
Alia membaca mantra, entah apa yang dia baca, dia hanya berharap bisa kembali ke masa nya sendiri.
Tap
Tap
Tap
Alia mendengar suara langkah kaki mendekati nya.
Tapi Alia masih enggan untuk membuka mata.
Jadi dia tetap dalam posisi memejamkan mata sambil berharap orang yang mendatangi nya adalah orang di masanya sendiri.
Namun Alia ternyata salah, saat Alia membuka mata, dia berada di rumah Charlie.
" Alia.."
Akhirnya Alia membuka mata karena mengenal suara panggilan itu adalah milik Charlie.
Alia tersenyum, walaupun sebenarnya dia mulai kesal karena dia ternyata kembali ke masa dimana dia baru saja menghabiskan waktu berdua dengan Devian.
Alia mulai berjalan masuk, dan menutup kembali jendela serta menarik tirai sehingga cahaya matahari tidak lagi masuk ke dalam kamar itu.
" Charlie.." Sapa Alia
" Apa tidur mu nyenyak?"
" Iya sepertinya begitu."
" Alia, terima kasih karena kedatangan mu kesini membuat kami semua seolah-olah merasakan kehadiran Devian."
" Benarkah?"
" Ya, pagi ini kami berkumpul dan saling bercerita tentang apa yang baru saja kami lihat sekarang, seolah-olah malam tadi kami bersama Devian." Ucap Charlie.
" Aku tidak melakukan apapun Charlie. Mungkin itu adalah cara Devian untuk berpamitan kepada kalian, sama hal nya seperti yang aku rasakan. Aku seolah-olah aku sudah menghabiskan waktu berdua selama semalaman penuh bersama dengannya. Tapi, saat aku membuka mata ternyata aku hanya sendirian. Lalu aku berpikir mungkin itulah cara Devian untuk berpamitan kepada ku." Ucap Alia sambil tersenyum, dia terpaksa mengatakan itu juga karena dia ingat betul pesan Devian yang mengatakan bahwa tidak ada yang boleh tahu bahwa Devian bisa hadir dalam waktu sehari semalam kemarin.
" Terlepas dari apapun itu, aku mewakili seluruh keluargaku berterima kasih kepadamu."
" Ya tentu."
Setelah menyampaikan ucapan terima kasihnya Charlie undur diri, dan tak lama kemudian Alice masuk.
" Alia, pergilah ke kamar atas di sana ada kamar mandinya dan aku tahu kamu pasti butuh mandi."
" Apa dikamar ini tidak ada kamar mandi?" Pertanyaan Alia dijawab gelengan kepala oleh Alice. Kemudian Alia memutuskan untuk mengikuti langkah Alice naik ke lantai atas.
" Wow, Aku tidak tahu jika ternyata rumah ini berlantai 3." Ucap Alia saat dirinya dan Alice sedang menaiki tangga.
" Ya, itu karena kami tidak pernah menggunakan lantai 3."
Sesampainya disana, Alia sedikit terkejut karena yang ada di sana adalah sebuah kolam renang.
" Wow?... Sangat indah, bolehkah?" Tanya Alia sambil menatap Alice.
" Tentu saja."
Alia memandangi pakaiannya. Dia tidak mungkin memakai kaos atau celana panjang itu untuk renang. Lalu Alice langsung memberikan sebuah pakaian renang kepada Alia.
" Oh terima kasih." Ucap Alia yang langsung berlari ke ruang ganti untuk ganti pakaian. Alice berjalan dan kini dia berada tepat di belakang pintu di mana Alia berada dan mulai mengganti pakaiannya dengan pakaian renang.
" Alia, apakah aku boleh tahu apa saja yang kalian lakukan selama semalaman?" Tanya Alice dibalik pintu.
" Hei kau kan vampir yang paling istimewa. Aku ragu kau tidak tahu tentang apa yang sudah aku dan Devian lewati." Ucap Alia sambil keluar dari ruang ganti.
" Ya, aku rasa Devian yang sudah memberikan gambaran nya sendiri kepadaku dan menutup pandanganku untuk mengetahui apa yang telah kalian berdua lewati. Karena itu Aku bertanya padamu karena aku begitu penasaran dengan apa yang bisa dilakukan oleh seorang vampir dan juga seorang manusia."
" Hmm, sama halnya seperti apa yang kau lakukan ketika bersama dengan pasanganmu." Ucap Alia yang mulai duduk dan membiarkan kakinya terendam di kolam.
