Rahasia Cinta Alia

Rahasia Cinta Alia
Sedikit aneh


__ADS_3

" Terima kasih atas kerjasamanya. Saya bersyukur karena putri saya tidak tertangkap oleh vampir Origin yang bernama Gabriel itu." Ucap Albert kepada Charlie begitu dia sudah tersadar dari pingsannya.


" Sama sama. Saya harap kedepannya anda dapat menjaga Alia dengan baik. Jangan sampai Gabriel kembali berulah. Karena saya yakin dia akan kembali dengan rencana yang lebih besar dari ini." Ucap Charlie yang coba memperingatkan Albert bahwa mereka tidak boleh meremehkan Gabriel.


" Baik saya mengerti. Dan sekali lagi terima kasih karena telah membantu menyelamatkan putri saya."


Charlie tersenyum lalu mereka saling berjabat tangan.


" Kalian bisa datang kapan pun kalian mau." Ucap Albert.


" Terima kasih atas kemurahan hati anda. Kalau begitu saya pamit karena sebentar lagi matahari akan terbit." Ucap Charlie yang disertai anggukkan Albert dan Marcel.


" Semoga kita bisa bertemu lagi, karena mungkin aku ingin kau melihat masa depanku." Ucap Albert saat dia berjabat tangan dengan Alice.


" Dengan senang hati tuan Albert." Alice tersenyum, Sebelum akhirnya dia menyusul anggota keluarganya.


Wush... wush....wush...


Mereka semua pergi, termasuk Devian. Edmund memandangi kepergian Devian. Dia tidak menyangka jika dirinya akan bersaing dengan seorang vampir untuk mendapatkan hati Alia. Dan juga bekerjasama dalam hal menjaga Alia dari vampir origin.


Emery memerintahkan kepada para pelayan perempuan untuk memindahkan Alia ke dalam kamarnya.


" Bawa Alia ke dalam kamar, karena aku rasa mungkin dia akan terbangun pagi hari."


" Baik nyonya."


Emery memandangi putrinya dan mengecup keningnya sebelum akhirnya membiarkan para pelayan memindahkannya ke kamar.


" Pa, Apa yang terjadi?, apa semua baik-baik saja. Dan dimana para vampir yang Papa katakan telah membantu kita?"


" Mereka sudah pergi."


" Kenapa Papa membiarkan mereka pergi?"


" Ya, karena mereka sendiri yang ingin pergi tidak mungkin kan Papa menyuruh mereka untuk tetap berada disini karena Papa tidak punya alasan untuk itu."

__ADS_1


" Iya juga ya. Tapi Mama sangat penasaran dengan tampilan vampir yang sudah membantu para manusia. Bukankah seharusnya mereka memangsa kita tapi kenapa mereka justru membantu kita dalam hal melindungi Alia."


" Itu karena salah satu anggota keluarga mereka begitu dekat dengan Putri kita."


"Apa?"


" Ya, bahkan mungkin mereka adalah pasangan kekasih."


" Arg.. tidak.."


Brug !!!


" Jangan lagi." Ucap Albert sambil menepuk dahinya saat melihat istrinya kembali pingsan.


" Albert katakan padaku apakah lantai rumahmu ini terbuat dari sesuatu yang ajaib sehingga istrimu begitu mudah pingsan?. Seperti ada sesuatu yang ajaib di lantai mu."


" Bukan ajaib tolol. Istriku pingsan karena aku mengatakan mungkin putriku mempunyai kekasih seorang vampir." Ucap Albert sambil memberikan kode kepada beberapa pelayan untuk memindahkan istrinya ke dalam kamar. Seperti halnya Aliya, Albert juga meminta pelayan perempuan yang memindahkan istrinya. Karena dia tidak ingin istrinya disentuh oleh pria lain selain dirinya.


" Astaga, Kenapa kamu mengatakan begitu?" Ucap Marcel saat melihat para pelayan itu telah membawa pergi istri Albert.


" Ya aku juga melihatnya sepertinya Vampir itu memang dekat dan mungkin mau punya hubungan dengan putrimu."


" Lalu apa yang harus aku lakukan?. Haruskah aku mempercayainya tapi mereka seorang vampir." Ucap Albert.


