Rahasia Cinta Alia

Rahasia Cinta Alia
Bersiap untuk perang


__ADS_3

" Alia tunggu." Ucap Edmund saat dia mendengar suara langkah kaki.


" Ada apa?"


Edmund kembali mengenakan jubah ajaib nya lalu membawa Alia kembali mundur dan bersembunyi di balik tembok besar.


" Edmund katakan kepadaku apa yang sedang terjadi saat ini?" Ucap Alia setengah berbisik.


" Sttt.. Lihatlah." Edmund menunjukkan ke arah dimana Devian membawa semua orang ke dalam penjara.


" Apa.."


Alia dan Edmund menahan hafas saat Devian berjalan melewati mereka.


Mereka kemudian segera mencari keberadaan Charlie dan Marcel lalu membebaskan mereka.


" Alia, Edmund. Kalian disini?" Ucap Marcel.


" Ya, Alia telah menyelamatkanku dari mantra jahat Gabriel."


" Dan, Kenapa kalian bisa ditangkap oleh Gabriel?" Tanya Alia.


" Alice mendapat penglihatan bahwa kamu telah ditangkap dan dimasukkan ke penjara bersama dengan Edmund. Jadi kami segera masuk untuk menyelamatkan kalian namun ketika kami baru saja memasuki ruangan ini. Devian langsung menangkap kami." Terang Charlie.


" Sekarang lebih baik kita segera keluar dari sini sebelum Devian menyadari bahwa kita semua sudah tidak ada lagi di dalam penjara." Ucap Elena.


" Tapi bagaimana dengan Devian?, bukankah kita harus menyelamatkan nya?" Tanya Alia.


" Kita akan memikirkan cara untuk memisahkan mereka berdua. Tapi untuk saat ini yang harus kita lakukan ada segera keluar dari sini sebelum Gabriel mengetahui." Ucap Charlie.


Mereka semua kemudian bergegas keluar dari sana. Saat mereka hampir mencapai pintu keluar Alice kembali mendapat penglihatan di mana saat ini Gabriel tengah memanggil para roh terkuat dan mengatakan jika malam ini dia siap untuk meminum darah Valkyrie Light.


" Alice, ada apa?" Tanya Alia.


" Alia, ke harus segera pergi ke tempat aman dan pastikan kau tidak akan pernah keluar malam ini." Ucap Alice sambil memegang tangan Alia.


" Memangnya kenapa?"


" Malam ini Gabriel akan melakukan apa yang akan dia lakukan kepadamu." Ucap Alice.


" Apa? apakah Gabriel akan menjadikanku makanan pembuka nya?" Tanya Alia.


" Tidak, dia akan menjadikanmu makanan utama. Kamu adalah manusia terakhir yang memiliki darah murni dan memiliki kekuatan seribu dewa."


" Apa.."


Belum selesai Alia bertanya. Alice segera menarik tangan Alia untuk keluar dari sana. Dan membawa Alia pergi menjauh dari sana.


Kini mereka sudah tiba di rumah Alia.


Marcel dan para pemburu tingkat atas lainnya saling bahu-membahu membentuk dan melapisi perisai di rumah Alia.


" Alia dengar, kau harus siap dengan segala sesuatu yang mungkin akan terjadi. Aku bisa merasakan bahwa akan ada pasukan besar yang datang kemari." Ucap Alice.


" Alia kau harus berusaha mengendalikan diri untuk tetap tenang dan tidak panik. Ketenangan akan memunculkan kekuatan yang mengalir dalam darahmu." Ucap Edmund.


" Apa. Tapi bagaimana aku bisa tenang jika sekarang Devian yang saja sedang berada di bawah pengaruh Gabriel." Ucap Alia.


" Alia. Kami yakin kamu bisa mengatasi rasa takut dan juga kepanikan yang ada dalam dirimu. Sekarang lebih baik kau masuk ke dalam dan melakukan cara apapun untuk membuat dirimu menjadi jauh lebih tenang dan bisa mengendalikan diri." Ucap Charlie.


Alia memilih untuk masuk ke dalam ruang rahasia dan menyibukkan diri membaca buku Valkyrie Light.


Sementara itu Charlie dan Marcel sedang berdiskusi dan mencari cara bagaimana memisahkan Devian dan juga Gabriel.


" Edmund, pergilah ke markas dan beritahu semuanya. Kita harus bersiap dengan situasi buruk yang mungkin akan terjadi dalam beberapa jam ke depan." Perintah Marcel kepada Edmund.


" Siap." Begitu mendapat perintah dari Marcell, Edmund segera meninggalkan rumah Aliya dan menuju markas untuk menyampaikan apa yang baru saja Marcel katakan.


