
" Mungkinkah itu Gabriel." Ucap Alia, saat dirinya juga tiba-tiba teringat tentang ucapan Devian.
" Gabriel?, siapa dia?"
" Dia adalah...."
Alia tidak meneruskan kata-katanya setelah dia melihat Edmund yang ternyata seorang pemburu vampir.
" Alia.., kau harus memberitahuku Apa yang kau ketahui selama kau berada di Forks, juga kau harus memberitahuku apa saja yang kau ketahui saat bersama dengan vampir itu."
" Devian, Edmund. Namanya Devian."
" Baik lah. Devian."
" Memangnya apa hubungannya denganmu tentang apa-apa saja yang sudah kuketahui selama berada di sana."
" Alia, Jika dugaanku benar bahwa di kota kita sudah ada vampir maka aku harus bertindak dengan cepat karena kalau tidak Vampir itu bisa menjadi momok bagi manusia."
" Apa maksudmu?"
" Alia, bayangkan saja jika satu vampir bisa membunuh dua manusia dalam semalam. Berapa orang yang akan mati selama satu minggu. Dan bayangkan jika ternyata vampirnya lebih dari satu mungkin tiga, lima atau bahkan sepuluh."
" Gabriel.., dia adalah vampir monster yang diburu manusia. Devian pernah mengatakan agar aku berhati-hati terhadap orang yang mencurigakan. Tadi aku juga mempelajari sesuatu yang berkaitan dengan vampir. Seperti Vampir Origin yang dapat keluar saat siang hari. Namun malam harinya mereka harus memangsa manusia untuk memulihkan kekuatannya yang hilang karena terkena sinar matahari."
" Edmund..,"
" Ya?"
" Apa kau tahu sesuatu yang berkaitan dengan Valkyrie Light?"
" Aku tidak tahu banyak, aku hanya tahu jika sang Dewi akan muncul jika manusia berada dalam bahaya besar. Seperti saat malam bulan purnama yang membangkitkan para zombie, dan langsung mencium para manusia. Saat itu aku juga terkejut bahwa Valkyrie Light akan benar-benar muncul di dunia ini."
" Memangnya selama ini, kau tidak pernah melihatnya?"
" Tidak. Alia, Aku harap selama beberapa hari ke depan kau tidak keluar rumah saat malam hari, sampai aku benar-benar memastikan insiden itu disebabkan oleh vampir atau hal yang lain."
" Tapi bagaimana jika benar ternyata vampir yang membunuh para manusia itu dan jenis vampir yang datang kemari adalah vampire Origin yang dapat keluar saat siang hari."
" Karena itulah, kau harus selalu membawa tanda salib dan juga suci untuk berjaga-jaga jika ada hal yang tidak diinginkan terjadi saat siang hari. Dan Aku harap akan selalu memperhatikan seseorang yang kau temui saat siang hari. Dan pastikan kau melihat bayangan mereka sebelum kau berbicara dengan mereka."
" Oke, terima kasih atas nasehatmu aku akan selalu mengingatnya."
" Baiklah aku rasa urusanku disini sudah selesai jadi aku harus pergi karena aku harus menyelidiki sesuatu."
" Oke, terima kasih sudah datang berkunjung."
" Alia..."
" Ya?"
" Jangan lupa bahwa aku masih menunggu jawaban dari mu."
__ADS_1
" Jawapan apa?" Pekik Alia.
" Bukankah aku sudah pernah mengatakan tentang perasaan ku."
Deg !!
Alia terdiam.
Edmund kemudian membuat keadaan kembali normal.
Edmund, Lucy, Gwen serta teman-teman yang lain menghabiskan waktu dengan memakan cemilan sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dari rumah Alia.
Sementara Alia masih terus berpikir tentang Edmund yang benar benar menyukainya.
Malam harinya, entah kenapa tapi Alia merasa kan sesuatu yang sesak didalam dadanya.
" Kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkan tentang Devian?. Aku, aku seperti begitu merindukannya."
Alia berjalan menuju jendela yang ada di dalam kamarnya, dibukanya jendela itu sehingga ia membiarkan angin angin masuk ke dalam ruangannya dan menerpa wajahnya.
