Rahasia Cinta Alia

Rahasia Cinta Alia
akhir perjalanan Alia


__ADS_3

Alia membuka mata, dia melihat Edmund berada di depannya.


Alia melihat ke sekeliling mereka masih berada di dalam kamar.


" Ed, apa yang terjadi?" Tanya Alia.


" Seharusnya aku yang bertanya apa yang terjadi kepadamu sehingga kamu berteriak dalam tidur." Ucap Edmund.


" Aku bermimpi, tunggu. Kita ada di mana?"


" Tentu saja kita sedang berada di rumahmu Apa kau tidak ingat jika semalam kita baru saja menikah. Dan saat aku akan mengajakmu untuk turun dan makan, kamu memintaku untuk membuat kami sedikit tanda cinta karena kamu melihat bahwa orang tua kita datang dan masuk ke dalam kamar."


" Lalu?"


" Ya, lalu aku memberikan beberapa tanda di lehermu, tapi ternyata sesuatu di bawah sana meronta-ronta ingin keluar. Jadi kita melakukannya lagi dan lagi. Dan kau tertidur kembali karena kelelahan. Saat aku baru saja selesai mandi aku mendengar kamu berteriak, Karena itulah aku segera datang ke sini dan melihat Apa yang terjadi padamu."


Alia tersenyum dan merentangkan kedua tangannya. Edmund yang mengerti langsung berhamburan memeluk Alia.


Akhirnya aku kembali ke masa ku sendiri. Batin Alia.


" Alia..." Ucap Edmund sambil berusaha melepaskan pelukannya.


" Tunggu tetaplah seperti ini Kamu tidak tahu apa yang sudah aku lalui."


" Apa?" Tanya Edmund.


Alia melepaskan pelukannya lalu dia menatap Edmund.


" Apa ku yakin jika ini adalah hari pernikahan kita?" Tanya Alia memastikan, karena Alia masih takut ini adalah bagian dari halusinasinya lagi.


" Tentu saja, malam tadi seharusnya menjadi malam pertama kita. Lalu kau memintaku untuk memberikan tanda karena orang tua kita masuk untuk melihat apakah kita sudah melakukan unboxing atau belum. Tapi ternyata kita melakukannya lagi Dan lagi lalu kau tidur." Ucap Edmund.


" Lalu saat aku masih berada di kamar mandi aku mendengar teriakanmu." Imbuh Edmund.


" Huft, jadi..."


Alia selalu mengatakan tentang dirinya yang seolah-olah berada di masa lalu kemudian berada di masa depan dan kembali ke masa-masa di mana dirinya belum menjalin hubungan dengan Edmund.


" Edmund, kau masih ingat kan jika di dunia kita tidak mungkin hanya ada kita pasti ada makhluk lain seperti vampir zombie dan lainnya.".


" Alia aku rasa Kau hanya mimpi buruk." Ucap Edmund.


" Tidak, aku tidak sedang bermimpi buruk aku bersungguh-sungguh. Edmund kau adalah seorang pemburu vampir dan aku sebelumnya adalah Valkyrie Light."


" Alia tenanglah. Ada apa denganmu?"


" Edmund kau harus percaya padaku dan kau harus membantuku untuk bertemu dengan tetua, tetua mungkin mempunyai cara agar aku bisa benar-benar melupakan bahwa sebelumnya aku adalah Valkyrie Light."


Tanpa aba-aba lagi, Edmund langsung mencium bibir Alia.


Cuph


Cuph


Cuph


Ciuman itu turun ke leher.


Edmund membawa Alia hingga tubuhnya terjatuh di atas tempat tidur.


" Katakan apa yang ingin kau katakan?" Tanya Edmund.


Alia menatap Edmund, lalu tersenyum.


" Ini yang aku inginkan." Ucap Alia sambil membuka gesper Edmund.


Edmund tersenyum lalu kembali ******* bibir Alia.


" Sentuh aku Edmund." Pekik Alia.


Edmund hendak menyentuh buah kenyal Alia.


Alia sudah memejamkan mata,


" Belum saatnya." Bisik Edmund kemudian bangkit dari tubuh Alia.

__ADS_1


" Bukankah kita sudah menjadi tunangan?"


" Tunggulah satu minggu lagi setelah kita melakukan pemberkatan." Ucap Edmund.


" Pemanasan sedikit tidak apa apa ka?" Ucap Alia sambil meninggalkan pakaian yang tersisa.


Glek !!!


Sesuatu dibawah sana mengeras dan menegang dengan sempurna.


" Alia, kau sangat nakal." Ucap Edmund yang langsung kembali ******* bibir Alia.


Dan malam itu, mereka memadu kasih, memetik keindahan sebelum waktunya.


Alia begitu menikmati permainan dan sentuhan demi sentuhan Edmund. Dan melakukan pelepasan bersama.


" Aku mencintaimu." Bisik Edmund.


" Aku juga."


Mereka tertidur dengan posisi Edmund memeluk Alia dari belakang.


Tengah malam, Alia terbangun dan melihat Edmund masih tertidur pulas. Edmund tersenyum dan mencium sekilas bibir nya.


Alia berjalan menuju kamar mandi, dia melihat bagian dada yang padat berisi dengan tanda cinta dari Edmund.


Alia memejamkan mata, seperti mencoba mengingat peraduan mereka semalam.


Alia seperti ingin mengulangi nya lagi dan lagi. Walaupun bagian inti nya terasa perih karena ini adalah kali pertama Alia melakukan nya. Tapi nyatanya Alia menginginkan nya lagi dan lagi.


Alia lalu mendekati Edmund, dan memberinya kejutan.


