Rahasia Cinta Alia

Rahasia Cinta Alia
Satu Malam


__ADS_3

Alia dapat merasakan getaran cintanya bersama dengan Devian saat dia memasuki kamar Devian. Alia dapat mengingat apa yang pernah terjadi di ruangan itu. Menari, bercanda tawa dan bermain piano.


Alia tertunduk dan tanpa sadar meneteskan air mata.


" Seandainya saja aku dapat membedakan mana vampire yang menjadi teman dan juga musuhku, mungkin saat ini Devian masih hidup." Pekik Alia.


" Alia, semua ini sudah takdir dan bukanlah kesalahan mu." Ucap Alice.


" Devian, aku mencintaimu.." Lirih Alia dalam tangis.


Tiba tiba angin kencang masuk ke dalam kamar, mengejutkan Alia dan Alice.


Angin dari luar itu masuk dan membentuk sebuah tornado kecil. Alice dengan sigap berdiri di depan Alia dan memegang tangannya, bersiap akan sesuatu hal buruk yang mungkin terjadi.


Pusaran tornado itu perlahan memudar, dan siapa sangka yang ada dibalik itu adalah Devian.


" Devian.." Pekik Alice.


Alia yang sedari tadi bersembunyi kini bergeser hingga berdiri disamping Alice. Alia yang saat itu melihat dengan jelas bahwa di hadapannya memang benar-benar Devian, berjalan melangkah mendekati sosok Devian. Alia tersenyum penuh kebahagiaan, dirinya tidak menyangka jika akan bertemu kembali dengan Devian lagi. Namun saat Alia hendak menyentuh wajah Devian, tangannya menembus begitu saja.


" Devian?"


" Alia, aku bisa datang kesini karena aku mendengar bisikanmu dan rasa penyesalan yang kau rasakan. Tapi maaf, Alam kita sudah berbeda." Ucap Devian seraya mengangkat tangan nya, hendak menyentuh wajah Alia.


Alia menetes air mata, dia sungguh ingin memeluk Devian. Namun Devian hanya gumpalan asap yang berwujud vampir.


Devian menoleh ke arah Alice, seperti meminta waktu untuk berbicara berdua dengan Alia.


Alice yang mengerti langsung keluar dari kamar. Alice tidak pergi, melainkan berdiri menunggu dibalik pintu. Untuk memastikan keselamatan Alia, karena bagaimanapun Alia adalah tamu dirumah itu.


" Alia, berjanjilah kau tidak akan pernah lagi menyalahkan dirimu atas apa yang terjadi." Ucap Devian.


" Devian, aku...."


" Sttt, jangan berkata apa-apa lagi. Aku mohon, kau adalah manusia paling luar biasa yang pernah aku temui. Kau harus melanjutkan hidupmu. Jadilah manusia yang memiliki keberanian besar agar kau siap menjadi pelindung manusia yang lainnya."


" Devian, ijinkan aku memeluk mu untuk terakhir kalinya. Ijinkan aku melepaskan beban kerinduan yang telah lama bersemayam di dalam hati. Dan ijinkan aku memeluk mu untuk menebus rasa bersalah ku karena telah membuat diri mu tiada." Lirih Alia dalam deraian air mata.


" Apa kau masih ingat dengan kata kunci nya?"


" Kata kunci apa?" Tanya Alia yang tidak mengerti dengan arah pembicaraan Devian.


" Saat kau ingin mencoba mencari tahu sebuah kebenaran. Apa kata kunci yang harus kau tahu dan rasakan agar bisa mendapatkan nya?"


" Keinginan dan harapan." Ucap Alia.


" Sekarang cobalah itu padaku."


" Tapi, hal itu hanya berlaku saat aku akan membuka kunci dari buku yang berisi tentang Valkyrie Light."


" Alia, kau adalah Valkyrie Light itu. Semua pengetahuan ada dan mengalir dalam darah mu. Hanya saja mungkin kau masih harus banyak belajar tentang tata cara menggunakan nya. Percaya lah, dengan niat tulus, keinginan dan harapan, kau akan bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan."


" Aku tidak yakin aku bisa melakukannya."


" Cobalah, dan lihat sendiri keajaiban yang akan kau ciptakan." Ucap Devian meyakinkan Alia, karena sesungguhnya Devian juga sangat merindukan Alia dan ingin memeluk nya untuk terakhir kali agar jiwa Devian dapat pergi ke alam yang jauh dibawah sana.


Selama ini raga Devian memang sudah hancur, tapi jiwa nya tidak bisa pergi dari dunia ini karena Alia masih belum mendapatkan kembali ingatannya dan Alia masih berada dalam lubang penyesalan.


Saat Alia mengatakan bahwa dia mencintai Devian, akhirnya Devian dapat hadir dihadapan Alia.


" Pejamkan matamu, dan tata niat atas apa yang kau inginkan. Ingat, tetaplah dalam zona tenang." Ucap Devian.


