Rahasia Cinta Alia

Rahasia Cinta Alia
Perasaan tidak seharusnya


__ADS_3

" Devian, kau sudah sadar?" Tanya Alice saat melihat Devian membuka mata.


" Apa yang terjadi?, kenapa aku bisa tidak sadarkan diri?. Apa seorang vampir bisa tidak sadarkan diri?" Tanya Devian.


" Ya, bukankah kau habis berkelahi?" Tanya Alice.


" Berkelahi?. benarkah?. Tapi Kenapa aku tidak ingat?, Ya, walaupun aku merasa seperti aku bangkit kembali dari kematian." Ucap Devian.


Kau memang terbangkit kembali dari kematian Devian. Hanya saja kau tidak menyadari itu. Alia telah mengorbankan cintanya dan juga tanggung jawabnya yang besar demi bisa membuatmu bangkit kembali. Batin Alice.


" Dimana yang lain?" Tanya Devian.


" Mungkin sedang berburu dan aku yakin mereka akan kembali beberapa saat lagi."


Devian meregangkan seluruh tubuhnya. Dia benar-benar merasa seolah dirinya pernah mati.


" Apa kau baik-baik saja?" Tanya Alice yang saat itu bisa mendengar apa yang sedang dipikirkan oleh Devian.


" Ya. Hanya saja, ah lupakan. Bisakah aku kembali ke kamarku?" Tanya Devian.


" Tentu saja." Ucap Alice.


Devian segera masuk ke dalam kamarnya. Disana, Devian mengelilingi seluruh kamarnya mengobrak-abrik seluruh barang-barangnya. Entah Apa yang sedang Devian lakukan, dia seperti sedang mencari sesuatu tapi tidak ada yang tahu itu hingga tidak sengaja mata Devian melihat sebuah foto.


Devian memandangi foto itu sebelum akhirnya membawa foto itu kepada Alice.


" Alice, Apa kau tahu siapa ini?" Tanya Devian sambil menunjukkan sebuah foto.


Deg !!!


" Dari mana kau dapatkan foto ini?" Ucap Alice sambil meraih foto yang tidak lain milik Alia.


" Aku tidak tahu, foto ini ada di dalam kamar ku."


" Apa kau tidak ingat ini?" Tanya Alice yang mencoba memancing ingatan Devian.


" Tidak, memangnya dia siapa?"


" Dia adalah wanita yang dulu tinggal disini." Ucap Alice.


" Benarkah?, Tapi kenapa aku tidak bisa mengingat nya?" Pekik Devian.


" Ah sudahlah. Apa kau mau berburu dan menyusul anggota keluarga yang lain?" Tawar Alice.


" Tentu."


Devian lebih dulu keluar rumah. Sementara Alice melihat foto Alia, sebelum akhirnya menggunakan kekuatannya untuk membakar foto Alia.


Semoga setelah ini kau menemukan cinta sejati. Batin Alice sambil mengejar Devian.


Semua keluarga Devian bahagia saat melihat Devian sudah tersadar. Dan seperti Devian. Tidak ada yang menyadari bahwa sebelumnya Devian mengenal Alia dan pernah menjadi saksi dari cinta mereka berdua.


Keluarga Charlie kembali seperti sebelumnya. Menjalani aktivitas seperti biasa.


Devian.


Tentu saja dia sendiri. Tidak berniat mencari pasangan seperti saudaranya yang lain. Karena memang telah ditakdirkan bahwa Devian akan menjalin cinta terlarang dengan yang terpilih.


...----------------...

__ADS_1


Edmund dan Alia kini telah berada di salah satu toko perhiasan.


Setelah memilih cincin yang tepat. Mereka menghabiskan waktu berdua dengan jalan jalan dan menonton bioskop.


Edmund sangat menikmati hari hari bersama dengan Alia. Tapi tidak sebaliknya.


Alia justru mengingat akan Devian. Tiba-tiba saja, hatinya seolah-olah meronta ronta ingin bertemu Devian.


Tapi, itu tidak mungkin. Devian tidak akan mengenali Alia, bahkan mungkin Devian bisa saja langsung memakan Alia karena Alia adalah manusia. Atau mungkin, Devian akan menghindari Alia, karena memang vampire seperti Devian dan keluarganya, yang mengklaim mereka sebagai vampir vegetarian. Tidak akan pernah berurusan dengan manusia.


Karena itu, mereka tinggal di hutan, sehingga tidak akan ada yang menyadari bahwa mereka sebenarnya seorang vampir.


" Alia, apa yang sedang kau pikirkan?, apa kau tidak suka film yang sedang kita tonton?" Tanya Edmund.


