Rahasia Cinta Alia

Rahasia Cinta Alia
Devian - Alia


__ADS_3

Alia sangat berharap dia bisa bertemu dengan Devian sebelum dia benar benar meninggalkan Kota Forks.


" Hei ayo. Apa yang kau tunggu?" Tanya Lucy.


" Dia pasti menunggu Devian." Imbuh Gwen.


" Hmm, aku sungguh berharap dia akan datang sebelum aku pergi."


" Ciie..ciee yang lagi jatuh cinta." Goda Gwen


Blush...


Wajah Alia memerah, dia akhirnya memilih untuk segera masuk ke dalam bis agar Lucy dan Gwen berhenti menggoda nya.


Alia tidak tahu, jika sedari tadi Devian berada salah satu pohon dan memperhatikan Alia. Devian juga dapat mendengar pikiran dari Lucy dan Gwen, tentang Alia yang begitu ingin bertemu dengan nya.


Devian tidak berdaya, karena di sekeliling bus, Edmund dan beberapa teman yang lain berjaga disana. Devian tidak berdaya saat melihat Edmund menabur sesuatu yang menjadikan bus dan sekeliling nya menjadi terlindungi oleh sebuah perisai yang tidak dapat ditebus Vampir seperti Devian.


" Apa kau yakin ada vampir disekitar sini?" Tanya teman Edmund.


" Ya, aku dapat merasakan nya. Vampir ini tidak memangsa manusia, dia meminum darah hewan, jadi air suci jenis ini saja sudah cukup. Dia tidak akan bisa menembus perisai yang tercipta dari air ini"


.


" Apakah semuanya sudah masuk kedalam bus?" Tanya senior kepada Edmund.


" Sudah."


" Kalau begitu, ayo kita segera melakukan perjalanan sebelum cuaca menjadi buruk."


" Baiklah."


Satu persatu, bus mulai berjalan meninggalkan hutan yang dijadikan tempat berkemah selama beberapa hari itu.


Devian mengikuti laju bus itu. Lalu dengan gerakan cepat dia sudah berada dibawah bus yang ternyata tidak disirami air suci oleh Edmund dan teman temannya.


Bus itu ternyata bus yang ditumpangi Alia. Devian terus berada di bawah bus itu, hingga saat perjalanan mereka cukup jauh. Mobil bus yang berada di barisan paling depan mengalami pecah ban. Hal itu tentu saja membuat bus yang berada dibelakangnya menjadi oleng dan beberapa diantaranya menjadi tergelincir.


" Argh."


Teriakan menggema di seluruh kabin bus. Ketika bus berhenti sempurna, murid murid berhamburan keluar dari bus.


" Apa apa.. ada apa?"


" Sepertinya telah terjadi kecelakaan."


" Benarkah?"


" Ya, sepertinya Bus nomer satu yang mengalami kecelakaan."


" Alia yang sedari tadi memilih memejamkan mata sambil mendengarkan earphone nya. Menjadi tersadar jika di dalam bus itu hanya tinggal dirinya. Dia tidak heran jika Lucy dan Gwen juga hilang, karena mereka selalu menjadi garda terdepan ketika ada sesuatu yang terjadi.


Saat Alia Anda beranjak dari tempat duduknya tiba-tiba Devian sudah duduk di sebelahnya.


" Devian."


" Alia.."


Alia tersenyum dan langsung memeluk lengan Devian dan bersandar di bahu Devian.

__ADS_1


" Kau kemana saja, apa kau tidak tahu jika aku menunggumu?"


" Maafkan aku, aku ada sedikit urusan sehingga aku tidak dapat menemuimu."


" Alia, Aku sangat ingin tahu apa yang ada dalam pikiranmu. Bisakah kau memberi tahu ku?"


" Tentu, yang ada dalam pikiranku saat ini adalah aku merasa sedih karena aku harus berpisah denganmu."


" Sungguh?"


" Ya."


" Kalau begitu tinggalan disini bersamaku."


" Aku tidak bisa, orang tua ku tidak akan mengizinkannya, walaupun aku tahu bahwa saudara orang tuaku tinggal di negara ini juga."


" Kalau begitu, apakah kau mau pergi jalan-jalan sebentar denganku?"


" Tapi, bagaimana jika busnya berangkat?"


" Tidak akan, mereka tidak akan berangkat selama 2 jam kedepan."


" Baiklah."


" Devian."