Alia menghela nafas dan memejamkan mata. Hati dan pikirannya tertuju pada satu keinginan. Yaitu dapat bersama Devian untuk hari ini saja, guna melepaskan beban penyesalan dan kerinduan.


Tiba-tiba Alia merasa dirinya berada di sebuah Padang yang luas, lalu dua orang yang dulunya adalah pemilik dari kekuatan yang kini berada di dalam darah Alia berjalan mendekati Alia dan berkata,

__ADS_1


" Sebelum nya tidak pernah ada dalam sejarah kami. Seorang manusia meminta agar seorang vampir dibangkitkan kembali dalam waktu yang singkat. Tapi karena niatmu tulus maka aku akan mengizinkanmu untuk bersama dengan Devian dalam waktu semalam. Gunakanlah waktumu dengan Devian baik mungkin. Karena setelah matahari terbit lagi maka Devian tidak akan ada di dunia mulai baik raga maupun jiwanya."


Cahaya terang kemudian menyilaukan pandangan Alia. Lalu Alya merasakan ada tangan lain yang menyentuh tangannya. Perlahan Alia membuka mata, dan pemandangan yang ada di hadapannya benar-benar membuat Alia bisa tersenyum.


Perlahan raga Devian terbentuk sempurna dan kedua insan itu kini saling berpelukan.


" Devian."


" Alia, kau berhasil. Kau membuat para leluhurmu mengizinkan aku untuk berada di dunia ini walaupun untuk satu malam."


" Oh Devian, Maafkan aku seandainya saja aku dapat membedakan mandi dirimu dan juga mana Gabriel. Pasti saat itu aku akan memisahkan raga kalian sebelum aku menghancurkan Gabriel."


" Sudah lah, Jangan pernah lagi menyesali apa yang sudah terjadi."


" hiks hiks..." Alia menangis dalam pelukan Devian.


Devian tersenyum dan mendekat erat tubuh Aliya. Manusia pertama yang membuat Devian merasakan cinta.


" Alia..." Panggil Devian setelah mereka cukup lama saling berpelukan.


" Ya?" Alia melepas pelukannya dan menatap Devian.


" Dari dulu aku selalu ingin melakukan sesuatu terhadapmu."


" Apa itu?"


" Aku ingin mencium mu, bolehkah?"


Alia memandang wajah Devian, sebelum akhirnya mengangguk. Devian tersenyum. Dia mulai memegang kedua pipi Alia, dan mendekatkan bibirnya.


Dekat....


Dekat....


Dekat....


Brak !!!


Alice membuka paksa pintu karena dia tidak mendengar suara dari Alia.


Devian dan Alia yang hampir saja menyatukan bibirnya menjadi terkejut karena Alice.


" Devian, kau hidup?" Ucap Alice terkejut.


" Ya, ini berkat Alia. Tapi ini hanya akan bertahan untuk satu malam saja. Dan aku ingin menghabiskannya untuk bersama Aliya." Ucap Devian yang sudah menjaga jarak dengan Alia.


" Baiklah, Maafkan aku yang masuk secara tiba-tiba karena aku mengkhawatirkan keadaan Aliya."


" Aku baik baik saja, terima kasih karena sudah mengkhawatirkanku." Ucap Alia.


" Tidak masalah, kau kan kamu di rumahku Jadi sudah seharusnya aku menjaga tamu sebagai mana layaknya tuan rumah yang baik." Ucap Alice yang merasa canggung karena dia baru menyadari bahwa Alia dan Devian akan berciuman.


" Kalau begitu sebaiknya aku kembali menutup pintu ini dan berjaga di depan pintu." Ucap Alice lagi.


" Alice.." Panggil Devian saat Alice hendak menutup pintu.


" Ya?"


" Tolong jangan beritahu kepada siapapun bahwa rasaku telah kembali walau hanya untuk malam ini saja. Aku tidak ingin Christin merasa sedih, aku tahu vampir yang paling terpuruk karena kehilangan diriku adalah Cristen. Biarlah nanti aku akan berpamitan kepada Cristin dengan caraku sendiri" Ucap Devian.


" Aku mengerti. Dan selamat menikmati waktu berdua." Ucap Alice tersenyum.


Alice kemudian menutup pintu dengan hati-hati dan terlihat seperti orang yang baru saja ketahuan mengintip. Alice memutuskan mengunci pintu dari luar dan memilih untuk pergi dari sana guna menemui Stefano. Karena sepertinya Alice juga ingin berciuman setelah dia tidak sengaja melihat Devian dan Alia hendak bercumbu.


Rasa canggung tiba-tiba tercipta di antara Alia dan Devian.

__ADS_1


" Kau mau jalan-jalan?" Tanya Devian yang memecah keheningan di antara mereka.


