Rahasia Cinta Alia

Rahasia Cinta Alia
Ingatan Alia


__ADS_3

Alia berjalan memasuki ruang bawah tanah dan menyalahkan lampu utama, sehingga kini ruangan itu semakin terang benderang.


Alia menelusuri setiap rak buku. Dan dia merasa takjub akan hal itu.


" Wow, ruangan ini penuh sekali dengan buku buku bersejarah. Kenapa aku tidak bisa mengingat tempat ini. Dan kenapa juga Mama serta Papa tidak memperbolehkan ku berada disini. Apa kecelakaan yang membuatku hilang ingatan terjadi disini?" Ucap Alia sambil terus berjalan menelusuri rak buku.


Hingga langkah kakinya terhenti saat melihat salah satu buku bersinar terang. Buku itu tidak lain adalah buku tentang Valkyrie Light yang bercahaya saat yang terpilih dapat dan berada di dekat buku itu.


" Buku ini bercahaya.." Alia mengambil buku itu, dan seketika cahayanya sirna saat Alia telah membawa buku itu.


Alia berjalan menuju meja yang letaknya tidak jauh dari tempat dia berdiri. Alia meletakkan buku itu dan mencoba membuka kunci dari buku itu.


Namun sayangnya seberapa kuat Alia berusaha, buku itu tidak akan pernah terbuka karena kunci dari buku itu adalah keingintahuan dan sebuah keyakinan.


Alia terdiam dan mulai berpikir. Lalu tiba-tiba Alia memejamkan mata, berulang kali menghela nafas panjang, dalam pikirannya tercipta sebuah keinginan dan keyakinan.


Brug !!


Buku terbuka sendiri, Alia tersenyum lebar dan mulai membaca isi dari buku Valkyrie Light yang mulai muncul perlahan.


Sementara itu, Edmund tengah berada di markas dan sedang beristirahat setelah dia menyelesaikan rintangan untuk di lewati para calon pemburu vampir.


Edmund tersenyum dalam lamunannya tak kala mengingat kejadian beberapa jam yang lalu. Dimana dia begitu berani mencium Alia. Lalu tiba-tiba ingatan tentang Devian muncul.


" Astaga. Kenapa bayangan Devian selalu muncul setiap aku memikirkan tentang Alia. Apa mungkin arwah Devian masih belum tenang?" Pikir Edmund.


Edmund lalu mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Alia.


Satu panggilan...


Dua panggilan...


Tiga hingga ke lima panggilan tidak ada respon.


Edmund merasa khawatir dan memutuskan untuk melihat Alia sendiri. Edmund segera memakai jaket, mengambil kunci mobil dan meluncur ke rumah Alia.


" Semoga saja Alia dalam keadaan baik." Ucap Edmund yang langsung berkendara dengan kecepatan tinggi.


Sesampainya di rumah Alia, suasana sepi seperti biasa. Tidak ada lagi pemburu vampir yang berjaga di sekitar rumah Alia. Hanya beberapa satpam. Suasana di rumah itu benar-benar kembali seperti sebelumnya. Normal dan tenang.


" Alia ." Panggil Edmund saat dirinya masuk ke dalam rumah.


" Den Edmund." Sapa pelayan Alia.


" Dimana Alia."


" Tadi sih di kamar. Tapi beberapa pelayan yang lain melihat non Alia masuk ke ruang bawah tanah."


" Apa?"


Edmund sedikit terkejut mendengar penuturan dari pelayan dan segera berjalan menuju pintu ruang bawah tanah.


Tok


Tok


Tok


" Alia...." Panggil Edmund


Sia sia saja. Walaupun Edmund terus berteriak, Alia tidak akan bisa mendengar panggilan dari Edmund. Karena ruangan itu sudah dirancang khusus. Edmund mencari cara untuk bisa membuka pintu, namun usaha nya sia sia karena pintu itu akan terbuka begitu saja setelah kode pintu ditekan.


" Sial." Umpat Edmund saat melihat tombol kode pintu.


Tidak ada yang bisa dilakukan Edmund selain menunggu di luar pintu. Edmund mencoba menghubungi Albert dan Emery. Namun sepertinya mereka tidak membawa serta ponselnya.