" Tidak, aku hanya tidak percaya jika sebentar lagi kita akan menjadi pasangan." Ucap Alia sambil tersenyum.


Edmund menarik Alia agar dirinya bersandar pada nya.


Cup


Edmund mengecup kening Alia. Dipegangnya tangan Alia.


" Aku tidak tahu apa yang ada dalam pikiranmu. Tapi percayalah cintaku begitu besar dan aku yakin kita akan saling mencintai dan menjaga satu sama lain." Ucap Edmund.


Alia menatap Edmund. Tanpa basa-basi lagi Edmund menyambar bibir Alia.


Bukannya mengingat moment saat dirinya dan Edmund melakukan ciuman. Alia justru mengingat saat dia menghabiskan waktu semalam bersama dengan Devian.


Alia langsung melepaskan diri dari Edmund.


" Ini tempat umum." Bisik Alia kepada Edmund.


Edmund hanya tersenyum kemudian mencium kening Alia


Mereka menikmati acara bioskop. Walaupun Alia masih terus saja memikirkan tentang Devian.


Satu Minggu kemudian,...


Alia dan Edmund sudah resmi menjadi tunangan


" Selamat ya sayang." Ucap Emery


" Terima kasih ma." Ucap Alia.


" Semoga setelah ini kamu akan menjadi istri yang baik untuk suami mu." Ucap Emery.


Alia hanya tersenyum, sambil melihat Edmund yang kini menjadi tunangan nya.


Malam harinya, Alia tidak bisa tidur. Dia berdiri di balkon kamarnya. Menikmati cahaya rembulan sambil memandang cincin yang melingkar di jari manisnya.


" Aku sudah menjadi milik Edmund. Tapi kenapa hati dan pikiran ku tertuju pada Devian." Pekik Alia


Alia juga tidak habis pikir kenapa dia masih mengingat tentang dirinya yang sebelumnya mengemban tanggung jawab sebagai Valkyrie Light. Kenapa dia tidak bisa melupakan kejadian itu sama seperti semua orang yang melupakan bahwa Alia sebelumnya adalah yang terpilih.


Ini sungguh menyiksa Aliya, terutama saat dia menyadari bahwa Devian kini telah bangkit.


Alia tidak bisa membohongi hatinya, Devian adalah Cinta pertamanya. Walaupun sebelumnya Alya telah melupakan Devian, tapi kembali ke masa lalu dan memperbaiki keadaan itu justru membuat Alia membuka kembali kisah cintanya dan perasaan yang ada padanya.


" Ini tidak bisa dibiarkan. Aku tidak boleh memikirkan pria lain sementara aku sudah menjadi milik Edmund. Aku harus melakukan sesuatu."

__ADS_1


Alia mengambil ponselnya dan menghubungi Edmund.


Edmund yang berada di markas langsung meluncur menemui Alia.


" Ada apa?, apa semuanya baik-baik saja?." Ucap Edmund saat dia baru tiba kamar Alia.


Alia tersenyum dan berjalan mendekati Edmund


" Aku hanya takut sendirian di rumah, kamu tahu kan, orang tuaku pergi untuk urusan yang aku sendiri tidak tahu dan tidak ingin tahu."


" Ohya, Sejak kapan Aliya yang pemberani menjadi penakut?" Tanya Edmund sambil tersenyum dan memeluk pinggang Alia.


" Sejak menjadi tunangan mu." Bisik Alia yang mengalungkan tangannya ke leher Edmund.


Alia kemudian teringat bahwa dirinya pernah melakukan sesuatu yang memicu hasrat sek sual dengan Edmund.


Alia mendekatkan wajahnya ke wajah Edmund.


Dekat....


Dekat....


Dekat....


Cup


Bibir mereka menyatu.


Perlahan...


Pelan....


Ciu man itu berubah menjadi lautan hasrat yang membara untuk keduanya.


Edmund mengunci pintu kamar Alia dan mengaktifkan mode kedap suara.


Alia melepaskan diri dari Edmund. Dia berjalan menuju jendela kamar yang sudah tertutup namun dengan tirai yang masih terbuka.


Edmund melepaskan jas dan berjalan mendekati Alia.


Cup


Satu tanda tercipta di bahu Alia.


Edmund menurunkan gaun Alia.


Disentuhnya punggung mulus milik Alia.


Alia langsung berbalik.


" Ed...." Panggil Alia


" Ya???..." Jawap Edmund sambil melepas tali hingga gaun Alia jatuh ke lantai. Kini Alia hanya mengenakan dress mini yang menutupi dada dan bagian sensitifnya.


" Aku...."


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2