" Baiklah, lagi pula aku sudah lama tidak merayap dari satu pohon ke pohon yang lain." Ucap Alia.


" Kalau begitu ayo."


Alia sudah setiap dan naik di punggung Devian. Devian membuka jendela dan saat Devian akan terbang ke pohon. Alia melihat Marcel dan beberapa orang yang lain.


" Devian tunggu, sebaiknya kita tetap berada di sini." Ucap Alia.


" Kenapa?"


" Masuk saja. Tiba tiba Aku merasa bahwa lebih baik kita menghabiskan waktu di kamar ini saja untuk mengenang apa-apa saja yang pernah kita lalui saat aku berada di sini."


" Bukankah tadi kau bilang bahwa kau rindu merayap dari satu pohon ke pohon yang lain?" Tanya Devian.


Alia menatap Devian sepertinya Devian tidak lagi bisa membaca ataupun mendengar pikiran dari orang lain. Itu mungkin karena sebenarnya Devian telah tiada, jadi yang hadir sekarang hanyalah raga dan jiwa Devian tanpa kekuatan yang pernah dimiliki Devian yang sebelumnya.


Alia turun dari gendongan Devian dan membalikkan tubuh Devian. Dipegangnya kedua pipi Devian.


" Bukankah kau ingin merasakan sesuatu yang selalu ingin kau lakukan dengan ku?" Ucap Alia.


Devian tersenyum dan berjalan maju, satu tangannya menutup kembali jendela.


Alia berpikir kenapa Marcel juga ikut datang kemari beserta beberapa pasukan.


" Apa mungkin Edmund yang mengajak mereka?, atau Marcel sendiri yang sengaja datang ke sini untuk melindungi. Karena bagaimanapun Forks adalah kota yang terkenal dengan banyaknya makhluk lain yang tinggal di sini." Pikir Alia.


" Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Devian.


" Tidak ada, aku hanya berpikir bagaimana untuk menghentikan waktu hari ini. Karena bagiku waktu satu malam tidak cukup untuk melepaskan rindu dan juga penyesalan atas apa yang telah aku lakukan." Ucap Alia berbohong.


Devian tersenyum dan mendekati Alia. Alia menatap wajah Devian. Di usapnya kedua pipi Devian.


" Aku mencintaimu..." Ucap Alia refleks saat dirinya tengah memandangi wajah Devian.


Devian yang seolah-olah sudah sangat penasaran dengan rasa bibir, segera mendekatkan bibirnya.


Cup


Akhirnya mereka melakukan penyatuan bibir. Devian yang sebelumnya tidak pernah mengerti rasa bibir membuat nya begitu menikmati civman itu. Perlahan Devian memundurkan Alia, hingga Alia jatuh duduk di atas sofa.


Alice yang mendapat pengelihatan itu tersenyum, membuat Stefano mengkerutkan dahinya.


" Kenapa kau tersenyum?" Tanya Stefano.


" Tidak ada." Ucap Alice yang kembali melvmat bibir Stefano. Dan mereka kembali bercvmbv.


Alice berpikir mungkin inilah cara Devian berpamitan kepada Alice dengan memberikan gambaran kebahagiaan atas apa yang belum pernah Devian lakukan.


Sementara itu, entah apa yang membuat Edmund merasakan kantuk yang sangat berat. Hingga dia memutuskan untuk beristirahat di sofa yang ada diruang tengah. Sepertinya Devian yang membuat Edmund merasakan kantuk sehingga Edmund tidak mengkhawatirkan Aliya yang mungkin akan berada di dalam kamar dan akan terus berada disana dalam waktu satu malam.


Sementara Marcel memutuskan untuk membangun sebuah tenda sementara di tempat yang tidak jauh dari rumah Charlie. Mereka membangun sebuah tenda dan menutupnya dengan semak belukar, sehingga tidak akan ada yang menyadari bahwa ada manusia yang bermalam di hutan itu.


Devian juga membuat seluruh saudara nya. Elena, Harry dan Stefano mengenang kembali kebersamaan mereka saat berburu dan bercanda tawa.


Sementara itu, Devian membuat Cristin dan Charlie mengenang saat saat mereka mengajarkan Devian untuk menjadi vampir vegetarian.


" Charlie, apakah kau melihat apa yang aku lihat?" Tanya Cristin.


" Ya, sepertinya kehadiran Alia membuat Devian kembali hadir di rumah ini. Dan aku rasa Devian melakukan ini sebagai bentuk ucapan selamat tinggal kepada kita semua." Ucap Charlie.


Cristin tersenyum dan memeluk Charlie. Mereka kemudian juga melakukan civman.


Siang itu, seluruh isi rumah melakukan civman ala vampir terkecuali Edmund yang tertidur dan masuk ke dalam dunia mimpi yang indah dimana Edmund seakan kembali ke masa saat dirinya dah Devian bekerja sama untuk menjaga Alia.

__ADS_1


__ADS_2