" Ya, Aku ingin kau membawaku terbang lagi."


" Apa?"


" Devian, aku tahu kau bisa terbang. Saat itu aku sudah terbangun dari pingsan ku dan menyadari bahwa aku sedang terbang."


" Alia, aku tidak bisa terbang."


" Kau bisa, bahkan malam itu kau juga bertarung dengan manusia yang memiliki gigi taring yang menakutkan."


" Dia bukan manusia, tapi monster."


" Apa?, monster."


" A, maksud ku mungkin manusia jadi-jadian?"


" Devian, aku merasa banyak hal yang kau sembunyikan dariku. Pertama, kau selalu datang saat malam hari, dan kau tidak pernah mau bertemu dengan teman-teman ku. Kau selalu datang dan pergi secara tiba-tiba. Kau bahkan tidak pernah menjawab pertanyaanku seperti di mana rumahmu, tempat tinggalmu dan juga makananmu. Apa yang kau makan, apa yang kau sukai. Aku bahkan tidak pernah melihat memakan."


Devian terdiam.


Haruskah aku memberitahu Aliya tentang siapa diriku yang sebenarnya?. Batin Devian.


" Devian?"


" Ya?"


" Kenapa kau diam saja?"


" Aku..."


" Katakan sejujurnya padaku apa yang telah kau sembunyikan, apakah kau bukan manusia?" Tanya Alia yang sudah tidak sabar untuk mendengar kebenarannya dari Devian. Mengingat ciri-ciri Devian sama seperti artikel yang didapat oleh Aliya bahwa hal yang dilakukan oleh Devian itu, hanya bisa dilakukan oleh vampir.


" Apa kau sungguh ingin mengetahui tentang siapa diriku sebenarnya?"

__ADS_1


" Ya."


" Aku ragu kau akan tetap bersikap manis kepadaku setelah mengetahui siapa diriku sebenarnya."


" Tidak."


Walaupun gemetar tapi Alia tetap mengatakan tidak, untuk bisa mendapatkan penjelasan dari Devian. Dia begitu penasaran tentang siapa sebenarnya Devian.


" Apa kau tidak takut?"


" Tidak."


" Kalau begitu, ikutlah denganku aku akan menunjukkan sesuatu kepadamu."


Alia menghela nafas sebelum akhirnya dia berjalan mengikuti Devian.


" Apa kau siap?"


" Ya."


Wush...Wush .wush...


Devian membawa Alia terbang. Kali ini, Devian membiarkan Aliya mengetahui dengan jelas bahwa dirinya membawa Alia dengan terbang. Menapaki pohon demi pohon. Hingga mereka tiba di atas bukit.


Devian mencari tempat di mana dia bisa mendapatkan sinar matahari senja. Lalu dengan perlahan Devian berjalan ke arah sinar itu. Alia melihatnya dengan seksama.


" Devian??"


" Inilah diriku yang sebenarnya.."


" Kau adalah Vampir.." Ucap Alia sambil berjalan mundur saat melihat tubuh Devian bersinar seperti berlian.


" Alia tunggu."


" Jangan mendekat. Kenapa kau tidak memberitahuku dari awal bahwa kau ternyata seorang vampir dan bukan manusia?" Ucap Alia yang terus berjalan mundur.


" Alia dengar aku memang seorang vampir, tapi aku bukan pemakan manusia, keluarga kami adalah vampir yang bertahan hidup dengan meminum darah hewan."


" Keluarga?"


" Ya. Apa kau pikir Vampir tidak memiliki keluarga?"


" Alia, awas.."


Dengan cepat Devian menangkap tubuh Alia yang hampir saja terjatuh dari Bukit tinggi itu karena Alia terus berjalan mundur.


" Alia dengar, selama ini tidak ada alasan untukku terus bertahan hidup, aku seperti sakit namun tidak kunjung menemukan obat. Dan saat aku melihatmu aku seperti melihat diriku. Aku seperti menemukan obat dari luka yang aku derita. Aku, aku begitu terobsesi kepadamu. Sungguh, aku tidak punya niatan lain selain ingin terus dekat denganmu. Aku rasa jika aku disampingmu aku mempunyai kekuatan. Aku.. aku mencintaimu"


Alia memandangi Devian, lama mereka saling menatap sebelum akhirnya Devian memberanikan diri untuk mendekatkan bibirnya dengan bibir Alia.


Alia terpaku, dia melihat ke mata Devian dan....


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2