Rahasia Cinta Alia

Rahasia Cinta Alia
Bertemu keluarga Charlie


__ADS_3

" Bolehkah aku mengulang ciuman singkat yang pernah terjadi?" Bisik Edmund sambil memegangi kedua pipi Alia.


Alia hanya terdiam menatap Edmund. Entah kenapa Alia juga merasa membisu dan kaku sehingga tidak dapat menjawab ataupun melepaskan tangan Edmund.


" Aku..."


Edmund mengangkat dagu Alia. Mata mereka kini saling menatap. Perlahan tapi pasti. Edmund mendekatkan wajahnya hingga bibir mereka hanya berjarak beberapa centi saja.


Alia memejamkan mata, sepertinya dia telah mengijinkan Edmund untuk menyentuh bibir nya lagi.


Edmund meny4tukan bibirnya dan mereka larut dalam civman.


Alunan musik romantis tiba tiba terdengar mengiringi civman mereka.


Setelah cukup lama, Edmund melepaskan civmannya. Alia masih memejamkan mata.


" Terima kasih.." Bisik Edmund.


" Ed, Kenapa kita tidak saling menyatakan perasaan masing-masing?" Tanya Alia.


" Belum saatnya. Alia, aku harus pergi, ada sesuatu yang harus aku urus." Ucap Edmund, Alia hanya mengangguk.


Alia memandangi kepergian Edmund. Lalu bayangan Devian kembali melintas di pikiran Alia.


" Siapa sebenarnya pria itu. Kenapa akhir-akhir ini dia selalu melintas dipikiran ku?" Gumam Alia.


Alia ingin sekali mencari tahu, jadi dia kembali ke ruang bawah tanah.


" Pa, aku ingin berada di ruang bawah tanah." Ucap Alia kepada Albert.


" Untuk apa?"


" Tidak ada, aku hanya ingin belajar tentang sejarah. Aku merasa bosan." Ucap Alia berbohong. Sebenarnya dia ingin kembali membaca buku tentang Valkyrie Light lagi. Sebab setelah membaca buku itulah Aliya mulai mengingat siapa dirinya.


" Baiklah, tapi pastikan bahwa kamu tidak mengunci pintu. Jadi para pelayan bisa dengan mudah melihat mu untuk memastikan bahwa kamu baik baik saja."


" Baiklah."


Albert tersenyum lalu mencium kening Alia, sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi. Karena Albert akan melakukan pertemuan penting dengan Marcel dan pemimpin clan yang lain untuk membahas mengenai Alia yang masih tidak bisa mengingat apapun.


Sepeninggal Albert, Alia berjalan dan mulai membaca kembali buku tentang Valkyrie Light. Dengan keinginan untuk mendapatkan kembali ingatannya. Alia mulai membuka lembar demi lembar buku itu.


Berbagai memori berputar layaknya film di kepala Alia. Alia mulai mendapatkan kembali ingatan nya.


Brak !!


Alia menutup buku dengan cepat saat menyadari sesuatu tentang sebuah pertempuran dan lenyapnya Devian.


" Aku.., aku yang telah melenyapkan Devian." Lirih Alia.


Alia berdiri, menggunakan kekuatannya untuk melihat lebih jelas tentang apa yang terjadi di dalam pertempuran yang melibatkan dirinya itu.


Alia dapat melihat dengan jelas bahwa Devian sedang berusaha mengunci Gabriel yang berada di dalam tubuhnya. Alia yang saat itu menjadi sosok Valkyrie Light tidak dapat membedakaan mana vampir yang menjadi teman dan menjadi lawan. Karena itu Valkyrie Light tidak ada rasa ragu saat menghabisi Devian.


Alia terjatuh, dia menutup kedua wajahnya dan menangis. Kini dia menyadari kenapa Edmund tidak menyatakan perasaan nya kepada Alia. Itu karena sebelumnya Alia begitu dekat dengan Devian.


Alia kini juga mengerti kenapa setiap malam dia merasa seolah olah sedang menunggu seseorang. Ternyata yang ditunggu-tunggu Alia adalah Devian.


Alia bergegas kembali menuju kamar untuk menghubungi Edmund. Alia ingin bertemu keluarga Edmund dan meminta maaf karena telah membuat salah satu anggota keluarga nya lenyap.

__ADS_1


Edmund yang mendapat panggilan dari Alia, bergegas kembali menuju rumah Alia.


Walaupun Edmund tidak sepenuhnya yakin jika Alia berkata bahwa dirinya telah sepenuhnya mendapatkan ingatan nya kembali dan ingin ke kota Foks untuk bertemu dengan keluarga Charlie.