" Seandainya saja Devian ada disini." Lirih Alia.
Mata Alya lalu menangkap sosok yang semakin mendekat kearahnya.
Sosok itu seperti berjalan melalui satu pohon ke pohon yang lainnya hingga ia merasa bahwa sosok itu sudah berada di atas atap kamarnya.
" Hah.."
Tok
Tok
"Alia.. ini aku.." Ucap suara yang begitu dikenal Alia.
" Devian?"
Alia lalu membuka tirai jendela nya dan memastikan bahwa itu benar Devian atau bukan.
Antara bahagia dan juga terkejut karena Devian ada disini, Alia segera membuka kembali jendela kamarnya dan membiarkan Devian masuk.
" Devian, bagaimana kau bisa berada di sini?"
" Alice mendapat penglihatan bahwa Gabriel dan beberapa anggotanya datang kemari untuk mencari sosok Valkyrie Light dalam wujud manusia."
" Apa?, bagaimana mereka bisa tahu tentang Valkyrie Light?"
" Mereka ada di sana dan melihat bagaimana Valkyrie Light menghabisi para zombie dengan sekali tebasan pedang cahayanya. Alia, aku langsung datang ke sini untuk memastikan bahwa kau baik-baik saja."
" Tentu saja aku baik baik saja. Kenapa harus mengkhawatirkanku. Aku kan bukan Valkyrie Light itu." Ucap Alia.
Hening.
__ADS_1
Untuk beberapa saat hening, Devian hampir saja kelepasan mengatakan bahwa Valkyrie Light itu adalah Alia.
Dan apa yang dikatakan Charlie benar, ternyata Alia sama sekali tidak mengingat tentang perubahan yang terjadi pada dirinya.
" Aku pikir kau ke sini kan aku merindukan aku." Ketus Alia.
" Ya, itu alasan kedua. Tapi alasan yang pertama adalah aku ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja dan tidak ditemui oleh Gabriel dan juga anggotanya."
"Memangnya kenapa Gabriel harus mencari aku?"
" Ya, bagaimanapun juga kamu adalah manusia. Dan apakah kamu ingat juga saat itu Gabriel begitu sangat menginginkan dirimu." Ucap Devian.
" Devian, terlepas dari apapun alasanmu datang kemari tapi aku sungguh bahagia dapat melihatmu lagi." Ucap Alia yang tidak tahan lagi untuk bersikap seolah-olah dia marah karena kedatangan Devian bukan karena dia merindukan Alia.
" Aku juga bahagia." Ucap Devian yang langsung membuat Alia tersenyum.
Devian segera melangkah dan memeluk Alia.
Setelah cukup lama mereka saling berpelukan Alia memilih untuk mengunci pintu kamar berjaga-jaga karena takut orang tuanya akan memasuki kamarnya secara tiba-tiba.
Malam itu mereka saling melepas rindu seperti dua pasang kekasih yang baru saja bertemu setelah mereka berpisah sekian lama.
Mereka saling bercanda tawa sepanjang malam.
Apakah benar jika Alia memiliki wujud Valkyrie Light. Jika itu benar maka artinya Alia adalah manusia yang memiliki darah murni. Dan vampir yang dapat meminum darah murni akan menjadi vampir yang paling kuat di antara yang kuat. Batin Devian.
Kenapa aku merasa begitu nyaman saat aku berada di dekat Devian, walaupun aku tahu mungkin Devian juga menginginkan darahku seperti vampir pada umumnya. Tapi anehnya aku merasa tidak takut sama sekali. Hatiku seperti sudah terpaut dengan hatinya.
Saat Alia tengah menikmati kebersamaan nya dengan Devian. Tiba tiba dia teringat akan Edmund yang menunggu jawaban dari nya.
Edmund. Kenapa harus Edmund. Batin Alia.
Alia benar benar dilema sekarang. Di satu sisi ada Devian, seorang vampir. Disisi lain. Ada Edmund, pemburu vampir.
" Tuhan, kenapa aku harus terjebak ditengah tengah vampir dan pemburu vampir?" Pekik Alia.
...----------------...
...****************...
...----------------...
......................
...****************...
......................
...----------------...
......................
__ADS_1
...****************...