
Devian menatap Alia dengan seksama setelah mereka cukup lama bercvmbv. Diusapnya bibir yang baru saja terlepas dari bibirnya itu.
Devian seolah ingin mengulangi nya lagi, tapi takut tindakan nya akan memancing hasrat untuk bercinta.
Ya.
Walaupun Devian seorang vampir, tapi dia juga memiliki hasrat untuk bercinta.
Alia memejamkan mata, merasakan sentuhan ibu jari Devian pada bibirnya. Devian mencium kening Alia. Alia tersenyum dan membuka mata nya.
" Terima kasih." Ucap Devian.
" Untuk apa?" Tanya Alia yang merasa heran karena Devian justru berterima kasih kepada nya setelah mereka bercvmbv begitu lama.
" Terima kasih karena sudah mengijinkan aku untuk mencium mu."
" Jika kau masih menginginkannya kenapa kau sudahi?" Tanya Alia.
" Aku tidak ingin terlalu larut dalam ciuman itu, aku takut tidak bisa menahan diri dan bertindak terlalu jauh." Ucap Devian.
Alia tersenyum dan memeluk Devian.
" Aku mencintaimu Devian."
" Aku lebih mencintaimu." Lirih Devian sambil mendekap erat Alia.
" Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Alia.
" Kau ingin jalan-jalan kan?. Ayo kita jalan jalan." Ajak Devian.
" Tapi.." Alia berjalan ke arah balkon kamar Devian, Alia mencari-cari keberadaan Marcel dan juga yang lain.
" Kemana perginya Marcel dan pemburu vampir lainnya?. Apakah mereka pulang?" Lirih Alia.
Alia yang tidak dapat menemukan keberadaan mereka. Lalu berbalik badan dan mengiyakan ajakan Devian untuk berkeliling hutan.
Alia langsung memposisikan dirinya berada dibelakang Devian.
" Sudah siap?" Tanya Devian.
" Siap." Lirih Alia sambil mempererat pelukannya ketika Devian sudah bersiap hinggap ke pohon.
Devian membawa Alia merayap dari satu pohon ke pohon yang lain. Hingga kini mereka berada jauh dari rumah dan berada di atas pohon tertinggi.
" Lihatlah sebentar lagi matahari akan terbenam." Ucap Alia sedih, karena itu artinya waktu bersama Devian tinggal setengah hari lagi.
" Apa kau merasa sedih?" Tanya Devian. Alia menatap Devian dan mengangguk.
Devian memegang pipi Alia, dan kembali mendekatkan bibirnya ke bibir Alia.
Cup
Mereka melakukannya lagi. Saling bercvmbv dan mulai *******. Alia seperti mengajarkan kepada Devian bagaimana cara manusia bercivman.
__ADS_1
Devian dapat merasakan bahwa Alia begitu agresif. Gaya civman Alia sedikit lebih tinggi dan mendalam dibandingkan saat pertama melakukannya.
" Alia, kau begitu agresif." Ucap Devian yang langsung melepaskan diri dari Alia.
" Maaf, maafkan aku. Aku hanya ingin menikmati waktu berdua dengan mu. Aku ingin mengenang satu malam ini, dan menjadikan ini adalah satu malam yang paling indah saat bersama mu." Ucap Alia.
Devian lalu mengajak Alia ke bukit tempat dimana Alia pertama kali berubah menjadi Valkyrie Light.
" Alia apa kau ingin tempat ini?" Tanya Devian.
" Ya, bukit ini adalah tempat pertama kalinya aku berubah menjadi Valkyrie Light." Lirih Alia.
Devian dengan gerakan cepat memotong sebuah pohon besar dan menyulapnya menjadi sebuah tempat duduk yang nyaman. Alia terkejut dengan apa yang baru saja Devian lakukan. Dia tidak menyangka bahwa Devian akan membangun kursi dengan begitu cepat dari sebuah batang pohon saja.
" Kemarilah, kita akan menunggu bulan terbit di sini." Ucap Devian sambil menepuk-nepuk kursi yang ada di sebelahnya.
Alia berjalan menghampiri Devian dan duduk di sebelahnya, Alia menyandarkan kepalanya di bahu Devian.
" Devian, bisakah aku membuatmu hidup kembali dan tetap berada di sampingku?" Ucap Alia.