" Alia, apa kau bersungguh-sungguh ingin menemui keluarga Devian?" Tanya Edmund saat dirinya sudah sampai di kediaman Alia.


" Ya, aku sangat yakin."


" Baiklah. Tapi aku harus memikirkan cara agar kita bisa pergi kesana. Kau tahu kan kejadian kemarin membuat seluruh orang waspada. Terutama saat dirimu pergi jauh dari rumah." Ucap Edmund.


" Aku percaya padamu." Ucap Alia


Edmund tersenyum dan berniat untuk kembali ke markas. Namun, langkah Edmund terhenti. Dia melihat Alia yang kini telah mendapatkan kembali ingatannya.


Akankah keadaan akan kembali seperti sebelumnya. Dimana tidak akan ada ruang untuk ku di hati Alia. Walaupun Devian telah tiada. Tapi cinta Alia tetap ada. Dan aku tahu jika cinta itu untuk Devian. Bukan untukku.


....


Keesokan harinya Edmund mengatakan kepada Alia, bahwa dia harus mengurus masalah yang terjadi di dalam keluarga nya, jadi hari itu Edmund tidak bisa datang dan menemui Alia.


Alia menghabiskan hari dengan mengemas beberapa pakaian yang akan dia bawa saat akan berkunjung ke kota Forks.


Sementara itu, sebenarnya Edmund tidak sedang mengurus masalah keluarga nya. Melainkan membuat pertemuan dengan orang tua Alia dan Marcel. Edmund ingin mendiskusikan masalah perihal Alia yang ingin mengunjungi kota Forks.


" Jadi menurut kalian apakah aku harus mengantarkan Alia ke sana atau tidak?" Ucap Edmund.


" Aku tidak setuju, karena Forks adalah tempat di mana banyaknya makhluk lain yang tinggal di sana." Ucap Emery.


" Aku sebenarnya juga tidak setuju. Tapi mengingat alasan Alia pergi ke sana untuk meminta maaf kepada keluarga Devian, aku setuju dengan syarat harus ada beberapa pasukan yang ikut serta." Ucap Albert.


" Apa yang dikatakan Albert benar. Harus ada beberapa pasukan yang ikut untuk menjaga Alia. Dan aku sendiri yang akan memimpin pasukan itu untuk Alia."


" Wo wo wo, tenang semua. Alia tidak ingin kalian tahu jika dia akan bertemu keluarga Devian." Sergah Edmund.


" Huft..." Edmund menghela nafas sebelum akhirnya melanjutkan ucapannya.


" Saat ini, Alia sangat merasa bersalah atas kematian Devian. Dia sepertinya begitu terpuruk sehingga memintaku mengantarnya menemui keluarga Charlie untuk meminta maaf secara langsung."


" Tapi semua ini bukanlah murni kesalahan Alia kan, dan aku rasa keluarga Charlie juga mengerti bahwa ini bukanlah sepenuhnya salah Aliya." Ucap Emery.


" Aku tahu, ini mungkin sebagai bentuk penyesalan Alia. Kita tahu bahwa sebelumnya mereka sangatlah dekat. Dan kematian Devian merupakan suatu rasa kecewa tersendiri di dalam hatinya. Jadi aku pikir akan mengizinkannya pergi ke sana. Tapi tetap dengan penjagaan yang ketat." Ucap Albert.


" Aku setuju, dan akan Aku pastikan bahwa Aliya tidak akan tahu jika dirinya sedang dijaga olehku dan juga para pemburu vampir yang lain." Ucap Marcel.


" Benar Edmund. Apalagi Forks adalah kota yang paling banyak makhluk lain." Ucap Emery yang khawatir dan takut kejadian dulu akan terulang kembali dan menimpa putrinya.


" Bibi, saya tahu kekhawatiran yang Bibi rasakan. Tapi selama saya masih hidup saya berjanji akan membawa pulang kembali Alia dalam keadaan selamat." Ucap Edmund.


Semua orang akhirnya setuju dan memberikan izin Edmund untuk membawa Alia ke kota Forks. Walaupun nanti nya Alia akan berpamitan dan mengatakan kepada orang tuanya bahwa dia akan pergi berkemah bersama dengan Edmund dan juga teman-teman yang lainnya.


Mereka memutuskan untuk pergi menggunakan kendaraan pribadi. Edmund berdalih bahwa membawa kendaraan pribadi di sana lebih mudah untuk pergi ke mana-mana dan bisa pulang kapanpun mereka inginkan. Sementara Marcel dan beberapa pemburu vampir lainnya juga berangkat menggunakan kendaraan pribadi namun mereka tetap menjaga jarak aman agar Alia tidak curiga.