__ADS_1


" Alia.." Edmund kembali mencoba berteriak.


Alia yang sedang fokus membaca dan melihat simbol trisula yang ada di dal buku yang sedang dia baca tiba-tiba kembali mendapat gambaran tentang peperangan besar yang terjadi sebelum akhirnya Alia hilang ingatan.


Alia membolak-balikkan kedua tangannya. Menyentuh tanda trisula yang berada di bahu kirinya.


" Aku Valkyrie Light...."


Saat Alia memejamkan mata untuk mencoba meraih kembali ingatan nya. Pintu terbuka. Ternyata Emery dan Albert segera pulang begitu mendengar kabar bahwa Alia berada diruang bawah tanah.


" Alia..." panggil mama.


" Mama mengangetkan Alia saja." Ucap Alia sambil tersenyum.


" Kamu yang mengagetkan kami. Kenapa kamu masuk ke sini tidak memberi tahu mama dan papa dulu. Kami kan jadi khawatir. Untung Edmund menelpon Papa. Jadi kami bisa langsung datang." Ucap Mama.


" Memangnya aku tidak boleh berada disini?" Tanya Alia.


" Boleh, hanya saja harus ada yang mendampingi. Mama tidak ingin terjadi sesuatu yang pernah terjadi beberapa kali saat kamu sendirian di ruang ini." Ucap Mama yang mengingat kembali kejadian yang pernah Alia alami.


Alia tersenyum dan mengerti akan kekawatiran kedua orang tuanya itu. Alia menutup buku yang ia baca dan meletakkannya ke dalam laci meja.


" Alia baik baik saja ma. Hanya saja Alia merasa jika ada sesuatu yang memanggil Alia untuk masuk ke dalam sini. Karena itu Alia masuk ke sini dan menemukan sebuah buku yang membuat kalian mengingat bahwa dalam diri Alia ada wujud Valkyrie Light."


" Jadi, kau sudah mengingatnya?" Ucap Papa.


" Ya sedikit."


" Beristirahat lah. Jangan paksakan dirimu." Perintah Papa. Alia hanya mengangguk dan ikut keluar bersama dengan mama untuk kembali ke kamar dan beristirahat. Alia juga merasa jika dirinya sedikit lelah saat membaca buku tentang Valkyrie Light.


" Ed, kau harus selalu mengawasi Alia. Aku rasa ingatan nya mulai kembali. Aku takut dia akan melakukan hal bodoh saat mengetahui jika dirinya lah yang telah melenyapkan Devian." Ucap Albert.


" Ya tentu saja. Aku akan selalu mengawasi dan menjaga Alia."


Alia ingin sekali kembali ke ruang bawah tanah. Namun kedatangan Edmund membuat Alia mengurungkan niatnya.


" Alia. Kau tidak berencana untuk kembali ke ruang bawah tanah kan?" Tanya Edmund.


" Hehe.."


" Kemarilah." Edmund membentangkan kedua tangannya dan Alia berhamburan memeluk Edmund.


Setelah cukup tenang, Alia melepaskan pelukannya.


" Edmund kenapa aku belum boleh pergi kesana."


" Aku rasa mungkin orang tua mu takut jika batinmu tidak bisa menerima kenyataan jika kau akan mengingat semuanya sekarang." Ucap Edmund.


" Kenapa?"


" Kemarilah."


Edmund menuntut Alia menuju balkon rumah. Dan menghadapkan Alia ke arah bulan.


" Pejamkan matamu. Dan aku akan menceritakan sedikit tentang dirimu yang mempunyai wujud Valkyrie Light."


Alia memejamkan mata dan Edmund mulai menceritakan kali pertama Alia berubah menjadi Valkyrie Light.. Edmund tidak menceritakan jika Alia bertemu dengan Devian. Edmund hanya menceritakan bahwa Alia berubah saat teman temannya mengalami kecelakaan di saat para zombie bangkit untuk merekrut anggota baru. Alia mulai mengingat kembali kejadian itu. Dan tiba-tiba bayangan sosok Devian melintas.


" Siapa dia?" Tanya Alia, namun masih menutup mata.


" Mana?"


" Yang ada dalam pengelihatan ku." Ucap Alia.


" Mana aku tahu, aku kan tidak bisa melihatnya." Ucap Edmund yang sukses membuat Alia tersenyum.

