
Beberapa hari kemudian....
Ada perayaan tahun baru
. Semua orang akan berkumpul di sebuah lapangan untuk menunggu malam pergantian tahun.
Dan sepertinya Gabriel akan menggunakan kesempatan ini untuk membentuk sebuah pasukan baru.
" Ini benar benar kesempatan yang bagus untuk membuat pasukan baru yang lebih agresif." Ucap Gabriel yang sekarang berada di tengah-tengah manusia yang sedang berkumpul menyambut tahun baru.
Gabriel lalu mulai menggunakan kekuatannya untuk menghipnotis semua orang agar mau mengikutinya.
Alice yang sedang berada di rumahnya tiba-tiba mendapat penglihatan tentang apa yang dilakukan oleh Gabriel.
" Slave." Ucap Alice membuat semua orang yang berada di sana terkejut.
" Slave??. Kenapa menyebut slave?" Tanya Harry.
" Gabriel sekarang berada di tengah-tengah manusia dan dia telah menggunakan kekuatannya untuk menghipnotis para manusia agar bisa dia jadikan sebagai vampir jenis slave."
" Apakah itu..." Ucap ELena yang tidak kalah terkejut seperti Cristin saat mengetahui bahwa Gabriel berencana untuk membuat manusia menjadi vampir slave.
" Slave adalah manusia yang menjadi vampire karena meminum darah vampire. Slave sangat patuh terhadap masternya, yaitu vampire yang memberikan darahnya untuk diminum oleh Slave itu ketika masih menjadi manusia. Slave akan mengikuti semua perintah vampire yang menjadi masternya tanpa melawan. Slave tidak bisa hidup dibawah sinar matahari seperti kita karena pada dasarnya mereka sebenarnya sudah mati. Kekuatan fisiknya juga jauh lebih lemah dari vampire origin dan juga vampir seperti kita." Terang Charlie sambil meletakkan buku yang sedang dia baca.
" Kalau begitu kita dengan mudah bisa mengalahkan vampir jenis slave ini."
" Ya jika Gabriel mengerahkan pasukannya pada pagi atau siang hari. Tapi, jika Gabriel menggerakan pasukannya pada malam hari walaupun kita bisa dengan mudah untuk memusnahkan nya tapi jika ada ratusan bahkan ribuan pasukan vampire slave, itu sama saja kita sedang melawan vampir jenis kita sendiri." Kata Charlie lagi.
"Apa?" Ucap Elena dan Harry hampir bersamaan.
" Ya, seratus pasukan vampir Slave setara dengan 1 orang sampai jenis kita." Imbuh Alice.
" Tidak mungkin."
" Ya, karena itu kita harus benar-benar menyiapkan diri jika Gabriel memutuskan untuk mengibarkan bendera perang." Ucap Charlie.
" Kita harus memberitahu Devian tentang ini." Ucap Stefano.
" Alice.." Charlie memanggil Alice dan memandangnya. Seolah-olah menyuruh Alice untuk menggunakan kekuatan telepati nya dan mengirimkan pesan ini kepada Devian.
Alice memejamkan mata dan langsung menggunakan kekuatannya untuk mengirimkan apa yang baru saja dia lihat ke dalam pikiran Devian.
__ADS_1
Semua yang ada disana menunggu dengan cemas karena Alice sudah begitu lama memejamkan mata dan terlihat berusaha mengirimkan pesan kepada Devian sambil sesekali memanggil namanya.
" Tidak bisa, sepertinya Devian sedang berada di dalam rumah Alia. Dan rumah Alya masih dipasangi perisai anti vampir yang lebih tebal dan lebih kuat dari sebelumnya karena aku tidak dapat lagi menembus perisai itu walau aku hanya menggunakan pikiran."
" Aku yakin ini pasti ulah para pemburu Vampir itu yang memasang berlapis-lapis perisai di dalam rumah Aliya." Ucap Elena.
" Memang kita tidak bisa mempercayai para pemburu Vampir itu."
" Bukan. Bukan para pemburu vampir yang memasang Perisai itu tapi Aliya." Ucap Alice.
" Apa?" Semua yang ada di sana terkejut saat Alice mengatakan bahwa yang membuat perisai itu menjadi lebih cepat dan lebih kuat bukanlah pemburu vampir melainkan Alia sendiri.
" Ya, Alia sekarang sudah menguasai teknik dan tata cara membuat perisai. Dia bahkan sudah mahir membuat ketahanan perisai. Karena itu sekarang orang tuanya ataupun para pemburu vampir tidak lagi berjaga di sekitar rumah Alia. Karena Alia sudah bisa memasang Perisai itu hingga radius 5 km." Terang Alice.
" Wow, aku rasa sepertinya dia mulai mengerti bahwa ada kekuatan di dalam darahnya." Ucap Harry.
