
" Edmund...." Teriak Alia.
Alia terus berlari, berusaha mengejar mobil Edmund.
Namun mobil itu telah keluar dari gerbang sekolah dan pergi jauh.
Alia memutuskan untuk kembali kepada Gwen dan Lucy.
Sementara kedua sahabatnya itu memandang dengan tatapan heran karena melihat wajah Alia yang seperti menahan kekecewaan.
" Alia kau kenapa?, dan dimana Edmund?" Tanya Gwen.
" Apa Edmund tidak jadi mencintaimu?" Tanya Lucy.
" Hei bicara yang benar." Ketus Gwen.
" Maaf." Ucap Lucy.
" Huft, aku terlambat. Edmund sudah meninggalkan sekolah." Ucap Alia.
" Tidak apa. Nanti kau bisa menemuinya saat berlatih." Ucap Gwen.
" Hmm, semoga saja."
Lucy dan Gwen kemudian mengajak Alia untuk menikmati acara perpisahan yang diselenggarakan oleh sekolah.
Mata Alia memang terlihat menikmati serangkaian acara demi acara. Namunsesungguhnya hati dan pikirannya tertuju kepada Edmund. Benarkah selama ini Edmund mencintai dirinya. Dan apakah Aliya juga sama mencintai Edmund.
Edmund, apa benar kau mencintaiku?. Dan apakah aku juga benar benar mencintai mu. Kenapa kau pergi begitu cepat. Biasanya kau selalu menunggu ku. Apakah kali ini kau benar-benar kecewa dengan ku?. Batin Alia.
Hingga akhir acara. Dan sekali lagi setelah mengucapkan salam perpisahan untuk terakhir kalinya kepada kedua sahabat karibnya. Alia memutuskan untuk langsung pulang ke rumah dan berharap Edmund berada di rumah nya.
Seperti yang biasa dilakukan Edmund untuk menjemput Alia agar bisa pergi berlatih ke markas bersama.
Mobil Alia memasuki halaman rumah namun dia tidak melihat ada mobil lain di rumah itu selain mobil milik keluarganya.
Alia lalu mencoba bertanya kepada satpam jaga, dan jawaban itu sama bahwa satpam itu tidak melihat mobil Edmund.
" Huft, mungkin Edmund sedang ada urusan mendesak sehingga dia tidak datang ke sini." Ucap Alia yang mencoba mengusir pikiran negatif terhadap Edmund.
Alia menghabiskan siang itu dengan rebahan di dalam kamar. Pikiran nya terus melayang teringat perkataan kedua sahabatnya.
" Apa aku mencintai nya?" Lirih Alia.
Alia lalu memutuskan untuk mandi, dan setelah selesai mandi tepatnya di hadapan sebuah cermin Alia kembali bertanya tentang apakah dirinya benar-benar mencintai Edmund atau tidak.
__ADS_1
Saat Alia masih berperang dengan pemikirannya sendiri tiba-tiba Alia dapat melihat kejadian 1 tahun yang lalu. Dimana dia yang menggunakan kekuatannya untuk menghadirkan kembali raga Devian. Alia merasa seolah-olah kejadian itu kembali terulang. Alia dapat merasakan sentuhan hangat bibirnya dan bibir Devian. Dan Alia dapat mendengar dengan jelas kata-kata terakhir dari Devian yang mengatakan bahwa Alia harus melanjutkan hidup seperti manusia normal pada umumnya sebelum dia bertemu dengan Devian.
Alia juga mendengar dengan jelas bahwa Devian meminta Alia untuk membuka hati bagi seseorang yang lain. Setelah itu, pengelihatan Alia hilang.
" Devian. Jadi sebelum ini aku pernah mencintai seseorang. Tapi Kenapa aku tidak bisa mengingat kisah cinta ini. Apakah itu artinya Devian menginginkan aku membuka hati dan memulai kisah cinta yang baru?" Lirih Alia.
Tin
Tin
Tin
Suara mobil membuyarkan lamunan Alia, Alia sangat bersemangat untuk melihat mobil siapa yang datang.
" Semoga saja itu Edmund." Lirih Alia. Namun Alia harus merasakan kecewa karena yang datang adalah mobil orang tuanya.
" huft..."
Alia memutuskan untuk menunggu. Namun, hingga hari berganti Edmund tidak menampakkan diri. Bahkan Edmund juga tidak terlihat di markas cabang ataupun markas besar. Hal itu membuat Alia merasa khawatir.
Lalu Alia memutuskan untuk bertanya kepada Marcel.
" Alia, sungguh sebuah kejutan kau datang seorang diri di markas. Dimana Edmund?" Tanya Marcel.
" Itulah yang ingin aku tanyakan.