" Stefano, Harry. Pergilah berjaga di sekitar alun-alun kota untuk memantau pergerakan dari Gabriel dan juga pasukannya." Ucap Charlie pada Stefano dan Harry.


" Siap."


Dengan gerakan kilat ala vampir pada umumnya. Stefano dan Harry segera berangkat dan memilih tempat persembunyian yang aman di dekat pintu masuk rahasia yang berada di bawah alun-alun kota.


Alia yang dengan cepat menguasai dan mengerti apa yang berada dalam buku Valkyrie Light itu. Mulai bisa mengendalikan rasa takut amarah dan kegelisahan nya menjadi sebuah ketenangan. Alia menutup mata dan terus menerus memanggil nama Devian."

__ADS_1


" Devian..."


" Devian..."


Devian yang sudah begitu lemah tiba-tiba menjadi kuat dan dapat mengambil alih raganya dari Gabriel.


" Alia.." Pekik Devian.


Devian yang kini telah menjadi dirinya sendiri segera keluar dari ruangan itu dan berniat menuju rumah Aliya.


Karena Stefano dan Harry tidak mengetahui jika Devian yang keluar itu adalah Devian yang asli langsung menangkap tanpa aba aba.


" Hei. Stefano, Harry. Apa yang kalian lakukan Kenapa kalian menangkapku?"


" Sudah jangan bersandiwara lagi kami tahu jika dirimu adalah Gabriel bukan Devian." Ucap Stefano.


" Tidak. Ini benar-benar aku dan aku rasa Alia telah menyelamatkan diriku walaupun aku tidak tahu berapa lama efek kekuatannya dapat membantuku mengambil alih ragaku ini."


Setelah mendengar pengakuan dari Devian. Stefano dan Harry melepaskan cengkramannya yang sedari tadi menahan tubuh Devian agar tidak pergi jauh.


" Stefano. Di dalam sana ada ratusan. Tidak, mungkin hampir mendekati angka 1000 Vampir slave. Gabriel berencana melepaskan malam ini agar tidak ada yang mengganggunya untuk meminum darah Alia di malam bulan gerhana. Kau harus memberitahu yang lainnya agar tidak terlalu fokus untuk bertarung dengan Vampir slave. Karena para Vampir itu hanyalah pengalihan perhatian agar tidak ada yang menyadari jika Gabriel akan melancarkan aksinya."


Belum selesai Devian berkata. Raga nya kembali dikuasai oleh Gabriel. Dan mereka bertiga pun terlibat pertarungan yang sengit.


" Gabriel. Aku sudah tahu rencana apa yang akan kau jalankan dan akan kami pastikan bahwa rencanamu itu tidak akan berhasil." Ucap Stefano di sela-sela pertarungan mereka.


" Ohya. Coba saja."


Gabriel sedikit menjauh dari Stefano dan juga Harry. Lalu Mereka melihat Gabriel membaca mantra dan seketika ribuan pasukan Slave itu keluar dari ruang bawah tanah dan langsung menyebar ke seluruh kota.


" Oh ****." pekik Stefano dan Harry.


Gabriel tersenyum penuh kemenangan saat melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Stefano dan juga Harry.


Vampir Slave segera berjalan keluar dari ruang bawah tanah.


Stefano dan Harry berusaha secepat mungkin untuk sampai dirumah Alia agar mereka bisa memberi tahu Charlie, jika Gabriel telah melepaskan pasukannya.


Namun, sayang sungguh sayang. Rasa lapar yang di rasakan oleh vampir slave, membuat Stefano dan Harry memilih untuk bertarung dengan mereka yang hampir keluar dari perbatasan menuju kota.


" Sudah dimulai." Ucap Alice saat dia dapat melihat pasukan Gabriel bergerak.


" Mereka sedang melawan vampir slave."


Charlie segera memakai jubah dan berjalan keluar rumah.


" Charlie. Kau mau kemana?" Tanya Cristin.


" Aku akan memberitahu Marcel tentang hal ini." Ucap Charlie.


Begitu Charlie tiba di markas besar Marcel. Dia segera memberitahukan apa yang telah terjadi.


" Apakah Devian masih berada dalam pengaruh mantra Gabriel?" Tanya Marcel.


" Ya. Kami masih belum menemukan cara untuk memisahkan mereka. Aku hanya takut akan terjadi sesuatu yang buruk kepada putraku." Ucap Charlie sedih.


" Aku akan membantu mu menyelamatkan Devian dari Gabriel."


" Terima kasih."


Marcel kemudian mengajak Charlie untuk bergabung bersama dirinya yang akan membahas strategi perang melawan pasukan vampir Slave.


Devian kembali tidak berdaya. Gabriel mulai terbang menuju rumah Alia. Sesampainya disana, Gabriel segera menggunakan kekuatannya untuk merusak perisai dan masuk kedalam rumah.