" Kalian tenang saja karena aku sudah membuat kesepakatan dengannya." Ucap Edmund yang datang dan bergabung dengan Albert dan juga Marcel.


" Kesepakatan apa?"


" Aku membuat kesepakatan untuk melindungi Aliya. Jadi aku akan melindungi Alia dalam waktu siang hari. Dan Devian akan menjaga Alia di malam hari." Ucap Edmund


" Ah jadi namanya Devian. Nama yang sangat tampan seperti orangnya." Ucap Albert tanpa sadar telah memuji ketampanan dari seorang vampir.


" Ehem." Marcel berdehem seolah-olah ingin memberitahukan kepada Albert bahwa disamping mereka telah berdiri seorang manusia yang juga sedang berusaha menarik perhatian dari Aliya.


" Ah maksud ku, Devian tampan dalam kategori vampir. Kau tahu kan biasanya Vampir itu terkesan dengan pucat dan menyeramkan tapi baru kali ini aku melihat vampir yang tampan dan enak dipandang seperti Devian." Ucap Albert yang sadar akan kode dari Marcel.

__ADS_1


" Kenapa kamu melakukan kerjasama dengan nya? bagaimana Jika ternyata mereka hanya ingin mengalihkan perhatian kita sehingga ketika waktunya tepat mereka akan membawa Alia pergi." Tanya Marcel yang heran kenapa Edmund bisa-bisanya mengajak seorang vampir untuk bekerjasama menjaga Alia. Karena sejatinya Marcel juga tidak mempercayai seorang vampir. Dia takut jika ini hanyalah tipu muslihat para Vampir itu untuk menguasai Aliya sendiri.


" Itu tidak mungkin. Salah satu dari mereka bisa membaca masa depan Jadi aku yakin mereka akan dapat melihatnya jika mereka melakukan sesuatu yang buruk."


" Tapi bisa saja kan mereka memilih untuk membantu kita karena mereka ingin mendapatkan Alia." Imbuh Albert.


" Tidak, aku sudah meminta orang untuk mendapatkan semua data dari Vampir itu. Dan yang aku dapatkan adalah pria Charlie dan istrinya Cristin. Mereka adalah seorang dokter yang membantu para manusia. Mereka telah berkelana ke seluruh dunia demi membantu manusia. Mereka selalu berpindah-pindah agar orang lain tidak curiga Kenapa mereka masih tetap awet muda sampai sekarang."


" Kau ternyata sudah mendalami tentang mereka." Puji Marcel.


" Ya, aku akan mencari tahu tentang siapa saja yang yang sedang dekat dengan Alia."


" Ehem." Albert berdehem saat Edmund menyebut nama Alia.


" Maksud ku putri anda tuan Albert "


" Haha, tidak perlu sungkan padaku. karena aku bukan siapa-siapa bagimu. Aku hanya ingin mengatakan jika kau harus berjuang keras jik kau ingin mendapatkan cinta dan perhatian dari putriku. Karena aku merasa hati Alia telah dimiliki oleh orang lain."


" Dan itu adalah seorang vampir." Imbuh Marcel saat bisa menangkap Apa yang sedang dibicarakan oleh Albert.


Edmund memilih untuk pergi dan tidak meladeni pembicaraan itu lagi. Sungguh dirinya juga merasakan sesuatu yang aneh karena ternyata dia sedang bersaing dengan seorang vampir.


Ya, vampir yang seharusnya dia bunuh dan dia musnahkan dari muka bumi ini. Ternyata dia adalah rivalnya dalam mendapatkan hati Alia.


" Devian, walaupun aku telah mengajakmu kerjasama. Tapi aku masih tidak bisa mempercayaimu seratus persen dalam menjaga Alia. Aku akan terus mengawasimu sampai aku benar-benar mengetahui bahwa memang tidak ada niatan yang buruk terhadap Alia. Karena Aku yakin tidak ada seorang vampire pun yang tidak ingin menjadi vampir yang paling kuat diantara yang kuat. Aku akan terus mengawasi mu." Lirih Edmund sebelum akhirnya dia memilih untuk memakai kembali jubah ajaibnya dan terbang kembali ke markas.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2