Setelah menempuh perjalanan yang panjang, mereka kini tiba dirumah yang diduga dihuni oleh Charlie.


" Apa kau yakin ini rumah nya?" Tanya Edmund kepada Alia.


" Ya, jujur aku sendiri tidak yakin Tapi pikiran dan hatiku mengatakan bahwa inilah jalan yang benar dan inilah rumah yang dulunya ditempati oleh Devian. Dan semoga saja mereka masih tinggal di sini." Ucap Alia yang langsung turun dari mobil.


Edmund segera ikut turun dari mobil dan melihat ke sekeliling memastikan bahwa Marcel serta pemburu vampir lainnya berada di jarak pandang Edmund.

__ADS_1


Alia bergegas menaiki anak tangga yang ada di rumah itu dan mulai mengetuk pintu.


Alice tersenyum dan keluar karena dia sudah mengetahui bahwa Alia akan datang ke sana.


" Alia. Sungguh sebuah kejutan yang sangat menyenangkan kau datang kemari." Alice dan Alia langsung berpelukan.


Alice mempersilahkan Alia dan Edmund untuk masuk. Dan langsung menuju ruang tengah di mana semua keluarga berada di sana. Alia langsung menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke sana. Dan seperti biasa keluarga itu selalu menanggapi ramah apapun yang Alia katakan.


" Alia, semua ini bukanlah murni kesalahanmu. Jadi kau tidak perlu terlalu larut dalam kesalahan." Ucap Charlie


" Benar Alia, walaupun awalnya kami tidak dapat menerima bahwa salah satu anggota keluarga kami telah tiada. Terutama diriku, namun lambat laun aku bisa menerimanya dan lihatlah sekarang bahkan kami bisa hidup terbiasa tanpa kehadiran Devian lagi." Ucap Cristin.


Alia hanya tersenyum kecut entah kenapa dia merasa bahwa keluarga itu masih menyimpan duka yang amat mendalam.


" Alia Ayo aku akan mengantarmu ke kamar Devian agar kau bisa beristirahat." Ucap Alice memecah keheningan di antara mereka.


" Edmund, Kau boleh beristirahat di kamar Stefano." Ucap Charlie.


" Ya, lagi pula aku jarang sekali menggunakan kamar ku." Ucap Stefano.


" Ah, terima kasih sepertinya aku akan beristirahat di sini saja sambil menikmati pemandangan di sini. Dan aku juga takjub dengan tempat yang kalian pilih sebagai tempat tinggal." Ucap Edmund.


" Memangnya kau berharap kami akan tinggal di ruang bawah tanah seperti saat kau menempatkan kami?" Ucap Harry.


" Haha, ya jujur bayanganku memang seperti itu tapi aku tidak menyangka kalian memilih rumah terbuka di tengah hutan seperti ini." Ucap Edmund.


" Kalau kau mau aku bisa mengajakmu berkeliling hutan ini." Ucap Harry.


" Aku sangat ingin tapi rasa lelah perjalanan ini membuatku ingin tetap di rumah saja dan beristirahat." Ucap Edmund.


" Edmund, maaf karena kami tidak bisa menyambutmu seperti saat kalian menyambut kami ke kota Washington DC." Ucap Charlie.


" Ah Charlie, Jangan suka begitu aku datang ke sini karena keinginan Alia. Dan asal kalian tahu Alia baru saja mendapatkan ingatannya kembali beberapa hari yang lalu. Karena itudia memintaku untuk datang ke sini karena dia ingin meminta maaf secara langsung kepada kalian."


" Hmm, begitu."


" Ya."


" Ya sudah beristirahatlah dan anggaplah ini rumahmu sendiri." Ucap Charlie.


" Tentu, terima kasih."


Charlie tersenyum dan memegang bahu Edmund sebelum akhirnya dia mengajak Christine untuk kembali ke ruangannya.


Sementara itu, Alia dapat merasakan getaran cintanya bersama dengan Devian saat dia memasuki kamar Devian. Alia dapat mengingat apa yang pernah terjadi di ruangan itu. Menari, bercanda tawa dan bermain piano.


Alia tertunduk dan tanpa sadar meneteskan air mata.


" Seandainya saja aku dapat membedakan mana vampire yang menjadi teman dan juga musuhku, mungkin saat ini Devian masih hidup." Pekik Alia.


" Alia, semua ini sudah takdir dan bukanlah kesalahan mu." Ucap Alice.


" Devian, aku mencintaimu.." Lirih Alia dalam tangis.


Tiba tiba angin kencang masuk ke dalam kamar, mengejutkan Alia dan Alice.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2