" Ya, itu juga karena Devian yang mengatakan bahwa ada kekuatan yang sangat besar mengalir dalam darah Alia. Sehingga Alia tertantang untuk mencari tahu kekuatan dalam darahnya. Dia bahkan dapat melihat kejadian saat dia berubah wujud menjadi Valkyrie Light. Namun, karena wujud manusianya masih belum siap untuk menerima segala kekuatannya jadi Alia belum dapat berpikir dengan jelas dan belum bisa mengerti bahwa dia dapat melihat kejadian itu karena dialah sosok Valkyrie Light yang sebenarnya." Terang Alice lagi.
" Kalau begitu. Apa yang harus kita lakukan untuk memberitahu Devian tentang apa yang sedang Gabriel rencanakan?" Tanya Elena
" Kita harus menunggu Devian keluar dari Perisai itu." Ucap Alice
" Kapan?"
..
Devian akhirnya mengalah dan mau bertemu dengan kedua sahabat Alia, yaitu Gwen dan Lucy.
" Berjanjilah aku hanya akan bertemu mereka hari ini karena hari ini adalah hari perayaan malam tahun baru." Ucap Devian yang sedang didandani oleh Alia agar terlihat seperti manusia pada umumnya.
" Iya, aku berjanji bahwa kalian hanya akan bertemu malam ini." Ucap Alia sambil memakaikan sepatu yang cocok dikenakan dengan pakaian yang saat ini dipakai oleh Devian
" Sempurna."
Alia menyuruh Devian untuk melihat dirinya sendiri di hadapan cermin.
Devian sungguh takjub saat melihat pantulan dirinya di dalam cermin. Dia benar-benar terlihat seperti manusia, pakaian sederhana namun terlihat mewah dan elegan.
" Alia, kau membuatku merasa seperti manusia."
" Iyup, karena malam ini aku akan menjadikanmu manusia." Ucap Alia sambil memeluk Devian dari belakang.
__ADS_1
Alia mengambil jaket serta memakai syal. Tidak lupa dia juga menyemprotkan parfum ke tubuhnya dan juga tubuh Devian. Lalu mereka keluar dari rumah.
Alia meminta Devian untuk keluar lebih dulu dan menunggunya di luar rumah.
Sementara Alia, keluar dari dalam rumah bersama Edmund. Karena hanya dengan Edmund dan para pasukan pemburu vampir yang lainnya lah Alia diperbolehkan keluar oleh Emery dan Albert. Sehingga Alia dapat menikmati acara pergantian malam tahun baru.
Walaupun awalnya Alia keberatan dengan itu. Tapi hanya itu cara agar Alia bisa keluar dari dalam rumah dan memperkenalkan Devian kepada kedua sahabatnya. Gwen dan Lucy.
" Edmund kamu tahu kan jika malam adalah jadwal untuk Devian menjagaku. Jadi Aku harap kamu akan tetap berada di jarak aman dan tidak mengganggu kencan yang akan kami lakukan." Ucap Alia saat mereka baru saja keluar dari gerbang utama rumah Alia.
" Huft baiklah. Tapi kau harus berjanji akan tetap berada di jarak pandang aman ku dan juga para pemburu vampir lainnya. Untuk meminimalisir sesuatu yang akan terjadi padamu."
" Baiklah baik."
Alia selalu membukakan pintu setelah dia melewati perisai dan melihat Devian.
" Wow, aku hampir tidak mengenalimu dalam penampilan seperti ini." Ucap Edmund saat melihat Devian yang yang sama persis seperti dirinya.
" Terima kasih." Ucap Devian sebarin duduk di kursi yang berada di belakang Edmund.
" Aku bukan memujimu jadi tidak perlu berterima kasih." Ketus Edmund.
Alia hanya tersenyum sambil memerintahkan kepada Edmund untuk segera melajukan kendaraannya menuju alun-alun kota tempat di mana orang-orang berkumpul untuk menantikan malam pergantian tahun baru.
" Sudah. Jangan banyak bicara lagi aku tahu jika dia terlihat keren kan." Kekeh Alia saat melihat ekspresi geli yang ditunjukkan oleh Edmund.
Ya, Edmund harus mengakui bahwa penampilan Devian kali ini memang sangat keren dan elegan.
Edmund tidak menyangka jika Devian begitu terlihat tampan dan mempesona saat dia berpakaian layaknya manusia.
Namun Edmund sungguh enggan mengakuinya karena itu bisa membuat citra nya dihadapan Alia turun drastis.
Ya mana mau Edmund untuk mengakui jika sekarang dirinya kalah keren dengan seorang vampir.
...----------------...
......................
...****************...
...----------------...
__ADS_1
......................