Rahasia Cinta Alia

Rahasia Cinta Alia
Penawar gas beracun


__ADS_3

" Charlie awas..." Teriak Stefano.


Dengan gerakan cepat Charlie segera menghindar dari serangan Marcel.


" Marcel." Ucap Charlie saat dirinya melihat tanda di tangan Marcel.


" Siapa kau, Kenapa kau mengenaliku dan Apa tujuanmu datang ke sini apakah kau yang menyebabkan semua manusia yang berada di dalam ini menjadi zombie?" Ketus Marcel.


Charlie lalu memerintahkan Alice agar membuat lingkaran kita di antara mereka. Setelah mereka semua berada dalam lingkaran hitam Charlie dan yang lainnya membuka mantel yang menutupi kepala mereka.


" Kalian?, ah maaf aku tidak sengaja menyerang mu, aku hanya berpikir kau adalah orang yang menyebabkan insiden ini terjadi." Ucap Marcel setelah dia tahu siapa sebenarnya yang berada di hadapannya.


" Kami datang ke sini karena Alice melihat bahwa Alia terjebak di dalam gedung ini bersama dengan ratusan manusia yang telah berubah menjadi zombie karena virus vampir beracun." Ucap Charlie.


" Ya, aku juga datang ke sini karena Edmund meminta bantuan kepada aku dan mengatakan bahwa sepertinya Gabriel yang telah menyebarkan virus gas beracun itu sehingga manusia manusia yang berada di dalam gedung ini berubah menjadi zombie."


" Gabriel?"


" Ya, beberapa menit sebelum gas itu menyebar dan menjadikan manusia manusia yang berada di dalamnya menjadi zombie. Edmund melihat seseorang yang mencurigakan, Edmund berusaha mengejarnya. Namun Dia kehilangan jejak. Tapi dia bisa memastikan bahwa orang itu adalah Gabriel. Dan di saat bersamaan Edmund yang telah mengetahui bahwa itu adalah Gabriel gas vampir beracun itu telah menyebar ke seluruh gedung ini. Untung saja Edmund berhasil membawa Aliya dan kedua temannya berada di tempat yang aman."


" Ya, Devian dan Harry sedang menuju ke tempat dimana Aliya dan Edmund berada." Terang Charlie.


" Lantas Kenapa kalian ada di sini dan tidak ikut untuk menyelamatkan mereka?" Tanya Marcel.


" Karena kita berencana untuk menghentikan penyebaran dari gas vampir beracun itu." Ucap Charlie.


" Lalu apalagi yang kita tunggu ayo kita segera menuju lokasi itu dan menghentikan penyebaran dari gas beracun itu. Dan mencoba menemukan Gabriel serta menangkapnya." Ucap Marcel.


" Ya, tapi sebelum itu kita harus membuat penawar dari gas vampir beracun itu untuk menyelamatkan manusia-manusia yang berada di dalam yang sudah terlanjur menjadi zombie." Ucap Charlie.


" Apa kalian mempunyai penawar racun itu?"


" Kami vampir bung, jika kami mempunyai penawar dari gas vampir beracun itu sama saja kami memilih untuk bunuh diri." Ucap Stefano.


" Kenapa?" Tanya Marcel penasaran karena mereka mengetahui tentang gas beracun namun tidak memiliki penawarnya.


" Mudah membuat gas vampir beracun tapi tidak mudah untuk membuat penawarnya karena kami adalah seorang vampir." Ucap Charlie


" Memangnya apa yang harus dibutuhkan untuk membuat penawar dari gas vampir beracun ini?" Tanya Marcel.


" Aku akan segera mencari tahu jika kau membiarkanku masuk ke dalam ruang rahasia yang berada di bawah rumah Alia. Aku tahu di sana ada tempat suci yang menyimpan berbagai macam pengetahuan dan kisah masa lalu. Aku yakin apakah dapat menemukan penawar gas vampir beracun di sana." Ucap Alice.


Marcel sedikit terkejut dan kagum terhadap kemampuan Alice, dia bukan hanya mampu melihat masa depan dan memperkirakan apa yang akan terjadi


. Tapi, Alice juga mampu mengetahui bahwa di ruang bawah tanah di rumah Aliya terdapat ruangan suci yang berisi tentang informasi informasi mengenai vampir dan lain-lainnya.


Tanpa pikir panjang lagi Marcel menggunakan kekuatannya untuk membuka perisai yang telah ia buat untuk melindungi ruangan itu agar Alice bisa masuk ke dalam dan mencari apa yang sedang dibutuhkan sekarang.


" Cepatlah, aku tidak dapat menahan nya lebih lama lagi karena ruangan itu juga sudah terkunci oleh kekuatan Aliya." Ucap Marcel.


" Serahkan padaku." Ucap Alice sambil tersenyum.