__ADS_1


Alia lalu membuka mata dan melihat ke arah Edmund.


Mungkinkah Alia melihat sosok Devian dalam usahanya untuk mendapatkan kembali ingatannya. Batin Edmund.


Cukup lama mereka saling berpandangan.


" Edmund, bolehkah aku bertanya sesuatu?" Tanya Alia kemudian.


" Apa itu?"


" Kita ini apa?. Kita sudah sedekat ini, kau selalu berada disampingku. Melindungi ku dan menjaganya ku. Apa sebelumnya kita pasangan kekasih?. Bahkan kita pernah berciuman kan?" Tanya Alia yang sukses membuat Edmund terkejut.


" Hmmm, dulu Aku adalah pengagum rahasiamu bahkan bisa dibilang aku adalah orang yang begitu mendambakan dirimu. Namun dirimu lebih dulu bertemu dengan seseorang yang mampu membuatmu merasa nyaman. Sehingga kau mulai mengabaikan dan mengacuhkanku. Walaupun begitu aku selalu ada di dekatmu untuk melindungimu karena sudah menjadi tugasku sebagai pemburu vampir untuk melindungi semua anggota dari clan ku. Marcel dan Albert adalah satu tim. Jadi sudah menjadi kewajibanku untuk melindungi garis keturunan dari Albert. Yaitu dirimu."


" Ohya. Siapa orang itu, dan dimana dia?"


" Orang itu telah pergi meninggalkan dunia ini untuk selamanya. Karena itu kita jadi kembali dekat seperti sekarang."


" Hmm, sayang sekali seandainya saja orang itu masih ada di sini mungkin aku akan dengan cepat mendapatkan kembali ingatanku."


" Ya, mungkin saja." Ucap Edmund yang langsung merasa kecewa saat mendengar harapan Alia.


Alia, jika Devian masih hidup dan berada di sini kita mungkin tidak akan bisa sedekat ini. Kau membuatku merasakan lagi getaran cinta yang dulu pernah kurasakan. Aku jadi ingin kembali memiliki dirimu. Batin Edmund.


" Edmund. Kenapa kau tidak menyatakan cinta kepada ku?"


Deg !!


Edmund kembali terkejut dengan apa yang baru saja ia katakan. Dia memandang Aliya seolah-olah ingin bertanya apakah Edmund tidak salah dengar dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Alia.


" Iya, maksud ku. Kita pernah berciuman. Tapi kenapa kau tidak menyatakan perasaanmu?"


" Aku pikir karena dirimu masih hilang ingatan."


" Hanya itu?"


" Ya, dan aku tahu sebenarnya dirimu masih dalam suasana berduka karena seseorang yang dulunya sangat dekat denganmu kini tidak ada lagi di dunia. Dan laki-laki mana yang akan memanfaatkan kesempatan itu untuk mengungkapkan perasaan pribadinya. Walaupun aku tahu sampai saat ini kau masih belum mengingat apapun tapi aku tidak akan pernah menyatakan perasaanku sebelum ingatanmu kembali dan menyadari semuanya." Lirih Edmund.


Alia berjalan mendekati Edmund dan mencium lembut pipi nya.


Cup


" Terima kasih karena telah menjaga ku dengan baik selama ini. Dan terima kasih juga karena tidak mengedepankan perasaanmu walaupun aku dapat merasakan besarnya cintamu kepadaku." Ucap Alia yang melangkah mundur dan berbalik badan meninggalkan Edmund untuk bersiap masuk ke dalam rumah.


" Alia, bisakah aku menciummu lagi?" Pinta Edmund.


Sret....


Ucapan Edmund sontak membuat Alia menghentikan langkahnya. Dan tidak menoleh ke arah Edmund.


Edmund berjalan mendekati Alia dan memutar tubuh Alia hingga kini kedua saling berpandangan.


" Bolehkah aku mengulang ciuman singkat yang pernah terjadi?" Bisik Edmund sambil memegangi kedua pipi Alia.


Alia hanya terdiam menatap Edmund. Entah kenapa Alia juga merasa membisu dan kaku sehingga tidak dapat menjawab ataupun melepaskan tangan Edmund.


" Aku..."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2