" Jika aku bersama Stefano sudah tentu aku melakukan hubungan badan."
" Ups wow." Ucap Alia.
" Apa kau dan Devian juga melakukan hubungan ****?" Tanya Alice.
" Tidak. Sungguh. Kami hanya melakukan ciuman seperti yang biasa dilakukan oleh dua orang pada umumnya." Ucap Alia
" Kau yakin?"
" Ya, Aku bahkan tidak melihat hasrat tinggi di matanya atau keinginan untuk berhubungan **** denganku. Hanya mungkin hasrat dalam diriku yang meningkat tajam. Ya kau tahu lah, Aku adalah manusia biasa yang belum pernah bersentuhan langsung dengan lawan jenis. Dan tentu saja apa yang kami lakukan kemarin itu membuatku bergejolak dan ingin merasakan sesuatu yang tidak pernah aku rasakan."
" Lalu, apa yang terjadi setelah kau merasakan dirimu memiliki hasrat yang tinggi?" Tanya Alice penasaran.
" Entahlah, yang aku ingat hanya ketika aku meminta Devian untuk menyentuhku. Aku mengingat bahwa aku membuka kemeja yang aku kenakan, tapi saat aku memaksa Devian untuk menyentuh bagian dadaku sinar matahari pagi membangunkanku. Dan saat aku membuka mata ternyata pakaianku masih lengkap mungkin itu adalah salah satu cara Devian untuk menjagaku agar tidak melakukan hal terlalu jauh."
Alice tersenyum, dia bangga kepada Devian karena tidak merusak manusia yang bukan menjadi miliknya.
" Baiklah selamat menikmati mandi mu." Ucap Alice yang kemudian berjalan dan duduk di kursi tidak jauh dari kolam renang.
Alia langsung menceburkan diri ke kolam dan mulai berenang. Tanpa Alice dan Alia sadari ada sepasang mata yang mengawasi Alia berenang.
Alice yang mulai merasa bahwa ada seseorang yang mengawasi Alia berenang. segera menggunakan kekuatannya untuk mencari orang itu. Dan begitu Alice menemukan orang itu, Alice Langsung membuat orang itu melayang dan menjatuhkannya ke dalam kolam.
__ADS_1
Byur....
Alia yang tengah menikmati air hangat terkejut dan melihat ke arah Alice seakan bertanya ada apa.
" Dia ketahuan mengintip mu." Ucap Alice.
Tak lama kemudian sosok itu mulai muncul kepermukaan.
" Edmund." Pekik Alia. Alice tersenyum kecut sebelum akhirnya berlalu meninggalkan Alia dan Edmund.
" Piis men." Ucap Edmund kepada Alice. Alice hanya mengeleng-gelengkan kepalanya.
" Kenapa kau mengintip ku?" Tanya Alia.
" Ya maaf. Karena kemarin aku tidak melihat mu. Begitu aku terbangun aku sangat khawatir. Jadi aku mencoba mencari mu, namun justru tersesat di sini. Dan saat aku akan kembali turun. Aku mendengar suara orang berenang, wanita yang sangat seksi. Aku begitu penasaran sehingga memutuskan untuk bersembunyi. Setelah aku amati ternyata itu kau." Ucap Edmund sambil naik kepermukaan. Mengeluarkan ponselnya yang sudah mati karena terendam air.
Brak !!!
" Ini ku ganti." Ucap Alice yang melempar kan ponsel baru kepada Edmund. Dengan sigap Edmund menangkap ponsel Android keluaran terbaru.
Rupanya Alice yang meninggalkan Edmund dan Alia itu untuk masuk kedalam, mengambil ponsel baru untuk mengganti ponsel milik Edmund.
" Wow, ini ponsel terbaru. Terima kasih." Ucap Edmund kepada Alice yang berjalan ke arah Edmund dan Alia.
" Sama sama. Jadi sekarang kau bisa langsung memfoto Alia tanpa harus bersembunyi." Kekeh Alice.
" Ed..." Ucap Alia menatap tajam ke arah Edmund.
" Hehe..., maaf. Aku hanya ingin mengabdikan momen saat kau berenang. Kau seolah-olah terlihat seperti tidak ada lagi beban dalam pikiran mu."
Alia terdiam dan tersenyum. Apa yang dikatakan Edmund ada benarnya. Setelah melewati malam panjang bercumbu dengan Devian, dan mengawali pagi berenang di kolam renang, membuat Alia merasa tidak ada lagi beban yang dipikul.
