Rahasia Cinta Alia

Rahasia Cinta Alia
Alia lain


__ADS_3

Devian menatap Alia dengan seksama.


" Devian Aku harap setelah ini aku akan dapat kembali ke masa aku sendiri."


Devian hanya tersenyum lalu mereka kembali bercvmbv. Diusapnya bibir yang baru saja terlepas dari bibirnya itu.


Devian seolah ingin mengulangi nya lagi, tapi takut tindakan nya akan memancing hasrat untuk bercinta.


Ya.


Walaupun Devian seorang vampir, tapi dia juga memiliki hasrat untuk bercinta.


Alia memejamkan mata, merasakan sentuhan ibu jari Devian pada bibirnya. Devian mencium kening Alia. Alia tersenyum dan membuka mata nya.


" Terima kasih." Ucap Devian.


" Untuk apa?" Tanya Alia yang merasa heran karena Devian justru berterima kasih kepada nya setelah mereka bercvmbv begitu lama.


" Terima kasih karena sudah mengijinkan aku untuk mencium mu."


" Jika kau masih menginginkannya kenapa kau sudahi?" Tanya Alia.


" Aku tidak ingin terlalu larut dalam ciuman itu, aku takut tidak bisa menahan diri dan bertindak terlalu jauh." Ucap Devian.


Alia tersenyum dan memeluk Devian.


" Aku mencintaimu Devian."


" Aku lebih mencintaimu." Lirih Devian sambil mendekap erat Alia.


" Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Alia.


" Kau ingin jalan-jalan kan?. Ayo kita jalan jalan." Ajak Devian.


" Tapi.." Alia berjalan ke arah balkon kamar Devian, Alia mencari-cari keberadaan Marcel dan juga yang lain.


" Kemana perginya Marcel dan pemburu vampir lainnya?. Apakah mereka pulang?" Lirih Alia.


Alia yang tidak dapat menemukan keberadaan mereka. Lalu berbalik badan dan mengiyakan ajakan Devian untuk berkeliling hutan.


Alia langsung memposisikan dirinya berada dibelakang Devian.


" Sudah siap?" Tanya Devian.


" Siap." Lirih Alia sambil mempererat pelukannya ketika Devian sudah bersiap hinggap ke pohon.


Devian membawa Alia merayap dari satu pohon ke pohon yang lain. Hingga kini mereka berada jauh dari rumah dan berada di atas pohon tertinggi.


" Lihatlah sebentar lagi matahari akan terbenam." Ucap Alia sedih, karena itu artinya waktu bersama Devian tinggal setengah hari lagi.


" Apa kau merasa sedih?" Tanya Devian. Alia menatap Devian dan mengangguk.


Devian memegang pipi Alia, dan kembali mendekatkan bibirnya ke bibir Alia.


Cup


Mereka melakukannya lagi. Saling bercvmbv dan mulai *******. Alia seperti mengajarkan kepada Devian bagaimana cara manusia bercivman.


Devian dapat merasakan bahwa Alia begitu agresif. Gaya civman Alia sedikit lebih tinggi dan mendalam dibandingkan saat pertama melakukannya.


" Alia, kau begitu agresif." Ucap Devian yang langsung melepaskan diri dari Alia.


" Maaf, maafkan aku. Aku hanya ingin menikmati waktu berdua dengan mu. Aku ingin mengenang satu malam ini, dan menjadikan ini adalah satu malam yang paling indah saat bersama mu." Ucap Alia.


Devian lalu mengajak Alia ke bukit tempat dimana Alia pertama kali berubah menjadi Valkyrie Light.


" Alia apa kau ingin tempat ini?" Tanya Devian.


" Ya, bukit ini adalah tempat pertama kalinya aku berubah menjadi Valkyrie Light." Lirih Alia.


Devian dengan gerakan cepat memotong sebuah pohon besar dan menyulapnya menjadi sebuah tempat duduk yang nyaman. Alia terkejut dengan apa yang baru saja Devian lakukan. Dia tidak menyangka bahwa Devian akan membangun kursi dengan begitu cepat dari sebuah batang pohon saja.


" Kemarilah, kita akan menunggu bulan terbit di sini." Ucap Devian sambil menepuk-nepuk kursi yang ada di sebelahnya.


Alia berjalan menghampiri Devian dan duduk di sebelahnya, Alia menyandarkan kepalanya di bahu Devian.


" Devian, bisakah aku membuatmu hidup kembali dan tetap berada di sampingku?" Ucap Alia.