Sontak saja hal itu membuat pemburu vampir yang berjaga disana segera menyerang Gabriel.


Tapi, mereka semua bukanlah tandingan Gabriel. Dengan mata tertutup saja, Gabriel sudah mampu membuat mereka semua tumbang.


Gabriel mulai masuk ke dalam rumah. Semua penjaga telah tiada. Gabriel mulai mencari keberadaan Alia. Namun, karena saat itu Alia sedang berada di ruang bawah tanah. Gabriel tidak bisa menjangkaunya.


Gabriel memejamkan mata, dia membuat Devian asli kembali menguasai raganya.


" Gabriel, keluar kau dari dalam tubuh ku." Pekik Devian.


Namun, Gabriel enggak untuk keluar. Karena dia masih harus menemukan Alia.

__ADS_1


" Kenapa aku berada disini?" Ucap Devian yang tersadar setelah dirinya berada di dalam rumah Alia.


Devian segera jalan keluar dan betapa terkejutnya dia saat melihat semua penjaga yang ada di sana sudah tumbang serta beri saya melindungi rumah Aliya telah lenyap.


" Ini pasti ulah Gabriel."


Devian lalu teringat akan Alia. Dia segera mengelilingi seluruh ruangan yang ada di rumah itu untuk mencari keberadaan Alia.


" Alia.."


Devian akhirnya berteriak karena dia tidak berhasil menemukan Alia.


Alia yang saat itu masih fokus membaca tiba-tiba mendengar suara panggilan dari Devian.


" Devian. Mungkinkah Devian sudah tidak lagi berada dalam pengaruh jahat Gabriel?" Lirih Alia.


Alia segera keluar dari ruang bawah tanah dan menemui Devian.


" Devian?"


" Alia.."


Mereka seperti dua kekasih yang baru bertemu setelah sekian lama berpisah.


" Devian. Apa ini benar-benar kau?"


" Ya. ini aku. Dan Alia, harus segera memberitahu orang tuamu dan juga yang lainnya."


" Tentang apa?" Tanya Alia.


Namun, belum sempat Devian mengatakannya. Gabriel sudah mengambil alih tubuh Devian lagi.


" Akhirnya aku menemukan mu." Ucap Gabriel sambil tersenyum jahat. Alia berjalan mundur begitu mengetahui bahwa Gabriel telah kembali menguasai raga Devian.


" Apa yang kau inginkan dariku?" Tanya Alya sambil terus berjalan mundur sedangkan Gabriel berjalan mendekati Alia.


" Aku rasa kau sudah tahu apa yang paling diinginkan oleh seorang vampir yang sedang berhadapan dengan manusia."


Alia memegang lehernya sendiri.


" Ayo ikutlah aku maka aku tidak akan menyakiti raga kekasihmu." Ucap Gabriel yang memperlihatkan bagaimana di dalam sana, Devian tersiksa karena di dalam tubuhnya terdapat dua jenis vampir yang berbeda.


" Devian." Pekik Alia.


" Hahah, bagaimana apa kau mau ikut denganku?. Dan sebagai gantinya aku akan memisahkan diri dari raga Devian"


Lama Alia berpikir, dia tahu jika dirinya ikut bersama dengan Gabriel maka kemungkinan nyawanya dalam bahaya. Tapi, jika dia tidak ikut maka, nyawa Devian lah yang sedang dalam bahaya.


" Aku akan menghitung sampai 3 dan jika dalam hitungan ketiga kau tidak membuat keputusan maka aku akan bisa mengubah Devian menjadi debu... Satu..." Ucap Gabriel yang mulai berhitung.


" Tunggu, berikan aku waktu untuk berpikir." Pinta Alia, namun Gabriel tidak menggubris permintaan Alia dia justru terus menghitung.


" Dua...., Ti..."


" Lepaskan Devian, dan aku akan ikut bersamamu."


" Gadis pintar.."


Gabriel kembali memejamkan mata dan membaca mantra. Seketika raga kedua Vampir itu terpisah. Dan kini Gabriel telah kembali ke tubuh aslinya.


" Argh.." Devian terjatuh dengan lemah tak berdaya. Alia segera menghampiri Devian.


Namun, belum sampai Aliya memegang tangan Devian. Gabriel sudah merantai Alia dengan rantai ajaib.


" Gabriel, izinkan aku untuk menemui Devian yang sebentar."


" Maaf, karena sebentar lagi kita harus tiba di tempat persembahan." Lirih Gabriel.


" Devian..." Alia berteriak, namun raga Devian yang masih lemah membuat Devian tidak berdaya dan hanya bisa membuka sedikit matanya. Melihat Alia yang dibawa pergi oleh Gabriel.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2