Alice dengan pikirannya seolah olah terbang masuk ke ruangan itu dan mulai mencari segala sesuatu mengenai penawar dari gas vampir beracun.


" Aku menemukannya. Penawar dari gas sampai beracun dibuat dari air suci Flower Of Sun ditambah dengan 1 tetes darah...." Alice berhenti bicara bersamaan ketika Marcell telah tidak dapat lagi menahan jalan yang telah dia buka agar Alice bisa masuk ke dalam ruangan itu.


Alice yang saat itu terdiam karena tidak menyangka jika dia telah menemukan sesuatu tentang penawar dari gas vampir beracun itu, tiba-tiba terkejut karena pintu yang menjadi jalan ke ruangan itu tiba-tiba tertutup dengan sangat kuat dan rapat.


" Alice penawar dari gas vampir beracun dibuat dari air suci Flower Of Sun ditambah dengan 1 tetes darah.., darah siapa?" Tanya Charlie yang juga tidak sabar ingin mengetahui dan bertanya-tanya kenapa Alice justru tidak langsung mengatakan darah siapa yang harus digunakan untuk membuat penawar gas vampir beracun.

__ADS_1


" Penawar dari gas sampai beracun dibuat dari air suci Flower Of Sun ditambah dengan 1 tetes darah Valkyrie Light."


Semua orang saling berpandangan.


" Aku akan segera mencari tahu jika kau membiarkanku masuk ke dalam ruang rahasia yang berada di bawah rumah Alia. Aku tahu di sana ada tempat suci yang menyimpan berbagai macam pengetahuan dan kisah masa lalu. Aku yakin apakah dapat menemukan penawar gas vampir beracun di sana." Ucap Alice.


Marcel sedikit terkejut dan kagum terhadap kemampuan Alice, dia bukan hanya mampu melihat masa depan dan memperkirakan apa yang akan terjadi kata apa yang sedang terjadi. Tapi, Alice juga mampu mengetahui bahwa di ruang bawah tanah di rumah Aliya terdapat ruangan suci yang berisi tentang informasi informasi mengenai vampir dan lain-lainnya.


Tanpa pikir panjang lagi Marcel menggunakan kekuatannya untuk membuka perisai yang telah ia buat untuk melindungi ruangan itu agar Alice bisa masuk ke dalam dan mencari apa yang sedang dibutuhkan sekarang.


" Cepatlah, aku tidak dapat menahan nya lebih lama lagi karena ruangan itu juga sudah terkunci oleh kekuatan Aliya." Ucap Marcel.


" Serahkan padaku." Ucap Alice sambil tersenyum.


Alice dengan pikirannya seorang olah terbang-terbangan itu dan mulai mencari segala sesuatu mengenai penawar dari gas vampir beracun.


" Aku menemukannya. Penawar dari gas sampai beracun dibuat dari air suci Flower Of Sun ditambah dengan 1 tetes darah...." Alice berhenti bicara bersamaan ketika Marcell telah tidak dapat lagi menahan jalan yang telah dia buka agar Alice bisa masuk ke dalam ruangan itu.


Alice yang saat itu terdiam karena tidak menyangka jika dia telah menemukan sesuatu tentang penawar dari gas vampir beracun itu, tiba-tiba terkejut karena pintu yang menjadi jalan ke ruangan itu tiba-tiba tertutup dengan sangat kuat dan rapat.


" Alice penawar dari gas vampir beracun dibuat dari air suci Flower Of Sun ditambah dengan 1 tetes darah.., darah siapa?" Tanya Charlie yang juga tidak sabar ingin mengetahui dan bertanya-tanya kenapa Alice justru tidak langsung mengatakan darah siapa yang harus digunakan untuk membuat penawar gas vampir beracun.


" Penawar dari gas sampai beracun dibuat dari air suci Flower Of Sun ditambah dengan 1 tetes darah Valkyrie Light."


" Aku selalu membawa air suci yang disebutkan oleh Alice tadi." Ucap Marcel sambil mengeluarkan air suci itu dari dalam saku mantel yang dia kenakan.


Semua vampir yang ada disana termasuk Charlie yang berada didekat Marcel auto menjauh darinya.


" Wo, tenang bung. Aku tidak akan menggunakan air suci ini kepada kalian." Ucap Marcel sambil memasukkan kembali air suci itu ke dalam saku mantelnya.


" Kalau begitu kita harus mencari Aliya dan meminta setetes darah nya." Ucap Alice.


" Tunggu.." Ucap Alice


" Apa?" Tanya Marcel yang kini berbalik menatap Alice.


" Dengar, setelah bertemu dengan Aliya kau harus melukai tangannya dan mendapatkan tetesan pertama dari darahnya dan tetesan pertama itu harus langsung tercampur oleh Air suci itu. Karena jika kau gagal mendapatkan tetesan darah yang pertama keluar maka penawar itu tidak akan berfungsi dengan baik." Terang Alice.


