa pasukan penjaga." Ucap Alia yang menggunakan mata batinnya untuk melihat siapa yang ada di luar tendanya.


" Untuk apa Marcel datang?"


" Aku tidak tahu, sebaiknya kita keluar dan bertanya langsung pada mereka." Ucap Alia.


Marcel kemudian menjelaskan bahwa mereka diminta untuk kembali pulang, dengan alasan Vampir tidak lagi terlihat di negara itu. Walaupun Alia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Marcell. Alia tetap memenuhi perintah itu. Dan hari itu juga mereka kembali ke Washington DC. Sesampainya di markas, Alia melihat gelagat aneh dari Marcel yang seolah olah membuat Edmund sibuk akan sesuatu.


" Marcel, aku tahu alasan yang kau katakan kepada kami hanyalah kebohongan agar kamu semua kembali. Sekarang bisakah kau jelaskan kepada ku yang sebenarnya terjadi?" Tanya Alia begitu Marcel melangkah kepada nya.


" Ikutlah denganku, maka kau akan tahu segalanya."


Alia kemudian mengikuti langkah Marcel. Mereka memasuki ruang bawah tanah dimana Alia sedikit terkejut karena mendapati masih ada ruang rahasia di dalam markas itu.


" Alia, kau tahu dalam diri mu ada wujud apa?" Tanya Marcel.


" Valkyrie Light."


" Kau akan bertemu dengan ketua dari Clan ini. Masuklah." Ucap Marcel yang membukakan pintu untuk Alia.


Alia masuk ke dalam ruangan yang sangat minim pencahayaan itu.


" Duduklah wahai engkau sang Valkyrie Light."


Alia duduk. Seorang lelaki tua mendekati Alia, duduk dihadapan Alia.


" Aku tidak akan menjelaskan dengan kata-kata. Aku akan langsung menunjukkannya kepadamu kenapa kau dipanggil ke sini untuk menghadapku." Ucap tetua tadi sambil tersenyum dan membuka tangan yang sedari tadi dalam posisi menggenggam, seolah-olah tetua itu ingin tangan Alia berada di atasnya.


Dengan ragu, Alia meletakkan tangannya di atas tangan tetua itu. Dan seketika Alia seolah-olah mundur dari masa sekarang ke masa lalu. Diantara masa yang di lihat Alia, ada yang membuat nya tersenyum tak kala mengingat apa yang pernah dia lalui bersama Devian. Namun juga ada masa yang membuat Alia merasa sedih.


Alia terus kembali ke masa lalu, dan sekarang Alia kembali ke masa para leluhur yang mana saat itu mereka tengah berbuat sumpah. Bahwa yang terpilih harus memenuhi tugasnya sebagai seorang Valkyrie Light dan melepaskan kepentingan manusiawi. Karena jika yang terpilih menjalani keduanya, maka sebuah kutukan besar akan menghancurkan dunia.


Alia langsung melepas tangan nya begitu dia melihat bencana seperti apa yang akan terjadi jika dirinya memilih menjalani hidup sebagai seorang Valkyrie Light dan meneruskan hidup sebagaimana manusia pada umumnya.


" Sekarang kau sudah mengerti alasan kenapa kau dipanggil ke sini?"


" Tetua, aku sudah berpetualang terlalu jauh, bisakah kau memandu aku kembali?" Lirih Alia.


" Tidak Alia, kau harus mencari jalan keluar nya sendiri. "


Alia menoleh ke asal suara.


" Pa...para leluhur?"


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2