" Alia, aku bisa berada di sini bersamamu walaupun hanya untuk satu malam saja sudah membuatku merasa hidup untuk 100 tahun ke depan. Dan apa yang telah kita lakukan tadi membuatku merasa seperti kembali hidup. Walaupun aku tahu bahwa inilah hari terakhir aku melihat dunia ini. Hari terakhir melihat mu." Ucap Devian.
Alia menatap Devian, matanya kembali berkaca kaca. Setiap melihat bola mata Devian. Alia seperti mengingat kembali momen di mana sosok Valkyrie Light memusnahkan Gabriel yang berada di dalam raga Devian.
Tes
Air mata Alia menetes tanpa aba-aba. Dia merasa begitu sedih dan bersalah.
" Aku..., aku..."
Cup
Cup
Cup
Dengan cepat Devian menyambar bibir Alia. Alia memejamkan mata, kembali menikmati civman mereka.
Devian mengusap lembut pipi Alia yang basah karena air mata.
Hingga bulan menyinari malam, mereka masih larut dalam civman.
Alia mulai meninggalkan rasa sedih dan rasa bersalahnya. Dan mulai menikmati kebersamaan bersama dengan Devian.
" Aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu Alia." Bisik Devian yang menyudahi percivman mereka, tapi masih merapatkan wajah nya ke wajah Alia.
" I Love you." Ucap Alia sambil tersenyum menatap Devian.
" Alia, berjanjilah kau akan terus melanjutkan hidup setelah hari ini. Cobalah untuk membuka hati untuk yang lain." Ucap Devian.
" Devian, bisakah kita tidak membicarakan hari ini. Aku ingin malam ini hanya malam kita berdua."
" Tidak sebelum kau berjanji."
__ADS_1
" Baiklah aku berjanji."
Devian tersenyum dan kembali memadukan bibirnya. Entah berapa lama mereka terus bercivman, sambil memeluk satu sama lain.
Alia merasakan hasrat meningkat dalam dirinya, dia begitu ingin merasakan sesuatu yang terasa sangat ingin dirasakan.
Alia membuka pakaiannya. Dan entah sampai kapan mereka berada di kamar Devian lagi.
" Sentuh aku Devian, sekali saja." Lirih Alia dengan mata terpejam karena masih menikmati percvmbvan.
" Alia..."
" Aku mohon." Ucap Alia sambil mengarahkan tangan Devian untuk menyentuh milik Alia yang sudah mengenakan pakaian dalam.
Saat Devian hampir menyentuh bidang dada Alia, sinar matahari pagi menyilaukan mata dan memaksa Alia untuk terbangun.
" Hah, Devian..."
Alia terkejut dan langsung melihat pakaian yang masih rapi dan melihat ke sekeliling.
Dia ada di kamar Devian. Dan ternyata apa yang terjadi saat Alia membuka pakaiannya dan meminta Devian menyentuhnya hanya mimpi.
Alia berjalan mendekati jendela. Dibukanya jendela kaca dan membiarkan sinar matahari menerpa wajahnya. Baru ini Alia merasakan sinar matahari masuk ke dalam rumah Devian.
Alia memejamkan mata dan merasakan kehangatan sinar matahari pagi itu yang sehangat pelukan Devian.
Alia merasa seseorang memeluknya dan kembali merasakan sensasi civman yang begitu lama dia lakukan dengan Devian.
Dan sekali lagi Alia tersenyum saat dirinya mendengar bisikan terakhir Devian yang berkata tepat ditelinga Alia,
" Aku mencintaimu Alia..."
" Devian, aku tahu. Walaupun kita sudah berbeda alam. Tapi kau masih ada di sini. Disamping ku." Lirih Alia.
Alia lalu kembali merasakan seperti tengah dipeluk dengan erat dari belakang.
Nyaman sekali, Alia lalu merasa bahwa dirinya melayang dan jatuh di sebuah kasur awan yang sangat nyaman.
Alia seperti kembali menikmati civman mesra sepanjang malam dengan Devian.
Alia tidak tahu, bahwa itu hanya ilusi yang dibuat Devian sebelum akhirnya pergi ke dunia lain yang tidak dapat lagi dijangkau oleh manusia.
" Selamat tinggal Alia.." Bisik Devian sebelum kabut membawanya pergi.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1