
" Devian, Apa kau tahu kemana mereka akan pergi?" Tanya Alia.
" Aku rasa mereka akan mencoba untuk menghentikan apa yang sedang terjadi di dalam."
" Maksud mu, mereka akan mencoba menghentikan para zombie itu dengan darahku yang dicampur dengan air?"
" Itu bukan yg biasa Alia, itu adalah air suci flower of sun. Air suci yang begitu terkenal kesuciannya sehingga tidak ada vampir manapun yang tidak bergetar, ketika mendengar air suci jenis ini." Ucap Edmund sambil menatap tajam kearah Devian.
Rupanya Edmund ingin mengingatkan Devian jika dirinya mempunyai air suci itu, dengan maksud agar Devian tidak melampaui batas dan tidak curang dalam hal menjaga Alia.
Devian yang tahu maksud dari Edmund langsung menyunggingkan senyum karena Devian bisa mendengar apa yang ada dalam pikiran Edmund.
" Oke, lalu apa hubungannya air suci dengan darahku?" Tanya Aliya yang masih belum mengerti kenapa Marcel yang baru saja datang, langsung menghampiri dan meraih tangan Alia serta melukai jari telunjuknya.
" Alia, Apa kau lupa jika didalam darahmu ada sumber kekuatan yang paling kuat di dunia ini. Jadi setetes darah mu saja sudah cukup untuk membuat penawar gas vampir beracun." Ucap Edmund.
" Semudah itu?"
" Ya, segala sesuatunya akan mudah jika menggunakan darah Valkyrie Light, ah maksudku menggunakan darah yang terdapat sumber kekuatan." Ucap Edmund yang langsung segera meralat kata-katanya saat dia menyebutkan nama Valkyrie Light dan Devian langsung memberikan tatapan tajam kepadanya.
" Edmund Kenapa tadi kau menyebut..."
" Alia, bagaimana kalau sekarang kita membawa temanmu ke tempat yang lebih aman." Ucap Devian yang langsung memotong perkataan dari Alia ketika Alia ingin bertanya perihal Edmund yang sudah keceplosan menyebut nama Valkyrie Light.
" Iya bener, jika kita menunggu mereka dan tetap berada disini aku khawatir jika gas vampir beracun itu akan keluar dan menyebar ke luar Mall ini." Imbuh Edmund.
" Aku bisa membuat perisai yang akan menutupi seluruh mall ini sehingga gas racun itu tidak akan keluar." Ucap Alia yang langsung memejamkan mata mengucapkan mantra dan membuat perisai yang menutupi seluruh mall.
" Wah, lihatlah semakin hari dia semakin luar biasa." Bisik Stefano kepada Devian.
" Ya kau benar."
" Mulai sekarang kau harus bisa pandai menjaga dirimu bung, karena sedikit saja kamu menyakitinya dia. Kau akan langsung berubah menjadi butiran debu...," Bisik Stefano.
" Nah, aku sudah memasang perisai di seluruh tempat ini jadi bukankah kita akan aman berada di sini." Ucap Alia dengan senyuman bangga karena kini dia telah bisa menguasai teknik membuat perisai.
__ADS_1
Edmund dan Devian terlihat menepuk dahinya sendiri.
" kenapa?" Tanya Alia yang heran akan sikap dari keduanya.
" Alia, kau memang telah membuat perisai yang menutup seluruh Mall ini tapi apakah kau tahu kita masih berada di dalam lingkaran perisai yang telah kau buat. Jika gas vampir beracun Itu keluar, itu sama saja akan mengenai kita." Ucap Edmund.
" Oh ya, hehe aku lupa. kalau begitu bagaimana kalau kita membawa mereka berdua ke rumahku." Ucap Alia.
" Bukankah tadi aku sudah mengatakan seperti itu kepadamu." Ucap Devian.
" Hehe, maaf."