Marcel menghentikan aktivitasnya yang tengah mengasah sebuah pedang. Dan menatap Alia.
" Alia, kau sungguh membuatku ingin tertawa karena kau bertanya tentang Edmund padaku. Bukankah selama ini kau yang selalu bersamanya. Kalian selalu bersama setiap saat kan?" Tanya Marcel.
" Iya, tapi beberapa hari ini aku kehilangan nya. Dan aku tidak tahu dimana dia sekarang." Ucap Alia.
" Hmm, apa kau sudah mencoba mencari Edmund kerumah nya?" Tanya Marcel yang sukses membuat Alia menggelengkan kepalanya.
" Sudah ku duga. Carilah dia di sana. Jika Edmund tidak terlihat dimanapun, maka dia akan berada dirumahnya."
" Oke. Terima kasih atas sarannya. Dan aku akan mencoba mencari keberadaan Edmund dirumahnya" Ucap Alia yang kemudian bersiap untuk pergi.
" Oh, Alia. Jika kau memang ingin menemukan Edmund. Jangan pernah bertamu dengan cara normal dan yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang. Lakukanlah dengan cara tidak biasa. Maka kau akan bertemu dengan Edmund."
" Baik."
Sepanjang perjalanan menuju rumah Edmund, Alia terus memikirkan tentang pesan dari Marcel yang mengatakan bahwa Alia harus bertamu dengan cara yang tidak biasa agar bisa menemukan Edmund.
Alia lalu memarkirkan mobilnya dijarak 1km dari rumah Edmund. Alia berubah menjadi Valkyrie Light dan menggunakan kekuatan terbaru yang baru dia kuasai. Dapat bersembunyi di objek manapun. Sehingga tidak ada yang bisa menebaknya.
__ADS_1
Alia melihat rumah Edmund sepi dan sunyi. Melihat itu, Alia sedikit ragu jika Edmund berada disana. Dan tidak lama kemudian, datang seorang mobil.
Alia menguatkan pendengaran nya. Dia dapat mendengar dengan jelas bahwa tamu itu ingin masuk kedalam. Namun sang penjaga tidak bisa menerima alasan apapun.
" Hmm, apa karena ini, Marcel memintaku untuk masuk ke dalam rumah Edmund dengan cara yang tidak normal?" Lirih Alia.
Alia lalu mulai terbang dan hinggap dari satu pohon ke pohon yang lain hingga Alia sudah berada diatas balkon rumah Edmund.
Alia mencoba mencari pintu, dan dia tersenyum saat melihat sebuah pintu terbuka.
Alia masuk ke dalam. Rumah dalam keadaan sepi, Alia kembali dalam wujud manusianya.
Alia mulai berjalan dan mencoba mencari Edmund di seluruh ruangan. Dan Alia melihat sosok itu tengah berada di balkon sebelah kanan rumah.
" Edmund..."
Edmund yang sedang menikmati kesendirian terkejut saat mendengar suara Aliya.
" Alia, kenapa kau bisa ada di sini dan siapa yang membiarkanmu masuk?" Lirih Alia.
Alia dapat membaca dari wajah Edmund bahwa dia sedang kecewa akan sesuatu dan ingin menghabiskan waktu seorang diri. Dan Alia tahu persis bawa rasa kecewa yang dirasakan oleh Edmund karena dirinya. Jadi melihat berjalan santai dan duduk di kursi yang berada di sebelah Edmund.
" Hmm, sejak kapan ada peraturan untukku yang tidak boleh datang menemuimu." Ucap Alia sambil mengambil minuman yang sebelumnya telah diminum oleh Edmund dan meminumnya.
" Itu..., itu.." Ucap Edmund sedikit gugup.
" Ed, Apa kau menyendiri karena aku?" Ucap Alia sambil menatap tajam Edmund.
" Hahah, kenapa aku harus menyendiri karena dirimu." Ucap Edmund.
" Jika bukan karena aku lalu karena siapa. Kau sudah menghilang sejak beberapa hari yang lalu, dan sejak saat itu telah aku selalu menunggumu datang dan ternyata kau tidak datang sehingga membuatku harus datang menemuimu. Jadi katakan sebenarnya apa yang membuatmu ingin menyendiri seperti ini." Ucap Alia yang berdiri dan entah dari mana rasa percaya diri dari Alia itu muncul. Alia berjalan mendekati Edmund.
" Katakan." Kata Alia sampai terus berjalan mendekati Edmund, hingga kini mereka saling berhadapan.
" Edmund, Apa kau tahu saat itu aku berusaha mengejar dan memanggilmu tapi mobilmu sudah melaju kencang meninggalkan halaman sekolah." Ucap Alia.
" Apa?"
" Ed, Kenapa kau begitu cepat pergi?"
" AKU....."
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...