" Alia, aku bisa berada di sini bersamamu walaupun hanya untuk satu malam saja sudah membuatku merasa hidup untuk 100 tahun ke depan. Dan apa yang telah kita lakukan tadi membuatku merasa seperti kembali hidup. Walaupun aku tahu bahwa inilah hari terakhir aku melihat dunia ini. Hari terakhir melihat mu." Ucap Devian.


Alia menatap Devian, matanya kembali berkaca kaca. Setiap melihat bola mata Devian. Alia seperti mengingat kembali momen di mana sosok Valkyrie Light memusnahkan Gabriel yang berada di dalam raga Devian.


Tes


Air mata Alia menetes tanpa aba-aba. Dia merasa begitu sedih dan bersalah.


" Alia, kenapa kau menangis?, jangan bilang kau masih merasa bersalah." Pekik Devian.


" Aku..., aku..."


Cup


Cup


Cup

__ADS_1


Dengan cepat Devian menyambar bibir Alia. Alia memejamkan mata, kembali menikmati civman mereka.


Devian mengusap lembut pipi Alia yang basah karena air mata.


Hingga bulan menyinari malam, mereka masih larut dalam civman.


Alia mulai meninggalkan rasa sedih dan rasa bersalahnya. Dan mulai menikmati kebersamaan bersama dengan Devian.


" Aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu Alia." Bisik Devian yang menyudahi percivman mereka, tapi masih merapatkan wajah nya ke wajah Alia.


" I Love you." Ucap Alia sambil tersenyum menatap Devian.


" Alia, berjanjilah kau akan terus melanjutkan hidup setelah hari ini. Cobalah untuk membuka hati untuk yang lain." Ucap Devian.


" Devian, bisakah kita tidak membicarakan hari ini. Aku ingin malam ini hanya malam kita berdua."


" Tidak sebelum kau berjanji."


" Baiklah aku berjanji."


Devian tersenyum dan kembali memadukan bibirnya. Entah berapa lama mereka terus bercivman, sambil memeluk satu sama lain.


Alia merasakan hasrat meningkat dalam dirinya, dia begitu ingin merasakan sesuatu yang terasa sangat ingin dirasakan.


Alia membuka pakaiannya. Dan entah sampai kapan mereka berada di kamar Devian lagi.


" Sentuh aku Devian, sekali saja." Lirih Alia dengan mata terpejam karena masih menikmati percvmbvan.


" Alia..."


" Aku mohon." Ucap Alia sambil mengarahkan tangan Devian untuk menyentuh milik Alia yang sudah mengenakan pakaian dalam.


Saat Devian hampir menyentuh bidang dada Alia, sinar matahari pagi menyilaukan mata dan memaksa Alia untuk terbangun.


" Hah, Devian..."


Alia terkejut dan langsung melihat pakaian yang masih rapi dan melihat ke sekeliling.


Dia ada di kamar Devian. Dan ternyata apa yang terjadi saat Alia membuka pakaiannya dan meminta Devian menyentuhnya hanya mimpi.


Alia berjalan mendekati jendela. Dibukanya jendela kaca dan membiarkan sinar matahari menerpa wajahnya. Baru ini Alia merasakan sinar matahari masuk ke dalam rumah Devian.


Alia memejamkan mata dan merasakan kehangatan sinar matahari pagi itu yang sehangat pelukan Devian.


Alia merasa seseorang memeluknya dan kembali merasakan sensasi civman yang begitu lama dia lakukan dengan Devian.


Dan sekali lagi Alia tersenyum saat dirinya mendengar bisikan terakhir Devian yang berkata tepat ditelinga Alia,


" Aku mencintaimu Alia..."


Alia lalu kembali merasakan seperti tengah dipeluk dengan erat dari belakang.


Nyaman sekali, Alia lalu merasa bahwa dirinya melayang dan jatuh di sebuah kasur awan yang sangat nyaman.


Alia seperti kembali menikmati civman mesra sepanjang malam dengan Devian.


Alia tidak tahu, bahwa itu hanya ilusi yang dibuat Devian sebelum akhirnya pergi ke dunia lain yang tidak dapat lagi dijangkau oleh manusia.


" Selamat tinggal Alia.." Bisik Devian sebelum kabut membawanya


" Devian tunggu.."


Alia mengejar Devian dan ikut masuk dalam kabut.


...----------------...


...----------------...


Alia melihat Alia lain sedang bersama dengan Devian.


" Devian, boleh aku menanyakan sesuatu?"


" Tentu, katakan apa yang ingin kau tanyakan kepadaku?" Ucap Devian sambil terus mengusap-usap rambut Alia yang kini tengah tidur di dadanya.