" Aku mengerti."


Mereka semua mengenakan kembali mantel anti matahari sebelum Aliya menghilangkan lingkaran hitam yang sedari tadi menutupi mereka.


...


" Devian lihat, aku rasa Alia dan teman-temannya ada di sini lihatlah cahaya yang keluar dari sana." Tunjuk Stefano


" Kau benar, dan ini adalah perisai yang dibuat oleh Alya."


" Lalu apa yang harus kita lakukan. Kau dan aku tahu bahwa kita tidak dapat menembus Perisai itu." Ucap Stefano.


Devian lalu memejamkan mata dan memanggil-manggil nama Alia


" Devian."


Alia yang saat itu tengah duduk bersantai sambil menunggu bantuan datang tiba-tiba terkejut karena dia mendengar suara panggilan dari Devian.


Alia bangkit lalu membuat pintu di perisainya seperti yang selalu dia lakukan ketika Devian akan masuk ke dalam rumahnya.


" Pintu prisa sudah terbuka sekarang giliranmu untuk membuat pintu dari dinding kokoh itu." Ucap Devian kepada Stefano saat dia melihat sebuah jalan diantara Perisai itu.

__ADS_1


" Serahkan padaku."


Stefano dengan kekuatannya sekali pukul sudah mampu membuat lubang di dinding kokoh itu.


Hal itu tentu saja membuat Aliya dan Edmund terkejut.


" Wow, kau harus mengganti rugi properti mall ini." Ucap Edmund saat melihat lubang yang berhasil dibuat oleh Stefano.


" Jangan khawatir setelah ini lubang itu akan kembali seperti semula." Ucap Stefano.


" Memangnya biasa?" Tanya Edmund yang penasaran sekaligus tidak percaya dengan lubang besar yang baru saja hancur akan kembali seperti semula.


" Kami adalah vampir bung dan kami sudah belajar banyak tentang cara mengembalikan barang yang telah kami rusak." Ucap Devian.


" Apa selain vampir profesi kalian juga sebagai pesulap?"


" hahaha. Kenapa tidak kau saja yang menjadi pesulap aku cukup senang menjadi seorang vampir." Ucap Stefano sambil melihat kedua teman Aliya yang tergeletak di lantai.


" Apa mereka pingsan?" Tanya Stefano.


" Tidak, aku hanya membuat mereka tidur terlelap agar mereka tidak membuat ricuh dan gaduh saat mengetahui bahwa di luar pintu ini terdapat para zombie." Ucap Edmund.


" Kalau begitu apalagi yang kita tunggu ayo kita segera keluar dari gedung ini." Ucap Alia.


Stefano mengangkat tubuh Gwen, Edmund mengangkat Lucy, dan tentu saja Devian mengangkat tubuh Alia. Hal itu sontak saja membuat kecemburuan di hati Edmund.


Kenapa selalu saja aku kalah dengan vampir ini. Batin Edmund.


Mereka lalu segera keluar dari ruangan itu. Edmund melihat secara langsung bagaimana tembok itu kembali ke bentuk semula.


" Wow, ternyata selain vampire mereka juga ahli sulap." Lirihnya.


Tak beberapa lama kemudian setelah mereka berada di tempat yang aman. Marcel, Charlie dan lainnya mendatangi mereka.


Tanpa basa-basi lagi, Marcel segera mendekati Aliya dan dan membuat sedikit luka di jari Alia.


" Aw..."


Devian ingin menyingkirkan Marcell namun Charlie memberikan kode untuk tidak melakukan apapun dan menyuruh Devian untuk atap melihat nya.


Saat tetesan pertama dari darah Ali akan terjatuh Marcel segera mengeluarkan air suci dan membuka penutup botol dan bersiap menerima tetesan itu.


" Yes.." Alice persyaratan Bira karena Marcell bisa mendapatkan tetesan pertama dari darah Valkyrie Light.


" Alice, kau bilang kita membutuhkan darah Valkyrie Light kan, tapi kita mendapatkan darah nya dalam wujud Alia." Bisik Marcel kepada Alice, sementara Aliya bingung tentang apa yang baru saja terjadi dimana Marcel yang tiba-tiba datang dan langsung melukai jari telunjuk dari Aliya.


" Tidak apa apa. Valkyrie Light mengalir dalam darah Aliya. Jadi tunggu apa lagi. Ayo kita harus segera menghentikan wabah ini sebelum gasnya keluar dari gedung ini." Ucap Alice.


" Edmund kau tetap disini dan menjaga mereka sambil berjaga-jaga jika Gabriel terlihat di sekitar sini." Ucap Marcel pada Edmund.


" Siap laksanakan."


Alia lalu memandang kepergian Charlie, cristin, Elena, Alice, Harry dan Marcel.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2