" Hmmphh.." Edmund mende_sah dalam mata tertutup. Alia tersenyum karena melihat Edmund masih mengira bahwa yang tengah Alia lakukan adalah mimpi.


" Damn Hmshit." Pekik Edmund saat Alia memperkeras hisapannya dan langsung membuka mata.


" Kejutan." Ucap Alia.


Edmund tersenyum dan kembali mengulang peraduan mereka.


Alia tersenyum dan merasakan kehangatan yang begitu hangat.


Dia melihat Edmund masih memeluk nya dengan posisi kedua tangannya memegang adik kembar Alia.


Alia menutupi tubuhnya dengan selimut dan membuka tirai, membiarkan sinar matahari pagi menerpa tubuhnya.


Hangat !!!


Alia tersenyum, dan menyadari selama ini pikiran yang selalu teringat Devian hanya perasaan sesaat, mungkin karena sebelumnya pernah terjadi hubungan cinta diantara keduanya.


Tapi, setelah menyatu dengan Edmund membuat Alia sadar bahwa hubungan nya dengan Devian memang sepantasnya berakhir, karena manusia dan vampire tidak ada pernah bisa bersatu dan bersama.


" Sayang...."


Alia tersenyum dan membuka mata saat Edmund mencium bahunya.


" Hai..." Sapa Alia.


" Apa tidurmu menyenangkan?" Tanya Edmund.


Alia mengangguk dan tersenyum.


" Sangat menyenangkan."


" Pergilah mandi, karena aku juga harus bersiap sebelum orang tuamu menyadari bahwa aku menginap di sini dan memanen madu sebelum pernikahan." Ucap Edmund sambil meninggalkan satu tanda kepemilikan di bahu Alia.


" Sebenarnya.... Orang tua ku akan pulang malam nanti. " Ucap Alia sambil memejamkan mata, menikmati kecupan Edmund.


" Karena itu aku memintamu datang." Pekik Alia.


" Jadi kau membuat ku cemas saat kau tiba tiba menghubungi ku humb???" Ucap Edmund sambil menarik paksa selimut Alia.


" Dan menggodaku sehingga aku terpaksa unboxing lebih awal." Imbuh Edmund sambil memberikan tatapan tajam.


"Ups, maaf." Ucap Alia sambil mundur , namun sayang, dibelakangnya adalah jendela dan Alia tidak bisa kemana mana.

__ADS_1


" Ed, kenapa kau menatapku begitu?" Tanya Alia saat melihat sorot mata tajam Edmund.


" Aku akan menghukum mu ..."


" Apa, tapi.. Mmph."


Edmund langsung membungkam mulut Alia dengan bibirnya.


" Ini untuk hukuman karena berani membangkitkan gairahku." Ucap Edmund sambil kembali memberikan sentuhan ajaibnya kepada Alia.


" Aku siap."


Satu Minggu kemudian....


Pernikahan Edmund dan Alia digelar sangat meriah. Mereka menjadi raja dan ratu selama semalaman penuh.


Dan malam harinya mereka menghabiskan waktu untuk tidur, mengumpulkan tenaga, karena sepanjang malam mereka hampir tidak bisa duduk mengingat banyaknya tamu undangan.


Diluar kamar rumah Alia, kedua orang tua Alia dan Edmund sedang menguping.


Mereka sepertinya menunggu suara khas ketika seseorang sedang unboxing pertama.


" Kenapa senyap?" Ucap Albert


" Apa kamar Alia dilengkapi dengan kedap suara?" Papi Edmund.


" Tidak mungkin, kamar Alia adalah kamar pada umumnya yang tidak dilengkapi mode kedap suara. Jadi seharusnya jika mereka melakukan unboxing akan bisa terdengar dengan jelas dari sini." Ucap Emery.


" Tapi Kenapa sedari tadi kita tidak mendengar apapun?, apa mereka melakukannya di kamar mandi?" Ucap mami Edmund.


" Hmm, mungkin saja." Ucap Emery sambil mencoba membuka gagang pintu dengan perlahan.


Ceklek....


" Astaga pintu nya tidak dikunci." Ucap Emery.


" Ckckck, bagaimana bisa anak-anak teledor sehingga tidak menutup pintu di malam unboxing mereka?" Ucap Albert tentunya dengan suara lirih karena takut Alia dan Edmund mendengar mereka.


" Apa tidak apa apa, mengintip malam unboxing mereka?" Ucap mami.


" Kita tidak mengintip hanya memastikan mereka sedang bermain di atas tempat tidur atau di dalam kamar mandi." Ucap papi.


Mereka berempat kemudian mengendap-ngendap berjalan menuju kamar Alia.


Lampu gelap, Hanya menyisakan lampu tidur yang membuat pandangan mereka terbatas.


" Kenapa tidak ada suara?" Ucap Albert.


" Zzzzz....."


" Aku mendengar nya..."


" Zzzzzzzzzzzz....."


" Aku juga."


Karena semakin penasaran dengan suara yang tidak biasa. Mereka mencoba mengedarkan pandangan mencari keberadaan Aliyah dan Edmund.


Dan...


Tentu saja mereka terkejut karena mendapati Alia sedang tidur di atas tempat tidur sambil mendengkur, sementara Edmund tidur di sofa.


Mereka berempat saling berpandangan sebelum akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar.


" Apa mereka tidak tahu caranya unboxing?"


Setelah memastikan bahwa semua orang pergi.


Alia dan Edmund kembali membuka mata dan tersenyum melihat orang tua mereka yang masih kepo dengan malam unboxing mereka.


" Ah bahagianya bisa kembali." Ucap Alia.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2