" Apa yang membuatmu menjadi vampir?. Apakah keinginan mu sendiri atau ada hal lain?"


Devian meminjamkan mata mencoba memutar kembali ingatannya ke masa dimana saat dia menjadi manusia.


" Saat itu tahun 1967. Aku adalah salah satu pasien karena kecanduan narkotika. Aku tidak bisa berhenti hingga waktu kejadian membuatku menjadi overdosis. Aku dirawat oleh Charlie. Dan pada saat detik-detik terakhir hidupku, Charlie memberiku pilihan. Dia mengatakan aku akan tetap bisa melihat dunia namun aku tidak akan sama seperti diriku yang sebelumnya. Saat itu yang aku pikirkan adalah aku ini tetap hidup agar aku bisa kembali mengkonsumsi obat terlarang itu. Namun setelah Charlie menyalurkan virus vampirnya kepada aku..."


" Bagaimana rasanya saat dia menggigit mu?" Tanya kalian yang langsung memotong pembicaraan dari deviant karena dia begitu penasaran akan sensasi digigit vampir.


" Rasanya seperti tubuhmu ditusuk ribuan jarum. Tapi bukan bagian terburuknya. Bagian terburuknya adalah saat kau merasakan virus vampir mulai menyebar kedalam tubuhmu."


" Apa rasanya?"


" Rasa sakitnya seperti arti sebuah luka bakar yang langsung disiram oleh air. Rasanya begitu menyiksa. Tapi aku tahu bukan hanya diriku yang tersiksa tapi juga Charlie."


" Kenapa?"


" Karena, saat kami para vampir merasakan darah manusia itu seperti kita telah menemukan kepuasan yang sebenarnya."


" Bisa kau jelaskan secara rinci?"


" Bayangkan saja, cuaca sangat panas dan kau begitu ingin meminum sesuatu yang dingin dan menyegarkan. Tapi Kau hanya bisa meminum sebuah air panas. Apakah air panas itu mampu menghilangkan rasa haus tenggorokanmu di cuaca yang begitu panas?" Tanya Devian sambil menatap Alia. Alia menggeleng.

__ADS_1


" Tentu saja tidak, meminum minuman panas di cuaca yang panas justru membuat kita semakin terasa panas."


" Dan apa yang kau rasakan saat cuaca sedang panas serta tenggorokan kering. Lalu kau dapat meminum minuman dingin yang menyegarkan?"


" Itu akan sangat melegakan."


" Seperti itulah yang kami para vampir rasakan saat kami meminum darah manusia. Ada rasa ingin terus meminumnya, bahkan beberapa dari kami akan sangat sulit untuk berhenti karena darah manusia nikmatnya beribu-ribu kali lipat daripada kami meminum darah hewan."


" Bagaimana kau bisa tahan godaan untuk tidak meminum darah manusia?"


" Dengan latihan bertahun-tahun. Alia aku mungkin bukan vampir yang baik seperti yang ada dalam pikiranmu. Aku mungkin vampir di niat jahat. Dan Mungkin aku akan mamang sama suatu saat nanti."


" Aku tidak takut padamu, dan jika kau ingin memaksaku sekarang. Aku siap." Ucap Alia sambil memiringkan kepalanya dan memperlihatkan leher nya kepada Devian.


Devian tersenyum dan saat dia menyibak rambut Alia dan bersiap untuk mencium leher itu. Ada cahaya yang keluar dari tanda Trisula yang berada di bahu kiri Alia. Cahaya itu membuat Devian terpental cukup keras.


Brug !!!


" Devian?, apakah baik-baik saja?"


" Alia, ada sesuatu di belakangmu yang bercahaya."


" Aku rasa cahaya itu berasal dari tanda Trisula yang berada di bahu kiriku." Ucap Alia sambil membuka bahu kirinya dan melihat tanda Trisula yang semakin jelas dan terang. Sedangkan Alia memilih untuk memejamkan mata saat Aliya menyibak pakaiannya. Bukan menolak untuk melihat keindahan bahu Alia, tapi menghindari cahaya itu menyakiti Devian.


" Devian Apa yang kau lakukan Kenapa kau memejamkan mata apa Kau pikir aku akan membuka seluruh pakaianku?" Ucap Alia.


" Tidak, Aku hanya takut saat kau membukanya cahaya itu akan kembali keluar dan menusukku."


" Apa?, kau pasti bercanda mana mungkin sebuah cahaya bisa menusukmu?"