Cekrek...
Cekrek....
Alia yang tersenyum membuat Edmund mengabadikan momen itu.
Byur ...!
Karena kesal, Alia menyiram air ke arah Edmund.
" Ponsel baruku.." Teriak Edmund.
" Tenang, ponsel itu anti air." Ucap Alice.
" Benarkah?"
" Ya..."
Edmund menceburkan diri ke kolam dan ber foto didalamnya. Alia ikut menyelam dan berfoto dengan Edmund.
Setelah cukup puas berenang. Dan ketika hari sudah mulai siang.
Edmund dan Alia memilih untuk berpamitan.
" Datanglah kapanpun kau mau, rumah ini selalu terbuka untukmu." Ucap Charlie.
" Terima kasih." Ucap Alia.
Saat Alia akan masuk ke dalam mobil. Dia seperti melihat bayangan Devian yang ikut melambaikan tangan seolah-olah ikut mengantarkan kepergian nya
Sepanjang perjalanan, Alia memilih menikmati pemandangan yang mereka lalui. Sambil sesekali Alia membayangkan riwayat ciuman terpanjang yang telah dia lalui bersama dengan Devian.
Satu tahun berlalu....
Alia sepertinya mulai melupakan jika dirinya pernah mempunyai hubungan dengan seorang vampir.
Alia menjalani kehidupan seperti sebelum dia bertemu dengan Devian. Bedanya sekarang setelah selesai sekolah Alia akan langsung pergi ke markas dan berlatih kekuatan nya.
Alia mulai bisa mengendalikan kekuatannya. Alia juga sudah pandai bersilat. Dia jadi sering ikut healing bersama pasukan pemburu vampir menuju tempat dimana para vampir jahat mulai menampakkan diri dan meresahkan masyarakat.
Hari ini, hari kelulusan sekolah. Alia dan kedua sahabatnya sedang berbicara untuk saling berpamitan. Karena setelah ini Gwen akan ke Amerika untuk melanjutkan pendidikan. Sedangkan Lucy akan ke bagian kota yang lain di negara ini.
" Ya, akhir dari kebersamaan kita." Ucap Lucy.
" Benar." Ucap Gwen.
" Ah kalian membuatku merasa sedih " Ucap Alia.
Mereka semua berpelukan sebelum akhirnya bersama sama memasuki aula untuk mengikuti serangkaian acara perpisahan.
" Alia." Panggil Edmund yang sudah lulus sebelum Alia.
" Hei, kau datang?" Ucap Alia penuh semangat.
" Tentu saja, sesuai janji ku. Dan kau terlihat cantik." Ucap Edmund.
" Kau membuatku tersipu." Ucap Alia.
" Tidak aku bersungguh-sungguh. Kau sangat cantik. Tidak akan ada yang menyangka jika dirimu adalah seorang Valkyrie Light. Ohya, ini hadiah untuk mu." Ucap Edmund sambil memberikan buket bunga.
" Terima kasih."
__ADS_1
Cup
Alia mencium pipi Edmund. Edmund tersenyum dan mengusap pipi nya. Walaupun mereka kini lebih banyak menghabiskan waktu bersama tapi Edmund masih tidak menyatakan perasaannya kepada Alia.
" Alia.." Panggil Edmund.
" Iya?"
" Ah, tidak jadi. Sebaiknya kembali lah kedalam dan nikmat acara yang memang disuguhkan untuk para peserta kelulusan tahun ini."
" Hmm, baiklah." Ucap Alia yang merasa jika sebenarnya Edmund ingin mengatakan sesuatu namun entah karena apa Edmund tidak mengatakannya.
Alia kemudian bergabung bersama dengan Lucy dan Gwen. Edmund merasa sedikit kecewa karena Alia terus berjalan dan tidak lagi menoleh ke belakang. Akhirnya Edmund memutuskan untuk pergi dari sana.
" Wow, buket bunga yang bagus." Ucap Lucy.
" Dari siapa?" Tanya Gwen.
" Edmund." Jawap Alia.
" lalu, setelah memberikan bunga ini apalagi yang dia katakan?" Tanya Gwen.
" Tidak ada." Ucap Alia santai.
" Tidak ada. oh astaga Alia, kau ini sebenarnya tahu atau tidak jika Edmund menyukai mu."
" Apa?" Ucap Alia yang sedikit terkejut.
" Apa kau masih belum sadar jika Edmund menyukaimu?" Ucap Gwen.