" Huft.." Devian membuang nafas kasar. Lalu mereka semua turun dari atap mall. Dan mulai bertingkah seperti manusia pada umumnya.
Edmund menstop taksi, dan akhirnya mereka bersama-sama menuju rumah Aliya.
Sementara itu, Marcel dan Alice memilih untuk masuk ke dalam sedangkan yang lainnya menunggu di luar untuk berjaga-jaga.
" Kemari.." Ucap Alice pada Marcel.
Mereka berdua masuk melalui cerobong menuju pusat gas beracun itu diletakkan.
" Ya aku memiliki nya." Ucap Marcel sambil mengeluarkan sebuah masker dari dalam jubah nya.
" Wow, kau lebih mirip menjadi ninja daripada seorang pemburu vampir sekarang." Kekeh Alice.
" Aku tahu memang masker ini terlihat sangat konyol ketika aku pakai tapi inilah satu satunya pusaka yang yang aku miliki dari para leluhur ku."
Marcel dan Alice lalu melanjutkan perjalanan dan kini mereka telah tiba di pusat gas vampir beracun.
" Apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Marcel
" Lemparkan saja botol penawar itu tepat mengenai botol gas vampir beracun. Dan pastikan bahwa lemparan mu membuat botol penawar itu pecah sehingga penawarannya akan langsung menyebar dan menyembuhkan para manusia yang berada di dalam sana."
" Apa kau yakin cara ini akan berhasil?"
__ADS_1
" Hei, Apa kau meragukan tulisan dan warisan dari para leluhur mu?" Ucap Alice sambil menatap tajam kearah Marcel.
" Tidak, aku hanya berpikir apa yang terjadi kepada manusia di dalam sana yang telah berubah menjadi zombie apakah mereka benar akan kembali menjadi manusia?"
" Itu tergantung. Jika mereka masih bertingkah normal maksudku masih menjadi setengah Zombie. Penawar itu akan membuat mereka kembali menjadi manusia. Namun, ketika mereka telah berubah 100% jadi zombie maka penawaran itu tidak akan berlaku padanya dan yang harus kita lakukan adalah membasminya sebelum zombie itu membuat manusia-manusia yang lain menjadi zombie kekal sepertinya." Terang Alice.
" Bagaimana kita akan mengetahui jika akan ada manusia yang telah menjadi zombie."
" Lemparkan saja botol penawar itu lalu lihatlah keajaiban yang akan terjadi. Setelah penawar itu menyebar manusia yang telah kembali menjadi manusia seutuhnya, mereka akan langsung keluar dari dalam mall. Setelah itu barulah kita masuk ke dalam dan mencari apakah ada manusia menjadi zombie kekal."
" Aku suka semua ide-ide cemerlang mu itu. Seandainya saja kau bukan vampir aku mungkin sudah merekrut mu untuk menjadi kaki tangan terbaikku."
Alice hanya menyunggingkan senyum saat mendengar perkataan dari Marcell yang ingin menjadikan dirinya kaki tangan pemburu vampir.
Marcel segera melemparkan botol kaca yang berisi penawaran gas vampir beracun. Dan keajaiban pun terjadi penawaran itu itu langsung menyebar ke seluruh mall dan menyembuhkan manusia-manusia yang berada di dalamnya.
Dalam sekejap manusia yang sadar jika dirinya telah kembali menjadi manusia memilih langsung berhamburan keluar dari mall.
" Lihat, para manusia itu sudah keluar sepertinya Alice dan Marcel telah berhasil menemukan kan sumber dari gas vampir beracun itu." Ucap Elena
" Ya, tapi kita harus memastikan bahwa benar-benar tidak ada ada zombie di dalam sana." Ucap Charlie.
" Tentu saja sudah tidak akan ada lagi Zombie. Bukankah zombie itu telah berubah menjadi manusia dan telah keluar dari mall." Ucap Harry.
" Tidak..."
" Apa?"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...