" Alia kau mungkin tidak akan percaya karena kau adalah manusia, tapi tahukah kamu bahwa tanda Trisula itu seperti sebuah tombak tajam yang dapat menghancurkan kami kaum vampir, walaupun yang mengenai kami hanyalah cahayanya."


" Apa?"


" Ya, sepanjang sejarah yang aku ketahui. Suatu saat akan ada senjata berbentuk Trisula yang mana senjata itu akan menghapuskan seluruh sampai di muka bumi ini."


" Tidak mungkin."


" Itu mungkin, dikatakan juga saat kekuatan itu mencapai puncaknya tidak perlu sebuah pedang. Cahaya dari Trisula itu sudah cukup untuk membuat kami para vampir hancur menjadi abu."


" Sangat keren."


" Aku kau kedengarannya keren bagimu tapi bagiku itu kedengarannya seperti kiamat kedua."


" Haha, aku tahu kenapa kau mengatakan begitu karena kau sudah mati satu kali. Jika ternyata cahaya Trisula itu benar-benar ada dan kekuatannya semakin besar maka kau akan mati untuk yang kedua kalinya." Kekeh Alia.


" Iya, seperti itulah perkiraan nya. Dan jika saat hari dimana pemusnahan para vampir dimulai itu mungkin akan menjadi hari terakhir aku bisa melihatmu."


" Bukankah vampir bisa bermutasi?"


" Haha, Kau pikir kami monster yang bisa bermutasi?"


" Mungkin."


" Tidak Alia, sekali Vampir itu musnah maka selamanya Vampir itu akan hilang dari dunia."


" Itu artinya aku harus siap jika suatu saat aku akan kehilanganmu?" Tanya Alia dengan mata berkaca-kaca.


" Kemarilah biarkan aku memelukmu untuk malam ini."


" Apa hanya malam ini?"


" Tidak, aku akan ada untukmu di setiap malam selama hidupku."


" Devian, berjanjilah bahwa aku akan selalu ada di setiap malamku?"


" Aku berjanji." Ucap Devian sambil mencium kening Alia.


" Alia.."


" Hemmm?"


" Apa kau tidak takut padaku?, bagaimana jika suatu saat nanti aku berada dalam pengaruh vampir jahat dan menjadikanku ingin memangsa mu?. Atau aku yang dengan sadar ingin memakan dirimu karena aku merasa ada sesuatu dalam darahmu yang begitu ingin aku minum."


Alia tersenyum dan menatap Devian.


" Jika suatu saat nanti kau berada dalam pengaruh vampir jahat dan mencoba untuk memakan ku, aku akan mematahkan pengaruh jahat itu dengan cintaku. Dan jika kau ingin memaksaku karena keinginanmu sendiri maka aku akan menyerahkan diriku untukmu."


" Kenapa kau melakukan itu?"


" Tentu saja karena aku mencintaimu. Apa kau tahu arti sebuah cinta yang sebenarnya adalah ketika kau mementingkan orang lain daripada dirimu sendiri?. Dan aku akan menyerahkan diriku dengan syarat."


" Syarat apa?"


" Aku akan bersedia menyerahkan darahku kepada mu ketika kau memang benar-benar tidak berdaya seperti saat kau dan Gabriel bertarung."


" Kau pernah melihat aku dan Gabriel bertarung?"


" Ya, dan dan aku melihat bahwa kau masih saja kalah dengan Gabriel."


" Tentu saja, Gabriel adalah vampire Origin yang terkuat dari seluruh vampire Origin lainnya. Karena itulah dia berkelana ke seluruh dunia untuk mencari manusia berdarah murni agar bisa menjadikannya semakin bertambah kuat. Dan sekarang dia berada di kota ini." Ucap Devian yang tanpa sadar mengatakan bahwa Gabriel berada di kota ini. Yang artinya apa yang ditakutkan oleh kedua orang tuanya serta Edmund benar-benar terjadi.


Para Vampir berada di kota ini, kota tempat di mana Alia berada. Karena ingin mencari Alia lah mereka datang ke kota Washington DC. Walaupun mereka para vampir Origin masih belum mengetahui bahwa Valkyrie Light itu adalah Alia.


Setiap malam, para vampir Origin akan berkelana untuk mencari manusia yang memiliki darah murni. Mereka akan mencari tanda Trisula di setiap tubuh manusia yang mereka jumpai. Dan jika manusia itu beruntung maka Vampir itu tidak akan meminum darahnya, namun jika manusia itu kurang beruntung maka dia akan menjadi mangsa vampir seperti manusia-manusia sebelumnya yang telah dihisap darahnya

__ADS_1


__ADS_2