" Hmm, aku tahu dulu dia juga berkata bahwa dia menyukaiku Namun karena dulu aku pernah dekat dengan seseorang membuatnya tidak mempunyai nyali untuk menyatakan perasaannya padaku. Lalu aku terlalu sibuk dengan kegiatanku sehingga tidak terlalu memikirkan tentang pasangan lagi. Dan Ya seharusnya jika dia benar-benar menyukaiku dia bisa menyatakan perasaannya begitu dia ada kesempatan bersamaku." Terang Alia.
" Oh astaga Alia. Bagaimana bisa dia kembali menyatakan perasaannya jika kamu saja tidak memberikan kode kepadanya bahwa sekarang kau sudah membuka hati untuk nya." Ucap Gwen.
" Aku setuju dengan apa yang dikatakan oleh Gwen. Kau mungkin terlalu sibuk dengan kegiatanmu sehingga lupa bahwa ada seseorang yang menunggu sinyal cinta darimu."
" Begitukah?" Ucap Alia sambil memandang kepergian Edmund yang sudah bersiap masuk ke dalam mobilnya.
" Lihatlah dia akan pergi." Ucap Lucy.
" Ini adalah kesempatanmu untuk memberikan sinyal bahwa kamu telah membuka hati untuknya." Ucap Gwen.
" Benar, kejarlah dia sebelum dia pergi dan katakan bahwa kamu juga menyukainya." Ucap Lucy.
Alia memandang kedua sahabatnya itu.
" Kau juga menyukai Edmund kan?" tanya Lucy.
" Aku tidak tahu."
" Astaga. Apa apa benar-benar tidak merasakan apapun saat kau dekat dengannya?" Ucap Gwen.
" Aku tidak tahu."
" Astaga.."
Gwen dan Lucy menepuk dahinya sendiri. Lalu mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya Alya rasakan terhadap Edmund. Alia selalu menceritakan apa-apa saja yang sudah mereka lalui bersama.
" Pergilah. Temui Edmund. Luangkan waktu berdua. Dan putuskan sendiri perasaan apa sebenarnya yang kurasakan kepadanya." Ucap Gwen setelah mendengar cerita kedekatan Aliya dan Edmund.
" Cepat kejar, sebelum dia benar benar pergi." Ucap Lucy yang melihat mobil Edmund mulai berjalan pergi.
Tanpa pikir panjang lagi, Alia berdiri dan keluar dari tempat acara mencoba untuk mengejar mobil Edmund.
" Edmund.." Teriak Alia Namun mobil Avanza itu sudah berjalan pergi keluar dari halaman sekolah.
Alia pinjamkan mata dan kembali menjadi Valkyrie Light untuk mengejar mobil Edmund.
Brug !!
Alia terjatuh, entah apa yang membuatnya jatuh namun Alia kini berada di sebuah ruangan bawah tanah.
Alia kemudian menghampiri Edmund yang juga berada disana.
"
Alia menghela nafas, menyadari jika dirinya tenang dia bisa melakukan apapun yang ada di pikirannya.
Alia memejamkan mata dan menjulurkan tangannya melewati apa yang tengah melindungi Edmund dan berusaha menarik tangan Edmund keluar dari sana.
Edmund berhasil keluar dari sana dan nafasnya seakan-akan dia baru saja selesai menyelam dalam waktu yang lama.
" Edmund., Apa kau baik-baik saja?"
" Alia, alia kau ada disini?.
Edmund berjalan mendekati perisai itu dan mencoba mengulurkan tangannya namun seperti saat Alia hendak menyentuh Perisai dan merasakan sensasi tersengat listrik. Itulah yang kini dirasakan oleh Edmund.
Edmund menggunakan jubah ajaibnya dan mengeluarkan pedangnya, dengan sekuat tenaga Edmund mencoba untuk menghancurkan Perisai itu. Namun sekuat apapun dia berusaha periksa itu jauh lebih kuat dari perkiraannya.
" Alia, Apa kau sudah mencoba untuk membuka periksa ini dengan kekuatan yang kau miliki?" Tanya Edmund.
" Tidak, karena aku tidak yakin jika aku memiliki kemampuan yang besar sehingga aku dapat menghancurkan periksa ini."
__ADS_1
" Alia, Kau adalah manusia yang memiliki kekuatan 1000 dewa."
Kekuatan seribu dewa?. Ya, sepertinya aku harus mencari cara untuk menggunakan kekuatan yang ada dalam diri untuk kembali ke masa ku sendiri. Batin Alia